
Selamat Membaca
...............
Saat malam menjelang keluarga besar tuan Raymond berkumpul di ruang keluarga. Rara yang mandapat banyak tugas dari sekolahnya hanya berpusing ria. Karena tidak ada satu pun yang bersedia membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah satu ini.
"Please.. Bantu ajarin dong" mohon Rara.
Semua orang disana enggan membantu Rara. Kenapa? Karena setelah dibantu Rara menyombongkan kepintarannya pada teman temannya.
Daddy Ray menolak membantunya kali ini.
"No debat. Daddy tak bisa membantumu"
"Tapi Dad. Tolong lah anak gadismu yang cantik ini" Rara mengiba. Tuan Ray tetap lah Tuan Ray seperti dulu. Jika tidak akan tetap tidak. Tidak kan merubah apa pun.
Rara menyerah. Karena malas berdebat lagi. Akhirnya Rara masuk kekamarnya dalam keadaan marah.
Micel melihatnya pun tergerak untuk membantu pekerjaan rumah itu tapi sayangnya niat Micel menjadi sia sia karena Deren telah naik keatas menemui putri sambung sekaligus adik beda ibu ini.
"Tokk.. Tokk"
"Buka donk pintunya. Ini papa sayang"
Ceklekk pintu di buka dari dalam. Menampilkan wajah sembab karena habis menangis.
"Kok nangis.. Anak cantiknya papa" goda Deren.
"Sudah.. Sudah berenti nangis dong" pinta Deren sambil mengelus puncak kepala Rara dengan sayang.
Deren duduk disamping Rara yang masih sesegukkan karena menangis.
"Papa mau kok bantu kakak Rara ngerjain tugas. Gimana mau gak?" tawar Deren
"Apa papa bisa ngerjainnya. Biasanya yang ngajarin aku itu daddy. Tapi ngeselin banget daddy hari ini masa gak bisa bantu anak sendiri" kesal Rara.
__ADS_1
Rara yang semakin besar dan dewasa terkadang belum bisa mengontrol emosinya. Rara yang mempunyai sifat pemarah dari turun dari daddynya sendiri.
Tuan Ray yang terkadang bisa merubah sifatnya seketika jika sesuai dengan keadaan. Begitu pula saat ini. Bukan tak mau mengajari anak gadisnya ini. Tapi lihat lah sendiri sifat dan emosi Rara kadang tak terkontrol.
"Sudah.. Jangan bicara begitu . Itu daddy kita. Sini papa liat PRnya Rara" bujuk Deren.
Deren mengambil buku yang dibuang Rara dekat lemari tivi dikamarnya. Deren mencari halaman yang disebutkan Rara tadi.
"Waduh??"
"Kenapa pa?" tanya Rara .
"Ini sih emang daddy yang bisa ngerjainnya" bathin Deren.
"Pa??" panggil Rara lagi.
"Iya.. " jawab gugup Deren.
Saat Deren membuka buku itu ternyata isinya bilangan matematika semua dan menjurus ke logika matematika .
Bukan Deren tak bisa mengerjakannya. Tapi Deren malas berfikir tentang pelajaran itu. Daddynya yang berotak pintar dan cerdas yang bisa mengerjakannya.
Otak Rara ternyata sama seperti Deren .. menemukan kesulitan diantara kesulitan.
Deren mengaruk kepalanya yang tak gatal. Deren berusaha mencari kunci jawaban itu secepat mungkin karena tak ingin malu jika ketahuan dirinya tak bisa mengerjakan soal pelajaran tadi.
"Selesai" tak butuh waktu lama bagi Deren untuk mengerjakannya.
Deren berfikir keras untuk menyelesaikannya tepat waktu . Tapi pada saat dirinya menoleh kesamping yang diajak belajar pun sudah tertidur lelap.
Deren tersenyum melihat Rara tidur sambil memeluk boneka marsya.
"Selamat tidur adik ku" ucap Deren yang mencium puncak kepala Rara. Menyelimuti Rara dan Deren langsung keluar kamar Rara dan menutupnya.
Deren langsung menemui keluarga besarnya yang masih tersisa di ruang tengah karena sebagiannya sudah masuk kamar untuk beristirahat termasuk Elza.
__ADS_1
Deren melihat Daddynya duduk sendirian dipondok taman sedang menghisab satu batang rokok kesukaan Daddynya.
"Dad?" sapa Deren.
"El.. Duduk lah" perintah Daddy Ray.
"Cuaca disini masih dingin ya Dad?" tanya Deren memulai pembicaraan.
"Iya. Makanya daddy lebih senang tinggal disini dibanding Ibukota. Selain udaranya masih sejuk dan dingin" ucap daddy Ray.
"Dad. Apa daddy bahagia?" tanya Deren.
"Tentu saja daddy bahagia. Mommymu sehat dan ada adik perempuanmu itu semua membuat daddy bahagia" jawab daddy Ray sungguh sungguh.
"El?" Deren masih melihat raut bahagia diwajah daddynya. Betul kata daddynya tadi. Udara disini sangat sejuk dan asri.
"Iya Dad"
"Maafkan Daddy" ucap Daddy Ray.
"Sudah lah dad jangan selalu meminta maaf. Kejadian itu sudah lama sekali aku sudah mengikhlaskannya" kata Deren sungguh sungguh.
"Sampai saat ini Daddy masih malu dengan apa yang Daddy perbuat masa dulu. Dan entah perasaan apa ini setiap melihat Elza.. Aku merasa ada gelora yang tak bisa aku jelaskan" bathin Daddy Ray.
.
.
Mampir yuk dikarya temanku
Blurb.
Mengisahkan perjuangan Zaki, putra ayah Yusuf dan bunda Fatima (dalam novel *_Ketulusan Cinta Nabila_*) untuk mendapatkan restu dari orang tua sang pujaan hati, Delia Zahwa, yang merupakan putri kyai pengasuh pondok pesantren (dalam novel *_Menjagamu Dengan Doa_*).
__ADS_1
Sanggupkah Zaki menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh orang tua sang gadis yang sudah lama di incar nya itu dengan tepat waktu, sehingga mereka berdua bisa bersama-sama?
Ikuti terus kisah Zaki dalam mengejar cinta, hanya di... *_FINDING LOVE_*