Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 8


__ADS_3

Danny mencibir, "Ya, Gerald yang itu!"


Nigel menunjukkan ekspresi wajah yang


aneh dan menarik kembali uluran


tangannya. Dia lalu menepuk pundak


Gerald dan berkata, "Gerald, aku sudah


mendengar tentangmu sejak lama. Aku


juga sudah bertemu dengan mantan


pacarmu, Xavia. Dia gadis yang sangat


cantik. Aku juga mau minta maaf padamu


karena saudaraku telah mengambil Xavia


darimu. Dan jika kau mau bersernang-


senang di Mayberry Commercial Street,


sebut saja namaku. Kau akan


mendapatkan diskon tiga puluh persen!"


Nigel meminta maaf dengan sopan.


Oh, Nigel, percuma meskipun dia


menyebut namamu, dia tidak akan


mampu membayar apapun di sini." Alice


dan teman-temannya kompak tertawa.


Aku juga minta maaf. Ketika Yuri


berkata bahwa dia jatuh cinta pada pacar


dan temall-ttimaiiya hUiTpan tetLavwa.


orang yang malang, aku tidak


menyangka kalau gadis yang dia maksud


begitu cantik. Sampai kemudian suatu


hari aku pergi ke kampusmu dan melihat


Kavia sekilas. Ketika aku tahu bagaimana


Xavia, kupikir kau pasti adalah orang


berada." Nigel berkata sambil tertawa.


"Bagaimana mungkin?? Hahaha!


Lagipula, Nigel, kamu kan yang


menyuruh Yuri untuk menghubungi


Xavia dan menghabiskan sejumlah uang


untuknya supaya dia bisa merebut Xavia


dari Gerald! Aku ingat Yuri hanya butuh


waktu kurang dari setengah jam sejak dia


berkirim pesan sanmpai Xavia mau


memutuskan hubungan dengan Gerald!"


Kemarahan Harper dan Naomi


memuncak saat mendengar perkataan


Danny dan Nigel.


"Apa maksudmu, hah? Apakah kau


orang yang malang, aku tidak


menyangka kalau gadis yang dia maksud


merasa sudah sangat hebat hanya karena


kau kaya?" Harper berteriak keras pada


Nigel.


Alis mata Nigel berkerut, "Hei, Teman,


ini bukan tentang uang. Siapa yang


paling bisa mencintai dan memanjakan


wanita, dia layak mendapatkan wanita


yang cantik! Coba tanya saja pada Alice.


Benar kan, Alice?"


Alice yang sedari tadi memperhatikan


Nigel merasa bahwa Nigel memang


tampan dan memiliki sikap yang


menawan. Ditambah lagi, sejak awal dia


sudah punya kesan buruk terhadap


Gerald. Alice lalu mengangguk tanda


setuju. Dia juga sudah pernah bertemu


Xavia dan merasa Xavia tidak pantas


untuk Gerald.


Lalu apakah kau pikir seseorang pantas


ditindas hanya karena dia miskin?


Lalu apakah kau pikir seseorang pantas


ditindas hanya karena dia miskin?


Apakah orang miskin tidak punya


perasaan? Apa kau bisa mempermainkaan


perasaan oran lain kapanpun kau mau


hanya karena kau merasa lebih kaya dari


mereka!?" Gerald tiba-tiba berdiri dari


tempat duduknya. Matanya memerah


dengan tangan terkepal, menatap Nigel


dengan penuh marah. Jadi, selama ini


mereka sengaja mempermainkan


hidupnya dan bersenang-senang di atas


penderitaannya? Sungguh kejam! Gerald


sebenarnya tidak ingin menggubris


semua penghinaan yang dilontarkan


padanya mengingat itu adalah acara


ulang tahun Naomi. Tetapi kini


kesabarannya benar-benar habis!


Alice menatap Gerald dengan perasaan


yang semakin muak. Pria ini tidak hanya


miskin, tapi ternyata juga


temperamental. Harusnya dia terima saja


kalau orang lain mengatakan hal buruk


yang sebenarnya tentangnya.


Blondie ikut marah.


