Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 18


__ADS_3

Alice, koq kamu kayak bad mood gitu,


ada apa? seru Quinton seraya turun


tangga dan menyembunyikan kedua


tangannya di balik saku bajunya.


Hati Quinton berdesir setiap kali


memandang Alice yang tampak jauh


lebih cantik dibanding dua tahun lalu


ketika terakhir mereka bertemu.


"Nggak apa-apa, kok. Aku hanya agak


kesal saja pada seseorang!"


Alice memandang Gerald dengan


ekspresi dingin.


"Benar! Kok, ada ya orang yang tidak


tahu diri dan sok tahu kayak gitu?"


teman Quinton menatap Gerald.


"Benar! Kok, ada ya orang yang tidak


tahu diri dan sok tahu kayak gitu?"


Jacelyn dan teman-temanya sepertinya


kompak membenci Gerald. Mereka semua


memandang tajam kepada Gerald.


Sejak awal pertemuan tadi, Quinton


dapat merasakan kalau Alice sedang kesal


terhadap Gerald.


Dan sekarang, dia dapat melihat bahwa


kekesalan Alice terhadap Gerald semakin


menjadi-jadi.


Mungkinkah antara Alice dan Gerald ada


suatu hubungan spesial?


Hahaha. Sepertinya itu tidak mungkin!


Quinton menyimpulkan itu dari baju


yang dipakai Gerald.


Total harga baju yang dipakai Gerald,


tidak lebih dari tigapuluh dolar. Quinton


yakin bahwa pria dengan penampilan


seperti Gerald bukanlah tipe pria idaman


Alice.


"Sepertinya ada salah paham antara


kalian berdua, ya? Kenapa tidak


"Seperünya aud Salan patuai antaud


dibicarakan saja? Bukankah kalian teman


sekelas jadi sudah semestinya saling


terbuka satu sama lain!"


Quinton tersenyum dan padangan


matanya terfokus pada Gerald.


Perkenalkan, namaku Quinton, senang


bertemu denganmu."


Quinton menjabat tangan Gerald. Dia


mengulurkan tangan sedemikian rupa


sehingga jam tangan Rolex berwarna


emas yang melingkari tanganya terlihat.


Jam tangan Rolex berwarna emas itu tak


pelak membuat para gadis itu terpesona


dan menjadi kian kagum terhadap


Quinton.


Gerald tahu bahwa perkenalan Quinton


tidaklah tulus dan dia dapat merasakan


maksud jahat yang coba disembunyikan


oleh Quinton.


Belum sempat tangan Quinton menjabat


tangan Gerald, mendadak Quinton


berseru seolah kaget, " Wow! Bro, apa


merek bajumu? Asing banget mereknya!


Apa mungkin ini merek baru? Maklum


aku kan baru datang dari luar negeri jadi


tidak tau perkembangan merek baju


terbaru."


Quinton memandang Gerald dengan


tatapan mengejek, raut mukanya


mengernyit, satu tangannya memegang


ujung dagunya sambil bibirnya


membentuk lengkungan seolah sedang


berpikir keras.


Quinton bermaksud menarik perhatian


Alice dengan cara ikut-ikutan


merundung Gerald untuk menunjukan


keberpihakannya pada Alice.


"Hahaha. Ini memang merek baju


murahan."


Gerald tidak tertarik untuk meladeni


ejekan Quinton.


Bagi Gerald, Quinton bukanlah lawan


yang sepadan.


Sebenarnya Gerald sudah berencana


untuk membeli beberapa baju pakai kartu


Universal Global Supreme Shopper's Card


yang diberikan olah saudara


perempuanya itu. Sayangnya minimum


transaksi menggunakan kartu itu adalah


lima puluh ribu dolar, Gerald merasa


jumlah itu terlalu besar membeli baju


senilai limapuluh ribu dolar adalah


pemborosan.


"Ooh. Pantesan. Harold, ngomong-


ngomong apa kamu pernah lihat merek


baju ini? Aku sengaja tanya kamu karena


kamu kan tidak pernah ke luar negeri?"


