
Gerald bergegas meninggalkan ruang
restoran.
Naomi dan ketua asrama Gerald, Harper,
berusaha mengejarnya.
"Gerald! apa yang kau lakukan? Aku tidak
bilang kalau aku tidak suka kado
darimu!" suara Naomi terdengar cemas. "
Gerald, jangan pergi. Tinggallah dulu dan
ikutlah makan bersama kami. Akan
sangat membosankan kalau kamu nggak
ada!" Harper menambahkan.
Gerald membalas dengan senyum,"
Kalian lanjutkan saja pestanya tanpa aku.
Ada pekerjaan yang benar-benar harus
aku selesaikan. Tapi satu hal yang aku
harapkan dari kalian, kumohon
percayalah, aku tidak mungkin
membelikan barang palsu untuk Naomi."
Gerald tidak tahu apakah dua temannya
itu mempercayainya. Dalam hati ia
uemperegnw
menyalahkan kakaknya yang
memberinya kartu belanja dengan
jumlah minimal transaksi yang terlalu
besar, lima puluh ribu dolar. Meski
Naomi dan Harper terus mnembujuknya
untuk tinggal, Gerald tetap bersikeras
memilih pergi.
Apakah si Gembel itu sudah pergi?"
sambut Danny setelah Naomi dan Harper
kembali memasuki ruang restoran."
Danny, tidak bisakah kau berhenti
merendahkan Gerald? Kamu ini kenapa,
sih? Bukankah dia sudah cukup
menderita?" Harper sudah habis
kesabaran.
"Hahaha! Dia yang membuat dirinya
sendiri malu! Kenapa dia harus membeli
tas Hermes palsu untuk Naomi? Apalagi
yang dipilihya adalah tas eksklusif edisi
terbatas. Benar-benar memalukan!" ujar
Danny puas. Alice hanya tersenyum kecut
dan menggelengkan kepala
mendengarnya.
***|
Di luar restoran, Gerald menyusuri jalan
dengan tanpa emosi. Ketika masih
miskin, dia ingin menjadi kaya. Sekarang
saat harta sudah ada dalam
genggamannya, sedikitpun tidak ada
perasaan spesial dan bahagia. Terlebih
lagi, meski sudah membelikan temannya
tas mewah seharga lima puluh lima ribu
dolar, dia masih saja direndahkan dan
dihina.
Gerald sedang berpikir ke mana
sebaiknya dia pergi ketika kemudian
ponselnya berdering. Ada panggilan dari
Jessica, kakaknya.
"Hai, Kak!"
"Hai, Gerald, kamu sedang apa?"
"Tidka ada, kenapa?
fdl, JEldiay arruocTan8 Pa:
"Baguslah kalau begitu, aku sedang
butuh bantuanmu.
Gerald mengernyitkan dahi penasaran
"Kau tahu Mayberry Commercial Street?
Aku berinvestasi di sana dan
mengembangkannya ketika
mengunjungimu empat tahun lalu.
Karena itu aku harus menandatangani
pembaruan kontrak kerjasama dengan
para investor yang lain, tapi sayangnya
aku sedang tidak bisa ke sana saat ini."
Jessica melanjutkan, "Waktu itu aku juga
memasukkan namamu di daftar
pengembang proyek. Itu artinya
Mayberry Commercial Street menjadi
milik kita berdua. Jadi tidak akan ada
bedanya meskipun kau yang tanda
tangan. Tolong pergilah ke sana dan
wakili aku."
Tidak ada jawaban apapun dari Gerald.
Halo? Gerald! Kau mendengarku?"
Tentu saja Gerald mendengar semua
perkataan Jessica. Dia hanya benar-benar
bingung.
Mayberry Commercial Street? Itu adalah
salah satu tempat penting di kota
Mayberry. Banyak toko- toko dan pusat
bisnis di sana. Ada juga tempat bernama
Wayfair Mountain Entertainment, yang
letaknya di atas bukit di sepanjang
komplek itu. Sebuah tempat yang biasa
dikunjungi orang-orang kaya dan
terpandang di kota Mayberry.
Gerald mencoba mencerna kembali
penjelasan Jessica tadi. Jadi, maksud
kakaknya adalah, mereka pemilik
Mayberry Commercial Street?
"Kak, ini kau tidak sedang bercanda? Kita
pemilik Commercial Street?" Gerald
masih mencoba mencari penjelasan.
"Sialan! Aku sudah menjelaskan padamu
panjang lebar dan kau kira aku hanya
bercanda? Kenapa juga aku harus
bercanda soal ini? Aku tidak bisa
__ADS_1
mengurus semua bisnis sendiri, Gerald.
