Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 9


__ADS_3

Gerald segera menjelaskan pada Zack


semua yang terjadi. Di seberang sana,


Zack mengangguk-angguk paham.


"Ngomong-ngomong, Zack. Apakah kau


mengenal orang bernama Nigel Fisher?


Aku dengar keluarganya adalah pemilik


restoran di Mayberry Commercial


Street." katanya sambil mengernyitkan


dahi.


Dia sebenarnya bukan orang yang suka


berpikiran jahat, tetapi kemudian dia


ingat bahwa Nigel adalah orang yang


menyuruh Yuri merebut Xavia darinya.


Dia ingin tahu reaksi Nigel jika dia dan


keluarganya kehilangan kekayaan


mereka.


Nigel? Ya, ayahnya adalah salah satu


bawahanku. Dan restoran yang dikelola


keluarganya juga atas namamu. Apa dia


melakukan hal buruk padamu?" Zack


mulai curiga. Gerald belum sempat


menjawab ketika kemudian Zack


melanjutkan, "Aku tahu apa yang harus


kulakukan, Gerald. Jangan khawatir. Aku


akan urus semuanya


***


Sejujurnya, Gerald tidak tahu yang akan


dilakukan Zack. Karena dia juga tidak


tahu sejauh apa pengaruh yang


dimilikinya. Ini kali pertama dia


menggunakan identitas dan


kekuasaannya pada orang lain. Meskipun


dia sangat membenci Nigel, tapi ada


perasaan bersalah dan tidak enak setelah


dia memberikan perintah pada Zack.


Ah, sudahlah, Gerald tidak mau terlalu


memikirkannya.


Setelah menutup telpon, Gerald


melangkah keluar dari toilet dan menuju


ruang karaoke. Di dalam ruangan,


terlihat Naomi, Alice dan yang lainnya


berusaha menghubungi siapapun yang


mereka kenal untuk meminta bantuan.


Mereka harus segera menemukan jalan


keluar dari masalah ini.


Sesaat kemudian, Flynn datang dan


memasuki ruangan dengan tergesa. Yang


lebih mengejutkan, dia kemudian


membungkukkan badan dan meminta


maaf. Flynn lalu menjelaskan bahwa


mereka tidak perlu membayar ganti rugi


atas kerusakan akuarium ikan Arwana di


ruangan itu.


Semua orang di ruangan itu kebingungan


dibuatnya, sampai kemudian Nigel


menyusul memasuki ruangan dan


mereka paham apa yang telah terjadi.


Pasti ini semua karena dia.


"Nigel, apa ini semua karena kau?" Para


gadis sontak memandang Nigel dengan


tatapan kagum.


Tadi Nigel masih memikirkan cara


bagaimana agar mereka bisa keluar dari


masalah ini. Sebenarnya, dia bermaksud


memasuki ruangan sebelah untuk


bersembunyi, tapi kemudian dia melihat


Flynn berlari dengan tergesa-gesa


dengan ekspresi panik menuju ruangan


Danny.


Ternyata masalahnya sudah


terselesaikan. Nigel tidak mau mengaku


bahwa bukan dia yang menyelesaikan


masalah ini. Dia malah tersenyum dan


membalas, "Flynn dan ayahku adalah


teman karib! Ini hanya masalah kecil."


Wow! Nigel, kau benar-benar


pahlawan!"


"Nigel, kau memang luar biasa!"


Para gadis di ruangan itu kompak


memujinya. Alice yang juga


memperhatikan Nigel merasa mulai


jatuh hati padanya. Ditambah lagi, dia


adalah pemilik Restoran Grand Marshall.

__ADS_1


Pria ini memang benar-benar


mengesankan dan berasal dari keluarga


kaya raya.


Sesaat kemudian, Gerald memasuki


ruangan. "Oh lihat! Dia baru kembali


setelah semua masalah selesai." Pada


gadis memandang Gerald dengan


jengkel, terutama Alice. "Naomi, aku


benar-benar tidak mengerti! Bagaimana


kau bisa mau berteman dengan orang


macam dia?" Alice mendengus kesal.


Gerald kemudian paham bahwa Zack


sudah membereskan semuanya. Pasti dia


menyuruh Flynn meminta maaf dan


memberitahu bahwa mereka tidak perlu


membayar ganti rugi. Tentu saja masalah


ini bisa sangat mudah diselesaikan


Gerald mengingat dia sebenarnya adalah


pemilik tempat ini. Sayangnya, kalau


dilihat dari tatapan mereka padanya,


pasti sekali lagi mereka telah salah


paham dan mengira ini semua karena


jasa Nigel!


Apakah dia harus menjelaskan


semuanya? Ah, Gerald merasa itu tidak


perlu.


Lagipula, dia melakukan ini semua untuk


Naomi. Bukan untuk membuat Alice atau


yang lain terkesan. Setelah semua yang


terjadi malam itu, Gerald sama sekali


tidak tertarik pada Alice. Kalaupun dia


mencoba menjelaskan yang sebenarnya,


pasti tidak akan ada yang percaya. Gerald


tidak mau buang-buang waktu untuk itu!


"Baiklah! Karena masalahnya sudah


selesai. Kenapa kita tidak melanjutkaan


pestanya di tempat yang lain saja? Kali


ini aku yang akan mentraktir kalian!"


kata Nigel sambil mengatupkan


tangannya dan mencoba mengalihkan


pembicaraan.


