Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 5


__ADS_3

Gerald bergegas meninggalkan ruang


restoran.


Naomi dan ketua asrama Gerald, Harper,


berusaha mengejarnya.


"Gerald! apa yang kau lakukan? Aku tidak


bilang kalau aku tidak suka kado


darimu!" suara Naomi terdengar cemas. "


Gerald, jangan pergi. Tinggallah dulu dan


ikutlah makan bersama kami. Akan


sangat membosankan kalau kamu nggak


ada!" Harper menambahkan.


Gerald membalas dengan senyum,"


Kalian lanjutkan saja pestanya tanpa aku.


Ada pekerjaan yang benar-benar harus


aku selesaikan. Tapi satu hal yang aku


harapkan dari kalian, kumohon


percayalah, aku tidak mungkin


membelikan barang palsu untuk Naomi."


Gerald tidak tahu apakah dua temannya


itu mempercayainya. Dalam hati ia


uemperegnw


menyalahkan kakaknya yang


memberinya kartu belanja dengan


jumlah minimal transaksi yang terlalu


besar, lima puluh ribu dolar. Meski


Naomi dan Harper terus mnembujuknya


untuk tinggal, Gerald tetap bersikeras


memilih pergi.


Apakah si Gembel itu sudah pergi?"


sambut Danny setelah Naomi dan Harper


kembali memasuki ruang restoran."


Danny, tidak bisakah kau berhenti


merendahkan Gerald? Kamu ini kenapa,


sih? Bukankah dia sudah cukup


menderita?" Harper sudah habis


kesabaran.


"Hahaha! Dia yang membuat dirinya


sendiri malu! Kenapa dia harus membeli


tas Hermes palsu untuk Naomi? Apalagi


yang dipilihya adalah tas eksklusif edisi


terbatas. Benar-benar memalukan!" ujar


Danny puas. Alice hanya tersenyum kecut


dan menggelengkan kepala


mendengarnya.


***|


Di luar restoran, Gerald menyusuri jalan


dengan tanpa emosi. Ketika masih


miskin, dia ingin menjadi kaya. Sekarang


saat harta sudah ada dalam


genggamannya, sedikitpun tidak ada


perasaan spesial dan bahagia. Terlebih


lagi, meski sudah membelikan temannya


tas mewah seharga lima puluh lima ribu


dolar, dia masih saja direndahkan dan


dihina.


Gerald sedang berpikir ke mana


sebaiknya dia pergi ketika kemudian


ponselnya berdering. Ada panggilan dari


Jessica, kakaknya.


"Hai, Kak!"


"Hai, Gerald, kamu sedang apa?"


"Tidka ada, kenapa?


fdl, JEldiay arruocTan8 Pa:


"Baguslah kalau begitu, aku sedang


butuh bantuanmu.


Gerald mengernyitkan dahi penasaran


"Kau tahu Mayberry Commercial Street?


Aku berinvestasi di sana dan


mengembangkannya ketika


mengunjungimu empat tahun lalu.


Karena itu aku harus menandatangani


pembaruan kontrak kerjasama dengan


para investor yang lain, tapi sayangnya


aku sedang tidak bisa ke sana saat ini."


Jessica melanjutkan, "Waktu itu aku juga


memasukkan namamu di daftar


pengembang proyek. Itu artinya


Mayberry Commercial Street menjadi


milik kita berdua. Jadi tidak akan ada


bedanya meskipun kau yang tanda


tangan. Tolong pergilah ke sana dan


wakili aku."


Tidak ada jawaban apapun dari Gerald.


Halo? Gerald! Kau mendengarku?"


Tentu saja Gerald mendengar semua


perkataan Jessica. Dia hanya benar-benar


bingung.


Mayberry Commercial Street? Itu adalah


salah satu tempat penting di kota


Mayberry. Banyak toko- toko dan pusat


bisnis di sana. Ada juga tempat bernama


Wayfair Mountain Entertainment, yang


letaknya di atas bukit di sepanjang


komplek itu. Sebuah tempat yang biasa


dikunjungi orang-orang kaya dan


terpandang di kota Mayberry.


Gerald mencoba mencerna kembali


penjelasan Jessica tadi. Jadi, maksud


kakaknya adalah, mereka pemilik


Mayberry Commercial Street?


"Kak, ini kau tidak sedang bercanda? Kita


pemilik Commercial Street?" Gerald


masih mencoba mencari penjelasan.


"Sialan! Aku sudah menjelaskan padamu


panjang lebar dan kau kira aku hanya


bercanda? Kenapa juga aku harus


bercanda soal ini? Aku tidak bisa

__ADS_1


mengurus semua bisnis sendiri, Gerald.


