Putri Cantik Milik Tuan Reymond

Putri Cantik Milik Tuan Reymond
mengunjungi mertua


__ADS_3

"Siapa Kamu Sebenarnya"


"Apa kau mencurigaiku" kata deren mengernyitkan dahinya


"Tiiddaakkk...Tidak ada " jawab cepat elza sebenarnya masih sangat meragui deren suami dadakan nya ini.


tiba tiba bertanya pada elza


hemmmm


"apa kau siap bertemu dengan orang tuaku" tanya deren hati hati


"or..ang tuamu" jawab elza terbata bata


"aku beri kau waktu satu minggu untuk berfikir" lalu deren berjalan masuk kekamarnya dan meninggalkan elza sendirian mematung di ruang tamu sendirian.


Pagi hari di hari selasa


"sepertinya kau tergesa gesa sekali" Deren melihat elza buru buru menyelesaikan urusan rumah. sudah memandikan rara dan menyiapkan sarapan lalu elza cepat berganti pakaian dan siap siap pergi ke kantor.


"Deren maaf...aku membutuhkan bantuanmu tolong antar kan rara kesekolah seperti biasanya ya..aku mohon" pinta elza dengan wajah yang memelas


dirumah elza yang tak besar dan tak pula kecil itu hanya di huni oleh elza dan rara. deren dan juga ines sahabat elza


inez bukan tak mampu membeli rumah akan tetapi elza terus membujuk inez agar selalu bersamanya seperti saat ini mereka satu atap . pagi pagi sekali inez sudah pergi ke kafe miliknya dan deren hanya melihat koran dan mengotak atik smartphonenya yang mahal itu.


disekolah rara

__ADS_1


"papa"


dengan wajah yang dibuat sedih karna kesengajaan


hemz


"Ada apa princes" tanya Deren dengan senyumnya dan mengelus rambut hitam rara


"papa . Aku mau adik"


Deren menghentikan langkahnya lalu mensejajarkan tubuhnya dengan putri sambungnya


"Dengarkan papa. Coba tanya mama mu. Papa tidak bisa memberikan keputusan " kata lembut Deren dan mencubit pipi tembam rara


dan rara hanya menganggukkan kepalanya karena dia baru akan memahami nanti saat pulang sekolah


Deren sudah mengantar rara sekolah saatnya deren pergi kekantor karna hari ini jadwal meeting penting dengan klien dari Turki


"Bagaimana sudah disiapkan semua" Tanya seorang pria bukan lain itu adalah Miguel Deren Tungka sang pewaris dari perusahaan R ysng semakin hari semakin berkembang dan meningkat


"Sudah tuan"


dengan langkah tegap dan wajah yang serius Deren melangkah ke ruang meeting


"Maaf tuan kenapa anda memakai masker" Tanya asisten deren


"Kau tahu ini zaman penyakit. aku mulai memakai masker walaupun sudah divaksin jangan sampai lengah. Apa kau mengerti?"

__ADS_1


"baaiikk tuan"


Setelah meeting selesai saatnya jam makan siang . saat Deren sedang melintasi koridor . deren mendengar suara yang tak asing lagi di telingganya siapa lagi kalau bukan istrinya si elza


Elza sedang bersendau gurau dan bercanda canda dengan nana dan juga bara teman satu divisinya


dan deren mengepalkan tangannya akan tetapi deren langsung bertingkah normal seperti biasanya


hemz


seketika mereka menghentikan sendau gurau dan saling diam tak berani mengucapkan kata pun.


"Lanjutkan kerja kalian dan jangan suka bercanda saat jam kantor" kata pemilik perusahaan itu


dan seketika


deg


"Kayak kenal suaranya tapi siapa ya" suara hati elza


"au ahhh.."


lalu elza dan teman temannya melanjutkan lagi perkerjaan yang tertunda tadi karena mereka sibuk bercanda


dikantor david dan elza masih mendiamkan diri masing masing . menjadi pertanyaan satu divisi "kenapa pak david menjadi pendiam semenjak pulang dari bandung" tapi mereka berfikir positif saja dan elza tak mungkin membuka aibnya didepan teman satu divisinya karna menikah dadakan "Digrebek"


"""""

__ADS_1


mampir dikarya temanku ya



__ADS_2