
Elsa tersadar dari lamunannya ketika El menyentuh pelan pundak Elza.
"Sayang kita sudah sampai"
"Ooo" hanya kata itu saja yang keluar dari mulut Elza.
Dan mereka lalu masuk kerumah dengan senyum yang masih mengembang.
Saat akan masuk kerumah.
"Dari mana saja kalian?" tanya Inez yang berada di depan televisi sambil meminum minuman kaleng yang rendah alkohol. Dan tanpa melihat kedua insan yang sedang kasmaran.
Saking mereka terkejutnya El melepas rangkulannya pada Elza.
"Aku kekamar dulu ya. Kalian lanjut saja" ucap El yang bergegas masuk kedalam kamarnya.
Diruang tengah Ines sedang menceramahi Elza seperti ibu yang sedang memarahi anaknya.
"Kayaknya udah ada perubahan yang signifikan. Gak kebenturkan kepala elu" selidik inez.
"Oh itu. Em" ucap Elza ragu.
"Udah jujur aja. Udah ngapain aja?Tuh bekas cupangan elu keliatan" Inez menunjuk bekas gigitan di daerah leher Elza.
"Masa sih" kaget Elza yang langsung mengambil kaca yang berada didalam tas kecilnya.
__ADS_1
Saat Elza melihatnya
"Astaga banyak banget. Gimana besok kerja. Ya ampun" gumam Elza yang sambil mengosokkan tisu basah kedaerah sekitar lehernya.
"Gak bakal ilang tuh bekas gigitannya. Mending Elu masuk kamar liat tu anak elu dari tadi nanyain elu" ucap Inez yang merasa kesal karena menunggu lama Elza yang pulang dari kerja atau dikerjakan.
Elza langsung menuju kamarnya saat Elza membuka pintu dia melihat sesuatu yang ada didalam pelukan anaknya yaitu gambar Elza dan juga El.
Hati Elza terenyuh melihat gambaran anak Tk itu, hatinya sedikit mencelos sedikit rasa marah ketika dia membayangkan "Siapakah pria itu yang sudah menanamkan benih kepadanya"
"Maafkan mama sayang. Sampai sekarang mama gak tau siapa papa kamu. Siapa pria yang memperkosa mama dan membuat kamu hadir disini bersama mama"
Ketidakmampuan Elza untuk mencari laki laki itu sangatlah besar.
"Apa aku harus meminta bantuan El" pikir Elza
"Aku harus menguak cerita ini pada El agar dia bisa membantuku"
Dengan langkah tergesa akhirnya Elza sampai di depan kamar El.
Tok..tok..
Ceklek , saat El membuka pintu Elza langsung menerobos masuk.
"Maaf aku langsung masuk. Begini apa kau bisa membantuku El aku mohon" Elza memohon pada El sambil mengatupkan telapak tangannya kehadapan El.
__ADS_1
"Ada apa sayang ayo cerita" El langsung merangkul pundak Elza untuk duduk bersamanya.
"Oke ada apa pelan pelan ceritakan ada apa" tanya El
"setelah aku cerita apa kau masih mau untuk bersamaku?" tanya Elza
Merangkup perasaannya yang bertanya tanya ,apa kah laki laki ini masih mau menerimanya . Itu lah segenap pertanyaan yang ada didalam fikiran Elza.
Dan tanpa disadari Elza sebenarnya El sudah mengetahui Elza apa pun tentang Elza termasuk " Bekas Wanita Malam" hanya saja El menunggu kejujuran dari Elza sendiri.
"Begini El aku ingin kau membantuku mencari papa kandung Rara dia harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah dia lakukan terhadap aku sehingga membuat Rara ada didunia ini" ucap ragu Elza
Dan El.menyipitkan mata . Ternyata bukan hal yang di fikirkan El yang akan dibahas Elza melainkan ayah kandung Rara.
Dengab rahang mengeras dan tangannya mengepal karena diselimuti rasa cemburu akhirnya El mampu mengeluarkan kata kata.
"Untuk apa mencarinya El" suara datar El yang langsung di sadari Elza bahwa suaminya ini sedang dilanda kecemburuan.
"Aku meminta pertanggung jawaban bukan untuk menikahi ku. Aku hanya ingin dia menerima pembalasan karena telah merudapaksa ku . Itu aja gak yang lain" ucap hati hati Elza karena dia takut suami yang ada dihadapannya ini bisa bisa saja menghancurkan barang barang yang ada dihadapannya karena merasa cemburu yang terlalu.
""""""""
mampir ya dikarya temanku
__ADS_1