
Setelah selesai bersiap siap kini Elza dan juga Deren langsung bergegas pergi kerumah sakit dimana mommy Deren di rawat secara intensive.
Kini mereka sudah sampai diparkiran rumah sakit setelah memakirkan mobil mewahnya Deren menggenggam tangan Elza posesif.
"Kamu jangan takut aku selalu berada disamping kamu" bisik Deren ditelinga Elza dan sang istri pun tersenyum mendengar penuturan sang suami.
Entah apa yang merasuki mereka sekuat apa pun cobaan menghalangi tetap saja Deren mempertahankan istrinya dan akan selalu berada didalam dekapannya.
Sepasang suami dan istri itu menuju kamar rawat inap sang mommy Deren.
Ceklekkk
Deren membuka pelan pintu tersebut. Dan Elza masih setia menunggu Deren diluar ruangan.
Deren mengedarkan pandangan ternyata terbukti dugaannya. Bahwa daddynya juga berada didalam ruangan yang sama dengan dirinya.
"Dad" panggil Deren sehingga laki laki paru baya itu mendongak melihat siapa yang telah memanggilnya dengan sebutan "Ayah"
Yang merasa terpanggil pun langsung menutup novel yang dia baca sebelumnya.
"Duduk sini" ajak daddynya. tentu saja Deren menurut. Kenapa tidak? lalu Deren duduk disamping daddynya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan mommy" tanya Deren.
"Lihat lah masih seperti kemarin kemarin belum ada kemajuan" jawab daddynya pasrah.
Deren pun mengangguk pelan.
"Begini dad. Diluar ada Elza ingin menjenguk mommy. Apakah boleh?" tanya pelan Deren kepada sang ayah.
"What?" suara daddy Deren tertahan.
"Aku mohon sekali saja dad" Deren memohon pada daddynya agar sang ayah memperbolehkan sang istri menjenguk mertuanya.
"Oke jangan lama"
"Mom ini Elza . Maaf baru bisa menjengukmu. Aku sedang hamil usia kandunganku sudah memasuki minggu ke delapan. Doakan ya mom sehat selalu dan aku juga selalu mendoakan mom supaya cepat kembali dan berkumpul dengan kami semua" ucap tulus Elza pada sang mertua dan mommy Deren pun merespon dengan apa yang dia dengar.
Tubuhnya lumpuh dan tak bisa bergerak akan tetapi telinganya masih mampu mendengar.Tiba tiba jari jemari mommy Deren bergerak. Dan Elza melihatnya .
"Sayang kesini" panggil Elza dan Deren pun langsung berdiri dan menghampiri sang istri.
"Ada apa sayang" tanya Deren.
__ADS_1
"Lihat sayang jari jari mommy bergerak cepat panggil dokter" perintah Elza agar sang suami pun cepat bergerak.
Keadaan itu pun tak luput dari pendengaran daddy Deren bahwa sang istri mulai merespon dengan apa yang didengarnya barusan.
Seketika itu pula daddy Deren langsung menemui sang istri dan menyentuh tangan dan juga tubuh istrinya. Pandangan itu pun terlihat oleh Elza betapa sang mertuanya ini sangat mencintai istrinya.
Saatnya Deren memanggil dokter tiba lah dokter diruangan mommynya.
"Maaf semuanya tunggu diluar biar dokter yang memeriksanya" kata perawat yang hendak masuk. kedalam ruangan beserta dokter yang khusus menjaga mommy Deren.
Disana juga ada adiknya Deren. Semenjak kejadian itu adiknya belum sama sekali membuka suara perihal kejadian itu.
Setelah lima belas menit mereka menunggu diluar. Akhirnya sang dokter pun membuka pintu ruangan.
"Bagaimana dok?" tanya daddy Deren dan juga Deren tentunya. Mereka serentak melontarkan pertanyaan yang sama.
"Begini tuan. Nyonya keadaanya membaik. Sejauh ini sudah merepon yang baik tapi saya sarankan agar nyonya terus diajak ngobrol agar pendengaran beliau tetap baik. Dan juga merespon baik disekitarnya. Saya undur diri dulu. Permisi" kata dokter yang menjelaskan apa yang harus dijawabnya.
"""""
mampir yuk dikarya teman otor..
__ADS_1