Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 19


__ADS_3

Harper yakin Gerald orang jujur, walau


kadang agak berlebihan.


Harper tahu bahwa tidak mungkin Gerald


akan terus berbohong setelah para gadis


itu berlalu. Tetapi mereka benar-benar


sulit mempercayai apa kata-kata Gerald


kali ini.


Masak iya Gerald mampu mengajak


mereka semua pergi ke Wayfair Mountain


Entertainment?


Mustahil banget, kan?


Gerald tersenyum mendengar pertanyaan


Harper.


melanjutkan makan di sini?"


Seorang pramusaji cantik bertanya


dengan sopan dan hati-hati.


Harper akan segera mengetahui


Normal Mode of Universal Copy. Please try


again or use the Scanner Mode.


kebenarannya!


"Permisi, apakah Anda masih mau


Seorang pramusaji cantik bertanya


dengan sopan dan hati-hati.


Meski sudah mencoba bertutur kata


sopan, tetap saja pramusaji itu tidak


berhasil menyembunyikan sikap


merendahkan di dalam hatinya.


Pramusaji itu dapat menerka siapa di


antara mereka yang akan membayar


tagihan.


Sejak tadi pramusají itu memperhatikan


yang terjadi dan dia melihat bagaimana


Quinton dan Harold merenggut semua


gadis cantik yang semula datang bersama


mereka.


Beberapa orang pengunjung lain tak


urung memandang Gerald, Harper dan


teman-temanya sambil tertawa tertahan.


Mereka seolah sedang kerampokan pacar


di hadapan publik.


Maka dari itu pramusaji cantik tadi


menghampiri dan bertanya apakah


mereka masih mau melanjutkan makan


di situ.


Tidak, tolong bungkuskan saja


semuanya supaya bisa kami bawa ke


Wayfair Mountain Entertainment dan


nanti bisa kami makan di sana!"


Pramusaji itu memandang Gerald dengan


tatapan menghina dan Gerald dapat


merasakanya.


Gerald tidak tega membiarkan Harper


melanjutkan makannya di tempat itu.


Tetapi Gerald juga merasa tidak enak


untuk meninggalkan semua makanan


yang sudah terlanjur dipesan begitu saja.


Pramusaji cantik itu dan pengunjung di


sekitar mereka hampir saja meledak


tertawa mendengar kata-kata Gerald.


Apa kamu ini tolol?"


"Kamu pikir kamu itu siapa? Jadi kamnu


membungkus makanan dari restoran ini


untuk makan malam di Wayfair


Mountain Entertainment?"


"Apa dia tidak tahu di Wayfair Mountain


Entertainment juga bisa order makanan?


Hahaha..."


"Sepertinya mereka ingin


menyelamatkan harga diri karena pacar


mereka sudah pergi bersama dua orang


parlente tadi. Hahaha. Sepertinya


mahasiswa sekarang sudah kehilangan


urat malunya. Mereka sudah tidak punya


harga diri lagi."


Orang-orang terus saja mengejek mereka.


Harper menundukkan kepalanya


menahan rasa malu yang tak tertahankan.


Pramusaji itu menyapu mereka semua


dengan matanya dan tatapanya berhenti


pada Gerald, "Baiklah, boleh aku tahu


siapa yang akan membayar semua


tagihanya?"


"Aku, aku akan membayar semuanya,


Harper buru-buru menengahi.


Total harga makanan yang mereka pesan


kurang lebih delapan ratus dolar.


Angka itu setara dengan 80% biaya hidup


Harper untuk sebulan.


Gerald meraih plastik pembungkus yang


dipegang pramusaji dan mulai

__ADS_1


mengemasi sendiri makanan di meja.


Meski semua pengunjung mengejek dan


mengolok-ngolok mereka, namun Gerald


tetap cuek.


"Sob. Sob."


Perhatian mereka semua teralihkan


dengan hadirnya tiga mobil mewah yang


tiba-tiba.


Ketiga mobil mewah itu berhenti dan


parkir tepat di depan restoran.


"Wow! Ada 3 Rolls-Royce Phantoms!" 1


"Gila? Mobil siapa, ya? Satu mobil aja


harganya mencapai hampir satu


setengah juta dolar!"


"OMG! Lihat tuh plat mobilnya!"


Plat nomor ketiga mobil mewah itu


berakhiran 689. Untuk mengurus plat


nomor khusus senacam itu biayanya


sudah ratusan dolar sendiri!


Semua mata pengunjung restoran dan


pramusaji tertuju pada mobil mewah


yang tarparkir di depan.


Para pramusaji mengantisipasi jika


pemilik mobil mewah itu hendak makan


di restoran, mereka seolah ingin


berlomba untuk memberikan layanan


terbaik.


Para pramusaji merapikan baju mereka


dan bergegas menuju pintu masuk.


Mereka harap-harap cemas menanti


sang pemilik mobil turun dan makan


Tiga orang pria berbadan tegap turun


dari mobil. Ketiganya mengenakan jas


dan kacamata hitam serta alat


komunikasi canggih serupa headset


melingkari kepala mereka. Mereka


terlihat seperti layaknya bodyguard yang


digambarkan di film-film holywood.


Susana mendadak berubah hening.


Tuan, ada yang bisa saya...


Pramusaji cantik itu segera menyapa


Ketiga pria itu tidak memedulikan sapaan


pramusaji dan langsung menemui Gerald


yang sedang sibuk menmbungkus


makanan.


Tuan Crawford!"


Gerald seraya membungkuk hormat.


