
Selamat Membaca
................
Dipagi hari ini semua keluarga besar daddy Ray sudah berkumpul di meja makan untuk memyantap sarapan pagi bersama. Tapi sayang ada salah satu anggota keluarga yang tak hadir yaitu Rara.
Gegara semalam merajuk dengan kelakuan daddynya. Membuat Rara malas untuk bertemu daddynya. Rara yang telah berangkat sekolah pukul 6 pagi. Hanya berpamitan pada mommynya saja.
Mommy Elina bisa melihat raut wajah Rara yang masih memberengut saat pergi sekolah tadi. Mom Elina tak banyak bicara. Hanya menggelengkan kepalanya. Yang sifatnya sama seperti suaminya. Sama sama keras kepala.
Kegiatan sarapan pagi di hari ini berjalan mulus tak ada drama baru dikeluarga daddy Ray.
Setelah sarapan pagi mereka semua berkumpul diruang tengah. Para ibu ibu sedang bersiap siap untuk merencanakan makan siang. Sedangkan bapak bapak disana sedang sibuk dengan acara tanam menanam.
Daddy Ray membuka pembicaraan pagi itu .
"Ada ada aja tingkah Rara. Udah pakai merajuk segala . Terkadang daddy kualahan menghadapi sifatnya itu . Pemarah" ucap Daddy Ray.
Sedangkan Deren dan Micel hanya jadi pendengar.
Mereka berdua tahu jika semua sifat Rara diturunkan langsung oleh Daddynya sendiri. Deren tak menampik jika kemiripan yang dia miliki sama juga dengan Rara.
Jika dibandingkan sifat Elza. Rara cenderung sangat mirip dengan kelakuan dirinya. Namanya juga saudara satu darah tentu saja mirip.
Terkadang Deren merasa ingin marah karna kelakuan daddynya yang diluar batas tapi semua terjadi karena luar batas kemampuan Tuan Ray untuk menjaga diri . Disaat semua terjadi dengan sendirinya. Tanpa perlawanan yang berarti.
__ADS_1
Disekolah Rara.
Rara mengumpulkan tugasnya semalam yang dibantu papanya yang mengerjakan. Tapi lebih tepatnya. Papanya yang mengerjakan tugasnya. Tugas Rara hanya menyalinnya saja.
Rara belum mempelajarinya karena tak sempat setelah dia tertidur.
"Ra. Main kerumah ku lagi yuk" ajak Nurjani.
"Boleh. Tapi jangan sekarang ya soalnya semua keluarga kumpul dirumahku sekarang. Rami banget dirumah" jawab Rara apa adanya.
Setelah mendengar penuturan Rara tadi Nurjani hanya tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya sebelah kiri .
Saat pulang sekolah . Rara langsung pulang kerumahnya. Terlihat sepi.
"Kemana semua orang bik?" tanya Rara yang baru saja masuk kearah dapur mencari asisten rumah tangga.
"Udah udah .. Makasih ya bik" potong Rara cepat.
Pusing mendengar jawaban panjang dari salah satu asisten dirumahnya ini. Akhirnya Rara mengetuk pintu kamar mommynya.
"Mom?" panggil Rara.
"Masuk" jawab mommy dari dalam kamar.
Ceklekk..Rara masuk setelah menutup pintu mommynya. Rara memang selalu diajarkan untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk kedalam kamar milik orang lain termasuk kamar orang tuanya.
__ADS_1
Rara langsung mencium punggung tangan mommynya dan mendaratkan pelukannya.
"Kenapa lagi?" tanya mommy .
"Kesel sama daddy" kesal Rara.
"Gak boleh gitu. itukan daddy Rara.mau kualat sama orang tua sendiri" nasihat mommy.
Rara hanya mendengus . Dan mengerucutkan bibirnya saja.
"Itu kalo dibilangin. Bibir bisa panjang lima centi kalau gitu terus. Setiap ngambek gitu" omel Mommy.
"Biarin" jawab asal Rara.
.
.
Mampir yuk dikarya temanku.
Blurb.
Gara-gara menolong Rinjani yang terkurung di dalam toilet, Hazel malah harus segera menikahinya. Bukan karena dituntut untuk bertanggung jawab, tetapi orang tua Hezel mengira jika anaknya sudah tidak sabar untuk menyentuh Rinjani.
__ADS_1
Hazel dan Rinjani memang sudah ditunangkan saat mereka masih bayi. Namun, Rinjani yang menganggap pertunangan itu tidak sah malah jatuh cinta kepada ketua kelasnya.