
Gerald, Harper, Naomi dan teman-
temannya sedang menikmati momen
berada di atas awan di paviliun micro
dining.
Mereka asyik menikmati pemandangan
yang luar biasa indah.
Gerald belum ingin menjelaskan secara
detail ketika Naomi juga bertanya
tentang cara dia bisa melakukan
semuanya. Sebenarnya Gerald juga tidak
mengira bahwa Zack akan menyiapkan
sampai segitunya. Gerald juga tahu
bahwa untuk menikmati hidangan di
paviliun micro dining sangatlah mahal.
Tetapi sebenarnya wajar saja Zack
melakukan semua itu untuknya karena
bagaimanapun Gerald dan saudara
Pikirangain otuse the ScanneMede asakan
senang di hatinya, sebuah rasa senang
yang berbeda.
Alice dan para gadis cantik lainya sudah
bergabung di paviliun micro dining.
Begitu bertemu Gerald wajah Alice
langsung jutek, mungkin karena dia
selalu menganggap Gerald sebagai orang
miskin yang sudah selayaknya dipandang
rendah.
Entah mengapa kali ini Alice tidak lagi
sanggup memandang tajam ke muka
Gerald, dia lebih banyak memandang
punggungnya. Hal ini membuat Alice
"Gerald! Gimana caranya kamu mampu
membayar semua ini?"
Buru-buru Alice mengajukan pertanyaan
begitu sampai di atas. Dalam hati Alice
sebenarnya takut, dia belumn siap untuk
mendengar jawaban atas pertanyaannya.
Alice tidak berani membayangkan kalau
nanti Gerald benar-benar mengatakan
bahwa sebenarnya dia adalah seorang
kaya raya dan berpengaruh.
Membayangkan semua itu Alice semakin
merasa tidak nyanman.
"Benar! Aku juga penasaran bagaimana
kamu bisa membayar semuanya? Ini kan
mahal sekali!" Jacelyn bertanya dengan
nada suara yang lebih halus karena dia
mulai merasa malu dengan Gerald.
Quinton dan Harold juga bergabung.
Gerald tersenyum dan berkata, "oh, aku
kenal dengan manajer tempat ini dan dia
yang mengatur supaya aku bisa makan
bareng kalian semua."
Jawaban Gerald membuat semuanya
semakin bingung. Pernyataan bahwa dia
mengenal manajer villa belum bisa
menjelaskan bagaimana dia mampu
membayar semua fasilitas yang sedang
mereka nikmati.
Alice memandang tak percaya pada
Gerald.
Naomi tidak tahan untuk tidak
menyampaikan kebenaran yang dia
ketahui.
Naomi menceritakan apa yang dia
ketahui, tentang bagaimana Gerald bisa
__ADS_1
kenal dengan manajer dan mengapa
manajer villa ini mengundang dia untuk
datang
Alice merasa lega mendengar cerita
Naomi.
Naomi, jadi maksudmu ini berkaitan
dengan tas Hermes mahal itu? Jadi ini
semua adalah hadiah dari manajer yang
anak perempuannya diselamatkan oleh
Gerald? Benarkah hanya karena itu
Gerald mendapatkan semua kemewahan
ini?
Naomi mengangguk ragu.
"Gerald sangat beruntung. Dan
menurutku wajar orang sebaik dia
mendapatkan keberuntungan!"
Huh kayak mau mati saja rasanya!' Alice
membatin. Alice benar-benar lega.
Quinton merasakan hal yang sama, dia
juga menarik napas panjang dan
mengembuskanya dengan lega. Namun
harus diakui bahwa apa yang dinikmati
Gerald ini sangatlah mewah, bahkan
anak orang kaya seperti Quinton pun
belum pernah merasakanya.
Tetapi semua ini hanyalah pemberian
dari seseorang. Keluar dari tempat ini,
Gerald akan jadi apa nanti?
Penjelasan itu membuat Alice dan tenman-
temannya merasa sedikit lebih baik.
Alice sudah tidak lagi memperlihatkan
raut muka jutek seperti yang selalu dia
tunjukkan di hadapan Gerald. Meski
begitu dia belum mau untuk
menunjukkan rasa terima kasih
kehadirannya di situ sudah cukup
menunjukkan rasa terima kasihnya.
