Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 17


__ADS_3

Sulit bagi Gerald untuk menjelaskan


perasaannya terhadap Alice.


Alice adalah gadis berparas cantik dan


elegan.


Namun perangai Alice sangat tidak


disukai Gerald. Alice tidak hanya


sombong dan arogan, tetapi juga kerap


merendahkan mereka yang dianggap


miskin. Sulit bagi Gerald untuk bisa


menerima sikap Alice seperti itu.


Gerald tidak bisa memahami jalan


pikiran Naomi. Bisa-bisanya Naomi


berpikir untuk menjodohkannya dengan


Alice?


Itu sebabnva Gerald menghindar dari


Namun Gerald tidak sampai hati menolak


ajakan sahabatnya. Gerald tidak ingin


mengecewakan sahabat sejatinya yang


tulus menemaninya selama ini.


Acara makan siang itu berlokasi di


tempat makan favorit mereka, namanya


Bludhaven.


Tentu tidak mungkin bagi seorang


Harper mentraktir teman- temanya di


restoran bintang lima seperti yang biasa


dilakukan anak-anak orang kaya seperti


Danny atau Yuri.


Alice datang berenam dengan teman


sekamarnya.


Sementara itu Gerald juga datang


berenam dengan teman sekamarnya,


total menjadi tujuh orang ditambah


Naomi.


Karena Gerald tidak sedang berada di


asrama, jadi dia berangkat sendiri ke


tempat acara.


"Naomi, menurutku sebaiknya 12 orang


saja yang ikut acara makan siang, biar


tidak ganjil. Jadi kami berenam,


ditambah kamu dan lima orang saja dari


asrama Gerald, bagaimana?" ucap Alice


sambil duduk menikmati segelas jus buah


dalam genggaman tanganya.


Sebenarnya Alice punya impresi cukup


baik terhadap Harper dan dia mengakui


bahwa Harper adalah sosok yang dewasa


dan matang


Sayang sekali orang tua Harper adalah


orang biasa dengan kehidupan yang biasa


saja seperti kebanyakan guru di sekolah


menengah. Latar belakang keluarga


Harper ini tentu saja di bawah standar


yang diinginkan Alice.


Harper tni tuu daa ur vavvai otdlldar


"Ya, aku setuju dengan Alice. Buat apa


kita mengajak Gerald untuk ikut kita


makan siang? Ahh.. aku jadi ingat semua


hal menyebalkan yang dia lakukan


semalam! Benar-benar menyebalkan!"


Hayley menimpali.


Okay, okay. Alice, Hayley, sudah cukup


kalian mengejek Gerald. Menurutku


Gerald adalah sosok yang sangat baik


andai kalian sungguh-sungguh mau


mengenalnya?" Naomi berkata dengan


senyum tak lepas dari bibirnya.


Ya, Gerald adalah seorang yang sangat


baik.." Harper ikut nimbrung obrolan


mereka.


"Kalau dia benar-benar orang baik,


mestinya dia tidak membiarkan kita ber-


duabelas duduk di sini menunggu dia


seorang, betul tidak? Bagaimana


menurutmu Hayley, betul tidak


pendapatku?" Alice berkata sambil


mendengus kesal.


Oh, lihat! Akhirnya Gerald datang juga!"


Naomi berdiri dan melambai pada Gerald


dengan riang dan memintanya untuk


segera bergabung di meja makan.


"Maafkan aku sudah datang terlambat.


Aku harus balik sebentar ke asrama


untuk melakukan panggilan telpon yang


sangat penting. Ada sesuatu hal yang


harus aku bereskan segera."


Gerald menjelaskan seraya tersenyum


kepada Naomi.


Naomi duduk berhadapan dengan Alice.


Beberapa saat Naomi memandang ragu


sebelum dia memutuskan untuk berdiri


dan menarik Gerald untuk duduk di


kursinya, "Gerald, duduklah di sini!"


Gerald bisa menebak maksud Naomi


melakukan itu semua.


Tanpa banyak berpikir lagi, Gerald


mengikuti saja apa yang dikatakan


"Jacelyn! Ayo, tukar tempat duduk!"


Sekonyong-konyong Alice berdiri dan


meminta temanya untuk bertukar tempat


dengannya, wajahnya tampak kaku dan


dingin.


"Maaf Alice, aku tidak mau tukar tempat


duduk denganmu. Aku tidak mau duduk


berhadapan dengan si miskin, aku tidak


mau orang yang melihat nanti salah


paham dan mereka pikir dia pacarku!"


"Kenapa? Mestinya kamu bangga dong


jadi pacar Gerald? Dia kan mampu beli


tas seharga lima puluh lima ribu dolar!


Hahaha!"