"Ya! Tentu saja!" Mereka bersorak penuh


senyum pada Nigel. Menurutnya,


dibanding Danny, Alice merasa Nigel


lebih punya banyak relasi. Dan jejaring


yang dimiliki Nigel akan juga berguna


untuknya di kemudian hari. Ya, Nigel


mengenal banyak orang-orang penting


Naomi memasang raut muka enggan dan


berkata, "Kenapa kita tidak lanjutkan


pestanya besok saja? Lagipula ini sudah


hampir jam empat pagi. Menurutku


sebaiknya kita segera pulang..." Naomi


sudah kehilangan hasrat untuk berpesta


setelah semua yang terjadi. I


Harper mengangguk setuju, "Ya, kami


juga tidak ikut. Kami mau kembali ke


asrama."


Teman-teman asrama Gerald yang lain


juga sudah merasa bosan. Awalnya


mereka sangat bersemangat bisa bergaul


dengan Alice dan teman-teman


asramanya. Tetapi ternyata Alice dan


gengnya lebih tertarik bergaul dengan


rombongan Danny.


Hahahaha. aku bisa memahaminya.


Kau mungkin juga tidak bisa masuk ke


tempat yang kumaksud. Akupun tidak


bisa membawa banyak orang ke sana. Jadi


lebih baik memang kau tidak ikut!" Nigel


memandang Gerald dan Harper dengan


tatapan dingin.


"Nigel, kita mau ke mana? Apakah kau


akan membawa kami ke restoranmu?"


Gadis-gadis itu berjingkrak tidak sabar.


Nigel mengulurkan jari telunjuknya di


depan mereka dan menggoyangnya pelan.


Tidak, Nona. Tapi aku akan membawa


kalian ke Wayfair Mountain


Entertainment. Apa kalian sudah


mendengar tentang tempat itu


sebelumnya?"


Wayfair Mountain Entertainment yang

__ADS_1


terkenal itu?" Alice bertanya dengan raut


sumringah. "Itu adalah bangunan ikonik


di Mayberry Commercial Street!


Bukankah itu adalah tempat yang biasa


dikunjungi orang-orang penting dan


berpengaruh?"


Yang dikatakan Nigel memang benar.


Banyak orang yang tidak akan mampu


masuk ke tempat itu selama hidup


mereka! Karena Alice berasal dari


keluarga yang cukup kaya, dia masih


punya kesempatan untuk melihatnya.


Dan tak disangka, kali ini Nigel akan


membawa mereka semua ke sana!


"Baiklah, karena banyak yang akan ikut,


aku akan mengambil mobilku dulu.


Kalian tunggulah di pintu masuk!" Nigel


melambaikan tangan dan meninggalkan


ruangan.


Nigel benar-benar terpikat akan


kecantikan Alice. Karenanya dia mencoba


menggunakan cara Yuri untuk


memenangkan hatinya. Nigel yakin pasti


semua wanita akan gampang dirayu


dengan uang!


"Naomi, ayolah! Kenapa kau tidak ikut


bersama kami? Lagipula ini kan hari


ulang tahunmu. Bukankah kau pernah


bilang ingin tahu rasanya beradadi


kesempatanmu!" Alice mencoba


membujuk Naomi dan menarik-narik


tangannya.


Ya! Kita semua belum pernah ke sana


kan! Jadi kenapa kita tidak berangkat


bersama-sama saja? Lagipula ada Nigel


yang akan melindungi kita malam ini. Dia


memiliki reputasi yang baik dan


sepertinya juga cukup disegani di


Mayberry Commercial Street. Tidak ada


yang perlu kita khawatirkan selama


bersamanya," kata Danny dengan


senyum penuh harap.


Naomi kemudian mengerutkan kening


dan berkata, "Ada sesuatu yang masih


tidak bisa aku pahami. Alice, tidakkah


kau merasa ada yang aneh dari semua


kejadian ini?"


"Aneh? Apa yang kau bicarakan? Apa


maksudmu soal akuarium ikan Arwana?"


"Ya." Dengan kening yang masih


mengernyit, Naomi menjawab, "Kalian


semua bisa lihat tadi Flynn begitu keras


dan dengan sangat jelas menyuruh kita


membayar ganti rugi sebesar dua ratus


ribu dolar. Saat itu Flynn tidak terlihat


mau berkompromi dengan Nigel, bahkan


meskipun Nigel mencoba merayu dan


menyogoknya."


Dan anehnya, dalam waktu kurang dari


sepuluh menit sikap Flynn tiba-tiba


berubah. Dia bahkan datang ke sini untuk


meminta maaf kepada kita secara


pribadi. Tidakkah kalian merasa ini


aneh?" Dengan panjang lebar Naomi


mencoba menjelaskan kecurigaannya


pada teman-temannya.


Semua orang di dalam ruangan terdiam


mendengar penjelasan Naomi.


Harper kemudian menyahut, "Ya, aku


juga merasa ada yang aneh! Flynn tidak


terlihat seperti orang yang gampang


dibujuk. Dia jelas bukan orang yang bisa


dihadapi dengan mudah. Tidak peduli


seberapapun ahlinya Nigel dalam


merayunya. Tidak mungkin bisa


membuat Flynn berubah pikiran dalam


hitungan menit!"


"Jadi maksudmu ada orang lain yang


membantu kita?" tanya Alice setelah


menyadari bahwa situasinya memang


sedikit tidak masuk akal. Sedari tadi dia


sibuk mengagumi sosok Nigel sampai


tidak begitu memperhatikan keadaan.

__ADS_1


__ADS_2