Private Little Girl

Private Little Girl
bab 183 cara yang elegan


__ADS_3

" Daddy belum tidur ?" tanya Ara terkejut begitu mendengar Frans bicara ...


" iya ,,,terus kenapa kalau belum tidur ?" tanya Frans hangat ...


" mm,,,tapi,,, Ara ,,,mmmkk" ucapan terpotong karna Frans sudah melahap bibir nya dengan penuh kehangatan....


Frans mengecup kening , pipi ,mata bahkan seluruh wajah Ara dengan penuh kasih sayang...


" udah yaa ,,, nggak boleh nangis lagi mata Ara udah bengkak karna nangis seharian " kata Frans dengan lembut menatap Ara dengan hangat sekaligus iba ...


" Daddy masih sayang Ara kan ?" tanya Ara dengan mata berbinar menatap Frans intens ...


mendapatkan pertanyaan seperti itu tentu saja Frans sedikit terkejut " kenapa Ara nanya gitu ,,, emang tadi Ara fikir Daddy udah nggak sayang Ara lagi gitu ?" tanya Frans


Ara tak menjawab malah justru dia memeluk Frans semakin erat


" Ara sayang ,,,, sampai kapan pun rasa sayang Daddy nggak akan pernah berubah untuk Ara " ucap Frans penuh cinta mengelus ngelus punggung Ara....


" benarkah " kata Ara menatap Frans sambil tersenyum


" iya ,,, sekarang bobok ya cantik udah malam " kata Frans...


Ara duduk lalu memanggil dokter dengan menggunakan bell " kenapa ?" tanya Frans yang masih berbaring itu menatap Ara...


tok


tok


tok


" masuk dokter " kata Ara...

__ADS_1


" ehhh,,, Ara " sapa dokter muda itu tersenyum saat melihat pasien nya ...


" ini bukan nya dokter yang di kampus waktu itu yaa " kata Ara dengan mata polos nya menatap dokter muda itu ...


" iya ,,, Ara " jawab nya walaupun Ara bukan lah anak dari fakultas kesehatan tapi dia sempat berkenalan dengan dokter ini saat mereka sama-sama berada di rektor waktu itu ..


" mengapa memanggil ku kemari ?" tanya dokter itu yang tidak formal bahkan ucapan nya terkesan pada teman sendiri yang membuat Frans yang masih berbaring itu sensi mendengar nya ...


" Ara mau lepas infus dokter ,,,Ara mau tidur peluk Daddy " kata Ara yang mengukir sebuah senyuman di wajahnya Frans saat dokter muda itu melirik Frans yang berbaring di belakang Ara dengan sudut matanya ....


" bahkan mata nya sampai buta saat melihat istriku " umpat Frans membatin dia sadar betul kalau dokter muda itu sedari tadi memang tidak menyadari kehadiran nya ....


" padahal aku sebesar ini berbaring di ranjang bisa bisa nya dia tidak sadar ,,," batin Frans menatap dokter muda itu dengan mata menyipit ....


" baiklah ,,, karna kondisi kamu sudah membaik kamu boleh lepas infus tapi harus tetap minum obat yaa " kata dokter itu memanggil suster untuk membantu nya ..


" iya dokter " kata Ara senang karna bisa melepas infus yang sangat membatasi ruang gerak nya


" iya ,,, saya dinas malam menggantikan Papa " jawab dokter muda itu tersenyum yang membuat Frans mendelik kesal


" sini tangan nya " kata dokter itu setelah dia dan suster menyiapkan beberapa peralatan


sebelum Ara memberikan tangan kirinya ,tangan kanan Ara mencari cari tangan Frans di belakang nya Frans yang peka pun langsung menggenggam tangan Ara...


" jika sakit menangis saja jangan menahan nya " kata dokter itu yang melihat Ara berkali kali memejamkan mata karna takut padahal dokter belum melepaskan jarum nya dari tangan Ara...


" Ara nggak mau nangis lagi dokter ,,, mata Ara udah bengkak karna nangis terus nanti Ara nggak bisa liat lagi " kata Ara dengan polos,, spontan saja dokter itu menatap mata Ara ..


" Daddy mu membiarkan saja kau menangis seharian " kata dokter itu yang membuat darah Frans naik , mengapa dokter itu seperti ingin mengadu Ara dengan Frans


" tapi untung bengkak nya cuma sedikit " kata dokter itu

__ADS_1


" kan udah di obatin sama Daddy" jawab Ara,tapi tetap saja dokter itu menatap tidak suka pada Frans


Frans menghela nafas ada apa dengan dokter muda ini , aneh tapi Frans tidak boleh membiarkan dia leluasa ...


" akan aku tunjukkan padamu dokter muda di mana posisi mu dan untuk kau ketahui Ara adalah milik ku ,,, hanya milik ku " batin Frans lalu duduk ...


" sini Daddy peluk kalau takut " ucap Frans lembut lalu merangkul dan menyembunyikan wajah Ara di dadanya bahkan mengelus kepala Ara dengan sayang


" tenang yaa ,,, kalau sakit gigit aja Daddy biar kita sama sama sakit " kata Frans lembut ...


jika dua suster yang berdiri di samping dokter itu baper berbeda dengan dokter itu ekspresi malah berubah tak karuan ....


" tebakan ku tak salah " batin Frans menatap ekspresi dokter yang tengah melepaskan infus Ara itu ...


" hikss,,, Daddy,,sakit " ringis Ara membenamkan wajahnya di dada Frans merasa sakit saat dokter menarik jarum itu di tangan nya ...


" tenang sayang ,,, udah selesai kok " kata Frans dengan lembut begitu menikmati ekspresi dokter muda sok tampan itu ...


Frans adalah pria dewasa yang tak akan melakukan hal bodoh dengan menunjukkan kecemburuan nya tapi dia cukup bermain dengan cara yang elegan....


" Ara ,,, Ara ini sudah selesai " kata dokter itu mencoba menarik perhatian Ara ...


" makasi dokter " kata tersenyum lebar...


" iya sama-sama,,,, semoga nanti kita bisa ngobrol di lain waktu " kata dokter itu dengan tidak tau dirinya....


" haiii,,,anak Daddy ,,, lapar yaa ,,,mau makan atau mau main sama Daddy?" kata Frans mengobrol dengan bayinya sambil mengelus ngelus perut Ara


mendengar ucapan Frans membuat senyum lebar dokter itu hilang lalu dia keluar dengan fikiran yang bimbang serta bingung ...


" dokter menyebalkan,,, ikut campur aja dia urusan orang " umpat Frans setelah dokter itu pergi ...

__ADS_1


" tapi dia baik dan asik kok Dad,,"


__ADS_2