Queen Of The Earth

Queen Of The Earth
QotE 40 ∆Nesoilterry Controller∆


__ADS_3

"Tenanglah, Hera. Kita hanya bisa terdiam tidak ada yang bisa menolong Manuwella selain dirinya sendiri," ucap Jose. Lumpur itu sangat berbahaya, jika ada pergerakan lain maka Wella akan semakin terhisap.


Tidak! Bagaimana ia hanya bisa terdiam? Sedangkan sudah hampir setengah tubuh Manuwella terhisap lumpur itu.


Oh ayolah Hera, berfikir!


'Natthy Controller!' seru Berry.


Hera membulatkan matanya. Ya! Benar, Natthy Controller.


"Jose menjauhlah sebentar aku akan mencoba menolong Wella,"


"Kau gila?! Kau akan terhisap juga Hera!"


Tiba-tiba mata Hera berubah menjadi hitam, dadanya membusung.


Gawat!


Jose langsung membungkukkan tubuhnya. "Maafkan hamba, My Queen."


Hera menggelengkan matanya, tiba-tiba ia merasa kehilangan kendali akan tubuhnya. Kenapa si Gelap itu sulit dikendalikan?


Hera tidak memikirkan hal itu, sekarang saatnya untuk membantu Manuwella. Ia langsung memfokuskan fikirannya. Tubuh Hera memancarkan cahaya hijau.


Lalu sebuah akar yang lumayan besar langsung menjalar mengelilingi tubuh Wella, wanita berambut pendek itu dengan sigap menangkap akar tersebut.


Hera mengendalikan akar dengan perlahan, karena penanganan jika terperangkap lumpur ini adalah dengan tenang dan pelan.


Dan bravo! Wella keluar dengan selamat.


"Wella!" seru Hera dan Jose.


"Terima kasih, Luna." Jose membungkuk, meskipun tubuhnya sangat lemah ia berusaha tersenyum untuk Luna-nya itu.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Hera khawatir.


Wella tersenyum lemah. "Saya baik, Luna. Mari kita lanjutkan perjalanan ini," ucap Wella.


Hera mengangguk, sebenarnya ia tau tubuh Wella masih lemah, tetapi jika beristirahat wanita itu pasti akan memaksanya untuk melanjutkan perjalanan mengingat sifat dari wanita itu. Ngomong-ngomong, waktu Hera tinggal dua belas hari lagi, berdoalah agar mereka bisa tepat waktu mencapai gunung Everest.


"Mengapa kau mengambil mangsaku?!"


Mereka terkejut, dengan cepat mereka melihat ke belakang siapa yang berbicara itu.


Di sana, makhluk raksasa dari tanah sedang menatap mereka tajam.


Hera sudah gemetaran melihat raksasa itu, salah-salah jika mereka terinjak maka mereka akan mati seketika.


"Apa maksudmu?!" teriak Jose. Wanita itu dengan beraninya maju menantang raksasa itu.


"Kalian membuat mangsaku lepas!" katanya, suaranya itu seperti suara alam yang terdengar dari seluruh penjuru hutan ini.


"Dia adalah teman kami, wajar saja kami menolongnya!" teriak Jose. Enak saja raksasa jelek ini ingin memakan Wella.


"Diam kau makhluk kecil!"


Tap

__ADS_1


Tap


"Akh!"


Jose berteriak kala tubuhnya seketika sudah berada di atas ketinggian. Tubuhnya digenggam raksasa itu.


Sial! Kepalanya pusing! Jangan lupakan Joselyn phobia terhadap ketinggian.


"Ha ha ha meskipun badanmu kurus tetapi sepertinya kau sangat enak,"


"Tutup mulutmu! Sepertinya kau tidak pernah gosok gigi!" ucap Jose, dia menutup hidungnya.


"Sebentar lagi kau akan berada dalam mulut yang tidak pernah gosok gigi ini, Manis,"


Raksasa itu mulai memasukan Jose ke dalam mulutnya tetapi terhenti kala mendengar suara teriakan Wella dan Hera.


"Tunggu!"


Raksasa itu menoleh ke bawah. "Oh? Aku melupakan dua orang lagi, kemarilah makananku," tangannya yang kosong berusaha menangkap Hera dan Wella yang mulai berlari kencang.


"Luna! Pergerakan raksasa sangat lambat, kita bisa memanfaatkannya untuk membuat jebakan," kata Wella, beruntunglah mereka bisa berbicara sepuasnya karena raksasa itu tidak akan mendengar jika mereka tidak berteriak.


