
Tuan Rey sudah membaringkan putrinya tidur dikamar baru yang bernuansa pink bergambar cinderella.
Saat tuan Rey akan meninggalkan kamar putrinya.
"Dad" panggil Rara yang ternyata sudah bangun sedari tadi.
"Kenapa sudah bangun" ucap Tuan Rey yang langsung memeluk posesif putrinya.
"Haus dad" lirih Rara menunduk.
"Ayo ikut daddy turun kebawah ,kita akan membuat jus saja. Apa Rara suka ?" tanya daddynya.
Dan saat itu juga Rara dan Daddynya membuat minuman segar entah berbahan apa setelah membuat kacau dapur mewahnya kini mereka sudah berada di ruang keluarga.
"Capek?" tanya daddynya.
"Iya dad. Aku mulai ngantuk" ucap Rara yang sambil mengucek matanya beberapa kali karena matanya sudah letih.
"Baik lah sayang "
Tuan Rey langsung menidurkan Rara kembali kekamar barunya. Setelah tidur tuan Rey segera kembali keruang kerjanya. Untuk menyelesaikan pekerjaan yang siang radi tertunda.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam tuan Rey kembali kekamar putrinya .
Ceklekkk...tuan Rey membuka kamar. Dia melihat putrinya yang tertidur nyenyak dikasur mewah yang dipilihkan tuan Rey sendiri.
__ADS_1
"Aku tak tahu harus bilang apa. Aku menerimamu karena tak ingin melepaskan tanggung jawab ini. Aku ayahmu peri kecilku yang cantik. Jangan pernah jauh dari daddy. Kau anak perempuan daddy jadi lah anak yang selalu berbakti pada orang tua dan ingat pesan daddy kamu harus bisa jaga diri seandainya suatu saat daddy tak bisa lagi menjagamu" bathin tuan Rey meneteskan air mata sekilas.
Tuan Rey tak pernah menyangka karena kesalahn seseorang Elza harus menjadi korban. Meski tuan Rey sudah mengetahui jati diri Elza sebelumnya bahwa Elza adalah wanita malam.
Akan tetapi tuan Rey tak pernah menyangka bila perbuatannya itu berbuntut panjang.
Elza sang wanita malam itu telah melahirkan seorang anak perempuan yang nyaris hampir sama wajahnya dengan tuan Rey. Parasnya yang kebulean sangat mirip dengan daddy sambungnya yaitu Deren.
Ditempat lain.
"Tidurlah sayang. Kenapa dari tadi menangis" ucap Deren yang sedari tadi melihat sang istri trus mengeluarkan air matanya. Karena baru kali ini sang putri jauh darinya. meski sudah berapa kali mengizinkan Tuan Rey membawa Rara tapi dihati Elza tak mudah dan tak cepat seseorang membawa anaknya dengan mudah meski tuan rey adalah ayah biologisnya.
"Rara sayang" tangis Elza.
"Tidak...tidakk" potong cepat Elza.
"Kenapa masih menangis" ucap Deren yang langsung menarik tubuh Elza kedalam pelukannya..
"Jangan khawatir Rara baik baik saja.Rara sedang bersama daddy" ucap pelan Deren sambil membelai lembut rambut hitam berkilau Elza.
Elza berhenti menangis lalu tidur kedalam pelukan sang suami. Mungkin karena faktor kehamilannya sehingga Elza mudah sekali menangis .
Saat Elza tertidur. Deren menelpon daddynya
"Dad bagaimana Rara apa menyusahkan daddy?" tanya Deren.
__ADS_1
"Tidak nak . Kalian satu darah beda ibu bagaimana anak anak Reymond bisa menyusahkan daddynya" ucap bangga tuan rey.
"Maafkan aku dad" lirih Deren.
"Untuk?" tanya tuan rey.
"Aku selalu menuduh daddy yang tidak tidak" ucap Deren lagi.
"Hei boy sampai kapan pun daddy tidak akan meninggalkan mommy mu . Daddy yang salah bukan mommymu" ucap tuan rey lagi.
"Hiduplah terus bersama istrimu bahagiakan dia" ucap tuan Rey lagi.
Semenjak kejadian itu tuan sebenarnya masih sangat bersalah akan kesalahannya itu sehingga menghadirkan anak perempuan dari rahim berbeda.
.
.
mampir yuk dikarya temanku.
blurb
Samudra Alegian, seorang pria yang dibesarkan dalam keluarga yang lengkap dan harmonis, kehidupannya sangat bahagia, namun kesalahannya adalah mencintai wanita bernama Nayna Rastian. Wanita cantik namun angkuh. Wanita satu satunya yang mampu menolak cintanya dan juga mempermalukannya di depan umum. Hingga rasa cinta itu berubah menjadi benci. Mereka saling membenci, saling menyakiti. Tapi kemudian mereka menikah karena perjodohan keluarga. Namun mereka pandai berpura pura harmonis di depan publik, terlihat bagaikan pasangan yang sempurna demi sebuah prestise. Bagaimanakah nasib pernikahan mereka yang didasari oleh rasa benci? Akankah Samudra mencintai Nayna kembali?
__ADS_1