
Selamat membaca😘😘
...................
Derren sangat mencintai Elza meski Derren sudah mengetahui siapa Elza sebenarnya. Dan apa lagi Daddynya Deren sang Tuan Penguasa raja bisnis di penjuru belahan Negara manapun.
Tuan Reymond hanya ingin bertanggung jawab tapi apa boleh buat Derren tak mau menceraikan Elza karena dia terlanjur mencintai istri tak sengajanya itu.
"ceklekkk" Derren membuka pelan pintu kamar mandi.
Dengan handuk sebatas pinggang sehingga terlihat jelas roti sobeknya . Elza yang tak sengaja melihat langsung menelan kasar ludahnya.
Elza masih mengamati Derren yang berpakaian .
"Lihat apa sayang?" bisik Derren.
Elza yang terkejut langsung berdiri dan salah tingkah.
Deren melihat itu hanya tersenyum simpul.
Ditempat lain.
"Seandainya waktu itu ayah tak menyembunyikan kebenaran bahwa putriku masih hidup" tangis nyonya Nur pecah mengingat masa lalunya.
Kilas balik .
"Tinggalkan laki laki itu Nur!!" perintah pak ismail kepada putri satu satunya.
"Maaf..Yah aku tak bisa" jawab parau gadis itu.
"Beri Ayah alasan mengapa kau tak bisa meninggalkan laki laki Turki itu?" tanya Pak Ismail.
"Karena saat ini aku sedang mengandung anaknya" lirih Nur menggenggam erat jemarinya hingga memutih.
Jjeeeddddaaarrrrrr.
Bagai disambar petir Pak Ismail mendengar pengakuan dari anak gadisnya ini.
"Hamil" suara parau Pak Ismail lagi.
Nur hanya bisa pasrah dengan mengangguk kepalanya beberapa kali.
"Kalian berzina?" teriak Pak Ismail.
Nur menggeleng lemah.
"Tidak Ayah!! Kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu" tangis Nur.
"Kalian menikah tanpa aku" .
"Tinggalkan rumahku pergi lah dari sini" teriak Pak Ismail mengusir Nur dengan kasar.
Pak Ismail yang notabenenya yang disegani banyak orang harus menyembunyikan keadaan Nur yang sebenarnya.
Pak Ismail tak mau mengambil resiko bila rekan bisnisnya mengetahui celah buruk keluarganya.
Akhirnya Nurliza terpaksa pergi dari rumahnya dan menemui kekasih halal yang telah menanamkan benih kedalam rahimnya.
Pak Ismail tak menyangka bila putrinya begitu tega mencoreng wajahnya yang menjadi sangat hina.
__ADS_1
Pak Ismail terpaksa mengusir Nur dari rumahnya.
"Aku akan memutar akal agar Nur mau meninggalkan lelaki itu" geram Pak Ismail.
Masa kini.
"Bersabarlah" bujuk Tuan Ahmed .
Istrinya mengangguk patuh pada suaminya.
Nyonya Nur sangat mencintai suaminya. Mereka sempat berpisah sepuluh tahun . Tapi tuan Ahmed tak menyangka bahwa putri mereka yang disangka telah meninggal dunia ternyata masih hidup.
Kenyataan itu baru saja di ungkapkan beberapa tahun yang lalu. Oleh seseorang mantan kepercayaan Pak Ismail.
Pak Ismail tega menukar cucu yang masih hidup dengan bayi yang telah meninggal dunia. Dengan mengatakan bahwa putri Nur telah meninggal dunia dikarena tak selamat saat dilahirkan kedunia.
Saat itu keadaan Nur dan juga Tuan ahmed sedang dilanda ribut besar hingga terjadi perpisahan diantara mereka.
Sakit sekali perasaan suami istri itu mereka baru menyadari kebenaran tentang sebenarnya.
.
.
follow ig otor zafa_milea
.
.
mampir ke karya temanku.
_'i really miss U Mom,"_ Laura yang sedang serius memperhatikan materi seminar di sebuah hotel di Bandung merasakan ada getar di tasnya. Dilihatnya ada pesan masuk dari Nazwa.
_'Kamu sedang istirahat? Mengapa bisa bawa ponsel ke sekolah?'_ cepat Laura menjawab karena jam sekolah Nazwa tidak diperbolehkan membawa ponsel oleh sekolahnya.
_'i'm at home. I’m sick Mom,'_ balas Nazwa.
_'Share lock alamat rumahmu ya, nanti sesudah seminar selesai Mommy ke rumahmu. Mommy sedang seminar,'_ Laura membalas chat Nazwa dan menjanjikan akan mengunjungi putri kecilnya. Laura tahu, sebagai dokter anak tentu Syahrul tahu apa yang diderita anaknya sehingga merasa tak perlu di rawat di rumah sakit.
