
Xavia menjelaskan dengan ringkas
kepada teman-temanya kejadian yang
dia alami pagi tadi.
OMG! Ya, ampun, jadi ini beneran! Tas
Hermes ini seharga lima puluh lima ribu
dolar!"
Selama ini Gerald menggantungkan
hidupnya dari subsidi kampus dan sedikit
uang dari teman-temannya sebagai
imbalan untuk tugas kuliah mereka yang
dia kerjakan. Mustahil Gerald bisa
mendadak kaya raya dalam semalam.
Gerald pasti membeli tas Hermes mahal
itu pakai kartu Universal Global Supreme
Shoppers."
"Sial, kalau saja Gerald memberikan tas
Hermes itu kepadaku, aku tidak akan
keberatan untuk berkencan satu malam
denganya!"
"Kencan satu malam? Enggak, deh!
Kalau Gerald memberiku tas Hermes, aku
mau jadi pacarnya setidaknya selama
sebulan!
"Huh, dasar memalukan!"
Meskipun gadis-gadis itu telah
mengetahui bahwa Gerald hanya bisa
menggunakan kartu belanjanya sekali
saja, tetap saja mereka masih masih
takjub dengan tas Hermes asli seharga
lima puluh lima ribu dolar.
Kalau tas Hermes itu dijual kembali,
setidaknya mereka masih bisa
mengantongi empatpuluh ribu sampai
limapuluh ribu dolar.
Sebuah angka yang cukup fantastis!
Alice menampakkan raut muka kesal kali
ini.
Alice tidak menyangka bahwa Gerald
akan memberi Naomi sebuah tas Hermes
seharga lima puluh lima ribu dolar
sebagai kado ulang tahun.
Alice mendadak sadar bahwa selama ini
dia sudah merendahkan Gerald dan
seperti halnya dirinya, semua gadis di
asrama itu terkagum-kagum dan
menginginkan tas Hermes itu.
Alice merasa seperti dipermainkan.
Alice menjadi marah menyadari itu
semua.
"Hahaha. Oke, jika tas itu senilai lima
puluh lima ribu dolar, lalu mengapa
Gerald tidak menukar saja kartu
Universal Global Supreme Shopper's
dengan sejumlah uang daripada
membelanjakannya untuk sebuah tas? Ini
membuktikan bahwa Gerald benar-benar
seorang yang sangat bodoh!" Alice
menjelaskan dengan kesal.
Xavia mengangguk menyetujui.
"Ya, sepertinya Gerald memang punya
masalah serius dengan otaknya!"
"Hahaha. Bilang aja iri! Gerald|
memberikan tas Hermes seharga lima
puluh lima ribu dolar kepada Naomi
sebagai kado ulang tahun. Kita semua
seharusnya ikut berbahagia untuknya!
Naomi, sudah seharusnya kamnu
mentraktir Gerald!"
Felicity tertawa geli.
Felicity adalah seorang gadis cantik dan
seorang selebriti media sosial.
Felicity juga seorang gadis
berpengalaman dan mengetahui banyak
hal tentang kehidupan.
Yes, yes! Naomi, kamu harus mentraktir
Gerald makan malam!"
"Naomi, maukah kamu meminjami aku
tas Hermes itu? Untuk satu hari saja!'
Gadis-gadis itu mencoba membujuk
Naomi.
Naomi tidak habis pikir, mengapa dia
harus meminjamkan tas itu kepada teman
-temanya? Terlintas dalam benak Naomi
bahwa mungkin saja Gerald tidak
mengetahui bahwa dia bisa menukar
shopper's card dengan sejumlah uang!
Mendadak Naomi berpikir jangan-
jangan Gerald telah dikelabui oleh
pramuniaga di Hermes Boutique Store.
STOPperSearausunDNH Tai uallg
Lagipula, Gerald belum pernah memiliki
pengalaman dengan kemewahan
semacam ini.
"Tidak, aku akan mengembalikan tas
Hermes ini kepada Gerald. Kalau dia
memutuskan untuk menjualnya kembali
setidaknya dia bisa mendapatkan
empatpuluh ribu sampai limapuluh ribu
dolar, dengan begitu dia bisa menjalani
hidupnya di kampus dengan lebih baik
tanpa khawatir lagi soal uang!"
Naomi memiliki pemikiran yang berbeda
dengan teman-temannya dan tampakınya
dia lebih peduli dengan Gerald.
Tidak setuju!"
Tidak setuju!"
Tanpa sengaja Xavia dan Alice berteriak
berbarengan.
Dalam hati Xavia tidak ingin itu terjadi,
dia tidak ingin Gerald mendapatkan lima
puluh ribu dolar.
Xavia benar-benar tidak menginginkan
hal itu terjadi.
