
Di saat yang sama, di dalam ruangan
paling mewah di villa itu, seorang pria
paruh baya dengan aura kharismatik
sedang berbincang dengan para pebisnis.
Dia adalah Tuan Lyle, pemilik Wayfair
Mountain Entertainment di Mayberry
Commercial Street, yang membuatnya
otomatis menjadi orang terkaya di kota
Mayberry.
Secara mengejutkan, tiba-tiba Tuan Lyle
berdiri dan berlari keluar ruangan
dengan tergesa, tepat setelah dia
menutup telponnya. "Ada apa, Tuan
Lyle?" Rekan-rekannya bertanya heran.
Di ruang depan, Sebastian baru akan
berjalan menuju kamarnya ketika
kemudian dia melihat Gerald kembali
memasuki villa.
Untuk apa lagi pria penipu ini datang
kemari?' pikirnya. Dia lalu menawarkan
diri untuk membantu Jane membereskan
masalah ini.
"Nona Jane, sebaiknya kau segera panggil
petugas keamanan. Itu cara satu-satunya
menghadapi si kampung ini!" Sebastian
tersenyum dingin pada Gerald.
Jane mengangguk setuju kemudian
memberi isyarat kepada para petugas
keamanan untuk mendekat.
"Berhenti!" Zack tiba-tiba datang
dengan napas terengah, mencoba
menghentikan mereka. Semua orang
terkejut.
"Lyle.. Tuan Lyle?" Jane dan petugas
respsionis yang lain tidak bisa menahan
keterkejutan mereka. Sebastian segera
menyambut Zack dengan sikap ramah. "
Halo, Paman Lyle. Perkenalkan, aku
Sebastian Lewis, ayahku Jacob Lewis. Kita
pernah berjumpa saat pesta perjamuan
tempo hari." Sebastian tidak mau
menyiakan kesempatan untuk
mengambil perhatian tuan lyle.
Tak disangka, Zack bahkan tidak
sedikitpun menoleh padanya! Dia justru
berjalan menghampiri Gerald,
mendorong kasar Jane dan teman-
temannya untuk minggir.
Apakah kau Gerald?" Zack bertanya
dengan penuh keramahan.
Gerald mengangguk pelan, "Ya, Tuan."
"Jadi kau mengenal Jessica?'
"Dia kakakku," jawab Gerald.
Zack lalu membungkukkan badannya
sembilan puluh derajat di hadapan
Gerald.
"Selamat datang, Tuan Crawford.
Perkenalkan, aku Zack."
Gerald hanya menjawab pendek dan
terbata, "Ooo. okay."
Hah! Apa yang dilakukan Tuan Lyle!!!?
semua orang tidak bisa mempercayai apa
yang baru saja mereka saksikan. Tuan
Lyle membungkuk hormat? Siapa
sebenarnya pria kampung di hadapan
mereka ini?
Gerald pun ikut tercengang. Dia tahu
kakaknya adalah pemilik Commercial
Street, tapi dia tidak menyangka kalau
kakaknya sedemikian berpengaruh di
sini. Hanya dengan menyebut nama
kakaknya, mampu membuat Zack,
menghormatinya sedemikian rupa. Ya,
sejujurnya Gerald belum terbiasa dengan
gaya hidup anak orang kaya. Apalagi, dia
juga masih sulit menerima kenyataan
bahwa Commercial Street adalah
miliknya.
"Ya, Tuan Lyle. Kakakku memintaku
datang kemari untuk menandatangani
sebuah berkas.", Gerald menjawab sopan.
"Benar, Tuan Crawford, kami
membutuhkan tanda tanganmu untuk
pembaruan kontrak kerjasamma.
Commercial street, termasuk villa ini,
adalah milikmu dan kakakmu. Aku
bermaksud mengunjungimu sejak lama,
tapi kakakmu tidak mengizinkan."
Zack menyeka keringat di dahinya. Dia
sangat senang karena Gerald masih
bersikap sopan mengingat insiden yang
terjadi sebelumnya. Jane dan Sebastian
yang bertahan di sana masih berdiri
mematung tidak percaya.
Apa? Jadi pria kampung ini adalah
pemilik Mayberry Commercial Street?
Dan juga pemilik asli Wayfair Mountain
Entertainment?
Katakan padaku! Siapa yang mengusir
Tuan Crawford tadi, hah?" Zack
memutar badan beralih pada sekumpulan
orang di belakangnya dengan penuh
amarah. Pasalnya, Jessica, pemilik asli
Wayfair Mountain Entertainment adalah
orang yang berjasa di hidupnya. Karena
Jessica-lah dia dapat hidup seperti
sekarang. Dan baru saja, pegawainya
mengusir adik Jessica, pemilik kedua
__ADS_1
tempat ini? Benar-benar tidak bisa
diampuni! jika Jessica tahu, bisa saja
hidupnya akan berubah menderita
seperti dulu lagi dalam semalam.