Seminar hari ini selesai pukul 17.00 dan akan dilanjutkan esok hari pukul 08.00. Laura segera keluar hotel dan menuju ke supermarket sebelum mengunjungi Nazwa. Dia membeli bahan salad, bahan puding serta ice cream untuk kedua buah hatinya. Walau dia belum bisa membalas cinta Syahrul, tapi sejak 4 tahun lalu masih ada Tommy dia memang sangat menyayangi kedua anak itu.
“Assalamu’alaykum,” sapa Laura ketika sampai di rumah Syahrul dan disambut pekik manja Fahri. “Mommyyyyyyyyyyyy!”
“Jawab salam Mommy dulu Jalu,” jawab Laura. Seringkali orang tua di wilayah Jawa Barat memanggil anak lelakinya dengan sebutan Jalu.
“Hehe … wa’alaykum salam Mommy,” sahut Fahri sambil mendekap Laura yang langsung memberikan kotak ice cream padanya. Selain itu Laura menurunkan belanjaannya lalu masuk ke dalam mengikuti Fahri.
Di ruang tamu ada dua gelas sirop dan tas wanita. Laura jadi tidak enak hati karena datang di saat yang tidak tepat. “Fahri, ini di taruh di mana?” tanya Laura sambil menunjukkan bahan puding dan bahan salad yang dia beli.
“Taruh sini aja Mom,” Fahri mengajak Laura yang memang baru 1 kali itu datang ke rumah Syahrul. “Ayok kita ke kamar Kakak,” ajak Fahri sambil menggenggam jemari Laura dan menariknya ke lantai 2 rumah itu.
“Mommy …,” Nazwa langsung berteriak saat melihat Laura di depan pintu kamarnya ditarik Fahri.
“Assalamu’alaykum,” sapa Laura. Dia melihat ada perempuan cantik di ruangan itu selain Syahrul dan Nazwa.
“Wa’alaykum salam,” Syahrul dan perempuan cantik itu menjawab hampir bersamaan. Laura menghampiri untuk berjabat tangan baru dia menghampiri Nazwa.
__ADS_1
“Thank’s for coming. I really miss you Mom,” Nazwa langsung mengambangkan tangannya minta dipeluk. Laura duduk di ranjang dan memeluk erat putri kecilnya.
“Princess Mommy sakit apa?” tanya Laura lembut sambil membelai pipi Nazwa.
“Cuma demam aja Mom, kemarin siang aku kepeleset dan jatuh di kolam ikan sekolah,” sahut Nazwa lirih.
*“Tell me the truth,” *bisik Laura. Tak mungkin Nazwa bisa jatuh terpeleset. Nazwa yang mengetahui tak bisa berbohong pada Laura langsung menangis terisak dipelukan perempuan yang dia harap bisa menjadi ibu sambungnya itu. Hanya Laura yang bisa langsung tahu kalau cerita yang dikatakannya adalah kebohongan.
Syahrul yang kaget akan kedatangan Laura di rumahnya menjadi serba salah karena saat itu dia sedang bersama perempuan lain. Ditambah lagi sekarang dia melihat Nazwa menangis dipelukan Laura. Syahrul semakin merasa bersalah terhadap putrinya. Dia mengajak Fahri dan teman perempuannya keluar dari kamar Nazwa. Dia ingin memberi kesempatan pada putrinya untuk bercerita dengan Laura.
“Mommy bisa kunci pintu kamar?” pinta Nazwa pada Laura. Tanpa membantah Laura mengerjakan apa yang Nazwa minta.
“Sekarang ceritakan, mengapa kamu sakit,” pinta Laura.
“Aku sedih Mom,” Nazwa memulai ceritanya. “Seminggu lalu Nenek dari Padang menghubungi Daddy. Meminta agar Daddy segera menikah lagi dan Nenek menjodohkan Daddy dengan tante tadi. Aku enggak suka,” Nazwa kembali terisak.
Laura kaget mendengar alasan Nazwa sakit. Dia tak menyangka gadis kecilnya mengalami tekanan batin hingga membuatnya demam. “Kita tak boleh mencampuri urusan Daddy dan Nenek. Mereka sudah dewasa dan tentu sudah berpikir yang terbaik untuk mereka. Sejak dulu Mommy sudah bilang ‘kan? Mommy akan tetap ada untuk kalian walau Mommy tidak menikah dengan Daddy. Kalian tak akan pernah Mommy tinggalkan. Jadi kamu tenang saja. Biarkan Daddy menentukan keputusannya. Jangan kamu membuat Daddy menjadi anak yang membantah orang tuanya,” dengan lembut Laura menasihati gadis kecilnya.