Xavia tidak ingin Gerald mendapatkan
kehidupan yang lebih baik terlebih
__ADS_1
setelah putus dengannya.
Xavia berharap agar Gerald tetap miskin
dan kian merana tanpa dirinya.
Sebaliknya Alice benci Gerald,
sesederhana itu.
"Naomi, mengapa kamu mau
melakukanya? Gerald sudah memberikan
tas Hermes itu untukmu, lalu untuk apa
kamu mengembalikannya lagi?
Alice mengernyitkan kening.
Felicity tersenyum dan berkata, "Tas
Hermes ini sangatlah berharga. Kamu
tidak seharusnya membuangnya begitu
saja! Aku mau online dan menunjukkan
tas mahal ini kepada penggemarku! Aku
harap kamu tidak keberatan, Naomi?"
Naomi menggelengkan kepalanya sambil
tersenyum.
Meskipun Naomi mengizinkan Felicity
untuk menampilkan tas Hermes itu di
laman media sosialnya secara online,
namun Naomi terus memikirkan caranya
meyakinkan Gerald untuk
mengembalikan tas mewah itu keesokan
harinya.
Meski mungkin mereka tidak mau
mengembalikan sejumlah uang yang
dibayarkan Gerald untuk membeli tas itu,
setidaknya mereka bisa mengembalikan
dolar.
Click! Click!
Gadis-gadis itu berebutan untuk berfoto
dengan tas Hermes.
Tas Hermes itu sekarang berada di
tangan Felicity.
Felicity segera memulai tayangan
langsung
"Hello, Sayang! Seharian ini aku belum
menyapa kalian dan aku sangat rindu
kalian semua. Nah, sebagai bonus, kali ini
aku bersama kesayangan yang cantik-
cantik semuanya!" Felicity berkata
sambil tersenyum centil di depan kamera.
Dalam sekejap, sudah ada tiga ribu orang
yang menyaksikan tayangan langsung
Felicity.
Felicity sudah melakukan tayangan
langsung seperti ini selama lebih dari
setahun terakhir.
Karena konten yang dia bawakan ini
sifatnya lokal, kebanyakan
penggemarnya adalah teman sekolah
atau teman sekampus.
Begitu wajah Felicity muncul di layar,
sontak para penggemarnya berebutan
membalas menyapa.
"Gila! Ini tuh beneran bonus! Aku suka
banget sama gadis yang tinggi berambut
merah!
berambut merah itu, dong!"
"OMG, Felicity, jadi kamu tuh berteman
dengan Alice dari divisi Penyiaran dan
Media?
"Ahh! Alice dari divisi Penyiaran dan
Media benar-benar anggun. Kamu
membuatku mabuk kepayang!"
Sementara itu, Alice yang biasanya
menunjukkan ekspresi dingin di
wajahnya, akhirnya tersenyum melihat
namanya disebut di live chat.
Alice merasa lebih baik dibanding
sebelumnya ketika membandingkan
kecantikan Felicity denganya.
Alice mengangguk dan tersenyum tipis
kepada para penggemar yang nampak di
layar.
"Oke, sepertinya kalian sudah berpaling
dariku dan mulai tertarik dengan
kesayangan lainya? Hmph! Aku koq jadi
sedih ya!»
Felicity membuat gerakan seolah sedang
menghapus air matanya sembari
menampilkan ekspresi sedih di wajahnya.
Para penggemarnya buru-buru
merespons.
"Nggak mungkin lah! Kalian semua
kesayanganku! Aku cinta kalian semua."
Layar tayangan langsung memunculkan
pesan.
Yuri, si pemuda kaya sedang online.
Danny, si sultan sedang online.
***
Demi mengetahui Felicity sedang online,
semua teman-teman sekelasnya buru-
buru menonton tayangan langsung
tersebut.
anggun, selain itu dia juga sangat
berpengalaman dan sangat luwes
membawakan siaran langsung.
Tidak heran, Felicity adalah gadis impian
bagi banyak teman prinya.
Itu sebabrnya Felicity menerapkan
standar yang tinggi kepada pria-pria
yang mencoba mendekatinya. I
Yuri dan Danny, dari kelas lain, keduanya
sudah lama mencoba mengejar-ngejar
Felicity, tapi gagal. Itu sebabnya mereka
bedua selalu mencoba mendukung dan
membantu Felicity, berharap akan
mendapatkan perhatian dari gadis itu.
Mereka berharap bisa masuk kriteria
"Kesayangan, kalian semua sekarang
sudah berpaling dariku dan itu
membuatku menangis! Tidakkah kalian
ingin memberiku hadiah? Sebagai
__ADS_1
imbalan atas kebaikanku memberikan
kalian kesenangan bisa melihat gadis-
gadis cantik!" Felicity berkata masih
dengan nada sedih.