Quinton memutar tubuh ke arah


temannya.


Harold adalah seorang pria berambut


pirang dan sedang asyik memandangi


para gadis cantik, matanya berpindah-


pindah dari Alice, Hayley dan Jacelyn.


Harold segera menangkap maksud


Quinton bertanya dan langsung masuk


dalam permainan Quinton.


Harold menggelengkan kepala,


tersenyum dan menjawab, "Nggak, tuh,


aku nggak pernah tau ada merek ini. Coba


aku cek sebentar di internet, ya?"


Keduanya berlagak seolah sedang


berdiskusi serius.


Semua orang paham bahwa mereka


sebenarnya sedang mengejek Gerald.


Anehnya, Gerald tidak merasa gusar


sedikitpun dengan semua ejekan itu.


Alice dan para gadis itu tampak senang


dengan aksi Quinton dan Harold.


Hahaha! Salah kamu sendiri, Gerald!


Ngapain iri sama Quinton! Jadi ya terima


saja kalau ada yang mengingatkan siapa


sebenarnya dirimu, hai orang miskin!"


Jacelyn berkata sambil tertawa-tawa.


"Lagipula, Quinton baru balik dari kuliah


di luar negeri. Nggak level kalau

__ADS_1


dibandingkan dengan Gerald!" Alice


menimpali dengan suara agak lirih.


Alice tahu, seperti halnya Danny,


tindakan Quinton menghina Gerald


adalah demi dirinya. Bedanya adalah


Quinton melakukannya secara lebih


tersirat dibanding Danny.


Quinton melakukannya dengan cara yang


lebih halus.


Alice senang karena itu artinya Quinton


lebih pintar.


"Quinton, perkenalkan mereka adalah


teman-temanku!


Sekilas melirik pada Gerald sebelum Alice


mengenalkan semua temannya pada


Sebaliknya, Quinton juga mengenalkan


Harold kepada Alice dan teman-


temannya. Keluarga Harold adalah


pemilik lembaga pelatihan terbesar di


Kota Mayberry.


Keduanya lalu duduk dan Quinton


memilih tempat duduk berhadapan


dengan Alice.


Tampaknya Harold tertarik dengan


Jacelyn dan Hayley.


Para gadis itu tak henti-hentinya


mengagumi Quinton dan Harold sambil


terus mengobrol. Mereka lupa dengan


tujuan awal acara makan siang pada hari


itu, yaitu untuk merayakan hubungan


antara Harper dan Hayley.


Kehadiran Quinton mengubah semuanya


dan Harper jadi sedih karenanya.


Gerald dapat merasakan kegusaran


Harper.


Gerald tidak terima melihat sahabatnya


Harper diabaikan begitu saja.


Namun Gerald sudah menyiapkan


antisipasi untuk situasi tidak


mengenakkan ini.


Tadi sebelum beranjak dari asrama,


Gerald menelpon Zack, manajer Wayfair


Mountain Entertainment. Gerald


meminta Zack untuk memesan meja dan


mengatur segala sesuatunya untuk dia


dan teman-temanya.


Gerald tidak mau Harper kehilangan


muka dihadapan Hayley!


Selain itu, Gerald juga ingin


menyenangkan Naomi karena dia tau


bahwa Naomi pengen banget datang ke


Wayfair Mountain Entertainment.


Harold secara tendensius menanyakan


beberapa hal kepada Harper ketika dia


mengetahui acara makan siang hari itu


didedikasikan oleh Harper untuk Hayley.


Harold banyak bertanya tentang latar


belakang keluarga Harper termasuk


profesi kedua orang tuanya. Secara tidak


langsung pertanyaan-pertanyaan itu


diarahkan untuk membuka satu


kenyataan bahwa Harper bukan berasal


dari kalangan keluarga berada.


mereka semua pergi ke Wayfair Mountain


Entertainment begitu mereka selesai


makan siang bersama.