“Tapi Mom …,” bantah Nazwa. Ia tidak rela perempuan yang dikirim neneknya menjadi istri daddynya. Karena sejak bertemu pertama Nazwa mempunyai kesan tak baik pada perempuan itu. Dia langsung tak suka saat pertemuan pertama dengan dirinya dan daddynya, perempuan itu langsung bergayut manja pada lengan daddynya. ‘Baru kenalan saja sudah begitu kelakuannya.’ Walau masih remaja, tapi Nazwa bukan anak kecil yang tidak bisa membedakan perempuan nakal dengan perempuan baik-baik.
“Enggak ada tapi! Kamu sudah makan?” tanya Laura cepat.
“Belum.”
“Kita turun yok, kita makan lalu kamu minum obat. Bisa jalan ‘kan?” tanya Laura.
“Bisa Mom,” Nazwa menjawab lalu mengenakan sandal rumahnya, dan bergandengan tangan menuju ruang makan. Laura kaget saat asmpai di ruang makan. Di sana dilihatnya Syahrul sedang diambilkan nasi oleh perempuan itu.
_'Bagaimana bisa dia makan tidak mengajak anak-anaknya!'_ Laura jadi bingung melihat Syahrul yang sepertinya bukan seorang ayah yang dikenalnya selama ini.
“Kamu duduk dulu, Mommy siapkan makanmu ya,” tanpa menyapa kedua orang yang ada di meja makan Laura menyuruh Nazwa duduk dan menyiapkan piring, tapi dia lalu ingat Fahri.
“Bik, bisa minta tolong panggilkan Fahri?” pinta Laura sopan.
“Baik Non,” sang bibik segera memanggil Fahri di kamarnya.
“Kamu sudah makan?” tanya Laura manis.
“Belum Mom,” jawab Fahri sambil menggeleng.
“Makan bareng Kakak ya, sini Mommy ambilkan,” Laura langsung mengambilkaan Fahri nasi dan sayur serta ayam goreng.
“Mommy enggak makan?” tanya Fahri.
“Mommy cukup kenyang melihat kalian makan,” jawab Laura sambil tersenyum manis. Dilihatnya selintas perempuan itu makan tanpa peduli sedang Syahrul hanya mengaduk-aduk nasi di piringnya tanpa menyuap sama sekali.
Selesai anak-anak makan Laura langsung menuju dapur. Cepat-cepat dia membuat puding coklat dan fla nya. Lalu dia minta bibik menyimpannya di kulkas. Tadi dia meminta bibik juga membantunya memotong aneka buah untuk salad. Sekarang dia mengaduk buah dengan bumbu salad lalu ditaburi parutan keju. Salad itu sengaja dia letakkan dalam mangkok kecil-kecil lalu dia minta bibik simpan di kulkas. Dia akan segera pamit karena tak enak mengganggu Syahrul.
“Mommy sudah membuatkanmu salad buah dan puding coklat. Sekarang Mommy kembali ke hotel ya. Mommy masih banyak kerjaan karena sedang seminar,” pamit Laura pada Nazwa dan Fahri yang sedang di kamar Nazwa.
“Kenapa Mommy tidak menginap?” tanya Nazwa. Dia berharap Laura bisa tinggal lebih lama.
“Mommy sedang seminar sayang, kamu selalu kabari Mommy ya. Dan jangan membantah. Turuti semua yang Daddy perintahkan. Promise?” Laura memeluk Nazwa lalu diciumi pipi dan kening gadis kecilnya itu.
“Yes Mom,” jawab Nazwa lemah.
“Salad dan pudingnya dimakan ya?” Laura mengingatkan keduanya. “Ayok Fahri temani Mommy turun,” Laura tentu agak sungkan pamit pada Syahrul yang sedang berdua dengan calon istrinya.
“Maaf, saya pamit. Assalamu’alaykum,” Laura menyodorkan tangannya untuk pamit. Dia rasakan Syahrul agak mengeratkan jabat tangannya, tapi dia tak menggubrisnya. Dia langsung keluar rumah itu ditemani Fahri. _'Bahkan kamu tidak memperkenalkan calonmu padaku Bang.'_
__ADS_1
_'Tapi aku memang tak bisa marah, bukankah aku belum menerima cintanya, walau dia berjanji akan menunggu jawabanku sampai kapan pun. Dia masih pria lajang. Sehingga tidak salah kalau dia memilih bosan menunggu dan berpaling pada perempuan pilihan ibunya. Aku tidak boleh marah dan bersedih!'_ Laura langsung memberi motivasi untuk dirinya sendiri agar tidak lemah dan melupakan Syahrul. Dia melajukan mobilnya menuju Dago. Dia ingin menenangkan hatinya sendiri.