Teman sekamar Gerald, Harper, sudah
sejak lama jatuh cinta dengan Felicity.
Itu sebabnya, Harper segera mengirim 10
tangkai bunga mawar virtual.
Setiap tangkai mawar virtual seharga
satu dolar.
"Wow, terima kasih Harper! Aku terimna
cintamu!"
Harper membalas,"Kamu cantik seperti
bidadari. Ngomong-ngomong, apakah
yang sedang kamu pegang itu adalah tas
yang diberikan Gerald kepada Naomi
sebagai kado ulang tahunnya hari ini?"
Kali ini, Harper mengetikkan pesan di
papan live chat.
Sontak, pertanyaan Harper ini
menimbulkan kegaduhan di antara
netizen.
"Gila, aku baru menyadari kalau itu tas
Sontak, pertanyaai riarper r
Hermes. Dan sepertinya, itu adalah edisi
khusus collector's item!
"OMG! Felicity, apakah kamu
mendapatkanya dari seorang pria? Oh,
kamu membuat hatiku hancur berkeping-
keping!"
Danny berkata "Hahaha. Yuri
memberitahuku bahwa Gerald membeli
tas itu untuk Naonmi pakai one-time
shopper's card. Hahaha. Aku tidak
menyangka Gerald sebodoh itu!"
Netizen menimpali, "OMG. Gerald benar-
benar idiot!"
Ternyata Xavia bercerita kepada Yuri
bagaimana Gerald mampu membeli tas
itu dan Yuri meneruskan cerita ini kepada
Danny dan teman-temannya.
Selanjutnya, obrolan online itu
membahas seputar Gerald.
Yuri: "Hahaha. Idiot benar-benar
mempengaruhi hidupku hari ini. Xavia
bertengkar denganku sepanjang hari ini
karena ulah Gerald. Aku benar-benar
merasa kehilangan banyak waktu
percuma akibat ulah si idiot itu!"
Harper menyadari mereka semua sedang
mencemooh Gerald.
Harper mencoba mengarahkan netizen
untuk mengganti topik pembicaraan
dengan mengirimkan lagi 10 tangkai
mawar virtual untuk Felicity.
Danny menanggapi, "Harper, kok kamu
terus-terusan mengirim hadiah murahan
itu ke Felicity? Apa kamu cuma mampu
membelikan mawar murahan itu?"
Danny masih melanjutkan mengetik.
"Kenapa kamu tidak sekalian mengirim
sebuah roket?"
Satu roket seharga seratus dolar.
"Danny mengirimimu sebuah roket!"
Danny mengirim 5 buah roket berturut
turut.
Felicity, Xavia dan Alice merasa sangat
senang. Mereka baru sadar bahwa
ternyata gampang banget mendapatkan
uang melalui tayangan langsung
Tidak mau kalah, Yuri mengirim 10 buah
roket sekaligus.
Seribu dolar.
Yuri berharap ini bisa menghapus semua
kesialan yang dia alami akibat
pertemuanya dengan Gerald hari ini.
Xavia sangat bangga. Tidak salah dia
memilih Yuri!
Danny membalas, "Hahaha. Harper,
kurasa jika semua penghumi asramamu,
termasuk Gerald, mengumpulkan semua
uang kalian, maka kalian tidak akan bisa
dibandingkan denganku! Kalian berenam
hanyalah pria miskin dibandingkan aku!
Kalian benar-benar mau bersaing
denganku di tayangan langsung ini?"
Harper menjadi marah sekarang.
Gerald yang tengah tertidur di asrama,
bersin dan terbangun dari tidurnya.
Gerald membaca seluruh percakapan
teman-teman sekelasnya di layar.
Gerald menyadari bahwa teman-teman
sekelasnya tengah membicarakan dirinya
dan tas Hermes yang dibagikan oleh
Felicity dalam siaran langsungnya.
Semua gadis cantik itu mengatakan
bahwa dirinya adalah seorang yang
bodoh.
Apa yang sedang terjadi?
Gerald tertegun. Mengapa mereka semua
mencemooh dirinya?
Sekali lagi Gerald membaca percakapan
teman-temanya dan menduga bahwa
Felicity-lah yang memulai pembicaraan
tentang dirinya di dalam show-nya.
Mengapa dia menjadi bahan
pembicaraan hari ini?
Gerald buru-buru log-in ke dalam
tayangan langsung Felicity.
Begitu Gerald masuk kedalam chatroom,
Gerald menyaksikan Danny dan Yuri
sedang asyik mengolok-olok teman
sekamarnya.
"Enam orang miskin?"
Gerald tersenyum dingin pada dirinya
__ADS_1
sendiri.