Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 7


__ADS_3

Gerald menggaruk-garuk kepalanya yang


tidak gatal.


Padahal dia sudah berusaha menghindari


Naomi dan teman- temannya, terutama


Alice, yang terlihat tidak suka sejak awal


mereka bertemu. Karena itu dia juga


tidak mau membuang banyak waktu


mencoba akrab dengannya.


"Danny yang punya ide untuk pergi ke


Emperor Karaoke di Mayberry


Commercial Street ini. Jika kau masih


berusaha kabur lagi kali ini. Kau bukan


lagi temanku!" ancam Naomi. Dia


memang tipikal gadis yang suka blak-


blakan dan terbuka, bahkan seringkali


tidak memperhatikan situasi. Karenanya


dia tidak bisa memahami bahwa Gerald


bukan dari strata yang sama dengan


mereka. Ya, tentu saja sebenarnya


sekarang sudah tidak lagi.


Melihat Gerald yang hanya mematung


tanpa berkata apapun, Naomi kemudian


melanjutkan, "Okey, ayo pergi


bersamaku dan ikut bersenang-senang


Aku tahu kau pasti takut Danny akan


menyulitkanmu lagi kan. Kau tidak perlu


khawatir. Jika dia berani berulah macam-


macam lagi, aku bersumpah akan


memberinya pelajaran!"


Gerald hanya tersenyum mendengar


perkataan Naomi. Dia tahu jika dia


menolak ajakan Naomi lagi kali ini, gadis


ini akan benar-benar marah. Baiklah,


mungkin memang sebaiknya dia ikut.


Naomi segera menarik Gerald


mengikutinya menuju Karaoke Emperor.


Ketika Gerald melihat papan nama besar


di atas bangunan karaoke itu, dia ingat


bahwa ini adalah salah satu tempat yang


terdaftar atas namanya. Selama ini


Gerald tidak pernah punya kesempatan,


tapi kali ini dia bahkan akan sanggup


mentraktir teman-temannya.


"Oh. Tuan Crawford ada disini uga


rupanya? Apa kau tahu jalan sekitaran


sini? Apa kau tahu cara bersenang-


senang di sini? Ayo, mari kutunjukkan


padamu." Danny menyambut Gerald


dengan nada menghina segera setelah


tahu Naomi mengajaknya.


"Danny, cukup! Harus berapa kali aku


memperingatkanmu soal ini!" Naomi


sudah tidak tahan lagi.


Dengan senyum menjengkelkan, Danny


menjawab, "Okay, baiklah. Aku hanya


berusaha bersikap baik padanya.


Lagipula, Mayberry Commercial Street


adalah tempat khusus orang-orang kaya.


Kalau Gerald mau melihat-lihat, tentu


aku akan dengan senang hati


menunjukkan padanya."


Alice menatap Gerald. Memalukan sekali


rasanya ada bersama pria ini di tempat


umum. Dia lalu berkata, "Ya, sudah,


bagaimana kalau kita masuk saja? Danny,


kau sudah memesan ruang kan untuk


bagaimana kalau kita masuk saja? Danny,


kau sudah memesan ruang kan untuk


kita?"


Ya, sudah kupesankan. Aku minta


temanku untuk membantu. Biasanyya


seluruh ruangan sudah habis dipesan di


waktu-waktu seperti sekarang. Ayo, ikuti


aku!" Danny lalu memimpin teman-


temannya memasuki tempat karaoke.


Ini adalah kali pertama Gerald memasuki


tempat karaoke dan tempat itu cukup


megah untuknya. Terlebih, ruang VIP

__ADS_1


yang disewa Danny sangat luas dan


mewah. Ada akuarium besar dengan ikan


-ikan Arwana emas mengkilat


didalamnya.


Setelah memasuki ruangan, para gadis


mengambil tempat di pojokan sementara


Gerald memilih bersama teman-teman


asramanya di pojokan yang lain. Mereka


mulai bergantian menyanyikan lagu dan


suasana jadi semakin hidup!


Para gadis asik mengobrol. Terlihat Alice


yang berada di antara mereka dengan


kaki di atas sofa, memperlihatkan


kakinya yang jenjang dan putih.


Ini ikan Arwana?" Gerald


memperhatikan akuarium besar di


ruangan itu dengan rasa ingin tahu. Dia


pernah membaca tentang ikan Arwana


yang alanggap bisa membawa


keberuntungan dan nasib baik. Tetapi dia


merasa ikan yang ada di sana berbeda


dengan yang dia lihat di buku waktu itu.


Gerald lalu memutuskan bertanya pada


Harper


Harper mengangguk lalu menjawab, "Ya,


yang kau lihat ini memang ikan Arwana.


Tapi mereka sedikit berbeda karena


diimpor langsung dari Malaysia. Ikan


ikan ini termasuk jenis yang langka dan


harganya sangat mahal. Hanya orang


orang kaya yang bisa mendapatkannya."


Danny secara tidak sengaja mendengar


perbincangan Gerald dan Harper. Tentu


saja dia tidak bisa untuk tidak ikut


campur.


"Oh, Tuhaan. Gerald, kau tahu tas


Hermes, tapi kau tidak tahu soal ikan


Arwana?"


