
Sungguh sangat geram sekali David ini melihat apa yang barusan terjadi tadi. Wanita yang pernah disukainya tak ubah seperti wanita gampangan.
Padahal sesungguhnya David tak mengetahui apa apa tentang Elza dan juga Deren ternyata insan yang sedang memadu kasih itu telah menikah beberapa bulan yang lalu.
Sungguh sial nasib David ini beberapa kali melihat Elza dalam lingkup kemesraan bersama dengan laki laki dan bukan dirinya.
Seharusnya pria tampan ini berkaca dahulu sebelum menyukai seseorang. Pantas atau tidak kah. Mentang mentang jabatan hanya seorang kepala divisi bisa seenaknya saja bertindak.
Lain lagi keadaan kedua insan yang saling mengecap bibir satu sama lain yang mulanya hanya ciuman semata kini ciuman itu semakin dalam dan membangkitkan hasrat keduanya.
Tangan kanan Deren memijat pelan bukit kembar itu sehingga sang pemiliknya tak sengaja mengeluarkan suara suara merdu yang siapa saja mendengarnya akan terpanah.
"Stop Deren aku mau muntah" lirih Elza
"Kenapa mau muntah?Aku bau ya?" serentetan pernyataan dilontarkan oleh Deren yang melihat Elza menutup mulutnya dengan tissu.
Refleks Deren langsung mencari minyak angin untuk dioles dan dihirup agar lebih enak saja keadaan Elza.
Tapi bukannya membuat Elza tenang malah membuat Elza bertambah mual mencium aroma parfum yang dipakai Deren tadi pagi.
Hueekkkkkk
Elza langsung menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya yang baru saja diisinya barusan kini semua keluar tanpa sisa.
Deren langsung memijat lembut bahu Elza.
"Masih mual?" tanya Deren cemas.
__ADS_1
"Kamu jangan deket deket aku ya aku gak suka bau parfumnya kamu gak enak banget" ucap lesu Elza yang sambil berjalan menuju sofa di ruang kerja Deren.
"Ya udah deh aku gak lagi pakai parfum lagi" gumam Deren yang masih jelas ditelingga Elza.
"Kamu tidur ya gak apa apa gak usah kerja wajah kamu pucat sayang" lirih Deren menatap Elza melihat istrinya karena mengandung calon buah hatinya.
Elza hanya diam menutup mata menghilangkan rasa pening dan juga mual yang kembali menyeruak di hidungnya.
Dirumah Tuan Reymond.
"Sebenarnya apa yang kamu rencanakan untuk Elza mom. Karena semua salahku sehingga menjadi sekarang ini" lirih tuan Rey yang sambil memandang keluar ruang kerjanya.
Tuan Rey merasa sangat bersalah atas kesalahannya itu. Mengapa tidak sehingga Elza melahirkan anak perempuan yang sangat cantik dan menggemaskan.
"Aku akan kesekolah Rara mencoba untuk mengajaknya bicara" gumam tuan Rey yang keluar ruangannya dan akan menuju sekolah Rara.
Setelah menempuh waktu yang tak lama akhirnya Tuan Rey sampai kesekolah Rara.
"Permisi bu" tegur Tuan Rey.
Tapi yang tegur malah bengong dan terus menatap Tuan Rey tanpa berkedip. Karena ingin cepat bertemu dengan Rara tuan Rey mengibaskan tangannya kewajah bu guru yang hanya memandanginya.
"Sangat tampan" itu lah kata suara hati bu guru ini.
"Oh maaf pak . Anda mencari siapa?" tanya gugup bu guru itu yang tak lepas memandangi bola mata tuan Rey yang berwarna menyala dan mirip dengan salah satu anak murid disini.
"Apa saya bisa bertemu dengan" suara tuan Rey berhenti tatkala mendengar teriakan seorang gadis kecil.
__ADS_1
"Daddy" panggil Rara.
Deg
Tuan Rey merasa tersentil sekali bisa bisanya Rara memanggilnya dengan sebutan daddy seperti El dan micel memanggilnya.
Beberapa waktu yang lalu Deren sengaja mengajak Rara berbicara serius dan menyuruh Rara memanggil opanya dengan sebutan "Daddy".
"Hai cantik" sapa tuan Rey.
"Hallo Daddy" balas sapaan Rara.
"Kenapa daddy yang jemput mana papa El?" tanya putri cantiknya ini.
"Papa mu kerja dan daddy yang akan menjemputmu mulai saat ini. Apa kau mau sayang?" tanya tuan Rey.
"Tentu dad" jawab senang Rara.
Tuan Rey terus memandangi wajah cantik putrinya ini. Bisa bisanya one night stand bisa menghasilkan anak perempuan yang ia idam idamkan sejak dulu.
.
.
"""""""
haiii readers mampir yuk dikarya barunya aku.
__ADS_1