
Selamat Membaca🥰🥰
................
Tuan Rey masih merasa sangat bersalah atas kejadiaan beberapa tahun yang terhadap Elza. Tuan Rey takut kehilangan istri tercintanya, meski ibu dari Miguel dan Micel itu sudah benar benar memaafkan suaminya tapi Tuan Rey masih sangat merasa bersalah.
Bayang bayang malam panas itu masih membayangi Tuan Rey dengan sempurna. Tuan Rey tak menampik jika tubuh Elza memang berbeda dari istrinya ,meski dulu Tuan Rey dulu menikah ibu dari dua anaknya sudah tak perawan tapi tak selegit itu rasa nikmat yang dirasakannya.
Tubuh Tuan Rey memanas mengingat sesi percintaan beberapa tahun yang lalu. Apa lagi sekarang Elza tinggal dirumahnya .Setiap hari Tuan Rey melihat kemesraan antara Deren dan Elza.
Ada rasa tak enak yang dirasakan Tuan Rey.
Beberapa kali Tuan Rey mengusap kasar wajahnya . Agar tersedar dari lamunan dosa yang menghantuinya.
"Dad?" panggil Deren.
Tuan Rey tersentak kaget melihat Deren tiba tiba ada dihadapannya.
"Are you oke dad?" tanya Deren cemas.
"Oke" senyum Tuam Rey.
Tuan Rey tak lagi aktif diperusahaannya hanya saja saat rapat pemegang sahan tuan Rey selalu hadir itu pun hanya satu bulan satu kali.
Tuan Rey gelisah bila berlama lama tinggal satu atap dengan memantunya itu.
Tuan Rey memutuskan untuk sementara tinggal villanya di bogor. Ditemani oleh istrinya yang masih sangat cantik di usianya yang tak lagi muda.
Nyonya Rey ini sudah lama tak aktif lagi didunia sosialitanya ,hanya saja saat arisan dasu bulan sekali nyonya Rey ini selalu datang.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu sudah disini. Sorry" ucap tuan Rey.
"Tak apa dad" .
"Dimana gadis kecil itu?" Deren mencari Rara kesana kemari tapi tak menjumpai Rara anak sambungnya yang sekigus adiknya juga
"Dia adikmu El" .
"Aku tahu dad" balas El.
"Bagaimana kabar kalian?" tanya Tuan Rey.
"Semua baik baik saja. Aku disini mau menjemput Rara karena mamanya merindukannya" ucap Deren pelan.
Tuan Rey hanya mengangguk saja.
Deren pun menoleh kesumber suara.
Rara langsung turun dan menemui Deren . Memeluknya posesif. Sehingga membuat Tuan Rey merasa cemburu.
"Hem..hem" .
Rara melepaskan pelukannya. Lalu menatap daddynya.
"Daddy cemburu?" tanya gadis kecil itu sambil menatap wajah tampan daddynya.
Tuan Rey terciduk karena menunjukkan wajah cemburunya hanya bisa melengos kearah lain agar tak menjadi ejekan anak gadisnya ini.
"Daddy tak mau mengaku" gerutu Rara.
__ADS_1
Sedangka Deren sudah menutup mulutnya agar tak terlihat sedang tertawa terbahak bahak.
.
.
follow ig otor zafa_milea
.
.
mampir ya dikarya temanku.
blurb
"Where is, Minerva Bee?" tanya Austin menyeruak kumpulan orang yang sedang mengelilingi Minerva.
"Here is Me." ucap Minerva membuat seorang Austin Wycliff terpana.
Gadis yang tadi ditabraknya ternyata yang mengalahkannya kali ini. Tidak hanya itu, Minerva juga akan makan malam gratis di cafenya selama satu minggu. Austin berjalan ke arah Minerva dan bertanya siapa dia sebenarnya. Karena selama ini Austin memang tidak terkalahkan.
"Who are you?" tanya Austin sambil menatap kedua netra Minerva.
"Bukankah kau lebih tahu siapa yang kini menjadi lawan mainmu?" tanya Minerva menantang Austin.
Austin sedikit terkejut mendengar jawaban Minerva kali ini. "Baiklah, kau berhak makan malam gratis di cafeku selama satu minggu penuh. Dengan syarat kita akan tetap bermain selama itu. Kita lihat siapa yang lebih unggul di antara kita." ucap Austin sambil meninggalkan Minerva.
__ADS_1