Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 23


__ADS_3

Setibanya di asrama, Alice dan tenman-


temannya belum juga bisa meredakan


perasaan tidak nyaman atas banyak


sekali kejadian mengejutkan yang baru


mereka alami.


Andai Gerald memenangi lotre senilai


ratusan ribu dolar, mungkin situasinya


akan lebih mudah untuk mereka pahami.


Gerald tidak hanya mampu membeli


sebuah tas mewah edisi terbatas, tapi


juga mampu mentraktir mereka semua di


tempat makan makan mewah dengan


biaya fantastis.


Ditambah lagi soal lukisan, bagaimana


mungkin Gerald dengan begitu


mudahnya mampu mempengaruhi Zack


untuk tidak mempermasalahkan


kejadian itu.


Aneh banget, kan?


"Alice, menurutmu apa yang sebenarnya


sedang terjadi?


Alice duduk di atas tempat tiduur


mendengarkan Jacelyn yang sedang


bicara sambil tangannya sibuk


membersihkan sisa-sisa make up di


wajahnya.


Sejak tadi kening Alice berkerut pertanda


sedang berpikir keras.


"Aku juga bingung. Apa mungkin kita


yang terlalu berlebihan menganalisis


situasinya? Bukankah tadi Hayley


menelpon Harper untuk mencari tahu?


Sepertinya Zack melakukan itu semua


semata-mata karena ingin membalas


budi pada Gerald karena sudah


menyelamatkan nyawa anak


perempuanya!"


Soal lukisam, kurasa Zackhanya


mencari alasan agar Gerald tidak merasa


malu, bagaimanapun hutang budi Zack


pada Gerald memang bukan hal yang


sepele."


Kemungkinan-kemungkinan itu


membuat Alice merasa jauh lebih baik.


"Sepertinya itu lebih masuk akal. Aku


tidak bisa bayangkan bahwa Gerald itu


ternyata orang kaya! Membayangkannya


saja aku merasa pengen mati!" ujar


Jacelyn sambil menghela napas panjang.


"Apa? Mestinya kamu memanggil dia


Tuan Gerald, dong


Mendengar itu, mereka kompak tertawa-


tawa.


"Kalau dia bisa membujuk Tuan Lyle


Tuan! Setidaknya masa depanku akan


untuk memberiku pekerjaan di


perusahaannya, aku tidak keberatan


untuk memanggilnya dengan sebutan


Tuan! Setidaknya masa depanku akan


lebih terjamin dan aku sanggup


melakukan apapun untuk itu, apalagi


cuma memanggil Tuan Gerald!"


"Gerald sangatlah beruntung. Aku tidak


menyangka Tuan Lyle mermaafkan soal


lukisan itu, padahal dia sudah melakukan


banyak hal dan semua itu sudah lebih


dari cukup untuk membayar hutang


budinya pada Gerald."


Para gadis cantik itu masih terus saja


bergosip.


Alice bertambah lega mendengarkan


yang dikatakan teman-temannya. Entah


mengapa dia semakin tenang kalau


Gerald tetap menderita.


Sebuah perasaan yang aneh.


Sementara itu, Gerald sudah melupakan


semuanya..


Sesampainya di asrama, Gerald dan


teman-temannya langsung tertidur


karena lelah beraktivitas di luar seharian.


Keesokan harinya, mereka bersiap untuk


kuliah seperti biasanya.


Gerald melihat Harper dan teman-


temanya sibuk membubuhkan nama

__ADS_1


mereka di atas selembar cek.


Ternyata sudah waktunya untuk


membayar kuliah, Gerald sadar setelah


melihat percakapan di WA.


"Gerald, apa kamu masih ada uang untuk


bayar kuliah? Atau kamu harus


menunggu dua minggu lagi setelah


Subsidimu cair?"


Awalnya Harper bermaksud


menyarankan Gerald meminta Tuan Lyle


untuk membayarkan biaya kuliahnya.


Tetapi Harper mengurungkan niatnya


setelah mengingat soal lukisan yang


terjadi semalam.


Harper mengkhawatirkan Gerald yang


kembali menjadi miskin hari ini.


Gerald tersenyum dan berkata, "Jangan


kuatir. Aku masih punya sedikit uang di


tabungan dan mestinya cukup untuk


bayar kuliah. Ngomong-ngomong aku


akan menyusul nanti karena aku harus


ambil uang dulu ke bank!"


Harper tahu bahwa Gerald tidak


berbohong. Gerald mungkin sengaja


menyisakan sedikit uang di tabungan


untuk bayar kuliah. Mengetahui hal itu


Harper merasa lega.


Gerald berada di bank di depan kampus.


Saya mau menarik uang seribu lima


ratus dolar!" Gerald menjawab


pertanyaan petugas bank sambil


menyerahlkan buku tabunganya.


Teller di bank terkejut.


Setelah mengecek tabungan Gerald, dia


memandang Gerald dan buku tabungan


yang ada di tangannya bergantian.


Teller itupun bertanya, "Mengapa kamu


membuat banyak sekali perubahan


dengan tabunganmu? Apa yang terjadi?"


"Ada apa dengan tabunganku?"


Giliran Gerald yang terkejut sekarang.


Ditilik dari penampilannya, Gerald sama


seperti kebanyakan mahasiswa lainnya


tabungannya.