"Hei Gerald! Kau pikir kau siapa? Berani-


beraninya kau bicara seperti itu pada


Nigel? Apa kau sadar apa yang sedang


kau lakukan?" Dia lalu mengambil


sebotol wine dan melemparkannya pada


Gerald. Ini bukan kali pertama dia

__ADS_1


menyerang Gerald. Selain itu, dia ingin


menunjukkan pembelaannya didepan


"Gerald, awas!" Harper dengan cekatan


mendorong Gerald ke samping. Botol


wine tidak jadi mengenainya. Lalu.


Pyaarrrr!!!


Akuarium berisi ikan Arwana di belakang


Gerald pecah!


Semua orang terkejut melihat air


akuarium yang membanjiri ruangan dan


ikan-ikan yang menggelepar di lantai.


Blondie tercengang. Wajahnya seketika


pucat pasi.


"Sial! Ini ikan-ikan mahal!" Danny


berteriak dan menatap Blondie dengan


ekspresi menyeramkan. Blondie menelan


ludah tanpa bisa berkata apa-apa.


"Danny, Nigel, aku sungguh tidak


sengaja. Aku tidak menyangka Gerad


akan menghindar, aku benar-benar tidak


sengaja!" Dia lalu menatap Gerald


dengan marah.


"Ya, benar. Kita tidak seharusnya


menyalahkan Blondie. Harusnya Gerald


tidak menghindar. Jika mengenainya,


harusnya dia menangkap botol itu


dengan jantan. Memangnya kenapa, ha?


Kenapa harus minggir?" Meski para


gadis itu juga ketakutan, tapi mereka


tetap menyalahkan Gerald karena


menghindari lemparan botol wine dari


Blondie.


Beberapa saat kemnudian..


"Apa yang terjadi disini?" Seorang


pelayan dan beberapa petugas keamanan


tiba-tiba memasuki ruangan mereka


setelah nendengar suara ribut dari sana.


Terlihat oleh mereka pecahan akuarium


dan ikan Arwana yang berserakan di


lantai.


Siapa yang melakukan ini?" Kepala


keamanan menatap sekumpulan orang di


depannya. Ikan-ikan itu sangat mahal


dan diimpor langsung dari Malaysia!


Bagaimana bisa terjadi kekacauan ini


saat dia bekerja? Dia masih tidak habis


pikir.


"Barry, ini semua hanya


menyembunyikan kejadian ini dari


Flynn?" Nigel mencoba membujuk Barry


lalu mengeluarkan rokok dan


memberikannya pada Barry. Sayangnya,


Barry mengangkat tangan menolak


pemberiannya.


"Nigel, asal kau tahu, ikan-ikan dan


akuarium ini harganya sangat mahal.


Aku tidak bisa menolongmu kali ini. Aku


tidak punya pilihan lain selain


menghubungi manajer."


Barry lalu berbicara melalui walkie-talkie


nya. Sesaat kemudian, seorang pria


berusia tiga puluhan datang dengan


sekelompok orang. Dia tidak lain adalah


manajer Emperor Karaoke, Flynn


Lexington.


"Oh, Flynn, temanku!" Nigel


menyambutnya dengan senyum.


Flynn melihat kekacauan yang terjadi di


ruangan itu, lalu bertanya pada Nigel, "


Nigel! Apa yang terjadi? Kenapa


akuariumnya bisa pecah?


Tentu saja kami tidak mungkin berani


memecahkannya, Flynn. Salah seorang


dari kami hanya tidak sengaja


menyenggolnya karena dia terlalu


banyak bergerak," jawab Nigel dengan


hati-hati.


Meski Flynn di sana hanya sebagai


manajer, tetapi semua orang tahu bahwa


dia juga bekerja pada Zack Lyle. Bahkan


ayah Flymn pun segan padanya.


Blondie menelan ludah kemudian berdiri,


Tuan Flynn, ini semua salahku. Aku tadi


sangat marah pada Gerald dan


melemparkan botol wine ke arahnya.


Lalu ternyata dia menghindar dan


botolnya mengenai kaca akuarium!".


Flynn memandang Blondie penuh


amarah. Tak disangka, secara tiba-tiba


dia lalu menendang perut Blondie dan


memukul kepalanya dengan botol wine.


Bug! Bug!


"Jadi tadi kau marah? Oke, sekarang aku


yang marah!!"