"Tya, benar Jacelyn! Mestinya kamu


mengambil kesempatan emas ini!"

__ADS_1


Jacelyn Leigh adalah seorang gadis yang


sangat anggun, dia tergila-gila pada


fashion dan make up.


Jacelyn berasal dari kalangan keluarga


berada, maka tidak heran kalau dia juga


menjauhi Gerald.


Jacelyn balas mengejek teman-temanya,


"Kalau menurutmu Gerald itu keren,


kenapa tidak kamu saja yang minta dia


untuk jadi pacarmu!"


"Ahh! Aku menyerah. Aku kalah."


Seketika gadis-gadis cantik itu


menghentikan candaan mereka.


Masing-masing menyebutkan alasan


mereka menolak dianggap sebagai pacar


Gerald, kebanyakan beralasan bahwa jika


itu terjadi maka martabat mereka akan


jatuh.


Harper dan Benjamin sebenarnya kesal


dengan pembicaraan mereka, tapi


mereka menahan diri untuk berkomentar.


Gerald beranjak dari tempat duduknya.


"Naomi, ayo ikut aku duduk di sana.


Lebih baik aku duduk agak jauh saja!"


Gerald tidak bisa menahan geli dan


tertawa dengan perlakuan gadis -gadis


cantik itu kepadanya yang


memperlakukan dirinya layaknya


menghadapi wabah penyakit.


Andai mereka tahu bahwa Gerald adalah


seorang kaya raya, dijamin perlakukan


mereka kepadanya akan berbeda 180


derajat sebagaimana mereka


memperlakukan mahasiswa kaya.


Saat ini tak seorang pun di antara gadis


itu untuk jadi pacar Gerald. Situasi pasti


akan berbeda andai mereka tahu bahwa


tak terhitung aset berharga yang dimiliki


Gerald.


Gerald bisa saja menggunakan hartanya


untuk memenangkan hati gadis-gadis


itu, tapi dia tidak mau melakukan hal


semacanm itu.


Ahh!


Gerald memutuskan untuk menyingkir.


Naomi masih ingin memperbaiki situasi


karena dia merasa bahwa Gerald dan


Alice sebenarnya bisa menjadi pasangan


yang serasi.


Alice dan Gerald, keduanya sama-sama


sahabatnya!


Tiba-tiba terdengar suara seorang pria


memanggil Alice.


Seorang pria tampan, berbadan tinggi


dan tegap dengan balutan pakaian


bermerek dari ujung kepala sampai ujung


kaki, mendekati meja mereka dan


bermerek dari ujung kepala sampai ujung


kaki, mendekati meja mereka dan


terkejut.


"Benarkah kamu Quinton Ziegler?"


Alice juga sangat kaget. Dia memperbaiki


rambutnya sebelum berdiri dan


menyunggingkan sebentuk senyum


manis di wajahnya yang cantik.


Ya, Alice. Lama sekali kita tidak


bertemu, kurasa sudah lebih dari dua


tahun, lihat dirimu sekarang, makin


cantik aja. Aku hampir tidak


mengenalimu," Quinton berkata seraya


tersenyum.


"Ngomong-ngomong, Quinton,


bukankah ayahmu mengirim kamu ke


luar negeri untuk kuliah? Kapan kammu


pulang?


Aku pulang dua hari yang lalu dan aku


menghubungi beberapa orang teman


untuk menanyakan kontakmu! Ngomon8


-ngomong, aku harap masalahmu


dengan Emperor Karaoke Bar sudah


selesai, ya? Seorang teman kita di SMA,


Desmod, menelepon aku dan


mengatakan kalau kamu ada sedikit


masalah dengan mereka!" Quinton


berkata sambil menunjukkan ekspresi


prihatin di wajahnya.


Alice menutup mulut dengan kedua


tangan saking terkejutnya.


Teman-teman Alice juga terkejut dan


menyadari sesuatu hal.


Ahh! Quinton, jadi kamu orangnya yang


membantu kami menyelesaikan masalah


yang terjadi semalam?"


Alice masih terkejut.


Ternyata Quinton yang membantu Alice


menyelesaikan masalah mereka, pasti dia


meminta ayahnya untuk menelpon


manajer bar karaoke, Flynn.


Sayangnya, Flynn tidak mau mengangkat


telponya.


Meski bingung dengan pertanyaan Alice


tentang benarkah dia yang membantu


Alice menyelesaikan masalahya tadi


malam, Quinton memilih untuk tidak


bertanya lebih lanjut.


Sebaliknya, Quinton mengangguk


mengiyakan, "Iya benar, aku minta


ayahku untuk menyelesaikannya."


Alice merasa senang dan bangga.


Alice merasa tersanjung dan dia percaya


bahwa wanita sejati memang sudah


selayaknya diperjuangkan.