Itu sebabnya sejak awal petugas itu


melayani Gerald dengan gaya tidak


sabaran dan sedikit kurang sopan.


Teller itu menyadari bahwa hanya


nasabah utama di Bank itu yang dapat


membuat perubahan sebanyak itu.


Petugas itu menjelaskan, "Ya, ada


perubahan besar pada tabunganmu.


Sekarang minimal pengambilan tunai


untuk tabunganmu adalah tiga puluh


ribu dolar! Kamu tidak bisa lagi menarik


seribu lima ratus dolar saja!"


Petugas bank itu kembali mengamati


Gerald dari ujung rambut sampai ujung


kaki.


Sama sekali tidak ada tanda- tanda yang


menunjukkan bahwa mahasiswa di


hadapannya itu adalah seorang kaya raya.


Gerald tahu siapa orangnya yang telah


mengubah tabunganya.


tabunganku?


menunjukkan vamva maasiswa u


hadapannya itu adalah seorang kaya raya.


Siapa yang mengubah pengaturan


tabunganku?


Gerald tahu siapa orangnya yang telah


mengubah tabunganya.


Tidak salah lagi.


Tidak ada seorang pun yang dapat


melakukannya, kecuali Jessica, saudara


perempuannya.


Gerald sulit memahami jalan pikiran


saudara perempuannya itu. Gerald


bukanlah tipe seorang yang boros,


kenapa Jessica mengatur batas minimal


penarikan uang cash dari tabungannya


sebanyak itu? Sepertinya dia ingin supaya


Gerald mengeluarkan ponsel dan mulai


melakukan panggilan.


Gerald mengubah gaya hidupnya seperti

__ADS_1


layaknya anak orang kaya!


Seseorang yang dia hubungi segera


mengangkat teleponnya.


"Jessica, apa maksudmu mengubah


pengaturan batas minimal pengambilan


di tabunganku?"


"Aku memang sengaja mengubahnya


karena aku tahu bagaimana


kehidupanmu selamna ini. Aku ingin kamu


mengubahnya dan mulai membiasakan


diri hidup seperti layaknya anak seorang


kaya raya. Aku ingin perlahan kamu


beradaptasi dengan status barumu agar


kamu bisa menjadi seorang yang bisa


diandalkan di keluarga kita!"


Gerald tercengang.


"Ngomong-ngomong aku juga


berencana menelponmu. Karena kamu


yang menelponku duluan, ya sudah


sekalian aku mau bilang kalau aku juga


melakukan satu hal lagi selain mengubah


minimal pengambilan tunai di kartu


tabunganmu. Kamu masih ingat kan


dengan kartu Universal Global Supreme


Shopper's yang aku kasih ke kamu?"


"Aku menaruh satu setengah juta dolar di


kartu itu. Nah, aku sudah mengatur batas


akhir penggunaan kartu itu adalah bulan


ini. Kalau kamu tidak menghabiskanya


maka semua uang yang aku taruh di


kartu itu akan hilang begitu saja!"


"Apa?"


Gerald terbelakak saking kagetnya.


Keterlaluan!


Benar-benar kejam!.


Jessica memaksanya untuk bergaya hidup


layaknya seorang kaya raya.


"Aku harap kamu segera menyesuaikan


diri dengan status barumu secepat


mungkin. Kalau tidak, orang tua kita dan


aku akan terus sibuk memikirkan


bagaimana cara mengeluarkan kamu dari


bayang-bayang kemiskinan.


Jessica menutup telepon segera setelah


mengatakan itu semua.


"Hei, ada apa? Kamu jadi ambil uang


atau tidak? Jangan buat kami terus


menunggu dan membuang waktu


percuma karena ulahmu?


Tanpa sadar, antrian mengular di


belakang Gerald. Setidaknya ada lima


atau enam orang mahasiswa yang sedang


menunggu antrean mengambil uang.


Seseorang yang menegur Gerald dengan


intonasi menahan marah adalah seorang


mahasiswa berpenampilan rapi,


mengantre ditemani oleh pacarnya yang


cantik.


Hari itu adalah hari terakhir untuk


melakukan pembayaran kuliah senmester.


Maka tidak heran, banyak mahasiswa


yang mengantri untuk mengambil uang


untuk keperluan yang sama yaitu


membayar kuliah.


Mahasiswa yang menegur Gerald tadi


mengira pastilah Gerald sedang


menelepon keluarganya untuk meminta


uang karena ternyata di tabungannya


sudah tidak ada uang lagi. Dia menduga


seperti itu karena melihat penampilan


Gerald yang biasa saja.


"Oh, jadi kamu sudah berhasil meminta


mereka untuk mengirim uang untukmu?


Kamu sadar nggak sih ulahmu ini bikin


kita semua telat masuk kelas karena


terlalu lama antre di sini?"


Pacar mahasiswa yang menegur Gerald


itu juga mnemandang Gerald dengan


kesal, tangannya melingkar pada lengan


pacarnya selama menunggu antrean.


"Baiklah, aku akan ambil uang sesuai


batas minimal pengambilan."


Melihat banyak orang antre di


belakangnya, Gerald segera mengatakan

__ADS_1


keputusannya kepada teller.


__ADS_2