Queen Of The Earth

Queen Of The Earth
QotE 20 ∆Upacara∆


__ADS_3

Two weeks later.


Para Alpha maupun Beta dari berbagai pack sudah hampir memenuhi halaman utama mansion. Acara akan dimulai ketika bulan sudah berada di atas kepala. Memang pengangkatan Luna diadakan di luar karena mereka akan membutuhkan sinar bulan tersebut untuk menyempurnakan ritual itu.


Ares tidak hanya mengundang para pemimpin pack werewolf, namun juga para pemimpin klan Witch, Fairy, Elf, dan Mermaid. Ares juga mengundang Xavier—Raja Demon—Raja Kegelapan bagi makhluk immortal. Namun Ares belum bisa melihat Demon tersebut saat ini.


“Mari kita mulai, Alpha,” ucap Mariana sebagai pemimpin ritual. Ada sekitar tujuh sesepuh yang berada di sana untuk membantu Mariana. Tentu saja ketujuh sesepuh tersebut berasal dari klan yang berbeda.


Hera hanya terdiam dengan jantung berdebar. Sungguh dia sangat gugup sekarang. Apalagi mendengar desisan tidak suka dari berbagai klan yang hadir.


Ares menggenggam tangan matenya itu, ia tau matenya sedang gugup. Jika saja dia bisa menghentikan waktu sebentar maka ia akan mencabik mulut para makhluk yang tidak menyukai matenya itu.


“SEBELUM UPACARA RITUAL PENGANGKATAN LUNA BERLANGSUNG, APAKAH ADA YANG TIDAK SETUJU JIKA CALON LUNA BLOOD DARK ADALAH CALON LUNA HERA?!” tanya Mariana dengan suara lantang. Tidak ada yang menjawab pertanyaan tersebut, para makhluk itu diam membisu. Mereka tidak mau membuat King Werewolf murka jika mereka berani menentang matenya.


“Baiklah. Luna Hera Athena Demeter, apakah Anda bersedia mengabdi pada yang mulia Alpha Zeus Ares Asklepios dan Blood Dark pack, meskipun nyawa Anda sebagai taruhannya?”


“Saya bersedia,” jawab Hera gugup. Desisan itupun semakin terdengar. Namun tiba-tiba desisan tersebut menghilang digantikan dengan suara ringisan. Namun Hera mengabaikan itu.


“Apakah Anda bersedia menyerahkan seluruh jiwa raga Anda untuk yang mulia Alpha Zeus Ares Asklepios dan Blood Dark pack?”


“Saya bersedia,”


“Apakah Anda bersedia membantu, menolong, dan mengayomi seluruh rakyat Blood Dark pack?”


“Saya bersedia,”


“Apakah Anda sanggup menanggung tugas sebagai Luna Blood Dark pack yaitu menemani, mendukung, bahkan membantu yang mulia Alpha Zeus Ares Asklepios meskipun beliau tidak membutuhkannya?”


“Saya sanggup,”


“Baiklah Luna Hera Athena Demeter, Anda dipersilahkan untuk mengucapkan janji pengabdian, setelah itu Anda harus melakukan perjanjian darah pada yang mulia Zeus Ares Asklepios dan penduduk Blood Dark pack.”


Hera maju satu langkah ke depan guna menerima tongkat pusaka bulan yang sudah menjadi turun temurun bangsa werewolf untuk syarat pengangkatan Luna.


“Saya Luna Hera Athena Demeter berjanji untuk mengabdikan seluruh jiwa dan ragaku pada mate ku yang mula Alpha Zeus Ares Asklepios serta Blood Dark pack … “ Hera menarik nafasnya dalam. Ia mengangkat kepalanya, lalu mengucapkan janji tersebut, “ … Για χάρη Moon Goddess, για χάρη των μεγάλων ηγεμόνων, για χάρη των προγόνων. Εγώ, Luna Hera Athena Demeter, είμαι έτοιμος να αναλάβω το ρόλο της Luna στο Blood Dark Pack.”


(Gia chári Moon Goddess, gia chári ton megálon igemónon, gia chári ton progónon. Egó, Luna Hera Athena Demeter, eímai étoimos na analávo to rólo tis Luna sto Blood Dark Pack.).