"Apa? Tuan Crawford?"


"Kenapa bodyguard itu memanggil si


pria bodoh itu Tuan Crawford?"


Semua orang terkejut dibuatnya.


Tidak terkecuali Harper dan teman-


temanya.


Apa yang sedang terjadi?


Benarkah Gerald sekeren itu?


Gerald telah selesai membungkus semua


"Bro, ayo semua ke mobil dan kita


menuju vila sekarang."


Tuan Crawford, izinkan kami untuk


membawa makananya."


Bodyguard mengambil alih bungkusan


makanan dari tangan Gerald.


Harper dan teman-temanya mengikuti


Gerald keluar dari restoran, mereka


merasa seperti sedang bermimpi.


Tuan Crawford, selamat jalan..."


Wajah pramusaji cantik itu pun pucat


pasi ketika dia menyapa Gerald penuuh


hormat kali ini, Gerald hanya


mengangguk.


Gerald merasa risih, dia tidak terbiasa


menjadi pusat perhatian orang.


Mereka segera masuk ke dalam mobil dan


meluncur menuju Vila dimaksud.


Harper sangat penasaran dan menuntut


penjelasan Gerald.


"Gerald, sebenarnya...apa yang sedang


terjadi?"


Gerald belum ingin menceritakan


semuanya sekarang. Seraya tersenyum,


Gerald berkata," Saudaraku Harper, aku


akan menceritakan semuanya kepadamu


nanti. Kita ini sudah seperti saudara, jadi


apapun yang terjadi padamu otomatis


menjadi urusanku. Aku akan memastikan


bahwa kamu tidak akan kehilangan muka


hari ini!"


Harper mengangguk dan berhenti


bertanya.


Tak lama kemudian, mereka sudah tiba

__ADS_1


di Vila.


Para bodyguard hendak mernjalankan


tugas untuk mengajak teman-teman


Gerald berkeliling dan memastikan


mereka semua bisa menikmati suasana


dan makanan di Wayfair Mountain


Gerald menyadari bahwa teman-


temannya kurang bisa menikmati


suasana dengan kehadiran tiga orang


bodyguard di sekeliling mereka.


Gerald juga merasakan hal yang sama.


Maka ketika sampai di pintu masuk,


Gerald meminta para bodyguard untuk


menurunkan mereka dan mempersilakan


mereka untuk beristirahat, bebas tugas


untuk sementara waktu.


"Gila! Gerald, kamu hebat sekali! Sulit


dipercaya bahwa kita benar-benar bisa


masuk ke dalam vila hari ini!"


Benjamin sangat bahagia dapat


melangkahkan kakinya masuk ke dalam


Vila.


Tenang saja, aku kenal dengan bos


tempat ini! Jadi, apa yang ingin kalian


lakukan sekarang? Kalian bilang aja gak


usah malu-malu!"


lakukan sekarang! kanan Diang aa gak


Gerald berkata seraya tersenyum.


Ahh! Gerald, apakah boss yang kamu


maksud itu orang yang sama dengan


yang memberimu shopper's card waktu


lalu?"


"Gimana ya, bisa dibilang ada


hubunganya lah..."


Gerald tidak sedang berbohong karena


kartu itu diberikan oleh Jessica, saudara


perempuanya dan dia juga yang


mengenalkan dia dengan Zack.


Harper mengangguk paham.


Mereka sibuk memikirkan yang ingin


mereka lakukan di tempat itu sekarang.


Vila itu sangat luas, keseluruhan


bangunannya menutup sebagian


pemandangan gunung di kejauhan.


Meski pemandangan di luar Vila sangat


indah, tapi tidak ada hal menarik yang


bisa dilakukan diluar sana.


Sumber air panas dan area seputar


tempat makan adalah pusat dari hiburan


yang ditawarkan di villa itu.


Karena Gerald sudah cukup familiar


dengan tempat itu, maka dia berujar, "


Baiklah, ayo kita masuk, makan dan


menikmati air panas di dalam."


"Emm, Gerald. Aku baca di internet


bahwa kita mesti bayar kalau mau masukk


dan menikmati air panas di dalam, benar


kan?" Benjamin bertanya penasaran


Benjamin sudah merasa senang bahkan


jika mereka tidak bisa masuk ke dalam


vila.


Andai bisa masuk, maka itu seperti bonus.


"Jangan khawatir soal itu!"


Gerald tersenyum. Vila ini milik saudara


perempuannya, Jessica, jadi biar


bagaimana pun Gerald ikut memiliki


tempat itu.


Sekarang semua sudah merasa sedikit


rileks.


Mereka melintasi jembatan antik yang


menghubungkan antara bagian Iuar


dengan bagian dalam villa.


Gerald dan teman-temanya bertemu


Alice dan teman-temannya tepat ketika


mereka melangkahkan kaki masuk ke


dalam villa.


Para gadis itu sedang asyik berswafoto.


Hei, lihat! Itu Gerald dan teman-


temannya! Kok, bisa mereka masuk ke


tempat ini, gimana caranya?" Jacelyn


sedikit berteriak karena terkejut melihat


Gerald dan teman-temanya berjalan


memasuki Vila.


Alice sedang asyik mengobrol dengan


Quinton. Alice terkesiap mendengar kata-


kata Jacelyn. Dia mengernyitkan kening,


memutar tubuhnya dan melihat Gerald


dan teman-temanya.


"Aku yakin banget itu mereka."


"Bagaimana caranya mereka bisa masuk

__ADS_1


ke tempat ini?"


__ADS_2