Pria Yang Tak Terlihat Kaya

Pria Yang Tak Terlihat Kaya
Bab 6


__ADS_3

Di saat yang sama, di dalam ruangan


paling mewah di villa itu, seorang pria


paruh baya dengan aura kharismatik


sedang berbincang dengan para pebisnis.


Dia adalah Tuan Lyle, pemilik Wayfair


Mountain Entertainment di Mayberry


Commercial Street, yang membuatnya


otomatis menjadi orang terkaya di kota


Mayberry.


Secara mengejutkan, tiba-tiba Tuan Lyle


berdiri dan berlari keluar ruangan


dengan tergesa, tepat setelah dia


menutup telponnya. "Ada apa, Tuan


Lyle?" Rekan-rekannya bertanya heran.


Di ruang depan, Sebastian baru akan


berjalan menuju kamarnya ketika


kemudian dia melihat Gerald kembali


memasuki villa.


Untuk apa lagi pria penipu ini datang


kemari?' pikirnya. Dia lalu menawarkan


diri untuk membantu Jane membereskan


masalah ini.


"Nona Jane, sebaiknya kau segera panggil


petugas keamanan. Itu cara satu-satunya


menghadapi si kampung ini!" Sebastian


tersenyum dingin pada Gerald.


Jane mengangguk setuju kemudian


memberi isyarat kepada para petugas


keamanan untuk mendekat.


"Berhenti!" Zack tiba-tiba datang


dengan napas terengah, mencoba


menghentikan mereka. Semua orang


terkejut.


"Lyle.. Tuan Lyle?" Jane dan petugas


respsionis yang lain tidak bisa menahan


keterkejutan mereka. Sebastian segera


menyambut Zack dengan sikap ramah. "


Halo, Paman Lyle. Perkenalkan, aku


Sebastian Lewis, ayahku Jacob Lewis. Kita


pernah berjumpa saat pesta perjamuan


tempo hari." Sebastian tidak mau


menyiakan kesempatan untuk


mengambil perhatian tuan lyle.


Tak disangka, Zack bahkan tidak


sedikitpun menoleh padanya! Dia justru


berjalan menghampiri Gerald,


mendorong kasar Jane dan teman-


temannya untuk minggir.


Apakah kau Gerald?" Zack bertanya


dengan penuh keramahan.


Gerald mengangguk pelan, "Ya, Tuan."


"Jadi kau mengenal Jessica?'


"Dia kakakku," jawab Gerald.


Zack lalu membungkukkan badannya


sembilan puluh derajat di hadapan


Gerald.


"Selamat datang, Tuan Crawford.


Perkenalkan, aku Zack."


Gerald hanya menjawab pendek dan


terbata, "Ooo. okay."


Hah! Apa yang dilakukan Tuan Lyle!!!?


semua orang tidak bisa mempercayai apa


yang baru saja mereka saksikan. Tuan


Lyle membungkuk hormat? Siapa


sebenarnya pria kampung di hadapan


mereka ini?


Gerald pun ikut tercengang. Dia tahu


kakaknya adalah pemilik Commercial


Street, tapi dia tidak menyangka kalau


kakaknya sedemikian berpengaruh di


sini. Hanya dengan menyebut nama


kakaknya, mampu membuat Zack,


menghormatinya sedemikian rupa. Ya,


sejujurnya Gerald belum terbiasa dengan


gaya hidup anak orang kaya. Apalagi, dia


juga masih sulit menerima kenyataan


bahwa Commercial Street adalah


miliknya.


"Ya, Tuan Lyle. Kakakku memintaku


datang kemari untuk menandatangani


sebuah berkas.", Gerald menjawab sopan.


"Benar, Tuan Crawford, kami


membutuhkan tanda tanganmu untuk


pembaruan kontrak kerjasamma.


Commercial street, termasuk villa ini,


adalah milikmu dan kakakmu. Aku


bermaksud mengunjungimu sejak lama,


tapi kakakmu tidak mengizinkan."


Zack menyeka keringat di dahinya. Dia


sangat senang karena Gerald masih


bersikap sopan mengingat insiden yang


terjadi sebelumnya. Jane dan Sebastian


yang bertahan di sana masih berdiri


mematung tidak percaya.


Apa? Jadi pria kampung ini adalah


pemilik Mayberry Commercial Street?


Dan juga pemilik asli Wayfair Mountain


Entertainment?


Katakan padaku! Siapa yang mengusir


Tuan Crawford tadi, hah?" Zack


memutar badan beralih pada sekumpulan


orang di belakangnya dengan penuh


amarah. Pasalnya, Jessica, pemilik asli


Wayfair Mountain Entertainment adalah


orang yang berjasa di hidupnya. Karena


Jessica-lah dia dapat hidup seperti


sekarang. Dan baru saja, pegawainya


mengusir adik Jessica, pemilik kedua

__ADS_1


tempat ini? Benar-benar tidak bisa


diampuni! jika Jessica tahu, bisa saja


hidupnya akan berubah menderita


seperti dulu lagi dalam semalam.