Karena itulah aku juga memasukkan
namamu. Sekarang kau pemilik separuh
dari jalan itu. Aku sudah bilang pada
Zack, pemilik Wayfair Mountain
Entertainment. Ketika sampai di sana
nanti, kau cukup sebutkan namamu dan
katakan kau adalah pemilik kedua."
Aku..."
Oke, sudah, ya! Aku harus segera
menghadiri acara lain. Kututup dulu
telponnya. Bye!"
Tuut...tuut... tuut..
Gerald masih memnatung memegang
ponselnya tanpa bisa berkata apa-apa.
Dia tidak pernah ke Wayfair Mountain
Entertainment sebelumnya dan tidak
tahu akan ada apa di sana. Gerald
menarik napas panjang sebelum
kemudian menyetop taksi dan menuju ke
Wayfair Mountain Entertainment.
Tak berselang lama, dia sampai di tempat
yang dimaksud kakaknya. Wayfair
Mountain Entertainment
menggabungkan restoran, tempat
hiburan dan hotel dalam satu gedung
Sebuah villa yang sangar besar di sisi
bukit di komplek Mayberry Commercial.
Gerald mendongakkan kepalanya takjub
lalu berjalan memasuki villa.
"Tuan, tunggu!" tiba-tiba beberapa
perempuan menyetopnya. "Tuan, apakah
Anda sudah memesan tempat?" salah
seorang dari mereka bertanya pada
Gerald.
Para pegawai ini bertugas sebagai
resepsionis dan sudah terbiasa menerima
Para pegawal nr Dertugas sepagal
resepsionis dan sudah terbiasa menerima
tamu VIP, tapi tidak pernah ada yang
berpenampilan sangat sederhana seperti
Gerald. Meski dengan tatapan curiga,
mereka masih berusaha sopan pada
Aku tidak melakukan pemesanan, tapi
aku ke sini mau bertemu dengan
seseorang," jawab Gerald sambil
tersenyum. Dia memperhatikan para
pegawai cantik di depannya. Sekarang dia
mengerti kenapa Wayfair Mountain
Entertainment sering disebut sebagai
negeri dongeng di Mayberry City.
Sekitar lima atau enam resepsionis yang
menyambutnya sepertinya di kisaran
usia mahasiswi yang baru lulus kuliah.
dengan postur tubuh seperti model.
Anda mau bertemu dengan seseorang?
Siapa yang ingin Anda temui?" Mereka
mengernyitkan dahi mendengar jawaban
Gerald. Ada sedikit sikap dingin disana.
Aku ke sini untuk bertemu Zack"
Gerald tahu mereka pasti
memandangnya rendah, tapi dia tetaap
harus mengatakan yang sebenarnya.
Setelah mendengar jawaban Gerald,
ekspresi wajah mereka berubah.
MencariTuan Lyle? Apa pria ini tahu
siapa Tuan Lyle? Apa dia kira bisa
bertemu dengan Tuan Lyle seenaknya?
Mereka lalu berasumsi bahwa Gerald
pasti hanya orang iseng yang ingin
masuk villa mewah dan merasakan
seperti apa didalamnya. Lagipula,
Wayfair Mountain Entertainment adalah
tempat terkenal yang tidak bisa
dijangkau sembarang orang. Akan mudah
saja orang seperti Gerald masuk dan
mengarang akan bertemu dengan
seseorang padahal hanya ingin melihat
lihat sekeliling villa.
Akan tetapi, mereka tidak ingin
merendahkannya. Para gadis itu adalah
kaum terpelajar lulusan universitas.
Meskipun mereka jengkel dengan
kelakuan Gerald, mereka tetap mencoba
ramah dan sopan.
Tuan, Anda harus membuat janji
terlebih dahulu sebelum bertemu dengan
Tuan Lyle. Jadi Anda tidak bisa bertemu
dengannya hari ini jika tidak mengatur
jadwal sebelumnya. Kami sarankan anda
kesini lagi lain waktu." Mereka berusaha
mengusir Gerald secara halus.
Gerald kemudian paham pasti para
pegawai ini mengira dia hanya ingin
berkeliling melihat-lihat villa. Dia lalu
terpikir untuk menghubungi Jessica agar
bisa mengabari Zack bahwa dia sudah
ada di sana.
"Nona Jane, apa yang kau lakukan? Oh,
aku baru tahu kalau sembarang orang
boleh menginjakkan kaki di Wayfair
Mountain Entertainment ini." Seorang
pria berambut klimis dengan pakaian
rapi didampingi seorang wanita dengan
riasan tebal tiba-tiba muncul. Pria muda
itu memperhatikan Gerald dengan
tatapan aneh lalu tersenyum pada
__ADS_1
petugas resepsionis.