__ADS_1


Sekarang, mendadak semuanya menjadi


jelas bagi Alice. Ternyata orang yang


membantunya menyelesaikan


masalahnya semalam bukanlah Nigel


atau seorang lainya yang mereka hubungi


tadi malam. Ternyata orang itu adalah


teman masa kecilnya, Quinton. Dia tidak


hanya meredakan amarah Flymn tapi juga


menanggung semua kerusakan akibat


ulat perbuatan Alice dan teman-temanya.


Alice dan Quinton berhubungan cukup


akrab di masa lalu karena orang tua


mereka saling kenal dan bersahabat


akrab.


Usaha keluarga Quinton terus


berkembang dan membesar, lalu orang


tua Quinton memutuskan untuk


mengirimnya untuk kuliah di luar negeri.


Sejak Quinton pindah ke luar negeri,


praktis keduanya sudah tidak lagi


berkomunikasi satu dengan yang lain.


Namun begitu balik dari luar negeri


Quinton hadir sebagai pahlawan


prakuIS Keaainya ouuar uuan iag


Namun begitu balik dari luar negeri,


Quinton hadir sebagai pahlawan


penyelamat Alice dengan aksinya


membereskan masalah tadi malam.


Alice semakin kagum dengan keluarga


Ziegler atas kemampuan mereka


bernegosiasi dengan seseorang seperti


Flynn.


"Quinton, terima kasih untuk semua


yang sudah kamu lakukan untukku?"


Alice merasa bersyukur dan bahagia.


Gerald merasa risih menyaksikan Alice


berterima kasih pada Quinton secara


berlebihan.


Gerald telah bersusah payah


menyingkirkan Nigel, namun buah dari


kerja kerasnya itu diambil begitu saja


oleh Quinton.


Gerald ingin mengatakan kepada mereka


semua bahwa dirinyalah yang membantu


mereka menyelesaikan masalah tadi


malam. Dialah yang menyelamatkan


mereka dari kemelut tadi malam.


Namun dia sadar itu tidak akan ada


gunanya, justru Alice akan semakin


membenci dan mencemoohnya jika dia


mengatakannya sekarang.


Gerald memilih untuk tetap diam karena


dia tidak mau lagi adu mulut dengan


Alice.


Gerald berpikir mungkin sebaiknya dia


biarkan saja semuanya.


"Aku di sini untuk menghadiri pesta


ulang tahun salah satu temanku semasa


SMA. Alice, aku akan turun dulu. Nanti


aku kontak kamu lagi selesai acara! Nanti


juga kamu bisa mengenalkan teman-


temanmu ini padaku!"


Quinton tersenyum dan


membungkukkan tubuhnya berpamitan


seperti layaknya seorang gentleman.


"Wow! Dia benar-bernar tampan!"


Alice, koq bisa kamu kenal dengan dia?


"Alice, apakah dia punya pacar?"


Jacelyn dan teman-temanya mencecar


Alice dengan pertanyaan didorong oleh


rasa penasaran mereka terhadap sosok


Quinton.


Alice menjawab dengan bangga,"


Quinton adalah pria idaman! Tahukahn


kalian perusahaan Southern Food


Industries? Nah perusahaan itu milik


keluarga Quinton, mereka adalah taipan


untuk industri olahan makanan!"


Wow! Perusahaan Southern Food


Industries sudah "go pubic" dan


perusahaan nomer satu di kota


Mayberry! Bukan main!"


Obrolan mereka kian seru sampai


sebelum Gerald mendadak menyela


pembicaraan.


"Aku mendengar kabar bahwa


Perusahaan Southern Food Industries


sedang ada masalah keuangan dan


sedang kesulitan modal?"


Awalnya Gerald ingin diam saja, tapi


semakin lama obrolan mereka


memancing Gerald untuk buka suara.


Begitu Gerald membuka suara, seketika


riuh rendah obrolan berhenti dan


suasana menjadi dingin selama beberapa


waktu.


Pandangan Alice menyiratkan


kemarahan kepada Gerald.


"Apa maksudmu? Bukannya biasa saja


kalau perusahaan besar menghadapai


masalah modal dan keuangan? Kamu iri,


"Kebanyakan orang ketika mereka


merasa iri dengan seseorang, maka


mereka akan melakukan apapun untuk


mencari-cari celah kelemahan seseorang


itu dan digunakan untuk menjatuhkanya.


Perilaku yang benar-benar menjijikkan!"


Jacelyn berseru dengan tatapan


menghina.


Ucapan Gerald benar-benar memicu


kemarahan...


Alice!

__ADS_1


Kebetulan Quinton and temannya


menuruni tangga menuju tempat mereka.


__ADS_2