Jane kebingungan dan hanya bisa
menundukkan kepala, tidak berani
berkata apa-apa. Sementara Sebastian
masih penasaran, "Paman Lyle, apakah
masih penasaran, "ramanLyre, apakah
Anda yakin tidak sedang melakukan
kesalahan? Bagaimana bisa pria
kampungan ini adalah pemilik Mayberry
Commercial Street?"
Plak!!
Zack menampar keras pipi Sebastian
penuh marah, "Brengsek! Apa yang baru
saja kau katakan!?"
"Maaf, Paman Lyle. Aku.. aku tidak
berkata apa-apa.." Sebastian menutup
wajahnya, rasa panas menjalar di pipi
kirinya. Meski dia juga berasal dari
keluarga terpandang, tapi tentu tidak ada
apa-apanya dibanding dengan kekayaan
Zack.
Sekuriti, usir pria ini dari tempat ini
sekarang juga!", Zack memerintahkan
petugas keamanan menyeret Sebastian
keluar. "Baik, Pak!" dengan sigap para
petugas keamanan mendorong Sebastian
dan pacar aktris-nya keluar gedung.
Sebastian benar-benar merasa
dipermalukan!
Gerald hanya bisa melihat apa yang
terjadi di depan matanya tanpa berkata
apa-apa. Dia tidak menyangka Zack
begitu setia menghormati keluarganya
meskipun figurnya sangat mendominasi.
Ahh!
Setelahnya, Gerald mengikuti Zack
memasuki villa. Zack menunjukkan
sekeliling villa padanya sebelum
menceritakan tentang masa lalunya. Dari
cerita Zack, Gerald kemudian mengetahui
bahwa dulu Zack dan istrinya adalah
penjual roti di toko kecil. Tidak jauh beda,
Jessica juga sama miskin saat itu. Awal
perkenalan mereka adalah ketika Jessica
yang tidak memiliki uang sepeserpun
kemudian meminta makanan pada Zack
dan istrinya. Merasa iba, Zack kemudian
memberinya pekerjaan.
Singkat cerita, setelah bertahun-tahun,
dengan ketekunannya, Jessica dan
keluarganya akhirnya berhasil keluar
dari kemiskinan dan menjadi keluarga
posisi pimpinannya pada Zack, yang dia
nikmati saat ini. Karena itulah Zack
kemudian menjadi orang terpandang dan
berpengaruh di kota Mayberry, semua
tidak lain karena jasa keluarga Crawford!
Berikutnya, Gerald menandatangani
menyadari bahwa sebagian besar toko di
Mayberry Commercial Street terdaftar
atas namanya. Jadi, tidak berlebihan
kalau dikatakan bahwa dia adalah
Gerald tidak pernah bermimpi akan
kalau dikatakan vanwa ua auaian
menjadi orang yang sedemikian disegani
dan punya pengaruh!
Setelah itu, Zack menyiapkan meja
makan di ruang pribadi eksklusif untuk
Gerald. Gerald merasa sedikit lapar, dia
baru ingat belum makan sama sekali
seharian ini. Tak selang lama, hidangan
beraneka rupa tersaji untuk Gerald.
Makanan di atas meja sungguh terlihat
sangat enak dan mewah untuknya. Zack
lalu mempersilakan Gerald menikmati
jamuan yang telah dia siapkan, "Silakan
dinikmati, Tuan Crawford. Setelah
selesai, aku akan mengajakmu
berkeliling melihat bisnismu. Nona
Crawford yang memintaku, katanya agar
kau bisa segera membiasakan diri dengan
lingkungan industri, bisa menjalani
hidupmu sebagaimana orang berada dan
melupakan masa lalumu."
Tiba-tiba Zack teringat sesuatu. "aku
akan segera kembali, Tuan Crawford."
Dia lalu keluar dari ruangan dan
menelpon seseorang. "kalian semua,
segera kesini!" ucapnya singkat. Zack
lalu bergegas menuruni tangga.
Dia dalam ruangan, Gerald tidak tahu apa
yang sedang direncanakan Zack. Dia
sedang asik dengan jamuan yang
disajikan. Gerald mengambil satu porsi
besar kerang Austalia yang disajikan
untuknya. Dia sedang asyik makan ketika
kemudian pintu ruangannya terbuka.
Lima sampai enam pegawai cantik masuk
ke dalam ruangan. Rupanya mereka
adalah Jane dan teman-teman
resepsionisnya yang lain.
Mereka memandang Gerald dengan
ekspresi yang sama sekali berbeda
dengan saat pertama kali dia datang. Jane
membuka obrolan sambil tersenyum
__ADS_1
manis, "Tuan Crawford, saya mohon
maaf atas apa yang sudah terjadi,"
"Maafkan kami, Tuan Crawford!", gadis-
gadis yang lain turut membeo mengikuti
perkataan Jane.