Sebastian, bukankah kau yang bilang
bahwa ini adalah tempat paling mewah di
kota Mayberry? Kenapa ada orang
macam begini di sini?" Wanita itu
bertanya dengan sikap manja.
Kepala resepsionis, Jane, segera meminta
maaf pada pria itu dan berkata, "Maaf,
Tuan Lewis, kami akan bereskan ini
segera."
Sebastian mencibir, "Ya sebaiknya
begitu, karena aku mengundang teman-
temanku dari luar negeri ke sini. Aku
merasa villa ini adalałh simbol
Degiu, Karena anu men5unuann6 unan
kemegahan kota Mayberry. Karena itu
aku harap kau tidak menurunkan nilai
tempat ini hanya karena hal sepele. Nona
Jane, kuharap kau juga tahu bahwa
ayahku berhubungan sangat baik dengan
bosmu, Tuan Lyle." Sebastian merasa dia
akan lebih dihormati jika membawa
nama Tuan Lyle.
Wanita yang digandeng Sebastian
tersenyum senang ketika mendengar
bahwa ia mengenal Zack. Ya tentu saja
karena Tuan Lyle memang sosok penting
dan terpandang di seantero kota
Mayberry. Wanita itu tidak menyangka
bahwa Sebastian memiliki hubungan erat
dengannya.
Jane mengangguk, "Baik Tuan Lewis.
Saya mengerti". Ia lalu beralih pada
Gerald dengan tatapan galak. "Tuan,
tolong segera tinggalkan tempat ini!
Jangan membuat kekacauan dan
menghancurkan reputasi kami. Jika
Jangan membuat kekacauan dan
menghancurkan reputasi kami. Jika
tidak, terpaksa saya harus memanggil
petugas keamanan."
Jane bersungut-sungut.
"Baiklah. Aku akan keluar dan menelpon
seseorang." Gerald menarik napas
panjang sebelum kemudian keluar dari
villa. Dia ambil ponselnya dari saku
sambil berjalan keluar.
"Dasar pengacau! Dia pasti adalah
seorang penipu," kata Sebastian dengan
sikap dingin. "Maafkan kami atas
gangguan ini, Tuan Lewis. Ini jarang
sekali terjadi di Wayfair Mountain
Entertainment". Jane mencoba
meyakinkan Sebastian dan tersenyum
ramah.
Sebastian menganggukkan kepala
mencoba memaklumi,
Ah itu dia teman-temanku sudah
datang! Hei, kenapa kau tidak ikut
bergabung saja dengan kami nanti, akan
ada pesta kecil di sana," ajak Sebastian.
"Nanti saya akan mampir ke pesta Anda
jika sempat, Tuan Lewis." Jawab Jane.
Sebastian memperhatikan Jane dengan
tatapan genit sebelum kemudian
menganggukkan kepala. Dia lalu
mengeluarkan dompet dari saku
celananya dan bergerak menuju meja
administrasi untuk menyelesaikan
pembayaran kamar yang dia sewa.
Para petugas resepsionis yang lain
melihat Jane dengan tatapan iri lalu
bertanya, "Jane, kau mengenal Tuan
Lewis juga?" Jane mengangguk sombong
dan berkata, "Tentu saja. Kita sudah
bekerja di sini sejak lulus kuliah, apa
gunanya bekerja sebagai resepsionis
kalau kau tidak berusaha mengenal orang
- orang kaya seperti Tuan Lewis? Dan
kalau kau tidak berusaha mengenal orang
-orang kaya seperti Tuan Lewis? Dan
kalian lihat wanita yang bersama Tuan
Lewis tadi? Dia adalah aktris figuran.
keluarga Tuan Lewis memiliki bisnis di
bidang perumahan dan harta kekayaan
keluarganya mencapai lebih dari dua
milyar dolar!"
"Wow! Tidak heran kalau ayahnya
memiliki kedekatan dengan bos kita.
Ternyata keluarga Tuan Lewis juga tak
kalah kaya raya." Para resepsionis itu
tidak bisa mengalihkan pandangan
mereka dari Sebastian.
"Hahaha. dan kalian ingat pria yang tadi
ke sini mencari Tuan Lyle? Padahal Tuan
Lyle saat ini sedang sibuk rapat dengan
pemilik Mayberry Chamber of Commerce.
Pria tadi benar-benar konyol.."Jane
menambahkan sambil tertawa. Dia lalu
bergerak bermaksud menghampiri
Sebastian. Tetapi alangkah terkejutnya
Jane karena di pintu terlihat pria yang
tadi diusirnya kembali memasuki villa.
"Kenapa kau kembali lagi ke sini?" tanya
Jane dengan nada terkejut sekaligus
jengkel. Petugas resepsionis yang lain
juga ikut memandangi Gerald kesal.
__ADS_1