
Gerald segera menjelaskan pada Zack
semua yang terjadi. Di seberang sana,
Zack mengangguk-angguk paham.
"Ngomong-ngomong, Zack. Apakah kau
mengenal orang bernama Nigel Fisher?
Aku dengar keluarganya adalah pemilik
restoran di Mayberry Commercial
Street." katanya sambil mengernyitkan
dahi.
Dia sebenarnya bukan orang yang suka
berpikiran jahat, tetapi kemudian dia
ingat bahwa Nigel adalah orang yang
menyuruh Yuri merebut Xavia darinya.
Dia ingin tahu reaksi Nigel jika dia dan
keluarganya kehilangan kekayaan
mereka.
Nigel? Ya, ayahnya adalah salah satu
bawahanku. Dan restoran yang dikelola
keluarganya juga atas namamu. Apa dia
melakukan hal buruk padamu?" Zack
mulai curiga. Gerald belum sempat
menjawab ketika kemudian Zack
melanjutkan, "Aku tahu apa yang harus
kulakukan, Gerald. Jangan khawatir. Aku
akan urus semuanya
***
Sejujurnya, Gerald tidak tahu yang akan
dilakukan Zack. Karena dia juga tidak
tahu sejauh apa pengaruh yang
dimilikinya. Ini kali pertama dia
menggunakan identitas dan
kekuasaannya pada orang lain. Meskipun
dia sangat membenci Nigel, tapi ada
perasaan bersalah dan tidak enak setelah
dia memberikan perintah pada Zack.
Ah, sudahlah, Gerald tidak mau terlalu
memikirkannya.
Setelah menutup telpon, Gerald
melangkah keluar dari toilet dan menuju
ruang karaoke. Di dalam ruangan,
terlihat Naomi, Alice dan yang lainnya
berusaha menghubungi siapapun yang
mereka kenal untuk meminta bantuan.
Mereka harus segera menemukan jalan
keluar dari masalah ini.
Sesaat kemudian, Flynn datang dan
memasuki ruangan dengan tergesa. Yang
lebih mengejutkan, dia kemudian
membungkukkan badan dan meminta
maaf. Flynn lalu menjelaskan bahwa
mereka tidak perlu membayar ganti rugi
atas kerusakan akuarium ikan Arwana di
ruangan itu.
Semua orang di ruangan itu kebingungan
dibuatnya, sampai kemudian Nigel
menyusul memasuki ruangan dan
mereka paham apa yang telah terjadi.
Pasti ini semua karena dia.
"Nigel, apa ini semua karena kau?" Para
gadis sontak memandang Nigel dengan
tatapan kagum.
Tadi Nigel masih memikirkan cara
bagaimana agar mereka bisa keluar dari
masalah ini. Sebenarnya, dia bermaksud
memasuki ruangan sebelah untuk
bersembunyi, tapi kemudian dia melihat
Flynn berlari dengan tergesa-gesa
dengan ekspresi panik menuju ruangan
Danny.
Ternyata masalahnya sudah
terselesaikan. Nigel tidak mau mengaku
bahwa bukan dia yang menyelesaikan
masalah ini. Dia malah tersenyum dan
membalas, "Flynn dan ayahku adalah
teman karib! Ini hanya masalah kecil."
Wow! Nigel, kau benar-benar
pahlawan!"
"Nigel, kau memang luar biasa!"
Para gadis di ruangan itu kompak
memujinya. Alice yang juga
memperhatikan Nigel merasa mulai
jatuh hati padanya. Ditambah lagi, dia
adalah pemilik Restoran Grand Marshall.
__ADS_1
Pria ini memang benar-benar
mengesankan dan berasal dari keluarga
kaya raya.
Sesaat kemudian, Gerald memasuki
ruangan. "Oh lihat! Dia baru kembali
setelah semua masalah selesai." Pada
gadis memandang Gerald dengan
jengkel, terutama Alice. "Naomi, aku
benar-benar tidak mengerti! Bagaimana
kau bisa mau berteman dengan orang
macam dia?" Alice mendengus kesal.
Gerald kemudian paham bahwa Zack
sudah membereskan semuanya. Pasti dia
menyuruh Flynn meminta maaf dan
memberitahu bahwa mereka tidak perlu
membayar ganti rugi. Tentu saja masalah
ini bisa sangat mudah diselesaikan
Gerald mengingat dia sebenarnya adalah
pemilik tempat ini. Sayangnya, kalau
dilihat dari tatapan mereka padanya,
pasti sekali lagi mereka telah salah
paham dan mengira ini semua karena
jasa Nigel!
Apakah dia harus menjelaskan
semuanya? Ah, Gerald merasa itu tidak
perlu.
Lagipula, dia melakukan ini semua untuk
Naomi. Bukan untuk membuat Alice atau
yang lain terkesan. Setelah semua yang
terjadi malam itu, Gerald sama sekali
tidak tertarik pada Alice. Kalaupun dia
mencoba menjelaskan yang sebenarnya,
pasti tidak akan ada yang percaya. Gerald
tidak mau buang-buang waktu untuk itu!
"Baiklah! Karena masalahnya sudah
selesai. Kenapa kita tidak melanjutkaan
pestanya di tempat yang lain saja? Kali
ini aku yang akan mentraktir kalian!"
kata Nigel sambil mengatupkan
tangannya dan mencoba mengalihkan
pembicaraan.