"Untuk apa kalian ada disini?" Gerald
mengelap mulutnya pertanda dia sudah
selesai dengan makan malamnya.
Sejujurnya, meski tadi para resepsionis
ini merendahkannya, Gerald sama sekali
tidak merasa marah atau tersinggung.
Dia hanya ingin menyelesaikan urusan
kakaknya dan bisa segera meninggalkan
villa. Tapi rupanya Zack sudah terlanjur
memarahi mereka.
"Kami disini untuk melayani anda, Tuan
Crawford. Kami akan melakukan apa saja
asal anda mau memaafkan kami.", kata
Jane. Seringkali para gadis yang bekerja
di Wayfair Mountain Entertainment
punya satu tujuan yang sama. Menikahi
pria kaya yang sering datang kesana.
Karena itu, para gadis ini tidakmau
menyia-nyiakan kesempatan ketika Tuan
Lyle menyuruh mereka menemani
Gerald. Bahkan meskipun mereka tidak
merasa bersalah, mereka akan tetap
bersedia melayaninya.
Siapa pria yang kaya? Tentu saja orang
yang saat ini sedang berada di depan
mata mereka! Orang paling kaya dan
paling berkuasa disini!
Gerald terkejut mendengar jawaban Jane.
Enam orang??? Ini benar-benar
berlebihan!
Gerald masih tertegun ketika kemudian
Jane mengambil remot dan
mengarahkannya ke dinding ruangan.
Seketika tirai terbuka dan menyajikan
pemandangan yang Iuar biasa. Sebuah
kolam renang indoor yang besar dengan
air biru jernih.
Jadi masih ada ruang rahasia di dalam
sini??
Dan tak disangka, para gadis itu
termasuk Jane melepas rok mereka. Jane
lalu melepas kemeja seragamnya dan
duduk di samping Gerald. Gerald hampir
saja tergoda dan pasrah atas rayuan
mereka jika tidak disadarkan bunyi
dering telponnya. Ah, ada panggilan dari
kakaknya!
"Nona-nona, aku harus mengangkat
telpon sebentar." Kata Gerald lembut dan
bergegas keluar dari ruangan. Kakaknya
ternyata menelpon untuk menanyakan
tentang Pembaruan kontrak kerjasama.
Sebelum menutup telpon, Jessica
menasehatinya agar mulai terbiasa
dengan gaya hidup mewah dan
melupakan masa lalunya yang menderita.
Setelah sambungan telpon terputus,
Gerald ragu apakah dia harus kembali
masuk ke dalam ruangan. Saat
menimbang-nimbang, dia lalu teringat
hari-harinya bersama Xavia dulu. Gerald
sangat mencintai dan menghormati
Kavia. Itulah kenapa Gerald sangat
menjaganya dan tidak berani menyentuh
Xavia. Ah! Hatinya kembali perih jika
mengingat Xavia. Seandainya Xavia tahu
bahwa sekarang dia kaya raya, apakah
dia akan mau kembali bersamanya?
Ugh! Gerald kembali teringat masa-masa
indah saat mereka bergandengan tangan
menuju kafetaria, di perpustakaan, dan
tempat-tempat lain dimana mereka
menghabiskan waktu bersama.
Gerald kemudian kehilangan hasrat pada
gadis-gadis tadi. Dia tidak ingin
pengalaman pertamanya tidak berkesan.
Dia akhirnya memutuskan untuk tidak
kembali ke dalam ruangan dan memberi
tahu Zack bahwa dia harus segera pulang.
Setelah meninggalkan villa, Gerald
berjalan seorang diri menyusuri
Mayberry Commercial Street. Orang-
orang yang berada di jalanan itu adalah
anak-anak muda berpakaian bagus dan
kalangan bos-bos yang keluar masuk
pusat bisnis dan tempat hiburan.
Dia adalah pemilik Mayberry Commercial
Street. Tidak seharusnya dia minder
berada di tengah orang-orang ini! Gerald
berusaha meyakinkan dirinya sendiri
akan kenyataan yang terjadi.
Sejurus kemudian, sebuah suara yang
tidak asing memanggilnya, "Gerald!"
Gerald membalikkan badan. Dia melihat
Naomi dan Alice berdiri di depan pintu
masuk sebuah tempat karaoke. Ada
Danny dan Si Pirangjuga disana. Naomi
segera menghampirinya, "Gerald,
ternyata benar kau! Tadi kau bilang mau
kembali ke asrama. Kenapa malah ada
disini? Kenapa kau membohongiku?"
Gerald hanya diam, bingung harus
menjawab apa.
__ADS_1