Gerald tersemyum sendiri memikirkan
hal itu.
Oh, apakah ini lukisan yang terkenal
itu? Menurutmu apakah ini lukisan cat
minyak karya seniman besar?"
Mereka lalu asyik menikmati makanan
dan minuman yang tersaji di tengah
astmosfer cozy dan menenangkan di
tempat itu.
Jacelyn masih memandang keempat
lukisan yang terpajang di keempat pilar
paviliun. Salah satu dari keempat lukisan
itu adalah mahakarya seorang pelukis
besar dari luar negeri dan dengan sekali
pandang Jacelyn dapat mengenali lukisan
tersebut.
Aku yakin itu asli...."Gerald menjawab
sambil tertawa.
Nyaris tidak terlihat barang palsu atau
tiruan di tempat itu.
Semua yang ada di tempat itu tampak
mahal dan berkelas.
"Apa maksudmu? Tentu saja semua yang
ada di sini asli!" Quinton menyela kata-
kata Gerald dan bermaksud sedikit sarkas.
Quinton baru balik dari luar negeri, tentu
saja dia terpapar dengan karya seni luar
negeri dan dia mencoba menjadikan
pengetahuanya itu sebagai bahan untuk
__ADS_1
menyombongkan diri.
Meski si miskin Gerald terbukti mampu
mengajak mereka semua ke tempat
mewah itu, tapi dia tetaplah seorang
yang tidak tahu apa--apa tentang
mewah itū, tapr aid tetapiarseorang
yang tidak tahu apa-apa tentang
kemewahan, apalagi tentang karya seni.
Quinton merasa seperti mendapat celah
untuk mernyombongkan diri demi
menyelamatkan mukanya.
"Harga lukisan itu seratus lima puluh
ribu dolar. Itu lukisan yang sangat
bernilai! Ketiga lukisan lainya juga
mahal, pantaslah kalau biaya makan di
tempat ini sangatlah mahal!"
"OMG. Beneran harganya seratus lima
puluh ribu dolar?
Para gadis itu takjub mengetahuinya.
Jacelyn semakin bersemangat.
"Aku harus selfie dengan latar belakang
lukisan-lukisan mahal ini!"
Semuanya tertawa.
Gerald berdiri lalu menurunkan lukisan
cat minyak yang mahal itu dari dinding
dan berkata, "Nah, sekarang kamu bisa
melihatnya dengan lebih jelas."
cat minyak yang manainuu uarr amaing
dan berkata, "Nah, sekarang kamu bisa
melihatnya dengan lebih jelas."
"Hei! Hei! Hei! Ya, ampun, apa yang
kamu lakukan, Gerald? Kamu yakin
mampu mengganti rugi kalau terjadi apa
apa dengan lukisan mahal ini? Quinton
berteriak dan matanya membelalak kaget.
Harold menimpali, "Benarkah yang
kamu bilang bahwa kamu bisa mengajak
kami semua ke sini karena undangan dari
seseorang?"
Meski tanpa kata, Alice menggelengkan
kepala dan memandang kecewa pada
Gerald.
Alice semakin yakin bahwa Gerald tidak
sebanding dengan Quinton. Meski sudah
berusaha melakukan yang terbaik sejauh
ini, tetap saja dia tidak keren.
Apapun itu, kelakukan Gerald tetap
memalukan.
Gerald sengaja menurunkan lukisan
karena berpikir itu akan membuat para
gadis cantik itu senang.
Ternyata sebaliknya, semua tidak
menyukai sikapnya yang sembrono!
Karena itu Gerald bermaksud
menggantungkan kembali lukisan itu
dinding Karena tangannya agak gemetar
akibatnya lukisan itu tidak tergantung
tepat pada tempatnya, pada saat yang
sama angin berembus tepat ke arah
lukisan itu dipajang dan
Lukisan itu terbang dan jatuh ke dalam
air terjun di depan mereka.
"Aduh!"
Semua berteriak kaget.
Alice bahkan terlonjak berdiri saking
terkejutnya!
__ADS_1