Mendadak Quinton berujar, "Ngomong-


ngomong, ada kabar burung kalau


keluarga Fisher mengalami bangkrut dan


terpaksa mereka harus melepas Grand


Marshall Restaurant di kawasan


Mayberry Commercial Street! Adam


Fisher, bapak Nigel dulunya sahabat baik


ayahku. Aku sedang mencoba membantu


mereka untuk membeli kembali restoran


itu!"


Alice terkesiap dan mengerjapkan


matanya.


Apa yang terjadi pada Nigel dan


keluarganya telah menjadi sebuah


rahasia umum.


Mereka tengah bersama Nigel ketika


peristiwa itu terjadi.


Para gadis itu sangat senang mendengar


rencana Quinton untuk mengambil alih


Grand Marshall Restaurant. Mereka


semakin ingin berteman dengan Quinton.


Alice mengangguk samar dan berkata,"


Ya, kami tahu yang menimpa Nigel dan


keluarganya. Info yang kami dengar,


Nigel telah membuat seorang yang


sangat berpengaruh di Mayberry City


tersinggung, akibatnya seluruh bisnis


keluarga Fisher bangkrut dalam


semalam! Pendapatan utama keluarga


Fisher adalah dari Grand Marhsall


Restaurant di kawawan Mayberry


Commercial Street itu, aku tidak bisa


membayangkan mereka akan bertahan


hidup setelah ini."


Quinton sangat mernikmati tatapan


kekaguman para gadis itu terhadap


dirinya.


Quinton mengangguk dan berkata, "


Ayahku menyetujui ideku untuk


mengambil alih restauran itu. Aku yakin


kalian semua tahu nilai bisnis dan usaha


yang ada di Mayberry Commercial Street.


Begitu kalian membuka usaha disana,


maka dipastikan bisnis itu akan


menghasilkan uang untukmu seperti air


mengalir! Ayahku bilang di dalam


kawasan itu sekarang ada sebuah istana


yang sangat megah dan mewah bahkan di


dalamnya ada sumber air panas!"


Semua kompak berseru demi mendengar


kata istana yang ada sumber air panas di


dalamnya.


Quinton mengangguk dan tersenyum


sebelum berkata, "Apakah di antara


kalian ada yang pernah ke sana?"


Alice teringat kembali dengan kejadian


memalukan malam sebelumnya.


Alice tidak ingin menyembunyikan hal itu

__ADS_1


dari Quinton.


Secara ringkas Alice menjelaskan


semuanya kepada Quinton.


Begitu Alice selesai dengan ceritanya,


Quinton tersenyum dan berkata, "Aku


tidak habis pikir kenapa Nigel melakukan


kebodohan semacam itu. Alice, sebagai


gantinya, aku ingin mengajakmu dan


teman-temanmu pergi ke Wayfair


Mountain Entertainment sekarang!


Sebentar, aku telepon ayahku dulu, ya."


"Ahh! Serius, nih? Kamu memang keren,


Quinton!" Jacelyn berkata dengan ceria.


Serius, dong. Sebentar, ya. Aku telepon


ayahku dulu." Quinton mengambil


ponsel dari saku bajunya dan lalu


menghubungi ayahnya.


Tidak lama kemudian, Quinton


mengakhiri panggilan telponya.


"Sepertinya kita harus pergi sekarang


karena semakin siang akan semakin


ramai pengunjung. Kalau sore


pengunjungnya rame banget, akan susah


buat ayahku mengusahakan meja buat


kita."


Okay! Ayo pergi!"


Para gadis itu tidak keberatan untuk


berangkat saat itu juga.


"Baiklah, aku dan Harold akan ambil


mobil supaya kita bisa ke sana barengan."


Tapi Quinton, dua mobil cuma muat


untuk kami para gadis. Terus bagaimana


dengan mereka?" Alice bertanya sambil


menunjuk Harper dan teman-temannya.


Quinton memandang Harper dan


bertanya, "Lho, kamu tidak bawa mobil


ya ke sini?'"


