
Setelah beberapa minggu yang lalu saat Elza mengutarakan apa yang menganjal dihatinya Elza kini El mulai mencari tahu pria mana yang telah menanamkan benih di rahim perempuan yang saat ini menyandang sebagai istrinya.
Di Kantor El
"Aku harus mencari siapa pria itu kasihan Elza harus menanggungnya apa lagi ada Rara tapi bagaimana kelak pria itu memisahkan aku dengan Elza" Guman El yang sambil mengetuk jari dimeja kerjanya.
"Huft" deru nafas kasar El
"Baiklah kita mulai dari sini pencariannya"
Setelah menghubungi beberapa orang anak buah bayarannya kini mereka sedang berkumpul di salah satu ruangan milik El dikantornya.
Brakk, El membanting beberapa lembar kertas keatas meja kerjanya.
"Cari tentang hotel ini dan pastikan semuanya benar dan akurat . Aku ingin besok sudah ada hasilnya" perintah El kepada beberapa orang suruhannya.
Tak sulit El mencari orang bayaran seperti itu karna paman mark asisten pribadi tuan Reymond seseorang mantan mafia yang disegani pada zamannya.
Dan karena kebaikan tuan Reymond yang telah berkorban demi keluarga mark maka sang asisten pun sampai sekarang mengabdikan diri sebagai orang kepercayaan keluarga tuan reymond.
Melalui paman mark lah El mendapat orang orang itu. Tapi ternyata El salah. Beberapa orang itu ternyata kaki tangan daddynya.
Ditempat lain.
"Apa??? El mencari tahu tentang kejadian malam itu"suara tuan reymond yang barusan mendapat telepon dari asisten mark karena barusan saja mendapat informasi dari salah satu anak buahnya. Bahwa El memulai pencarian seseorang.
"Tuan apakah ini harus diteruskan atau tidak" tanya mark pelan.
"Mark. Apa aku harus mengakuinya sekarang tentang apa yang aku lakukan tapi bagaimana dengan istriku" suara putus asa tuan Reymond
"Aku sudah lelah Mark tapi bagaimana dengan darah dagingku anak perempuanku" lirih lesu tuan Reymond yang masih merasa bersalah dengan tindakan ceroboh dan memalukan itu.
"Semua ada pada anda tuan saya hanya mengikuti saja" jawab sopan Mark
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya tuan Reymond menghubungi Mark lagi.
"Mark . Biarkan saja anak buahmu mencari tahu tentang malam itu" ucap tuan Reymond.
"Tapi tuan bagaimana jika tuan muda El mengetahuinya" tanya mark lagi
"Aku yang akan mengatasinya. Mungkin sudah waktunya membuka aib ini" jawab tuan Reymond sungguh sungguh.
__ADS_1
"Baik tuan semua tugas dilaksanakan" kata asisten mark.
Setelah memutus telepon asisten langsung menghubungi anakk buahnya. Dan meneruskan pencarian mereka tanpa melakukan sabotasi di hotel itu.
Masih diruangan El
Setelah memberi perintah kepada orang suruhannya El menghubungi Elza untuk segera keruangannya.
Tok...tokk...
"Masuk" suara dari dalam
ceklekkk. Elza membuka pintu
"El ada apa mencariku tanya Elza yang masih berdiri didepan meja kerja El" tanya Elza
Sedangkan El masih menatap layar laptopnya karena masih banyak perkerjaan yang belum diselesaikan.
Bagaimana tidak selesai karan El seringkali membawa Elza masuk kedalam ruangan hanya untuk melanjutkan sesi percintaan mereka yang tertunda ,tak sempat dilakukan dirumah karena Rara selalu menempel pada Elza.
"Sini sayang" perintah El yang menatap serius Elza
Lalu elza mendekati El tentu saja El tak membuang waktu sia sia.
"Geli El"rintih Elza yang merasa kegelian karena beberapa kali El menciumi bahu Elza berkali kali dan membangitkan hasrat birahi sang ceo muda Miguel Deren Tungka.
"Aku pengen" desis suara parau El ditelingga Elza.
"Kamu gak pernah berhenti maunya itu terus aku capek El" ucap lembut Elza
"Tapi aku pengen gimana. Dosa loh nolak suami" senyum El dibalik badan Elza.
Sedangkan Elza sudah mencebikkan bibirnya.
"Mesum"
El langsung menarik Elza dalam pelukannya dan membungkam bibir elza dengan ******* dan juga decakan dari bibir keduanya.
Nafas Elza terengah engah tapi setelah beberapa menit berciuman.
huekkk...huekkk
__ADS_1
Elza langsung pergi ke kamar mandi pribadi El dan memuntahkan semuanya kedalam closet.
"Sayang kamu kenapa" suara cemas El melihat istrinya yang muntah muntah dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
El melihat Elza mengeluarkan isi perutnya tapi nihil tidak ada apa apa.
"Kamu kenapa sayang" memijit lembut tukuk Elza
Dengan di papah El akhirnya Elza keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa.
"Sayang ini minumnya" El menyodorkan segelar air putih ke Elza dan langsung saja Elza menerimanya .
"Kamu tunggu disini aku panggil dokter dulu" El langsung menelepon dokter pribadinya.
Tanpa menunggu lama akhirnya sang dokter datang juga dan kini sudah berada di ruangan El yang lagi memeriksa Elza dengan teliti dan berulang ulang
"Sakit apa dok?" tanya cemas El
"Kapan terakhir haid? "tanya dokter
"Hemz.. Aku sudah telat tiga minggu dok" jawab elza jujur karena beberapa minggu ini elza memang telat datang bulan dan Elza enggan untuk memeriksakannya.
"Bisa dipastikan anda sedang hamil muda untuk memastikannya anda bisa datang ke klinik untuk di USG . ini ada beberapa vitamin diminum saat akan tidur saja untuk mengurangi rasa mual dipagi hari" ucap dokter itu.
El dalam mode terkejutnya fikirannya sudah kemana mana.. Mengendong bayi dan sebagainya.
setelah dokter itu pergi kini El menatap wajah Elza dengan lekat.
"Kamu hamil ?" tanya El hati hati
Elza hanya menggangguk tanda elza mengiyakan pertanyaan El barusan.
El langsung menciumi tiap jengkal wajah Elza dengan bertubi tubi hingga membuat Elza kegelian.
"Hentikan"
"""""""""""""
Maaf ya jarang up soalnya ank ku sakit..aku gak bisa pegang hape maunya nempel mulu...
boci dlu ya...met bobok siang...😉😉😉
__ADS_1
mampir yuk dikarya temanku