Karena itulah aku juga memasukkan


namamu. Sekarang kau pemilik separuh


dari jalan itu. Aku sudah bilang pada


Zack, pemilik Wayfair Mountain


Entertainment. Ketika sampai di sana


nanti, kau cukup sebutkan namamu dan


katakan kau adalah pemilik kedua."


Aku..."


Oke, sudah, ya! Aku harus segera


menghadiri acara lain. Kututup dulu


telponnya. Bye!"


Tuut...tuut... tuut..


Gerald masih memnatung memegang


ponselnya tanpa bisa berkata apa-apa.


Dia tidak pernah ke Wayfair Mountain


Entertainment sebelumnya dan tidak


tahu akan ada apa di sana. Gerald


menarik napas panjang sebelum


kemudian menyetop taksi dan menuju ke


Wayfair Mountain Entertainment.


Tak berselang lama, dia sampai di tempat


yang dimaksud kakaknya. Wayfair


Mountain Entertainment


menggabungkan restoran, tempat


hiburan dan hotel dalam satu gedung


Sebuah villa yang sangar besar di sisi


bukit di komplek Mayberry Commercial.


Gerald mendongakkan kepalanya takjub


lalu berjalan memasuki villa.


"Tuan, tunggu!" tiba-tiba beberapa


perempuan menyetopnya. "Tuan, apakah


Anda sudah memesan tempat?" salah


seorang dari mereka bertanya pada


Gerald.


Para pegawai ini bertugas sebagai


resepsionis dan sudah terbiasa menerima


Para pegawal nr Dertugas sepagal


resepsionis dan sudah terbiasa menerima


tamu VIP, tapi tidak pernah ada yang


berpenampilan sangat sederhana seperti


Gerald. Meski dengan tatapan curiga,


mereka masih berusaha sopan pada


Aku tidak melakukan pemesanan, tapi


aku ke sini mau bertemu dengan


seseorang," jawab Gerald sambil


tersenyum. Dia memperhatikan para


pegawai cantik di depannya. Sekarang dia


mengerti kenapa Wayfair Mountain


Entertainment sering disebut sebagai


negeri dongeng di Mayberry City.


Sekitar lima atau enam resepsionis yang


menyambutnya sepertinya di kisaran


usia mahasiswi yang baru lulus kuliah.


dengan postur tubuh seperti model.


Anda mau bertemu dengan seseorang?


Siapa yang ingin Anda temui?" Mereka


mengernyitkan dahi mendengar jawaban


Gerald. Ada sedikit sikap dingin disana.


Aku ke sini untuk bertemu Zack"


Gerald tahu mereka pasti


memandangnya rendah, tapi dia tetaap


harus mengatakan yang sebenarnya.


Setelah mendengar jawaban Gerald,


ekspresi wajah mereka berubah.


MencariTuan Lyle? Apa pria ini tahu


siapa Tuan Lyle? Apa dia kira bisa


bertemu dengan Tuan Lyle seenaknya?


Mereka lalu berasumsi bahwa Gerald


pasti hanya orang iseng yang ingin


masuk villa mewah dan merasakan


seperti apa didalamnya. Lagipula,


Wayfair Mountain Entertainment adalah


tempat terkenal yang tidak bisa


dijangkau sembarang orang. Akan mudah


saja orang seperti Gerald masuk dan


mengarang akan bertemu dengan


seseorang padahal hanya ingin melihat


lihat sekeliling villa.


Akan tetapi, mereka tidak ingin


merendahkannya. Para gadis itu adalah


kaum terpelajar lulusan universitas.


Meskipun mereka jengkel dengan


kelakuan Gerald, mereka tetap mencoba


ramah dan sopan.


Tuan, Anda harus membuat janji


terlebih dahulu sebelum bertemu dengan


Tuan Lyle. Jadi Anda tidak bisa bertemu


dengannya hari ini jika tidak mengatur


jadwal sebelumnya. Kami sarankan anda


kesini lagi lain waktu." Mereka berusaha


mengusir Gerald secara halus.


Gerald kemudian paham pasti para


pegawai ini mengira dia hanya ingin


berkeliling melihat-lihat villa. Dia lalu


terpikir untuk menghubungi Jessica agar


bisa mengabari Zack bahwa dia sudah


ada di sana.


"Nona Jane, apa yang kau lakukan? Oh,


aku baru tahu kalau sembarang orang


boleh menginjakkan kaki di Wayfair


Mountain Entertainment ini." Seorang


pria berambut klimis dengan pakaian


rapi didampingi seorang wanita dengan


riasan tebal tiba-tiba muncul. Pria muda


itu memperhatikan Gerald dengan


tatapan aneh lalu tersenyum pada

__ADS_1


petugas resepsionis.


