
Sulit bagi Gerald untuk menjelaskan
perasaannya terhadap Alice.
Alice adalah gadis berparas cantik dan
elegan.
Namun perangai Alice sangat tidak
disukai Gerald. Alice tidak hanya
sombong dan arogan, tetapi juga kerap
merendahkan mereka yang dianggap
miskin. Sulit bagi Gerald untuk bisa
menerima sikap Alice seperti itu.
Gerald tidak bisa memahami jalan
pikiran Naomi. Bisa-bisanya Naomi
berpikir untuk menjodohkannya dengan
Alice?
Itu sebabnva Gerald menghindar dari
Namun Gerald tidak sampai hati menolak
ajakan sahabatnya. Gerald tidak ingin
mengecewakan sahabat sejatinya yang
tulus menemaninya selama ini.
Acara makan siang itu berlokasi di
tempat makan favorit mereka, namanya
Bludhaven.
Tentu tidak mungkin bagi seorang
Harper mentraktir teman- temanya di
restoran bintang lima seperti yang biasa
dilakukan anak-anak orang kaya seperti
Danny atau Yuri.
Alice datang berenam dengan teman
sekamarnya.
Sementara itu Gerald juga datang
berenam dengan teman sekamarnya,
total menjadi tujuh orang ditambah
Naomi.
Karena Gerald tidak sedang berada di
asrama, jadi dia berangkat sendiri ke
tempat acara.
"Naomi, menurutku sebaiknya 12 orang
saja yang ikut acara makan siang, biar
tidak ganjil. Jadi kami berenam,
ditambah kamu dan lima orang saja dari
asrama Gerald, bagaimana?" ucap Alice
sambil duduk menikmati segelas jus buah
dalam genggaman tanganya.
Sebenarnya Alice punya impresi cukup
baik terhadap Harper dan dia mengakui
bahwa Harper adalah sosok yang dewasa
dan matang
Sayang sekali orang tua Harper adalah
orang biasa dengan kehidupan yang biasa
saja seperti kebanyakan guru di sekolah
menengah. Latar belakang keluarga
Harper ini tentu saja di bawah standar
yang diinginkan Alice.
Harper tni tuu daa ur vavvai otdlldar
"Ya, aku setuju dengan Alice. Buat apa
kita mengajak Gerald untuk ikut kita
makan siang? Ahh.. aku jadi ingat semua
hal menyebalkan yang dia lakukan
semalam! Benar-benar menyebalkan!"
Hayley menimpali.
Okay, okay. Alice, Hayley, sudah cukup
kalian mengejek Gerald. Menurutku
Gerald adalah sosok yang sangat baik
andai kalian sungguh-sungguh mau
mengenalnya?" Naomi berkata dengan
senyum tak lepas dari bibirnya.
Ya, Gerald adalah seorang yang sangat
baik.." Harper ikut nimbrung obrolan
mereka.
"Kalau dia benar-benar orang baik,
mestinya dia tidak membiarkan kita ber-
duabelas duduk di sini menunggu dia
seorang, betul tidak? Bagaimana
menurutmu Hayley, betul tidak
pendapatku?" Alice berkata sambil
mendengus kesal.
Oh, lihat! Akhirnya Gerald datang juga!"
Naomi berdiri dan melambai pada Gerald
dengan riang dan memintanya untuk
segera bergabung di meja makan.
"Maafkan aku sudah datang terlambat.
Aku harus balik sebentar ke asrama
untuk melakukan panggilan telpon yang
sangat penting. Ada sesuatu hal yang
harus aku bereskan segera."
Gerald menjelaskan seraya tersenyum
kepada Naomi.
Naomi duduk berhadapan dengan Alice.
Beberapa saat Naomi memandang ragu
sebelum dia memutuskan untuk berdiri
dan menarik Gerald untuk duduk di
kursinya, "Gerald, duduklah di sini!"
Gerald bisa menebak maksud Naomi
melakukan itu semua.
Tanpa banyak berpikir lagi, Gerald
mengikuti saja apa yang dikatakan
"Jacelyn! Ayo, tukar tempat duduk!"
Sekonyong-konyong Alice berdiri dan
meminta temanya untuk bertukar tempat
dengannya, wajahnya tampak kaku dan
dingin.
"Maaf Alice, aku tidak mau tukar tempat
duduk denganmu. Aku tidak mau duduk
berhadapan dengan si miskin, aku tidak
mau orang yang melihat nanti salah
paham dan mereka pikir dia pacarku!"
"Kenapa? Mestinya kamu bangga dong
jadi pacar Gerald? Dia kan mampu beli
tas seharga lima puluh lima ribu dolar!
Hahaha!"
