
Setelah kepergian daddy El dari ruang kerjanya. Lalu El menghubungi asistennya.
"Sepertinya harus aku katakan sekarang. Jika terlambat Elza pasti akan marah besar atas kebohongan ini." gumam El
"Ada apa tuan" asisten El
"Panggilkan Elza marita dari divisi keuangan. Sekarang" perintah El dan langsung di laksanakan oleh asistennya.
Diruang divisi keuangan.
Elza dan teman temannya masih saling bercanda karena pekerjaan mereka baru saja selesai saat ini waktu masih menunjukkan pukul dua siang. Masih awal jika mau pulang kerumah masing masing akhirnya mereka memilih bercanda dan bergurau.
Kepala divisinya hanya bisa melihat dari kejauhan tak banyak perubahan david pada Elza masih tetap sama..saling mendiamkan satu sama lain. Masalah pekerjaan mereka lebih profesional. Antara pekerjaan kantor dan urusan pribadi.
Saat Elza dan temanya sedang bercanda.
"Hem...Hem" suara serak asisten El membuat empat sekawan itu memberhentikan candaannya dan melihat arah pintu kaca yang berada didepannya.
Lalu empat sekawan tadi dengan cepatnya berlari berhamburan kembali lagi ke tempat kerja mereka.
"Nona Elza marita anda di panggil tuan Miguel sekarang" perintah asisten El
"Aku...?" cicit Elza
"Ya anda ..Silahkan ikuti saya" perintah asisten El lagi.
"Baik lah aku kesana sekarang." ucap Elza yang langsung berdiri dari tempat duduknya lalu mengikuti langkah asisten El .
Saat setelah Elza pergi . Menjadi tanda tanya satu divisi keuangannya. ada kesalahan apa elza di panggil. dan mereka hanya diam saja tak berani saling bertanya karena setelah Elza pergi dari ruangan, teman teman Elza mendapat tatapan tajam dari asisten pribadi sang direktur.
Tiba di ruangan El.
"Tok...tok" suara pintu siketuk dari luar.
__ADS_1
"Masuk" jawaban dari dalam ruangan.
Saat Elza masuk kedalam ruangan El. posisi El membelakangi Elza sehingga Elza sendiri tak menyadari bahwa laki laki yang ada di hadapannya ini adalah suaminya sendiri.
"Maaf tuan kenapa saya di panggil kesini?" tanya Elza
Setelah kepergian asistennya El lalu mengunci ruangan tersebut dari dalam dengan mengunakan remote ruangan.
Saat El mulai berbalik menghadap Elza. Ternyata Elza menunduk dan meremas jari jarinya karena merasa cemas. sangat cemas sekali.
"Hem" suara El saat berbalik dan menghadap Elza
Dan seketika itu pula Elza mengangkat kepalanya.
Elza terperangah sambil melototkan kedua indra pengelihatannya dan menuntup mulutnya yang tak sengaja mengangga.
"Kau" suara terkejut Elza
"Kenapa?Apa kau terkejut Elza" suara El
Lalu tangan El ditepis kasar oleh Elza
"Kebohongan apa lagi kau ciptakan? setelah ini pasti ada " ucap sinis Elza yang merasa marah atas kebohongan yang lagi lagi El lakukan.
"Maaf aku tak bermaksud membohongimu. Duduk dulu masih banyak yang akan aku ceritakan padamu" ajak El untuk duduk di sofa yang berada didepan meja kerjanya. sambil menarik pelan tangan kanan Elza.
tapi lagi lagi di tepis Elza
"Kenapa" kata lembut El
"Aku minta cerai" suara lantang Elza. setetes air mata jatuh dari sudut pelupuk mata Elza. Sangat berat sekali pikirnya untuk meminta cerai akan tetapi jika tidak sekarang kapan lagi. Kebohongan kali ini tak bisa di maafkan lagi.
"Cerai?" ucap El lesu didepan wajah Elza
__ADS_1
"Ya... Mari kita bercerai Deren. Maaf aku tak bisa menjalani pernikahan ini lagi" suara isak tangis Elza
Lalu lengan kekar itu memeluk Elza dengan erat dan Elza pun menangis sejadinya di pelukan El.
"Maaf.. aku membohongimu. Maaf selama menjadi suamimu aku tak bisa menjalankan kewajibanku" kata El yang masih memeluk erat tubuh Elza.
Deg
"Kewajiban" suara hati Elza, dia lupa selama menikah dengan El tak pernah sekali pun Elza melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Maaf Deren aku yang salah" suara parau tangis elza
"Jangan meminta maaf aku yang salah" lalu El menciumi seluruh wajah elza dan terakhir bibirnya yg ingin sekali El sentuh.
Akhirnya tanpa menolak pun Elza menerima ciuman hangat dari Deren suaminya. Lalu ciuman itu menuntut untuk melakukan lebih.
Setelah sama sama terhanyut dalam ciuman hangat dan mengecap satu sama lain.
Deren melepas pagutannya dan menatap Elza yang masih sesegukkan .
"Aku mencintaimu Elza Marita" ucap tulus El
"Apa kau mencintaiku?" tanya El
Dan Elza tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Dan.....
"Apa aku boleh meminta hak ku" tanya Miguel Deren Tungka yang sudah menahan hasrat birahinya meminta untuk segera dituntaskan.
"""""""""
Hareudang ......ππππ
__ADS_1
aku kabur aja...suami masih di luar kotaπππ