"Ya! Tentu saja!" Mereka bersorak penuh
senyum pada Nigel. Menurutnya,
dibanding Danny, Alice merasa Nigel
lebih punya banyak relasi. Dan jejaring
yang dimiliki Nigel akan juga berguna
untuknya di kemudian hari. Ya, Nigel
mengenal banyak orang-orang penting
Naomi memasang raut muka enggan dan
berkata, "Kenapa kita tidak lanjutkan
pestanya besok saja? Lagipula ini sudah
hampir jam empat pagi. Menurutku
sebaiknya kita segera pulang..." Naomi
sudah kehilangan hasrat untuk berpesta
setelah semua yang terjadi. I
Harper mengangguk setuju, "Ya, kami
juga tidak ikut. Kami mau kembali ke
asrama."
Teman-teman asrama Gerald yang lain
juga sudah merasa bosan. Awalnya
mereka sangat bersemangat bisa bergaul
dengan Alice dan teman-teman
asramanya. Tetapi ternyata Alice dan
gengnya lebih tertarik bergaul dengan
rombongan Danny.
Hahahaha. aku bisa memahaminya.
Kau mungkin juga tidak bisa masuk ke
tempat yang kumaksud. Akupun tidak
bisa membawa banyak orang ke sana. Jadi
lebih baik memang kau tidak ikut!" Nigel
memandang Gerald dan Harper dengan
tatapan dingin.
"Nigel, kita mau ke mana? Apakah kau
akan membawa kami ke restoranmu?"
Gadis-gadis itu berjingkrak tidak sabar.
Nigel mengulurkan jari telunjuknya di
depan mereka dan menggoyangnya pelan.
Tidak, Nona. Tapi aku akan membawa
kalian ke Wayfair Mountain
Entertainment. Apa kalian sudah
mendengar tentang tempat itu
sebelumnya?"
Wayfair Mountain Entertainment yang
__ADS_1
terkenal itu?" Alice bertanya dengan raut
sumringah. "Itu adalah bangunan ikonik
di Mayberry Commercial Street!
Bukankah itu adalah tempat yang biasa
dikunjungi orang-orang penting dan
berpengaruh?"
Yang dikatakan Nigel memang benar.
Banyak orang yang tidak akan mampu
masuk ke tempat itu selama hidup
mereka! Karena Alice berasal dari
keluarga yang cukup kaya, dia masih
punya kesempatan untuk melihatnya.
Dan tak disangka, kali ini Nigel akan
membawa mereka semua ke sana!
"Baiklah, karena banyak yang akan ikut,
aku akan mengambil mobilku dulu.
Kalian tunggulah di pintu masuk!" Nigel
melambaikan tangan dan meninggalkan
ruangan.
Nigel benar-benar terpikat akan
kecantikan Alice. Karenanya dia mencoba
menggunakan cara Yuri untuk
memenangkan hatinya. Nigel yakin pasti
semua wanita akan gampang dirayu
dengan uang!
"Naomi, ayolah! Kenapa kau tidak ikut
bersama kami? Lagipula ini kan hari
ulang tahunmu. Bukankah kau pernah
bilang ingin tahu rasanya beradadi
kesempatanmu!" Alice mencoba
membujuk Naomi dan menarik-narik
tangannya.
Ya! Kita semua belum pernah ke sana
kan! Jadi kenapa kita tidak berangkat
bersama-sama saja? Lagipula ada Nigel
yang akan melindungi kita malam ini. Dia
memiliki reputasi yang baik dan
sepertinya juga cukup disegani di
Mayberry Commercial Street. Tidak ada
yang perlu kita khawatirkan selama
bersamanya," kata Danny dengan
senyum penuh harap.
Naomi kemudian mengerutkan kening
dan berkata, "Ada sesuatu yang masih
tidak bisa aku pahami. Alice, tidakkah
kau merasa ada yang aneh dari semua
kejadian ini?"
"Aneh? Apa yang kau bicarakan? Apa
maksudmu soal akuarium ikan Arwana?"
"Ya." Dengan kening yang masih
mengernyit, Naomi menjawab, "Kalian
semua bisa lihat tadi Flynn begitu keras
dan dengan sangat jelas menyuruh kita
membayar ganti rugi sebesar dua ratus
ribu dolar. Saat itu Flynn tidak terlihat
mau berkompromi dengan Nigel, bahkan
meskipun Nigel mencoba merayu dan
menyogoknya."
Dan anehnya, dalam waktu kurang dari
sepuluh menit sikap Flynn tiba-tiba
berubah. Dia bahkan datang ke sini untuk
meminta maaf kepada kita secara
pribadi. Tidakkah kalian merasa ini
aneh?" Dengan panjang lebar Naomi
mencoba menjelaskan kecurigaannya
pada teman-temannya.
Semua orang di dalam ruangan terdiam
mendengar penjelasan Naomi.
Harper kemudian menyahut, "Ya, aku
juga merasa ada yang aneh! Flynn tidak
terlihat seperti orang yang gampang
dibujuk. Dia jelas bukan orang yang bisa
dihadapi dengan mudah. Tidak peduli
seberapapun ahlinya Nigel dalam
merayunya. Tidak mungkin bisa
membuat Flynn berubah pikiran dalam
hitungan menit!"
"Jadi maksudmu ada orang lain yang
membantu kita?" tanya Alice setelah
menyadari bahwa situasinya memang
sedikit tidak masuk akal. Sedari tadi dia
sibuk mengagumi sosok Nigel sampai
tidak begitu memperhatikan keadaan.
__ADS_1