
Sudah satu minggu ini mommy El dirawat dirumah sakit internasional di ibukota . Selama seminggu itu juga El belum menampakkan batang hidungnya bertemu dengan Elza entah apa yang ada difikiran mereka.
Diruang rawat mommy El.
"Bagaimana dok keadaan istri saya?" tanya tuan reymond kepada dokter yang telah selesai meriksa istrinya.
"Maafkan kami tuan sampai saat ini nyonya belum menunjukkan respon positif masih sama seperti hari kemarin" jawab dokter itu dengan raut wajah prustasi.
Semenjak kejadian seminggu yang lalu mommy dinyatakan koma . Pendarahan di otak kanannya menyebabkan mommy El tak sadarkan diri sampai pada saat ini.
Dan mereka pun hanya pulang untuk mandi dan ganti pakaian saja.
"Bagaimana dengan El"
Tentu saja pria ini belum juga pulang kerumah istri sahnya mungkin saja karena permasalahan mereka yang belum selesai.
Dirumah Elza
"Mama..Papa El kok belum pulang pulang?"tanya Rara manja.
"Sabar sayang papa sedang banyak pekerjaan" bohong Elza pada putrinya.
Sedangkan Elza sudah mengetahui kenapa sudah seminggu ini El tak masuk kantor disebabkan sang mertua masuk rumah sakit.
Bercamuk dihati Elza apa yang terjadi sebenarnya. Ingin kesana akan tetapi takut bertemu kedua orang itu.
Kebimbangan menguasai hati dan fikirannya.
Diruang rawat.
"El selesaikan permasalahanmu dengan Elza" ucap daddynya.
El tersenyum sinis
__ADS_1
"Apakah secepat itu daddy akan menikahi Elza. Daddy harus ingat Elza sedang mengandung anakku" jawab El tegas dengan nada suara masih tertahan karena tak ingin sang mommy mendengarnya.
"Daddy tidak akan menikahi istrimu" ucap daddy El lagi.
"Kau tahu mommy mu sangat berharga didalam hatiku didalam sini" tuan Reymond menepuk dada sebelah kirinya .
"Apa ucapan daddy serius. Ingatlah dad ada anak diantara kalian. Putri kalian dari hasil berzina" ucap El emosi.
Tuan Reymond langsung berdiri dan berjalan kearah El
"Apa kau bilang" ucap marah tuan Reymond sambil mencengkram kerah kemeja El.
"Dad sejauh ini kau masih mengingat perempuan lain selain mommyku" ucap lantang El kepada daddynya.
"Jaga ucapanmu El biar bagaimana pun aku ayahmu. Dan atas kejadian itu tidak pernah aku duga sekali pun" pekik tuan Reymong yang sudah melepaskan cengkramannya tadi.
Mereka pun terdiam.
Putra kedua tuan Reymond hanya mendengar percakapan antara kedua anak dan ayah yang berbeda generasi akan tetapi memliki masalah dengan satu wanita.
Bukannya meluruskan bisa bisa membuat kekacauan. Dan dia tak mau itu terjadi.
Setelah menimbang nimbang akhirnya El akan menemui Elza dirumahnya pada malam hari saat Rara sudah tertidur.
Dirumah Elza.
Tok...tokk.
"Siapa?"Ceklekk , Elza membuka pintu perlahan.
"El" lirih Elza
"Boleh aku masuk" ucap dingin El.
__ADS_1
Elza hanga menganggukkan kepala saja.
" Bisa kita bicara berdua" tanya El
Deg
Elza merasa asing sekali dengan laki laki ini seperti tak saling mengenal dan merasa canggung sekali.
"El maafkan aku" Elza membuka suara lalu memeluk posesif El dari belakang.
Senyum tipis terbit dari sudut bibir El.
" Kau merindukan aku" tanya El yang membalikkan tubuhnya lalu memeluk Elza dengan kuat.
"Maafkan aku" lirih El
"Kau tak salah El tapi aku yang salah" jawab Elza yang hampir meneteskan air mata bahagia.
Laki laki di hadapannya ini masih mencintainya.
Tanpa babibu El mencium bibir Elza dengan sedikit ******* saling berdecap satu sama lain bertukar saliva.
Tangan El tak tinggal diam sambil mengelus punggung Elza dan akhirnya sampai pada bukit kembar sang istri dan memberikan pijatan lembut.
Gairah yang memanas dan semakin panas.
Lalu El membisikan sesuatu ketelinga Elza.
"Aku mau ini"
"""""""""""
mampir ya dikarya temanku😉😉
__ADS_1