
Selamat Membacaš
...............
"Gimana sekolahnya.. Hemm" tanya Micel penuh tanya.
Selama ini Micel tahu jika Rara disekolahnya menjadi seorang primadona bagaikan bidadari yang turun dari langit, bagaimana tidak kecantikan Rara hampir memyamai para artis yang seleweran tayang di televisi swasta setiap harinya terkadang sudah hapal betul tingkah laku para artis tersebut.
Begitu pula akan kecantikan yang dimiliki Rara adik beda ibu ini. Micel tak menampik jika dirinya mengagumi adiknya ini. Wajahnya dan juga hampir mirip hanya sekitar 50 persen saja.
Wajah Rara sangat mirip pada wajah abang tertuanya yaitu papa sambung Rara . Miguel atau Deren.
Rara yang mendapat pertanyaan itu hanya menghela nafas kasar.
"Kenapa lagi?" tanya Micel.
"Gini ya bang. Secara kecantikan adik mu ini yang membahana selalu di agung agung kan oleh teman temannya. Dan...!!"
"Gak usah lebay" sambung cepat Micel.
"Abanngggg... Kesell dehh ahhhh" rengek Rara.
"Males ngomong sama abang lagi" rengek Rara kembali seperti akan menangis.
"Dasar cenggeng" Micel mencubit kuat hidung mandung Rara.
"Aduuhhh.. Sakiitttt" teriak Rara.
Mommy yang mendengar teriakan dari gazebo langsung berjalan cepat kesumber teriakan.
"Ada apa sih?" selidik Mommy.
"Mommy.. Abang jahat. Cubit hidung aku. Nanti gak mancung lagi sama kayak daddy" tangis Rara dipelukan mommy Elina
__ADS_1
"Sudah sudah. Kamu si cel suka banget ngerjain adiknya. Udah tau cengeng" gerutu Mommy.
Ditempat lain di Ibukota.
"Sudah semuanya sayang?" tanya El dari dalam mobil.
"Sudah semua ini" Elza memeriksa barang bawakannya satu persatu dan saat matanya melirik Seseorang di kursi belakang.
"Rayyan?" tegur Elza. Sang anak melihat sekilas.
"Udah dulu dong main gamenya" perintah Elza tapi sayang anak laki lakinya ini hanya melirik sekilas.
Dihari ini Deren mengajak Elza dan juga Rayyan anak mereka untuk berkunjung kerumah orang tua Deren di Bogor.
Deren sudah merindukan mommynya . Tapi tidak dengan Elza. Bukan Elza tak merindukan kedua mertuanya karena setiap melihat Daddy El . Elza merasa kejadian dulu itu masih terngiang di telinganya. Dan sampai pada saat ini Rara belum mengetahui fakta yang sebenarnya.
Perjalanan sangat menyenangkan . Terkadang El harus mengistirahatkan pinggangnya. Karena El tak membawa supir. El ingin mengendari mobilnya sendiri, mengajak keluarga kecilnya untuk berlibur. Karena yang El tahu . Micel sudah berada dirumah mommynya sekarang ini.
Elza sangat pusing melihat anak laki lakinya ini selalu memainkan game setiap hari meski telah sering ditegur tapi tak membuahkan hasil.
Perjalanan itu akhirnya telah sampai pada tujuannya. Satpam yang bertugas membukan gerbang depan agar mobil sang anak majikan bisa masuk dan menemui keluarganya didalam.
Mommy yang sudah tahu akan kedatangan Deren berserta keluarganya. Memasak sangat banyak sekali apa lagi ada cucu kesayangannya yaitu Rayyan William.
"Assalamualaikum" ucap salam Deren saat memasuki rumah.
"Walaikumsalam" jawab mereka serentak.
Rara yang tidak mengetahui bahwa papa dan mamanya datang berlari memeluk papanya.
"Papa. Rara kangen banget. Mana mama?" tanya Rara sambil melepaskan pelukannya.
"Mama masih didepan. Adik mu tak mau turun" kata Deren pasrah.
__ADS_1
Mendengar itu pun mommy Elina segera keluar melihat cucunya itu.
"Ayo cepatlah masuk Rayyan kita sudah sampai" pinta Elza tapi anak laki lakinya masih memainkan gamenya sepanjang jalan.
"Sayang" tegur mommy Elina.
Elza mendengar suara mertuanya langsung mencium tangan dan mencium pipi kanan kiri mertuanya .
"Sudah.. Nanti mommy yang ngomong . Kamu masuk aja" perintah Mommy Elina. Karena Elza sudah kelelahan. Elza masuk kedalam rumah.
Melihat mamanya masuk. Rara langsung memeluk mamanya.
"Assalamuaikum" .
"Mama .. Rara kangen banget" Rara memeluk erat pada wanita yang telah melahirkannya.
"Jawab dulu donk salam mama" .
"Walaikumsalam".
"Anak pinter" Elza mengelua pucak kepala anak gadisnya dengan sayang.
.
.
Mampir yuk dikarya temanku
Blurb.
Kanaya Khairunnisa terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak bisa ditolaknya dengan abang dari tunangannya sendiri, Kei Hasan. Kehidupan pernikahan mereka tidak berjalan baik karena Kei hanya menjadikan Naya sebagai alat untuk membalas sakit hatinya. Naya yang sedang melaksanakan studi di Perancis harus menelan pil pahit saat mengetahui bahwa sang suami ternyata telah menikah lagi dengan seorang model dan bintang iklan terkenal, Nadia Jefferson. Sang mertua yang sangat menyayangi Naya berusaha untuk menjauhkan Naya dari Kei. Setelah beberapa tahun ternyata takdir malah mempertemukan mereka dalam banyak situasi. Akankah pertemuan demi pertemuan mampu menghangatkan kembali hati Naya yang sempat membeku? Akankah Kei mengungkapkan cinta yang ternyata telah dimilikinya sejak lama? Mari ikuti alur ceritanya.
__ADS_1