
Rey mengendari mobil nya menjauhi kota dan saat tiba dijalanan yang luas dan sepi Rey meminggirkan mobilnya karna merasa begitu sesak .....
Dia keluar dari mobil nya dan berlari ketepi danau yang tak jauh dari bibir jalan lalu berteriak sekuat kuat nya untuk menyalurkan sesak di dada nya ....
Rey duduk berlutut di tanah merasa dirinya begitu hancur berkeping keping dan hujan pun turun dengan derasnya membasahi tubuh Rey yang sudah begitu rapuh itu .....
Hidup tanpa ada sebuah arahan dari seseorang bahkan tak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya ,,,,itulah yang membuat Rey seperti rumput bergoyang yang hanya bisa mengikuti Arah angin .....
Jangan kan mendapat kasih sayang dari ibu ,,,, bahkan jangan kan tau melihat saja Rey tidak pernah wajah ibu nya ....
Bagitupun juga Ayah nya " tuhannn ,,,,, kenapa Aku harus hidup ,,,, kenapa Aku tidak mati saja bersama kedua orang tua ku ...agar aku tidak seperti ini " teriak Rey di tengah deras nya hujan merasa begitu hancur bahkan tak ada semangat lagi untuk hidup ....
Lalu saat petir saling bersahutan Rey kembali berteriak " ambil nyawa ku tuhan ,,,, aku sudah tak ingin hidup ,,,, untuk apa aku masih hidup ,,, aku sangat menjijikan " teriak Rey yang merasa kesalahan dalam diri nya begitu fatal sampai dia merasa tak bisa lagi memperbaiki nya .....
Rey sangat lah haus akan kasih sayang itulah sebenarnya rahasia yang selama ini Rey simpan dalam senyum nya ,,,,, bahkan dia membayar wanita wanita **lang untuk menemani nya itu bukan karna untuk memuaskan nya tapi hanya untuk sebagai teman dalam kesepian ....
Walaupun mungkin mereka tidak tulus hanya karna uang tapi setidaknya usapan lembut kasih sayang di kepalanya bisa Rey rasakan walaupun hanya sesaat ....
Begitulah saking haus nya Rey akan kasih sayang dan untuk kali ini air mata benar benar menetes di pipi para sahabat Rey di tengah deras nya hujan mendengar dan melihat betapa rapuh nya Rey yang tidak pernah mereka ketahui sebagai sahabat .....
__ADS_1
" Reyyy" rintih Frans meneteskan air mata , sahabat seperti apa dia sampai tidak mengetahui begitu dalam luka yang di rasakan sahabatnya itu selama ini ....
Saat Rey pergi Frans serta sahabat nya langsung mengejar takut Rey melakukan hal nekat ......
" Kau benar-benar hebat Rey ,,,, sampai kami tak pernah tau apa yang kau rasakan ,,,, semua tertutup begitu rapat di balik senyuman ceria mu " kata Ricard yang masih membeku bersama deretan sahabat di tengah deras nya hujan .....
Menatap Rey diujung sana yang begitu rapuh ....
Saat sesak di dada nya sudah begitu tak tertahan kan Rey sudah menyerah ,,,, dia ingin pergi dari dunia ini ......
" Apa yang akan kakak lakukan ?" Teriak Jingga memegang tangan Rey saat dia akan berlari ke tepi danau ....
" Lepaskan aku " kata Rey terus mencoba berjalan tapi Jingga memegang tangan Rey sekuat tenaga ....
" Sayang " Frans langsung memeluk Ara yang juga akan pergi kesana
" Lepasin Ara Daddyh ,,,, Ara nggak mau kak Rey bunuh diri " kata Ara meronta ronta dengan kesal karna melihat Frans dan teman temannya hanya diam menatap Rey yang akan berlari danau ....
" Diam sayang ,,,, beri Rey ruang jangan mendesak nya " kata Frans memeluk Ara di tengah derasnya hujan ....
__ADS_1
" Jika memang sudah tak ada lagi satupun hal yang membuat kakak ingin bertahan hidup di dunia ini ,,,, jangan pernah berfikir untuk mengakhiri hidup kakak " kata Jingga dengan air mata yang terus menetes ....
Jingga fikir dia adalah orang paling malang di dunia ini tapi tidak ada lagi bahkan masih banyak orang orang yang lebih tidak beruntung dari Jingga ...
" Lalu untuk apa lagi aku hidup ,,, aku tak punya sia siapa di dunia ini " kata Rey yang terus berusaha melepaskan genggaman tangan jingga karna Rey tak mungkin mendorong gadis kecil itu....
" Untuk masa depan ,,, jika hanya karna tak punya siapa siapa kau ingin mengakhiri hidup mu ,,, maka bawa Jingga kak ,,,,, Jingga juga nggak punya siapa siapa di dunia ini " kata Jingga menangis histeriss .....
" Jingga juga ingin matiii " teriak Jingga dan bahkan akan berlari lebih dulu dari pada Rey ......
Keluhan Rey yang hampir sama dengan nya membuat semangat dan pondasi Jingga untuk tetap hidup ikut goyah lama kelamaan ...
" Ngggak " dan saat itu juga lah Rey memeluk Jingga di tengah deras nya hujaan ....
Like
Vote
Komen
__ADS_1
Hadiah
Favorit