Dari tempat duduknya, Alice yang


mendengar kata 'Hermes' kembali


berada di samping Danny tertawa, "


Hahaha! Sayang sekali tidak ada ikan


versi imitasi! Jika ada pasti Gerald sudah


membelinya!"


"Ikan Arwana jenis ini dianggap bisa


membawa keberuntungan dan nasib baik


untuk pemiliknya," kata Alice tiba-tiba. "


Ah Alice! Kau memang benar-benar


punya wawasan yang luas!" Danny


memberinya acungan dua jempol. "Tentu


saja, Alice adalah gadis yang pintar.


Tidak seperti si miskin ini," kata teman-


teman Alice menyahut.


"Ruangan ini pasti mahal. Apa kau


sangat dekat dengan teman yang kau


sebut tadi, Danny?" tanya Alice.


Sebenarnya Alice mulai terkesan dengan


Danny. Jika Danny bisa bersikap sedikit


lebih dewasa, akan lebih besar


kesempatan Danny nmenjadi pacarnya.


"Ah, tenang saja. Ruang VIP ini harganya


hanya empat ribu dolar permalam."


Danny menjawab dengan nada bangga.


Dia lalu menepuk jidatnya sendiri seperti


baru mengingat sesuatu. "Astaga! untung


saja kau menyebutnya. Aku benar-benar


lupa bahwa aku sudah berjanji akan


menghubungi temanku jika sampai di


sini," Danny lalu melangkah minggir dan


mengeluarkan ponsel dari saku


celananya.


Gerald dan teman-temannya masih asik


berbincang di pojok ruangan.


Awalnya Naomi hanya berniat


merayakan hari ulang tahunnya dengan


teman-temannya dan teman-teman


Gerald. Tetapi sepertinya teman


temannya lebih tertarik dengan

__ADS_1


rombongan Danny. Faktanya memang


Danny dan Blondie lebih bisa bergaul dan


membaur dengan teman-teman asrama


Alice.


Sesaat kemudian pintu ruangan terbuka.


Seorang pria mengenakan jas hitam rapi


dan sepasang sepatu kulit masuk ke


dalam ruangan. Pria itu sangat tinggi dan


memiliki kulit cerah. Dia terlihat seperti


orang yang temperamental pada kesan


pertama.


"Hai, Nigel, akhirnya kau datang!


Danny segera berdiri dan menyambutnya.


"Danny, apa kabar? Bagaimana, kau puas


dengan fasilitas di ruangan ini?"


Tentu saja! Terima kasih sudah


menyediakannya untukku," Danny


menjawab dengan nada ceria.


Blondie dan teman-teman Danny yang


lain turut menyambut Nigel.


"Sudah, jangan bicara terus. Hei, kenapa


kau tidak mengenalkanku pada teman-


temanmu?" Nigel melihat teman-teman


Danny yang cantik dan pandangannya


berhenti pada Alice, gadis itu memang


sungguh menawan.


Ah iya aku hampir lupa! Semuanya,


perkenalkan ini temanku, Nigel Fisher.


Dia dan keluarganya memiliki bisnis di


bidang makanan dan katering. Dia adalah


pemilik Restoran Grand Marshall di


Mayberry Commercial Street dengan


keuntungan puluhan juta dolar setiap


tahunnya! Karena dia lah kita dapat


Laliunlnya. Kdluna ura rarr rcar uapa


mendapatkan ruangan ini malam ini,"


Danny memperkenalkan temannya


dengan bangga.


Restoran Grand Marshall? Wow! Orang-


orang yang bisa membuka restoran di


Mayberry Commercial Street pastilah


sangat kaya. Alice menatap Nigel dengan


pandangan berbinar.


"Hahhahaa.. jangan dengarkan Danny,


dia terlalu berlebihan. Bisnis keluargaku


masih sangat kecil. Kenapa aku bisa


dengan mudah memesan ruangan di


Emperor Karaoke Bar ini, karena


manajernya adalah teman dekat ayahku.


Jadi jika di waktu ke depan kalian mau


memesan ruangan, jangan ragu untuk


menghubungiku." Nigel tersenyum dan


mencoba merendah.


"Hai, Nigel, apakah kau sudah punya


pacar?" Gadis di samping Alice tiba-tiba


bertanya. Sontak seisi ruangan tertawa


karenanya.


Nigel hanya tersenyum dan


menggelengkan kepala. Dia malah


menoleh pada Alice dan berkata, "Hai,


Cantik. Senang bertemu denganmu."


Halo!" jawab Alice dengan senyum tipis.


Danny lalu memperkenalkan Nigel pada


temannya satu-persatu. Setelah


mengenalkannya pada semua orang.


Pandangan Danny lalu tertuju pada


Gerald yang berada di pojok ruangan, Dia


mengarahkan jari telunjuk padanya.


"Nigel, yang di sana itu namanya


Gerald!


Nigel mengulurkan tangan hendak


menyalami Gerald sebelum kemudian


mengernyitkan mata, ia teringat sesuatu


saat mendengar nama Gerald.


"Apa? Apakah yang kau maksud ini


adalah Gerald yang baru diputuskan


pacarnya lalu memberikan hadiah pada


Yuri dan Xavia di hutan dekat kampus

__ADS_1


tempo hari?"


__ADS_2