
Hai readers tersayang. Selamat malam
maaf ya aku baru bs up skrg dikarena meluluskan promosi untuk novel ku "Aku dan masa lalu"
Selamat membaca.🥰🥰
......................
Tak terasa kandungan Elza sudah mencapai sembilan bulan dan sempurna sekali didalamnya, Elza sudah tak sabar lagi menanti kelahiran bayi yang diperkirakan berjenis kelamin laki laki.
Deren sangat setia mendampingi Elza kemanapun itu. Deren tak mau mengambil resiko jika terjadi apa apa dengan anak dan juga istrinya.
Tak terasa waktu itu telah datang Elza merasakan sakit disekitar perut dan juga pinggangnya.
"Sayang kamu tahan ya" cemas Deren melihat Elza sudah mengucurkan keringat dan menyekanya.
Deren sangat takut melihat Elza yang merintih kesakitan akibat pembukaan untuk jalan lahir putra mereka.
Elza langsung memasuki ruang bersalin dan tentunya ditemani suami tercintanya. Sedangkan keluarga Deren sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat Elza melahirkan.
Tak jauh, hanya menempuh waktu dua puluh lima menit mobil mewah yang ditumpangi keluarga Deren telah sampai dan menuju ruang bersalin.
Semua menunggu diruang tunggu yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit. Tak lama terdengar tangis bayi.
"Oekk...oekkk..oekkk"
__ADS_1
Tuan Rey langsung memeluk istrinya dengan rasa bahagia menyelimutinya.
"Akhirnya" .
Bayi tampan itu terlahir dengan sempurna. Wajah yang tampan perpaduan Papa dan Mamanya. Bola mata yang berwarna dan kulit putih bersih tanpa noda.
Bayi tampan itu lahir dengan bobot 3.5 kg panjang 52 cm . Sungguh sangat menakjubkan.
Setelah semua selesai, Elza langsung dibawa ke ruang rawat inap khusus kelas VIP .Bayi tampan itu berada di pelukan sang Papa.
Tuan Rey tak henti hentinya mengendong dan menciumi cucunya ini. Tapi sayang diantara kebahagian mereka ada seorang gadis kecil yang sedari tadi hanya memberengut saja.
Bibir mungilnya berkomat kamit melihat daddy mommy dan papa serta mamanya seakan melupakannya. Padahal itu tidak sama sekali.
"Sayang" tegur Elza.
Deren yang mendengar pun langsung memicingkan matanya melihat aura negatif dari sang putri sambung. Seakan mengerti apa yang dirasakannya akhirnya Deren mendekati Rara dan membujuknya.
"Kenapa?" tanya Deren.
Gadis kecil itu semakin imut saat melipat tangannya di dada dan mengerucutkan bibirnya.
"Ayo kenapa lagi?" bujuk Deren.
Rara masih dalam mode diam dan merajuknya.
__ADS_1
"Sayang sini dengerin papa. Sekarang Rara di panggil kakak sama adek ini" Deren mengendong putranya dan langsung menghadap Rara agar Rara bisa melihat adiknya dari jarak dekat.
Rara tersenyum lalu mencium adiknya itu dengan gemas.
Tuan Rey merasa sangat bahagia melihat pemandangan itu. Terasa hangat didalam hatinya.
"Semoga kalian selalu bahagia El dan Elza. Amiin" doa tulus tuan Rey untuk anak dan menantunya.
.
.
follow ig otor zafa_milea
.
.
mampir juga dikarya temanku.
blurb.
"Aku tidak pernah menyangka … jika sosok yang selama ini sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri ternyata memiliki perasaan cinta layaknya seorang pria kepada seorang wanita. Dia membuatku berada dalam situasi yang sulit—menjadi ibu tiri sekaligus sahabat dari putrinya sendiri. Aku harus bersandiwara dengan baik dalam belenggu benang kusut yang tidak pasti di mana ujungnya." Anne Malila.
__ADS_1
"Sosok wanita di masa laluku hadir dalam dirimu. Aku tidak bisa mengendalikan perasaan yang sudah lama terkubur ketika melihatmu. Rasa ingin memiliki dan mencintai yang sempat hilang di masa lalu tidak akan aku ulang kembali. Aku harus memilikimu, Anne, karena kamu seperti inkarnasi ibumu di saat dia masih muda dulu." Rudianto Baskoro.