
Danny mencibir, "Ya, Gerald yang itu!"
Nigel menunjukkan ekspresi wajah yang
aneh dan menarik kembali uluran
tangannya. Dia lalu menepuk pundak
Gerald dan berkata, "Gerald, aku sudah
mendengar tentangmu sejak lama. Aku
juga sudah bertemu dengan mantan
pacarmu, Xavia. Dia gadis yang sangat
cantik. Aku juga mau minta maaf padamu
karena saudaraku telah mengambil Xavia
darimu. Dan jika kau mau bersernang-
senang di Mayberry Commercial Street,
sebut saja namaku. Kau akan
mendapatkan diskon tiga puluh persen!"
Nigel meminta maaf dengan sopan.
Oh, Nigel, percuma meskipun dia
menyebut namamu, dia tidak akan
mampu membayar apapun di sini." Alice
dan teman-temannya kompak tertawa.
Aku juga minta maaf. Ketika Yuri
berkata bahwa dia jatuh cinta pada pacar
dan temall-ttimaiiya hUiTpan tetLavwa.
orang yang malang, aku tidak
menyangka kalau gadis yang dia maksud
begitu cantik. Sampai kemudian suatu
hari aku pergi ke kampusmu dan melihat
Kavia sekilas. Ketika aku tahu bagaimana
Xavia, kupikir kau pasti adalah orang
berada." Nigel berkata sambil tertawa.
"Bagaimana mungkin?? Hahaha!
Lagipula, Nigel, kamu kan yang
menyuruh Yuri untuk menghubungi
Xavia dan menghabiskan sejumlah uang
untuknya supaya dia bisa merebut Xavia
dari Gerald! Aku ingat Yuri hanya butuh
waktu kurang dari setengah jam sejak dia
berkirim pesan sanmpai Xavia mau
memutuskan hubungan dengan Gerald!"
Kemarahan Harper dan Naomi
memuncak saat mendengar perkataan
Danny dan Nigel.
"Apa maksudmu, hah? Apakah kau
orang yang malang, aku tidak
menyangka kalau gadis yang dia maksud
merasa sudah sangat hebat hanya karena
kau kaya?" Harper berteriak keras pada
Nigel.
Alis mata Nigel berkerut, "Hei, Teman,
ini bukan tentang uang. Siapa yang
paling bisa mencintai dan memanjakan
wanita, dia layak mendapatkan wanita
yang cantik! Coba tanya saja pada Alice.
Benar kan, Alice?"
Alice yang sedari tadi memperhatikan
Nigel merasa bahwa Nigel memang
tampan dan memiliki sikap yang
menawan. Ditambah lagi, sejak awal dia
sudah punya kesan buruk terhadap
Gerald. Alice lalu mengangguk tanda
setuju. Dia juga sudah pernah bertemu
Xavia dan merasa Xavia tidak pantas
untuk Gerald.
Lalu apakah kau pikir seseorang pantas
ditindas hanya karena dia miskin?
Lalu apakah kau pikir seseorang pantas
ditindas hanya karena dia miskin?
Apakah orang miskin tidak punya
perasaan? Apa kau bisa mempermainkaan
perasaan oran lain kapanpun kau mau
hanya karena kau merasa lebih kaya dari
mereka!?" Gerald tiba-tiba berdiri dari
tempat duduknya. Matanya memerah
dengan tangan terkepal, menatap Nigel
dengan penuh marah. Jadi, selama ini
mereka sengaja mempermainkan
hidupnya dan bersenang-senang di atas
penderitaannya? Sungguh kejam! Gerald
sebenarnya tidak ingin menggubris
semua penghinaan yang dilontarkan
padanya mengingat itu adalah acara
ulang tahun Naomi. Tetapi kini
kesabarannya benar-benar habis!
Alice menatap Gerald dengan perasaan
yang semakin muak. Pria ini tidak hanya
miskin, tapi ternyata juga
temperamental. Harusnya dia terima saja
kalau orang lain mengatakan hal buruk
yang sebenarnya tentangnya.
Blondie ikut marah.