Setelah mengucapkan janji itu, Hera masih harus menjalani perjanjian darah oleh Ares serta penduduk pack.


Mariana mengambil sebuah mangkuk emas yang dihiasi permata dan sebuah pisau yang terbuat dari air mata Moon Goddes. Kedua benda tersebut berada diatas baki yang dilapisi kain tenun sutera yang dicampur benang emas yang dibawa oleh dua orang sesepuh.


“Yang Mulia Alpha Ares, ijinkan hamba untuk mengambil darah Anda.” Ares langsung memberikan telunjuknya. Dengan perlahan Mariana mengiris telunjuk Ares lalu memasukkannya ke dalam mangkuk emas itu.


“Luna Hera, ijinkan hamba untuk mengambil darah Anda,” Hera mengangguk lalu memberikan jari telunjuknya, ia meringis kala pisau itu mulai mengiris jari telunjuknya.


“Shhh …”


Setelah darah Ares dan Hera tercampur, Mariana membaca sebuah mantera kemudian menuangkan tiga tetes darah itu ke dalam api suci dan seketika itu pula api itu berubah menjadi merah gelap tanda Hera diterima di Pack Blood Dark sebagai Luna, pasangan Alpha.

__ADS_1


‘Sweety mate,’ tiba-tiba Hera mendengar suara di dalam kepalanya. Bukan, itu bukan suara Berry tetapi suara baritone yang biasa ia dengar. Ia menoleh pada Ares, namun laki-laki itu diam saja. Lantas siapa yang berbicara?


‘Ini aku sweety mate, tidakkah kau mendengar suaraku?’ kata suara itu lagi.


‘A-ares?’


‘Ya sweety mate,’


‘Ta-tapi mengapa kau ada dalam fikiranku?’


‘Karena aku mencintaimu,’ ucap Ares ia laangsung memutuskan mindlink mereka.


‘Ares?’ Ares meletakkan jari telunjuk dibibirnya. Hera pun terdiam.


“Proses selanjutnya adalah Luna Hera melakukan perjanjian darah pada penduduk Pack,” ucap Mariana lagi.


Sekarang Hera sudah fokus pada upacaranya.


Mariana mengambil tiga tetes darah Hera lalu menyampurkannya dengan satu mangkuk lain. Ia membaca sebuah mantera lagi kemudian Mariana kembali meneteskan tiga tetesan darah Hera yang sudah tercampur dengan darah penduduk pack. Namun kali ini ia tidak langsung meneteskannya pada api suci itu, Mariana menunggu waktu yang tepat yaitu saat bulan purnama merah berada di atas kepala mereka.


Tak berapa lama, Super Redmoon itu sudah berada di atas kepala makhluk yang berada di sana. Bergegas Mariana langsung meneteskan tiga tetes darah tersebut,


Satu tetes ...


Dua tetes ...


BUMMMMM!!!


Suara ledakan tercipta, langit yang tadinya gelap pun berubah menjadi orange, seperti pada saat senja. Hal itu karena api yang sudah bercampur darah Hera tersebut langsung terhubung ke bulan yang sedang berada di atas kepala mereka. Sungguh ini adalah pemandangan yang sangat-sangat langka, dimana Super Redmoon langsung terhubung pada api suci tersebut. Makhluk yang ada di sana menganga tak percaya, bahkan Moon Goddes secara langsung merestui Hera untuk menjadi Luna di Pack Blood Dark, Luna yang beruntung. Biasanya Moon Goddes tidak pernah memberikan restunya seperti ini, Ia hanya merestui lewat mimpi para calon Luna.


“Selamat yang mulia Luna Hera, Anda sudah resmi menjadi Luna pendamping Alpha Blood Dark Pack, Anda bahkan sudah direstui Moon Goddes untuk menjadi Luna di Pack Blood Dark ini,” ucap Mariana. Sinar yang tadinya memancar ke bulan itu menghilang secara perlahan hingga yang tersisa hanyalah api suci yang masih membara.


“HIDUP YANG MULIA LUNA HERA!!” teriak Mariana.


“HIDUP!”


