Queen Of The Earth

Queen Of The Earth
QotE 35 ∆Watroftaght Controller∆


__ADS_3

"Kembalikan batu Aquamarine kami, Marianta!"


Marine berenang maju guna mengambil batu kehidupan Aquamarine Kingdom itu, namun para Anglerfish, ikan yang memiliki lampu dikepala itu langsung menghadang Marine.


"Tidak semudah itu Mariana, kau harus melangkahi mereka dulu sebelum mengambil batu ini. Serang mereka!!"


Para monster dan Megalodon itu langsung menyerang mereka. Para petinggi kerajaan juga datang untuk membantu Marine ketika mendengar sang putri mahkota meniup kerang pertanda bahaya.


"Jangan menyentuhku, aku benci liurmu itu!" Joselyn bergidik melihat air liur dari para Anglerfish itu.


"Ho ho ho kau sangat manis, aku ingin memelukmu," kata Anglerfish itu dengan seringaian di wajah menyeramkan miliknya.


"Sialan! Peluk saja tombakku ini!" dengan sekali ayunan tombak yang entah dari mana datangnya itu langsung menancap ke perut Anglerfish itu.


Jose mengernyit kaget. Namun sedetik kemudian ia tersenyum miring. "Ternyata sangat mudah membunuh kalian, hah jangan remehkan kekuatan makhluk darat."


Manuwella yang sudah geram dengan para Megalodon yang sangat besar itu langsung mengambil samurai yang berada di pinggangnya, sehingga ia lupa kalau sebenarnya samurai itu tidak ada. Hingga yang ia tangkap hanyalah air belaka.


Megalodon tertawa. Hiu itu ternyata bisa berbicara. "Ha ha ha, apa yang kau ambil? Air? Kau ingin menyerangku dengan air? Ha ha ha,"


"Diam kau jelek!" desis Wella. Tadinya ia hanya memegang air dan sekarang di tangannya itu terdapat sebuah tombak bermata dua. Ternyata samurai Manuwella berubah menjadi tombak yang transparan jika ditaruh ke pinggangnya, dan akan kelihatan jika tombak itu ingin digunakan.


"Makanlah tombakku ini!" Wella me lembar tombaknya ke mata Megalodon itu. Karena hiu tersebut cepat mengelak jadilah tombak Manuwella meleset.


Tombak itu berbalik ke tangan Manuwella, ia kembali menyerang Megalodon itu meskipun rasanya mustahil ia dapat melawan hiu raksasa itu.


Beralih ke Hera, ia sudah dihadapi dengan Megalodon dan Anglerfish. Hera yang memiliki kekuatan itu tidak menyia-nyiakan nya.


Pertama Hera mengeluarkan Timmy Controller guna memperlambat waktu, ia berenang dengan cepat lalu mengumpulkan para Megalodon dan Anglerfish menggunakan Natthy Controller, ia juga menggunakannya untuk menjerat ekor beserta tubuh monster itu dengan akar dan tentanaman laut.


Waktu Hera habis, hanya beberapa monster saja yang berhasil terjerat tetapi tidak bagi Marianta dan suaminya, mereka masih melawan Merliah, Marine, Carlos dan beserta petinggi lainnya.


Hera yang sudah sedikit kewalahan menghadapi sisa monster itu, ia mencoba untuk menghindar dari serangan-serangan yang ditujukan padanya. Hera berusaha menjauh dari monster itu, fokusnya sekarang adalah bagaimana caranya agar batu Aquamarine bisa ia ambil dari Marianta. Setelah berhasil menjauh ia memanfaatkan Mina Controller untuk mengelabui Marianta bahwa dirinya adalah Anglerfish.


Setelah berhasil mengelabui ia mencoba lagi mendekati Marianta, Hera berpura-pura terpelanting ke ke tubuh Marianta hingga mereka terjatuh bersamaan.


"Maafkan saya Ratu," Hera dapat melihat batu itu juga ikut terpelanting.

__ADS_1


"Cepat habisi mereka!" perintah Marianta.


Hera mengangguk, ia bergerak ke dasar melihat Marianta mulai menjauhinya. Ia berenang dengan cepat karena waktunya lima belas detik lagi ia akan berubah menjadi Hera lagi.


Dengan kibasan ekor terakhir Hera berhasil menggapai batu Aquamarine itu.


"Hera!" / "Luna!"


Hera menoleh ia langsung mendapati Megalodon yang ingin menelannya dengan cepat Hera menghindar dan mengeluarkan kekuatan Natthy Controller untuk mengikat mulut hiu itu.


Hera langsung berenang mendekati teman-temannya yang masih berusaha melumpuhkan para pengawal Marianta.


"Berani-beraninya kau mengambil batu Aquamarine ku!!" suara itu membuat Hera menoleh ke belakangnya, tepat pada saat itu Manuwella berenang mendekati Hera yang ingin di serang Marianta.


Marianta membaca sihirnya lalu mangayunkan tongkatnya ke Hera, namun bukan Hera yang terkena serangan itu tetapi Manuwella yang mendorong Lunanya.


"Wella!" teriak Hera.


Dan seketika itu baik Jose, Marine, Merliah, Carlos beserta para petinggi mulai melemah. Terutama Jose yang aslinya penyihir api, ia sudah hampir jatuh ke bawah. Dengan mengandalkan Timmy Controller, Hera membawa Manuwella dan Jose berbaring di bebatuan besar.