"Hei Gerald! Kau pikir kau siapa? Berani-
beraninya kau bicara seperti itu pada
Nigel? Apa kau sadar apa yang sedang
kau lakukan?" Dia lalu mengambil
sebotol wine dan melemparkannya pada
Gerald. Ini bukan kali pertama dia
__ADS_1
menyerang Gerald. Selain itu, dia ingin
menunjukkan pembelaannya didepan
"Gerald, awas!" Harper dengan cekatan
mendorong Gerald ke samping. Botol
wine tidak jadi mengenainya. Lalu.
Pyaarrrr!!!
Akuarium berisi ikan Arwana di belakang
Gerald pecah!
Semua orang terkejut melihat air
akuarium yang membanjiri ruangan dan
ikan-ikan yang menggelepar di lantai.
Blondie tercengang. Wajahnya seketika
pucat pasi.
"Sial! Ini ikan-ikan mahal!" Danny
berteriak dan menatap Blondie dengan
ekspresi menyeramkan. Blondie menelan
ludah tanpa bisa berkata apa-apa.
"Danny, Nigel, aku sungguh tidak
sengaja. Aku tidak menyangka Gerad
akan menghindar, aku benar-benar tidak
sengaja!" Dia lalu menatap Gerald
dengan marah.
"Ya, benar. Kita tidak seharusnya
menyalahkan Blondie. Harusnya Gerald
tidak menghindar. Jika mengenainya,
harusnya dia menangkap botol itu
dengan jantan. Memangnya kenapa, ha?
Kenapa harus minggir?" Meski para
gadis itu juga ketakutan, tapi mereka
tetap menyalahkan Gerald karena
menghindari lemparan botol wine dari
Blondie.
Beberapa saat kemnudian..
"Apa yang terjadi disini?" Seorang
pelayan dan beberapa petugas keamanan
tiba-tiba memasuki ruangan mereka
setelah nendengar suara ribut dari sana.
Terlihat oleh mereka pecahan akuarium
dan ikan Arwana yang berserakan di
lantai.
Siapa yang melakukan ini?" Kepala
keamanan menatap sekumpulan orang di
depannya. Ikan-ikan itu sangat mahal
dan diimpor langsung dari Malaysia!
Bagaimana bisa terjadi kekacauan ini
saat dia bekerja? Dia masih tidak habis
pikir.
"Barry, ini semua hanya
menyembunyikan kejadian ini dari
Flynn?" Nigel mencoba membujuk Barry
lalu mengeluarkan rokok dan
memberikannya pada Barry. Sayangnya,
Barry mengangkat tangan menolak
pemberiannya.
"Nigel, asal kau tahu, ikan-ikan dan
akuarium ini harganya sangat mahal.
Aku tidak bisa menolongmu kali ini. Aku
tidak punya pilihan lain selain
menghubungi manajer."
Barry lalu berbicara melalui walkie-talkie
nya. Sesaat kemudian, seorang pria
berusia tiga puluhan datang dengan
sekelompok orang. Dia tidak lain adalah
manajer Emperor Karaoke, Flynn
Lexington.
"Oh, Flynn, temanku!" Nigel
menyambutnya dengan senyum.
Flynn melihat kekacauan yang terjadi di
ruangan itu, lalu bertanya pada Nigel, "
Nigel! Apa yang terjadi? Kenapa
akuariumnya bisa pecah?
Tentu saja kami tidak mungkin berani
memecahkannya, Flynn. Salah seorang
dari kami hanya tidak sengaja
menyenggolnya karena dia terlalu
banyak bergerak," jawab Nigel dengan
hati-hati.
Meski Flynn di sana hanya sebagai
manajer, tetapi semua orang tahu bahwa
dia juga bekerja pada Zack Lyle. Bahkan
ayah Flymn pun segan padanya.
Blondie menelan ludah kemudian berdiri,
Tuan Flynn, ini semua salahku. Aku tadi
sangat marah pada Gerald dan
melemparkan botol wine ke arahnya.
Lalu ternyata dia menghindar dan
botolnya mengenai kaca akuarium!".
Flynn memandang Blondie penuh
amarah. Tak disangka, secara tiba-tiba
dia lalu menendang perut Blondie dan
memukul kepalanya dengan botol wine.
Bug! Bug!
"Jadi tadi kau marah? Oke, sekarang aku
yang marah!!"