Jane kebingungan dan hanya bisa


menundukkan kepala, tidak berani


berkata apa-apa. Sementara Sebastian


masih penasaran, "Paman Lyle, apakah


masih penasaran, "ramanLyre, apakah


Anda yakin tidak sedang melakukan


kesalahan? Bagaimana bisa pria


kampungan ini adalah pemilik Mayberry


Commercial Street?"


Plak!!


Zack menampar keras pipi Sebastian


penuh marah, "Brengsek! Apa yang baru


saja kau katakan!?"


"Maaf, Paman Lyle. Aku.. aku tidak


berkata apa-apa.." Sebastian menutup


wajahnya, rasa panas menjalar di pipi


kirinya. Meski dia juga berasal dari


keluarga terpandang, tapi tentu tidak ada


apa-apanya dibanding dengan kekayaan


Zack.


Sekuriti, usir pria ini dari tempat ini


sekarang juga!", Zack memerintahkan


petugas keamanan menyeret Sebastian


keluar. "Baik, Pak!" dengan sigap para


petugas keamanan mendorong Sebastian


dan pacar aktris-nya keluar gedung.


Sebastian benar-benar merasa


dipermalukan!


Gerald hanya bisa melihat apa yang


terjadi di depan matanya tanpa berkata


apa-apa. Dia tidak menyangka Zack


begitu setia menghormati keluarganya


meskipun figurnya sangat mendominasi.


Ahh!


Setelahnya, Gerald mengikuti Zack


memasuki villa. Zack menunjukkan


sekeliling villa padanya sebelum


menceritakan tentang masa lalunya. Dari


cerita Zack, Gerald kemudian mengetahui


bahwa dulu Zack dan istrinya adalah


penjual roti di toko kecil. Tidak jauh beda,


Jessica juga sama miskin saat itu. Awal


perkenalan mereka adalah ketika Jessica


yang tidak memiliki uang sepeserpun


kemudian meminta makanan pada Zack


dan istrinya. Merasa iba, Zack kemudian


memberinya pekerjaan.


Singkat cerita, setelah bertahun-tahun,


dengan ketekunannya, Jessica dan


keluarganya akhirnya berhasil keluar


dari kemiskinan dan menjadi keluarga


posisi pimpinannya pada Zack, yang dia


nikmati saat ini. Karena itulah Zack


kemudian menjadi orang terpandang dan


berpengaruh di kota Mayberry, semua


tidak lain karena jasa keluarga Crawford!


Berikutnya, Gerald menandatangani


menyadari bahwa sebagian besar toko di


Mayberry Commercial Street terdaftar


atas namanya. Jadi, tidak berlebihan


kalau dikatakan bahwa dia adalah


Gerald tidak pernah bermimpi akan


kalau dikatakan vanwa ua auaian


menjadi orang yang sedemikian disegani


dan punya pengaruh!


Setelah itu, Zack menyiapkan meja


makan di ruang pribadi eksklusif untuk


Gerald. Gerald merasa sedikit lapar, dia


baru ingat belum makan sama sekali


seharian ini. Tak selang lama, hidangan


beraneka rupa tersaji untuk Gerald.


Makanan di atas meja sungguh terlihat


sangat enak dan mewah untuknya. Zack


lalu mempersilakan Gerald menikmati


jamuan yang telah dia siapkan, "Silakan


dinikmati, Tuan Crawford. Setelah


selesai, aku akan mengajakmu


berkeliling melihat bisnismu. Nona


Crawford yang memintaku, katanya agar


kau bisa segera membiasakan diri dengan


lingkungan industri, bisa menjalani


hidupmu sebagaimana orang berada dan


melupakan masa lalumu."


Tiba-tiba Zack teringat sesuatu. "aku


akan segera kembali, Tuan Crawford."


Dia lalu keluar dari ruangan dan


menelpon seseorang. "kalian semua,


segera kesini!" ucapnya singkat. Zack


lalu bergegas menuruni tangga.


Dia dalam ruangan, Gerald tidak tahu apa


yang sedang direncanakan Zack. Dia


sedang asik dengan jamuan yang


disajikan. Gerald mengambil satu porsi


besar kerang Austalia yang disajikan


untuknya. Dia sedang asyik makan ketika


kemudian pintu ruangannya terbuka.


Lima sampai enam pegawai cantik masuk


ke dalam ruangan. Rupanya mereka


adalah Jane dan teman-teman


resepsionisnya yang lain.


