
Selamat membaca🥰🥰
.............
Rara mengikuti kemana Deren sang Papa mengajaknya untuk pulang kejakarta.
Tuan Rey kecewa,
Gadisnya itu ternyata lebih memilih mamanya ketimbang dirinya daddy kandung Rara.
Diperjalanan Rara tak henti berceloteh. Deren yang hanya jadi penyimak hanya bisa pasrah mendengar putri sambungnya ini berceloteh ria didalam mobilnya.
Deren jenuh tapi melihat antusias Rara yang bercerita membuat Deren hanyut dalam pemikiran anak kecil itu.
Tak sampai dua jam Rara berceloteh kini gadis kecil itu tertidur lelap dipangkuan sang kakak. Saat Rara tidur . Deren tak sengaja memikirkan malam panas yang dilalui daddynya bersama Elza.
Hatinya bergemuruh rasa cemburu. Tapi Deren telah memantapkan hatinya agar tak mengenang peristiwa yang memalukan itu.
Untung saja tidak ada yang tahu rahasia besar itu.
Jika pun orang lain tahu. Bagaimana cara dirinya menghadapi kolega kolega daddynya yang berprestasi tanpa ada skandal ini itu.
Tapi tak pula di pungkiri. Karena hakikatnya jika laki laki sudah mapan dan kaya raya setidaknya akan ada status perselingkuhan.
Deren bergidik ngeri membayangkan dirinya bercinta selain Elza.
Deren menyugar rambutnya berkali kali.
Perjalanan itu seperti tak ada hambatan. Kini Deren dan Rara sudah sampai dikediaman Daddynya.
"Mama" teriak Rara.
Elza memeluk putrinya dan menciuminya berkali kali. Elza merinduka gadis kecilnya Sangat merindukannya.
__ADS_1
"Mana adik bayi?" tanya Rara .
"Adik bayi lagi tidur, Kakak Rara main dulu ya Nanti kalo adik bayinya udah bangun main sama adik bayi ya" ucap pelan Elza.
"Bosen ah main" eluh Rara.
Elza memicingkan matanya dan menghela nafas berkali kali.
"Biar nanti Rara sama aku aja ya sayang" kata Deren.
Elza mengangguk setuju.
Sebenarnya Deren malas mengajak putri sambungnya ini bermain. Karena baru akan memulai permainan. Rara sudah menanyainya seperti pembawa acar Talk Show.
Beberapa pertanyaan membuat Deren kalang kabut. ternyata Rara memiliki IQ tinggi diatas rata rata sama seperti dirinya.
Deren tak ambil pusing. Hanya perlu mendenga dan menjawab.
Gadis kecil yang dihadapannya ini tak juga mengantuk padahal dari tadi sudah menguap. susu didalam botol sudah habis tapi tidak ada tanda tanda akan terlelap. Akhirnya Deren kalah.
Deren tertidur. kepala berada diatas lengannya.
"Papa" rengek Rara.
Rara melihat papanya tertidur. Rara menghentikan permainannya. meninggalkannya tanpa menyusun kembali ketempat semula.
Rara menaiki tangga menuju kamar Elza.
Tok...Tok.
"Mama?" panggil Rara.
"Buka aja sayang" pekik Elza dari dalam kamar.
__ADS_1
Elza yang sedang mengantikan popok baby Rayyan tersenyum manis putrinya yang sedang berada didalam kamarnya.
"Dede udah mandi ya ma?" tanya Rara.
"Iya" jawab Elza.
Elza celinggukkan mencari sesuatu.
"Mama cari apa?" tanya Rara.
"Mana papa kamu sayang?".
"Oohh.. papa. Papa tidur dimeja" jawab Rara santai.
"Hahahh" .
.
. ig otor zafa_milea
.
Mampir yuk dikarya temanku.
Cuplikan bab
Mas Pras menarik tanganku, dan membawaku masuk ke dalam kamar. "Kamu itu apa-apaan sih, berdebat seperti itu dengan ibuku, Dek?"
"Mas, tapi ibu yang mulai. Ibu mengungkit uang itu lagi. Apa aku harus selalu diam? Apa selama ini aku kurang mengalah pada ibu?" ujarku dengan parau, rasanya untuk mengungkapkan kesesakan yang kurasa begitu sulit sekali. Aku hanya bisa meneteskan air mata. Aku lelah menjalani situasi rumit ini.
Melihat air mataku, mas Pras mendekatiku dan mengusapnya. Dia tidak jadi memarahiku saat aku mengatakan semua isi hatiku. Dia harusnya paham betul apa yang sebenarnya aku rasakan. Sudah tidak pernah diberi nafkah tapi masih harus dirong-rong oleh keluarganya.
__ADS_1