Sebastian, bukankah kau yang bilang


bahwa ini adalah tempat paling mewah di


kota Mayberry? Kenapa ada orang


macam begini di sini?" Wanita itu


bertanya dengan sikap manja.


Kepala resepsionis, Jane, segera meminta


maaf pada pria itu dan berkata, "Maaf,


Tuan Lewis, kami akan bereskan ini


segera."


Sebastian mencibir, "Ya sebaiknya


begitu, karena aku mengundang teman-


temanku dari luar negeri ke sini. Aku


merasa villa ini adalałh simbol


Degiu, Karena anu men5unuann6 unan


kemegahan kota Mayberry. Karena itu


aku harap kau tidak menurunkan nilai


tempat ini hanya karena hal sepele. Nona


Jane, kuharap kau juga tahu bahwa


ayahku berhubungan sangat baik dengan


bosmu, Tuan Lyle." Sebastian merasa dia


akan lebih dihormati jika membawa


nama Tuan Lyle.


Wanita yang digandeng Sebastian


tersenyum senang ketika mendengar


bahwa ia mengenal Zack. Ya tentu saja


karena Tuan Lyle memang sosok penting


dan terpandang di seantero kota


Mayberry. Wanita itu tidak menyangka


bahwa Sebastian memiliki hubungan erat


dengannya.


Jane mengangguk, "Baik Tuan Lewis.


Saya mengerti". Ia lalu beralih pada


Gerald dengan tatapan galak. "Tuan,


tolong segera tinggalkan tempat ini!


Jangan membuat kekacauan dan


menghancurkan reputasi kami. Jika


Jangan membuat kekacauan dan


menghancurkan reputasi kami. Jika


tidak, terpaksa saya harus memanggil


petugas keamanan."


Jane bersungut-sungut.


"Baiklah. Aku akan keluar dan menelpon


seseorang." Gerald menarik napas


panjang sebelum kemudian keluar dari


villa. Dia ambil ponselnya dari saku


sambil berjalan keluar.


"Dasar pengacau! Dia pasti adalah


seorang penipu," kata Sebastian dengan


sikap dingin. "Maafkan kami atas


gangguan ini, Tuan Lewis. Ini jarang


sekali terjadi di Wayfair Mountain


Entertainment". Jane mencoba


meyakinkan Sebastian dan tersenyum


ramah.


Sebastian menganggukkan kepala


mencoba memaklumi,


Ah itu dia teman-temanku sudah


datang! Hei, kenapa kau tidak ikut


bergabung saja dengan kami nanti, akan


ada pesta kecil di sana," ajak Sebastian.


"Nanti saya akan mampir ke pesta Anda


jika sempat, Tuan Lewis." Jawab Jane.


Sebastian memperhatikan Jane dengan


tatapan genit sebelum kemudian


menganggukkan kepala. Dia lalu


mengeluarkan dompet dari saku


celananya dan bergerak menuju meja


administrasi untuk menyelesaikan


pembayaran kamar yang dia sewa.


Para petugas resepsionis yang lain


melihat Jane dengan tatapan iri lalu


bertanya, "Jane, kau mengenal Tuan


Lewis juga?" Jane mengangguk sombong


dan berkata, "Tentu saja. Kita sudah


bekerja di sini sejak lulus kuliah, apa


gunanya bekerja sebagai resepsionis


kalau kau tidak berusaha mengenal orang


- orang kaya seperti Tuan Lewis? Dan


kalau kau tidak berusaha mengenal orang


-orang kaya seperti Tuan Lewis? Dan


kalian lihat wanita yang bersama Tuan


Lewis tadi? Dia adalah aktris figuran.


keluarga Tuan Lewis memiliki bisnis di


bidang perumahan dan harta kekayaan


keluarganya mencapai lebih dari dua


milyar dolar!"


"Wow! Tidak heran kalau ayahnya


memiliki kedekatan dengan bos kita.


Ternyata keluarga Tuan Lewis juga tak


kalah kaya raya." Para resepsionis itu


tidak bisa mengalihkan pandangan


mereka dari Sebastian.


"Hahaha. dan kalian ingat pria yang tadi


ke sini mencari Tuan Lyle? Padahal Tuan


Lyle saat ini sedang sibuk rapat dengan


pemilik Mayberry Chamber of Commerce.


Pria tadi benar-benar konyol.."Jane


menambahkan sambil tertawa. Dia lalu


bergerak bermaksud menghampiri


Sebastian. Tetapi alangkah terkejutnya


Jane karena di pintu terlihat pria yang


tadi diusirnya kembali memasuki villa.


"Kenapa kau kembali lagi ke sini?" tanya


Jane dengan nada terkejut sekaligus


jengkel. Petugas resepsionis yang lain


juga ikut memandangi Gerald kesal.

__ADS_1


__ADS_2