"Apa!" para gadis terkejut dan ketakutan
__ADS_1
melihat apa yang dilakukan Flynn.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?
Akuarium ikan Arwana ini dibuat khusus
untuk melengkapi interior ruangan ini.
Harusnya kau membayar dua kali lipat
dari harganya. Tapi karena aku masih
menghormati kau dan ayahmu, Nigel.
Maka aku hanya memintamu mengganti
sesuai harga aslinya, dua ratus ribu
dolar! Jangan bilang aku tidak
menolongmu!" Setelah berkata
demikian, Flynn bergegas meninggalkan
ruangan.
Dua orang penjaga kini bersiaga di depan
pintu ruangan.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang,
Danny? Aku hanya punya lima ribuu
dolar." kata Blondie dengan darah yang
masih keluar dari kepalanya.
Danny menjawab, "Aku punya lima
puluh ribu dolar dan harusnya
kugunakan untuk kebutuhanku bulan
depan."
Naomi benar-benar marah. Tapi mereka
di sini untuk merayakan pesta ulang
tahunnya. Tidak mungkin kalau dia tidak
peduli sama sekali, "Aku punya sepuluh
ribu dolar."
Semua orang di dalam ruangan mulai
mengumpulkan uang mereka. Alice
menyumbang sepuluh ribu dolar untuk
kekacauan ini. Setelah semua terkumpul,
ternyata hasilnya bahkan belum
mencapai seratus ribu dolar.
"Kalian jangan khawatir, aku akan
mencoba bicara dengan Flynn lagi untuk
menawar." kata Nigel sebelumn
meninggalkan ruangan.
Tetapi bagaimana mungkin? Mereka
benar-benar dalam masalah besar!
"Seharusnya aku tidak merayakan ulang
tahunku! Aku akan menelpon ayahku
sekarang!", Naomi berteriak dan mondar
-mandir penuh rasa cemas. Alice
menghentikannya dan berkata, "Naomi,
kami tidak memintamu untuk membayar
ini semua. Menurutku yang memulai
kekacauan ini lah yang seharusnya
bertanggungjawab!" Dia lalu menoleh
pada Gerald.
"Gerald, ini semua adalah salahmu! Kau
yang memprovokasi Nigel. Jika tidak
karena kau, Blondie tidak akan
sedemikian marah dan mencoba
melemparmu dengan botol wine!" Alice
berkata dengan sikap marah.
"Benar!!". Para gadis menyetujui
perkataan Alice.
Naomi menyahut, "Sudah, cukup! Tolong
kalian berhenti menyalahkan Gerald atas
semua hal. Kalian semua tidak perlu
khawatir soal uang. Karena kita di sini
untuk merayakan ulang tahunku, maka
aku yang akan membayar kekacauan ini
bagaimanapun caranya!" dia lalu
mencoba menghubungi ayahnya.
Di sisi lain, Harper dan teman-temannya
sebenarnya ingin ikut membantu tapi
uang bulanan mereka hanya sekitar
seribu dolar. Dari tempatnya berdiri,
Gerald masih merasa sangat marah. Dia
sangat geram pada Nigel, Danny dan
Blondie. Tetapi di sisi lain dia juga tidak
tega melihat Naomi dalam kesulitan.
Sayang sekali, Flynn, manajer tempat ini
tidak tahu bahwa dia adalah pemiliknya.
Dia juga tidak mungkin menelpon Zack di
ruangan ini. Dia akhirnya memutuskan
untuk keluar, "aku permisi ke toilet
sebentar."
Alice yang melihatnya meninggalkan
ruangan seketika melotot.
"Ya, Tuhaan, aku sudah menemui segala
jenis orang dalam hidupku, tapi tidak ada
seorangpun yang tidak tahu malu seperti
dia! Dia mau melarikan diri sementara
kita semua masih terjebak dalam
masalah ini?"
Gerald tidak menghiraukan teriakan Alice
dan segera menuju toilet. Di dalam toilet,
Gerald menelpon Zack.
"Halo, Tuan Zack."
"Gerald! Cukup panggil aku Zack. Ada
yang bisa kubantu?"
"Aku sedang dalamn masalah.."
__ADS_1