Harper menggeleng, dia tertekan dengan


pertanyaan Quinton.


"Sudahlah, kalian pergi saja sendiri."


Situasinya menjadi sangat tidak nyaman


dan membuat Naomi bimbang. Tetapi


kemudian dia memutuskan, "kalau


mereka tidak pergi maka aku juga tidak!"


Gerald merasa kasihan dengan Naomi


yang selalu saja berada di posisi sulit.


Gerald tahu seberapa besar keinginan


Naomi untuk pergi ke Wayfair Mountain


Entertainment.


Buru-buru Gerald berkata, "Naomi,


kamu pergi aja dulu dengan mereka.


Buru-buru Geraa Derkatd, Naom1,


Nanti aku dan teman-teman menyusul.


Kami juga sudah pesan meja lengkap


dengan menu-menunya!"


Gerald sengaja menekankan kata-


katanya untuk memancing reaksi Alice


dan Hayley.


Gerald kesal karena Alice dan teman-


temanya tidak menghargai Harper.


Mereka akan pergi begitu saja tanpa


mencicipi sedikitpun makanan yang


sudah terhidang di meja.


Sebagai seorang yang cukup sensitif,


Alice bisa merasakan bahwa kata-kata


sindiran yang diucapkan Gerald itu


ditujukan kepadanya. Lalu Alice


membalas, "Hahaha. Kamu akan


menyusul kami? Kamu pikir siapa kamu


bisa masuk ke Wayfair Mountain


Entertainment tanpa Quinton? Lagian,


ngapain sih kamu sarkas gitu? Bilang aja


kalau kamu mau aku membayar semua


makanan yang sudah dipesan?"


Harper buru-buru mencegah, "Tidak


usah, sudah, kalian pergi aja sekarang.


Sampai jumpa, Hayley!"


Harper memandang Hayley, dalam hati


dia masih ingin menghabiskan waktu


dengannya. Tapi Alice benar, bahwa tidak


mungkin baginya untuk bisa menyusul


pasti sudah ditolak di pintu masuk.


Alice dan teman-temannya pergi


bersama Quinton dan Harold. Harper


bersyukur bahwa meski sama-sama tidak


menyenangkan, tapi situasinya tidak


seburuk semalam.


Setelah Hayley dan teman-temannya


berlalu, hati Harper patah dan


kehilangan selera makanya.


Harper merasa patah semangat.


"Harper, jangan menyerah. Aku kan


bilang kalau kita akan pergi ke istana itu


dan aku pastikan kita bisa melakukannya.


Tolong kali ini kamu percaya sama aku."


Gerald menepuk pundak Harper untuk


menguatkanya.


Harper tersenyum pahit dan berkata, "


Sudahlah, lupakan saja. Ayo, kita makan


lalu balik ke asrama dan tidur!"


Gerald tahu bahwa Harper mencoa


bersikap tegar untuk menutupi


kekecewaannya.


Gerald tersenyum dan merasa bahwa


sudah waktunya dia menunjukkan


dirinya yang sebenarnya. Sudah cukup


Harper dan teman--temannya mengalami


hinaan dan cemoohan karena dirinya.


Gerald juga merasa sangat kecewa.


Gerald mengeluarkan ponselnya dan


mulai menelpon Zack.


Zack, setelah ini aku dan teman-


temanku mau meluncur ke Wayfair


Mountain Entertainment. Tolong kirim


dua mobil untuk menjemput kami, ya?


Diujung telpon Zack menjawab dengan


sikap sangat menghormati.


"Baik, Tuan Crawford. Tentu saja bisa,


segera saya siapkan. Mohon kirim lokasi


Anda, Tuan?"


Gerald mengirim lokasinya kepada Zack


dan menutup telpon setelahnya.


Harper menatap Gerald terkejut.


Gila, kamu Gerald! Kamu pikir siapa

__ADS_1


yang baru saja kamu telepon?"


__ADS_2