"Tya, benar Jacelyn! Mestinya kamu
mengambil kesempatan emas ini!"
__ADS_1
Jacelyn Leigh adalah seorang gadis yang
sangat anggun, dia tergila-gila pada
fashion dan make up.
Jacelyn berasal dari kalangan keluarga
berada, maka tidak heran kalau dia juga
menjauhi Gerald.
Jacelyn balas mengejek teman-temanya,
"Kalau menurutmu Gerald itu keren,
kenapa tidak kamu saja yang minta dia
untuk jadi pacarmu!"
"Ahh! Aku menyerah. Aku kalah."
Seketika gadis-gadis cantik itu
menghentikan candaan mereka.
Masing-masing menyebutkan alasan
mereka menolak dianggap sebagai pacar
Gerald, kebanyakan beralasan bahwa jika
itu terjadi maka martabat mereka akan
jatuh.
Harper dan Benjamin sebenarnya kesal
dengan pembicaraan mereka, tapi
mereka menahan diri untuk berkomentar.
Gerald beranjak dari tempat duduknya.
"Naomi, ayo ikut aku duduk di sana.
Lebih baik aku duduk agak jauh saja!"
Gerald tidak bisa menahan geli dan
tertawa dengan perlakuan gadis -gadis
cantik itu kepadanya yang
memperlakukan dirinya layaknya
menghadapi wabah penyakit.
Andai mereka tahu bahwa Gerald adalah
seorang kaya raya, dijamin perlakukan
mereka kepadanya akan berbeda 180
derajat sebagaimana mereka
memperlakukan mahasiswa kaya.
Saat ini tak seorang pun di antara gadis
itu untuk jadi pacar Gerald. Situasi pasti
akan berbeda andai mereka tahu bahwa
tak terhitung aset berharga yang dimiliki
Gerald.
Gerald bisa saja menggunakan hartanya
untuk memenangkan hati gadis-gadis
itu, tapi dia tidak mau melakukan hal
semacanm itu.
Ahh!
Gerald memutuskan untuk menyingkir.
Naomi masih ingin memperbaiki situasi
karena dia merasa bahwa Gerald dan
Alice sebenarnya bisa menjadi pasangan
yang serasi.
Alice dan Gerald, keduanya sama-sama
sahabatnya!
Tiba-tiba terdengar suara seorang pria
memanggil Alice.
Seorang pria tampan, berbadan tinggi
dan tegap dengan balutan pakaian
bermerek dari ujung kepala sampai ujung
kaki, mendekati meja mereka dan
bermerek dari ujung kepala sampai ujung
kaki, mendekati meja mereka dan
terkejut.
"Benarkah kamu Quinton Ziegler?"
Alice juga sangat kaget. Dia memperbaiki
rambutnya sebelum berdiri dan
menyunggingkan sebentuk senyum
manis di wajahnya yang cantik.
Ya, Alice. Lama sekali kita tidak
bertemu, kurasa sudah lebih dari dua
tahun, lihat dirimu sekarang, makin
cantik aja. Aku hampir tidak
mengenalimu," Quinton berkata seraya
tersenyum.
"Ngomong-ngomong, Quinton,
bukankah ayahmu mengirim kamu ke
luar negeri untuk kuliah? Kapan kammu
pulang?
Aku pulang dua hari yang lalu dan aku
menghubungi beberapa orang teman
untuk menanyakan kontakmu! Ngomon8
-ngomong, aku harap masalahmu
dengan Emperor Karaoke Bar sudah
selesai, ya? Seorang teman kita di SMA,
Desmod, menelepon aku dan
mengatakan kalau kamu ada sedikit
masalah dengan mereka!" Quinton
berkata sambil menunjukkan ekspresi
prihatin di wajahnya.
Alice menutup mulut dengan kedua
tangan saking terkejutnya.
Teman-teman Alice juga terkejut dan
menyadari sesuatu hal.
Ahh! Quinton, jadi kamu orangnya yang
membantu kami menyelesaikan masalah
yang terjadi semalam?"
Alice masih terkejut.
Ternyata Quinton yang membantu Alice
menyelesaikan masalah mereka, pasti dia
meminta ayahnya untuk menelpon
manajer bar karaoke, Flynn.
Sayangnya, Flynn tidak mau mengangkat
telponya.
Meski bingung dengan pertanyaan Alice
tentang benarkah dia yang membantu
Alice menyelesaikan masalahya tadi
malam, Quinton memilih untuk tidak
bertanya lebih lanjut.
Sebaliknya, Quinton mengangguk
mengiyakan, "Iya benar, aku minta
ayahku untuk menyelesaikannya."
Alice merasa senang dan bangga.
Alice merasa tersanjung dan dia percaya
bahwa wanita sejati memang sudah
selayaknya diperjuangkan.