Mereka memandang Gerald dengan


ekspresi yang sama sekali berbeda


dengan saat pertama kali dia datang. Jane


membuka obrolan sambil tersenyum

__ADS_1


manis, "Tuan Crawford, saya mohon


maaf atas apa yang sudah terjadi,"


"Maafkan kami, Tuan Crawford!", gadis-


gadis yang lain turut membeo mengikuti


perkataan Jane.


"Untuk apa kalian ada disini?" Gerald


mengelap mulutnya pertanda dia sudah


selesai dengan makan malamnya.


Sejujurnya, meski tadi para resepsionis


ini merendahkannya, Gerald sama sekali


tidak merasa marah atau tersinggung.


Dia hanya ingin menyelesaikan urusan


kakaknya dan bisa segera meninggalkan


villa. Tapi rupanya Zack sudah terlanjur


memarahi mereka.


"Kami disini untuk melayani anda, Tuan


Crawford. Kami akan melakukan apa saja


asal anda mau memaafkan kami.", kata


Jane. Seringkali para gadis yang bekerja


di Wayfair Mountain Entertainment


punya satu tujuan yang sama. Menikahi


pria kaya yang sering datang kesana.


Karena itu, para gadis ini tidakmau


menyia-nyiakan kesempatan ketika Tuan


Lyle menyuruh mereka menemani


Gerald. Bahkan meskipun mereka tidak


merasa bersalah, mereka akan tetap


bersedia melayaninya.


Siapa pria yang kaya? Tentu saja orang


yang saat ini sedang berada di depan


mata mereka! Orang paling kaya dan


paling berkuasa disini!


Gerald terkejut mendengar jawaban Jane.


Enam orang??? Ini benar-benar


berlebihan!


Gerald masih tertegun ketika kemudian


Jane mengambil remot dan


mengarahkannya ke dinding ruangan.


Seketika tirai terbuka dan menyajikan


pemandangan yang Iuar biasa. Sebuah


kolam renang indoor yang besar dengan


air biru jernih.


Jadi masih ada ruang rahasia di dalam


sini??


Dan tak disangka, para gadis itu


termasuk Jane melepas rok mereka. Jane


lalu melepas kemeja seragamnya dan


duduk di samping Gerald. Gerald hampir


saja tergoda dan pasrah atas rayuan


mereka jika tidak disadarkan bunyi


dering telponnya. Ah, ada panggilan dari


kakaknya!


"Nona-nona, aku harus mengangkat


telpon sebentar." Kata Gerald lembut dan


bergegas keluar dari ruangan. Kakaknya


ternyata menelpon untuk menanyakan


tentang Pembaruan kontrak kerjasama.


Sebelum menutup telpon, Jessica


menasehatinya agar mulai terbiasa


dengan gaya hidup mewah dan


melupakan masa lalunya yang menderita.


Setelah sambungan telpon terputus,


Gerald ragu apakah dia harus kembali


masuk ke dalam ruangan. Saat


menimbang-nimbang, dia lalu teringat


hari-harinya bersama Xavia dulu. Gerald


sangat mencintai dan menghormati


Kavia. Itulah kenapa Gerald sangat


menjaganya dan tidak berani menyentuh


Xavia. Ah! Hatinya kembali perih jika


mengingat Xavia. Seandainya Xavia tahu


bahwa sekarang dia kaya raya, apakah


dia akan mau kembali bersamanya?


Ugh! Gerald kembali teringat masa-masa


indah saat mereka bergandengan tangan


menuju kafetaria, di perpustakaan, dan


tempat-tempat lain dimana mereka


menghabiskan waktu bersama.


Gerald kemudian kehilangan hasrat pada


gadis-gadis tadi. Dia tidak ingin


pengalaman pertamanya tidak berkesan.


Dia akhirnya memutuskan untuk tidak


kembali ke dalam ruangan dan memberi


tahu Zack bahwa dia harus segera pulang.


Setelah meninggalkan villa, Gerald


berjalan seorang diri menyusuri


Mayberry Commercial Street. Orang-


orang yang berada di jalanan itu adalah


anak-anak muda berpakaian bagus dan


kalangan bos-bos yang keluar masuk


pusat bisnis dan tempat hiburan.


Dia adalah pemilik Mayberry Commercial


Street. Tidak seharusnya dia minder


berada di tengah orang-orang ini! Gerald


berusaha meyakinkan dirinya sendiri


akan kenyataan yang terjadi.


Sejurus kemudian, sebuah suara yang


tidak asing memanggilnya, "Gerald!"


Gerald membalikkan badan. Dia melihat


Naomi dan Alice berdiri di depan pintu


masuk sebuah tempat karaoke. Ada


Danny dan Si Pirangjuga disana. Naomi


segera menghampirinya, "Gerald,


ternyata benar kau! Tadi kau bilang mau


kembali ke asrama. Kenapa malah ada


disini? Kenapa kau membohongiku?"


Gerald hanya diam, bingung harus


menjawab apa.

__ADS_1


__ADS_2