"Ha ha ha, lihatlah Mariana! Teman-temanmu sudah aku hancurkan! Menyerahlah! Maka kau dan cucumu akan ku ampuni!" kata Marianta.


Hera yang merasa marah karena teman-temannya sekarat mulai mendekati Marianta dengn amarah yang tidak bisa ia bendung lagi.


"MARIANTA!" teriak Hera.


Ia memandang Marianta nanar. "Kau harus menanggung akibatnya!"


"Oh, gadis kecil ini ternyata masih memiliki kekuatab, aku akui kekuatanmu itu," kata suami Marianta. "Tapi kau tidak akan kuat melawanku!"


"Oh ayolah sayang, bukankah gadis ini terlalu cantik untuk dibunuh? Bagaimana jika kau jadikan saja boneka malam mu," ucapan Marianta semakin menyulut emosi Hera.


Hera kembali mendekati pasutri itu dengan tangan terkepal.


"Kau benar, sayang. Aku akan menjadikannya boneka malamku," katanya dengan seringaian yang membuatnya semakin terlihat menjijikan di mata Hera.


"Diam kau, Kep*rat!" sentak Hera. "Meskipun kalian menyatukan kekuatan kalian, jangan mimpi kalian bisa menghancurkanku beserta Aquamarine Kingdom ini!" kata Hera dengan seringaian di wajahnya.

__ADS_1


Melihat Hera yang berani melawannya, Marianta langsung menyerang Hera dengan kekuatan yang ia miliki.


Namun sayang, kekuatannya tidak sampai ke Hera, kekuatan itu memantul tepat semeter di hadapan gadis itu. Hera menyeringai. "Bukankah sudah ku bilang, kekuatan kalian tidak ada apa-apa nya bagiku!"


Hera mendapatkan kekuatan memantulkan serangan dari lawan dan itu berasal dari guardiannya, Mark. Mark membantunya dari dalam tubuh Hera.


Marianta geram. "Kau akan menanggung akibatnya gadis kecil!!"


Marianta dan suaminya menyatukan kekuatan yang mereka miliki, ia membuat sebuah badai air sehingga membuat air laut menjadi naik.


Dengan sekali gerakan, badai itu hampir meluluh lantakkan Aquamarine Kingdom jika saja waktu tidak berhenti.


Waktu langsung berhenti sebelum pusaran air itu sampai ke arah Hera dan teman-temannya. Dalam pusaran air tersebut, keluarlah cahaya berwarna biru. Batu Aquamarine yang berada di tangan Hera ikut menyatu ke dalam cayaha biru tersebut hingga membentuk seekor mermaid cantik dengan ekor berwarna biru yang sangat indah.


Mermaid biru itu tersenyum ke arah Hera, lalu mengucapkan salam hormatnya, "Hormat saya, My Queen." Masih dengan senyum yang terpatri pada wajahnya mermaid itu memperkenalkan dirinya. "Hamba adalah Watroftaght Controller, hamba adalah kekuatan Anda yang bisa mengendalikan air. Gunakanlah hamba sebagaimana mestinya," ucap Watroftaght Controller itu.


"Kehancuran maupun kedamaian Aquamarine Kingdom berada di tangan Anda sekarang, Dewa Neptunus langsung yang memberikannya kepada Anda," tutup Watroftaght Controller, ia kemudian berubah menjadi cahaya lalu masuk ke dalam Liontin Hera.


Waktu pun berjalan seperti biasa, mereka masih berada pada posisi yang terakhir sebelum waktu terhenti. Hera langsung mengandalkan Watroftaght Controller guna membalikkan serangan Marianta. Pusaran air yang semula mengarah pada Hera dan teman-temannya seketika itu pula berbalik arah ke Marianta, suaminya, dan juga anak buah Marianta.


Marianta terkejut karena serangan itu berbalik padanya. Ia berteriak kala satu persatu dari anak buahnya tersedot dalam pusaran air buatannya. "AAARRGHHH!! KENAPA INI?!" bahkan bangkai Megalodon dan Anglerfish pun juga ikut tersedot.


Tidak hanya anak buahnya, tetapi ia dan suaminya pun tersedot masuk ke dalam pusaran air tersebut hingga tak bersisa. "TOLONGG!!" hanya gema suaranya saja yang terdengar.


Tinggallah pusaran air raksasa yang masih saja berputar dengan kecepatan dahsyat. Hera mengendalikan pusaran air tersebut, ia mengecilkan pusaran nya sehingga terbentuklah pusaran air dalam bentuk yang kecil. Pusaran tersebut berada di atas telapak tangan Hera. Ia memejamkan matanya lalu menepuk pusaran air mini itu hingga tiada lagi pusaran yang tercipta. Seketika itu pula Marianta dan musuh lainnya lenyap tak bersisa.


Aquamarine Kingdom yang semula luluh lantak, suram, dan merana, kini menjadi kerajaan yang indah dengan tanaman yang subur. Tiada lagi kata menyeramkan dari kerajaan ini.


Hera tersenyum, suara teriakan yang memanggil namanya menjadi pengantar terakhir sebelum kegelapan datang menghampirinya.


"HERA!"


"LUNA!"


"HERA!"


∆∆∆

__ADS_1


Jempol, jempollllllll dan komentar jangan lupaaa!


__ADS_2