__ADS_1
Sekarang, mendadak semuanya menjadi
jelas bagi Alice. Ternyata orang yang
membantunya menyelesaikan
masalahnya semalam bukanlah Nigel
atau seorang lainya yang mereka hubungi
tadi malam. Ternyata orang itu adalah
teman masa kecilnya, Quinton. Dia tidak
hanya meredakan amarah Flymn tapi juga
menanggung semua kerusakan akibat
ulat perbuatan Alice dan teman-temanya.
Alice dan Quinton berhubungan cukup
akrab di masa lalu karena orang tua
mereka saling kenal dan bersahabat
akrab.
Usaha keluarga Quinton terus
berkembang dan membesar, lalu orang
tua Quinton memutuskan untuk
mengirimnya untuk kuliah di luar negeri.
Sejak Quinton pindah ke luar negeri,
praktis keduanya sudah tidak lagi
berkomunikasi satu dengan yang lain.
Namun begitu balik dari luar negeri
Quinton hadir sebagai pahlawan
prakuIS Keaainya ouuar uuan iag
Namun begitu balik dari luar negeri,
Quinton hadir sebagai pahlawan
penyelamat Alice dengan aksinya
membereskan masalah tadi malam.
Alice semakin kagum dengan keluarga
Ziegler atas kemampuan mereka
bernegosiasi dengan seseorang seperti
Flynn.
"Quinton, terima kasih untuk semua
yang sudah kamu lakukan untukku?"
Alice merasa bersyukur dan bahagia.
Gerald merasa risih menyaksikan Alice
berterima kasih pada Quinton secara
berlebihan.
Gerald telah bersusah payah
menyingkirkan Nigel, namun buah dari
kerja kerasnya itu diambil begitu saja
oleh Quinton.
Gerald ingin mengatakan kepada mereka
semua bahwa dirinyalah yang membantu
mereka menyelesaikan masalah tadi
malam. Dialah yang menyelamatkan
mereka dari kemelut tadi malam.
Namun dia sadar itu tidak akan ada
gunanya, justru Alice akan semakin
membenci dan mencemoohnya jika dia
mengatakannya sekarang.
Gerald memilih untuk tetap diam karena
dia tidak mau lagi adu mulut dengan
Alice.
Gerald berpikir mungkin sebaiknya dia
biarkan saja semuanya.
"Aku di sini untuk menghadiri pesta
ulang tahun salah satu temanku semasa
SMA. Alice, aku akan turun dulu. Nanti
aku kontak kamu lagi selesai acara! Nanti
juga kamu bisa mengenalkan teman-
temanmu ini padaku!"
Quinton tersenyum dan
membungkukkan tubuhnya berpamitan
seperti layaknya seorang gentleman.
"Wow! Dia benar-bernar tampan!"
Alice, koq bisa kamu kenal dengan dia?
"Alice, apakah dia punya pacar?"
Jacelyn dan teman-temanya mencecar
Alice dengan pertanyaan didorong oleh
rasa penasaran mereka terhadap sosok
Quinton.
Alice menjawab dengan bangga,"
Quinton adalah pria idaman! Tahukahn
kalian perusahaan Southern Food
Industries? Nah perusahaan itu milik
keluarga Quinton, mereka adalah taipan
untuk industri olahan makanan!"
Wow! Perusahaan Southern Food
Industries sudah "go pubic" dan
perusahaan nomer satu di kota
Mayberry! Bukan main!"
Obrolan mereka kian seru sampai
sebelum Gerald mendadak menyela
pembicaraan.
"Aku mendengar kabar bahwa
Perusahaan Southern Food Industries
sedang ada masalah keuangan dan
sedang kesulitan modal?"
Awalnya Gerald ingin diam saja, tapi
semakin lama obrolan mereka
memancing Gerald untuk buka suara.
Begitu Gerald membuka suara, seketika
riuh rendah obrolan berhenti dan
suasana menjadi dingin selama beberapa
waktu.
Pandangan Alice menyiratkan
kemarahan kepada Gerald.
"Apa maksudmu? Bukannya biasa saja
kalau perusahaan besar menghadapai
masalah modal dan keuangan? Kamu iri,
"Kebanyakan orang ketika mereka
merasa iri dengan seseorang, maka
mereka akan melakukan apapun untuk
mencari-cari celah kelemahan seseorang
itu dan digunakan untuk menjatuhkanya.
Perilaku yang benar-benar menjijikkan!"
Jacelyn berseru dengan tatapan
menghina.
Ucapan Gerald benar-benar memicu
kemarahan...
Alice!
__ADS_1
Kebetulan Quinton and temannya
menuruni tangga menuju tempat mereka.