"Apa!" para gadis terkejut dan ketakutan

__ADS_1


melihat apa yang dilakukan Flynn.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?


Akuarium ikan Arwana ini dibuat khusus


untuk melengkapi interior ruangan ini.


Harusnya kau membayar dua kali lipat


dari harganya. Tapi karena aku masih


menghormati kau dan ayahmu, Nigel.


Maka aku hanya memintamu mengganti


sesuai harga aslinya, dua ratus ribu


dolar! Jangan bilang aku tidak


menolongmu!" Setelah berkata


demikian, Flynn bergegas meninggalkan


ruangan.


Dua orang penjaga kini bersiaga di depan


pintu ruangan.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang,


Danny? Aku hanya punya lima ribuu


dolar." kata Blondie dengan darah yang


masih keluar dari kepalanya.


Danny menjawab, "Aku punya lima


puluh ribu dolar dan harusnya


kugunakan untuk kebutuhanku bulan


depan."


Naomi benar-benar marah. Tapi mereka


di sini untuk merayakan pesta ulang


tahunnya. Tidak mungkin kalau dia tidak


peduli sama sekali, "Aku punya sepuluh


ribu dolar."


Semua orang di dalam ruangan mulai


mengumpulkan uang mereka. Alice


menyumbang sepuluh ribu dolar untuk


kekacauan ini. Setelah semua terkumpul,


ternyata hasilnya bahkan belum


mencapai seratus ribu dolar.


"Kalian jangan khawatir, aku akan


mencoba bicara dengan Flynn lagi untuk


menawar." kata Nigel sebelumn


meninggalkan ruangan.


Tetapi bagaimana mungkin? Mereka


benar-benar dalam masalah besar!


"Seharusnya aku tidak merayakan ulang


tahunku! Aku akan menelpon ayahku


sekarang!", Naomi berteriak dan mondar


-mandir penuh rasa cemas. Alice


menghentikannya dan berkata, "Naomi,


kami tidak memintamu untuk membayar


ini semua. Menurutku yang memulai


kekacauan ini lah yang seharusnya


bertanggungjawab!" Dia lalu menoleh


pada Gerald.


"Gerald, ini semua adalah salahmu! Kau


yang memprovokasi Nigel. Jika tidak


karena kau, Blondie tidak akan


sedemikian marah dan mencoba


melemparmu dengan botol wine!" Alice


berkata dengan sikap marah.


"Benar!!". Para gadis menyetujui


perkataan Alice.


Naomi menyahut, "Sudah, cukup! Tolong


kalian berhenti menyalahkan Gerald atas


semua hal. Kalian semua tidak perlu


khawatir soal uang. Karena kita di sini


untuk merayakan ulang tahunku, maka


aku yang akan membayar kekacauan ini


bagaimanapun caranya!" dia lalu


mencoba menghubungi ayahnya.


Di sisi lain, Harper dan teman-temannya


sebenarnya ingin ikut membantu tapi


uang bulanan mereka hanya sekitar


seribu dolar. Dari tempatnya berdiri,


Gerald masih merasa sangat marah. Dia


sangat geram pada Nigel, Danny dan


Blondie. Tetapi di sisi lain dia juga tidak


tega melihat Naomi dalam kesulitan.


Sayang sekali, Flynn, manajer tempat ini


tidak tahu bahwa dia adalah pemiliknya.


Dia juga tidak mungkin menelpon Zack di


ruangan ini. Dia akhirnya memutuskan


untuk keluar, "aku permisi ke toilet


sebentar."


Alice yang melihatnya meninggalkan


ruangan seketika melotot.


"Ya, Tuhaan, aku sudah menemui segala


jenis orang dalam hidupku, tapi tidak ada


seorangpun yang tidak tahu malu seperti


dia! Dia mau melarikan diri sementara


kita semua masih terjebak dalam


masalah ini?"


Gerald tidak menghiraukan teriakan Alice


dan segera menuju toilet. Di dalam toilet,


Gerald menelpon Zack.


"Halo, Tuan Zack."


"Gerald! Cukup panggil aku Zack. Ada


yang bisa kubantu?"


"Aku sedang dalamn masalah.."

__ADS_1


__ADS_2