Tiba-tiba Hera merasakan kepalanya terasa penuh dengan suara-suara yang tidak ia ketahui darimana asalnya. Kepalanya semakin pusing karena suara-suara itu semakin memenuhi kepalanya.


‘Sweety mate, fokuslah pada suaraku. Konsentrasilah, fikirkan sebuah tembok besar yang bisa menghalangi suara orang lain ketika kau ingin berbicara dengan lawan bicaramu, fikirkan hanya ada kau dan lawan bicaramu saja yang ada.’ Hera menuruti perkataan suara itu. Ia fokus, lalu memikirkan sebuah tembok yang menghalangi suara-suara itu. Ia hanya memikirkan Ares yang sedang berbicara padanya.


‘Apa tadi? Mengapa banyak sekali suara di dalam kepalaku?’


‘Hal yang wajar sweety mate, suara itu adalah suara para penduduk pack, mereka dan kita sekarang sedang melakukan mindlink,’ jelas Ares.


‘Mindlink?’


‘Ya, mulai sekarang kamu harus menembok fikiranmu agar tidak bisa diketahui para penduduk pack,’


‘Termasuk kamu?’

__ADS_1


‘Tidak sweety mate, aku adalah pengecualian.’


Ck, padahal ia ingin Ares lah yang tidak bisa membaca fikirannya.


‘Aku bisa mendengarnya, sweety mate.’


Baiklah Hera diam!


Ares terkekeh, uh rasanya ia ingin acaranya cepat selesai. Karena setelah ini ia harus melewati malam yang panjang bersama matenya.


∆∆∆


Upacara telah selesai, dan sekarang digantikan oleh pesta pengangkatan Luna. Banyak makanan yang terhidang di sana. Dan banyak pula beberapa pasangan menemukan matenya.


"Salam yang mulia Luna Hera," ucap seseorang yang sangat familier bagi Hera.


Hera terkejut lalu menghambur ke pelukan orang tersebut. "Kau darimana saja?!"


Orang itu terkekeh, lalu membalas pelukan Hera. "Kau merindukan ku?"


Hera memukul bahunya pelan. "Tentu saja," ia menatap orang itu, "darimana saja kau? Aku sudah tak melihatmu sejak tiga hari yang lalu." Lanjutnya.


"Aku melatih sihir api ku, dan kau tau? Aku memiliki ruangan khusus!" ucapnya semangat.


"Oh ya? Siapa yang memberikan nya?"


"Mariana,"


"Kau kenal Mariana?" tanya Hera penasaran.


Orang itu mengangguk. "Ya, dia yang melatih sihir api ku. Aku takjub padanya, padahal dia adalah white witch tapi dia juga menguasai ilmu fire witch."


"Wow, aku--"


"Apa kau mulai melupakan keberadaanku, sweety mate?" tanya Ares yang sedari tadi jengah mendengarkan Hera berbicara sementara ia Hera abaikan. Bukankah dirinya merasa tersindir?


"O o o, aku lupa dengan keberadaan sang Alpha," katanya dengan nada jenaka, lalu ia membungkuk hormat. "Salam yang mulia Alpha Ares,"


"Hm," hanya itu jawaban Ares. Ia sebenarnya dongkol dengan keberadaan sahabat matenya ini. Entah mengapa sahabat matenya ini tidak ada sopan santun terhadap nya ketika mengetahui bahwa ia merupakan mate Hera.


"Bayi besarmu sudah mulai merajuk, pergilah! Aku juga ingin mencari pasangan," jedanya, lalu tersenyum jahil pada Hera, ia melanjutkan ucapannya, "habiskan malam yang panjang ini dengan panas bersama si Alpha itu." Lanjutnya berbisik, Ia pun berlalu meninggalkan Hera yang masih terdiam.


"Huh?" Hera mengernyit bingung, lalu setelah tersadar dan mengerti dari ucapan tersebut, pipinya langsung terasa panas. "Joselyn!"


Lalu terdengar suara tawa milik Joselyn dari arah kejauhan.


"Ekhem, kurasa kita harus menuruti ucapannya, sweety mate," Hera merinding mendengar ucapan seseorang di sampingnya ini.


'KU BUNUH KAU JOSELYN!!!'

__ADS_1


__ADS_2