Private Little Girl

Private Little Girl
bab 102 berubahnya Ara


__ADS_3

" Ara pengen istirahat Daddy " ucap Ara setelah begitu lama Frans memeluk nya ...


" kamu belum maafin Daddy?" tanya Frans menatap Ara....


" Ara udah maafin kok " jawab Ara langsung tanpa fikir panjang ....


" nggak ,,,, nggak Daddy nggak suka ya kamu begini " kata Frans menggeleng merasa begitu tak nyaman saat sikap Ara berubah drastis .....


Ara yang ceria itu langsung berubah pendiam dan tidak banyak cerita seperti biasanya yang suka membantah ....


" Daddy minta kamu belajar dewasa bukan berubah kepribadian seperti ini " kata Frans memegang dagu Ara agar menatap nya ...


" Araaaa " kata Frans begitu resah sangat tak nyaman melihat Ara sekarang yang terus menunduk seperti orang takut ....


" Araaaa " panggil Frans ulang mengangkat Ara keatas pangkuan nya lalu memeluk Ara dengan gentar kenapa istri nya tiba tiba begini .....


semakin besar tekanan yang Ara rasakan maka semakin sakit kepala Ara, apalagi saat Ara terus mencoba mengingat sesuatu maka semakin sakit kepala Ara......


" Raaaa " Frans menjadi begitu khawatir saat wajah istrinya memucat tapi Ara masih saja terlihat tenang walaupun dia menunduk .....


Ara memejamkan matanya saat rasa sakit itu semakin memuncak jujur saja Ara tak sanggup menahan nya tapi Ara juga tak ingin bilang kepada Frans ....


" Ara tidur aja ya Daddy " kata Ara dengan begitu pelan langsung turun dari pangkuan Frans


" nggak ,,,, bilang Raaa,,,, bilang sama Daddy,,, apa yang kamu rasakan nggak perlu tutupin " kata Frans memegang pipi Ara dengan kedua tangannya mencoba menatap mata Ara sepenuh nya ....


" kamu menahan rasa sakit " kata Frans mendapatkan jawaban nya hanya dengan menatap mata Ara .....


lalu langsung mengangkat dan membawa Ara kerumah sakit .....

__ADS_1


dirumah sakit .....


" ketika pasien mendapat tekanan maka dia akan merasakan stress luar biasa sehingga mendorong otaknya untuk berfikir keras , itulah yang membuat kepala nya menjadi begitu sakit " jelas dokter pada Frans....


" mohon maaaf tuan ,,, tapi jika anda terus memaksa pasien yang sedang mengalami amnesia persial untuk mengingat atau sikap anda memaksanya untuk mengingat masa lalu itu tidak menutup kemungkinan pasien akan berubah ke pribadian " tegas dokter


yang merasa Frans adalah salah satu faktor yang membuat Ara dropp ..


" bahkan akan berpotensi frustasi dan berlanjut pada gangguan jiwa karna tekanan yang berat tapi tak sanggup di cerna otak nya " sambung dokter itu


Frans langsung gemetar mendengar penjelasan dokter " saya tau ini masalah pribadi anda ,,, tapi tolong setidaknya sabar menghadapi nya karna memang orang yang hilang ingatan itu jauh berbeda dan untuk bersikap padanya juga harus waspada " pinta dokter yang dari awal merawat Ara ....


setelah berbicara dokter dan Frans masuk keruangan tempat pemeriksaan Ara " apakah kepala mu masih sakit ?" tanya dokter muda itu dengan hangat pada Ara....


Ara menggeleng karna sekarang sudah tak seperti tadi sakit nya setelah dokter itu memberikan nya obat ...


" jangan terlalu banyak yang difikirkan nanti kepalanya sakit lagi lo " peringat dokter itu melepas lagi infus di tangan Ara ...


" sabar ,,,,, nanti ingatan itu juga akan kembali seiring dengan berjalannya waktu jadi nggak perlu maksa buat berfikir keras kalau nggak mau sakit kepala kayak tadi " ucap dokter itu lagi membersihkan bekas infus di tangan Ara....


setelah dokter itu pergi


" maafin Ara ya Daddy,,,,, lagi lagi Ara nyusahin Daddy ... tadi Ara udah coba tahan kok sakit nya biar nggak nyusahin Daddy tapi ,,,,," Frans langsung meminta Ara diam ...


" cukup Raaa ,,,,, Daddy ini suami kamu , apapun yang kamu rasakan harus bilang sama Daddy,,,,maafkan Daddy yang yang bisa ngerti dan paham akan apa yang kamu rasakan " kata Frans merasa bersalah ....


" Daddy hanya bisa nyalahin kamu tanpa tau akan apa yang kamu rasakan " sambung Frans ....


" tapi mulai dari sekarang Ara harus terbuka sama Daddy nggak boleh lagi nutupin sesuatu apapun itu ,,,,dan jangan sedih lagi ya " kata Frans menghapus air mata Ara...

__ADS_1


Ara mengangguk lalu mengajak Frans pulang tapi tetap saja hati dan perasaan Frans masih merasakan tak nyaman sikap Ara tetap saja berubah ......


...seminggu telah berlalu ........


Ara berubah pendiam tak banyak cerita ,tak ada lagi bantahan bahkan dia sangat patuh akan ucapan Frans dan Ara juga bersikap sebagai mana mestinya....


tapi itu membuat Frans sampai pada titik jenuh di buat nya ,,, ternyata sama sama dewasa itu membosankan tak ada pertentangan maka tak ada perubahan apalagi sebuah kebahagiaan....


semua terasa datar dan jujur saja Frans menginginkan Ara yang dulu , Ara yang ceria ,banyak bicara ,suka membantah dan nakal yang selalu menambah warna warni dalam hidup Frans


" Ara " panggil Frans sepulang dari kantor


" ya Daddy " kata Ara bersalam lalu mengambil jas yang tersampir di tangan Frans


" bikinin Daddy kopi ya " kata Frans duduk saja di sofa dekat pintu utama ...


" ya Daddy" jawab Ara patuh lalu langsung pergi ke dapur


" ini Daddy " kata Ara meletakkan kopi itu di atas meja lalu akan pergi


" tidak bisakah kau menemani Daddy " kata Frans merasa jenuh dengan sikap Ara yang begitu datar terhadap nya ...


" baik Daddy" kata Ara duduk di sofa lingkar bersama Frans .....


" cukup yaaa ,,,, Daddy nggak mau kayak gini lagi " komplen Frans tidak tahan dengan mereka yang begini yang jadi nya seperti dua orang yang saling menjaga formalitas ....


Frans meraih dan menindih Ara di atas sofa tak peduli dengan pengawal dan pelayan yang menatap mereka ....


" terus mau Daddy apa ?" tanya Ara dengan pelan juga menatap Frans .....

__ADS_1


haaaa mampus kau 🤣


like and komentar membangun ya


__ADS_2