Hera mengangguk. Ia akan menumbuhkan pohon bambu, dan ia fikirkan sekarang adalah hutan bambu yang berada di China. Dan bambu tersebut tumbuh dengan meruncing bagian atasnya.


"Ha ha ha, aku tidak akan bisa kalian kelabui wahai makanan!" kata raksasa itu.


"Hera! Wella! Lari!" teriak Jose yang masih berada di tangan raksasa tersebut.


"Diam!"


Hera dan Manuwella berlari. Fokus Hera sekarang adalah air, dia akan mencoba mencari air.


"Luna, bisakah kita meminta pertolongan Owlye? Mungkin dia tau dimana sumber air di sini,"


"Baiklah,"


'Owlye apa kau dengar aku?'


'Hamba Owlye, My Queen. Apa yang bisa hamba bantu?'


'Di mana letak sumber air? Aku memerlukan itu sekarang.'


'Anda berada di jalan yang salah, My Queen. Mata air berada di belakang Anda.'


Hera membulatkan matanya, bagaimana ini? Jika mereka berbalik maka mereka akan tertangkap saat itu juga.


'Hamba bisa membawa Anda pergi ke sana, My Queen.'


Lalu sebuah asap keluar dari tubuh Hera menjadi seekor burung hantu yang sangat besar.


"Naiklah ke punggung hamba,"


Hera dan Manuwella langsung naik ke punggung Owlye.


Burung hantu itu terbang tinggi di atas kepala sang raksasa yang mencoba menggapai Owlye.


Tak berapa lama jauh dari raksasa mereka mendarat di sebuah mata air, tidak besar hanya sebuah danau kecil.

__ADS_1


Tap


Tap


Tap


"Sangat mudah bagiku untuk menemukan kalian!" kata raksasa murka. Ia sudah bosan dipermainkan seperti ini apalagi makhluk kecil yang tiada banding dengannya itu.


Raksasa itu berubah kian besar dan sekarang bukan raksasa lagi, melainkan Golem tanah yang memiliki kekuatan gempa, perisai tanah, dan juga tangan tanah raksasa.


Golem itu membuat gempa yang membuat kaki Hera dan Wella langsung tertanam dalam tanah.


"Ha ha ha, kalian tidak akan bisa lepas dariku, makanan!"


Hera mengeluarkan Natthy Controller nya ia mengarahkan akar gantung agar bisa mengikat tubuh golem tersebut.


"Meskipun aku terikat kalian tidak akan bisa bebas dariku!"


Gempa itu semakin kuat, membuat kepala Jose semakin terasa pening di sana. Ia tidak bisa berbuat apa-apa di dalam genggaman golem ini, semakin ia mengeluarkan kekuatannya semakin erat pula genggaman tangan ini.


Tiba-tiba sebuah tangan terbuat dari tanah mencengkram tubuh Hera dan Manuwella dan tentu saja hal itu membuat mereka semakin tidak bisa bergerak. Wella yang belum sembuh akibat hisapan lumpur itu semakin melemah, tubuhnya semakin pucat.


"Bertahanlah Wella!"


Hera mengedarkan pandangannya, gempa itu semakin mengguncang tempat ini hingga danau yang awalnya tenang menjadi bergelombang besar. Dan hal tersebut dimanfaatkan Hera untuk membuat sebuah badai air. Ia akan menggunakan Watroftaght Controller.


Ia masih menggunakan Natthy Controller untuk menahan Golem lalu ia memerintahkan Owlye untuk menangkap Jose dan juga Manuwella.


Hera mengumpulkan air danau lalu membuatnya air itu melayang diatas kepala golem.


"Apa yang kau lakukan?!" teriak golem. Air adalah kelemahannya, jika tubuhnya terkena air maka tubuhnya akan hancur.


Tadinya sang golem tidak tau bahwa Hera memiliki kekuatan pengendali air, jika ia tau maka tidak akan mengikuti terbangnya si burung hantu itu.


Badai air itu berubah menjadi pusaran, lalu pusaran tersebut mengelilingi tubuh golem, tak beberapa lama golem tersebut langsung terperangkap dalam pusaran tersebut.


'Anda bisa merubah air tersebut menjadi es, My Queen,' ucap seseorang di kepala Hera.


Ia langsung merubah pusaran air tersebut menjadi es hingga membentuk sebuah tabung yang berisikan golem.


Lalu Hera mengambil lagi air yang berada di danau mengalirkannya agar masuk dalam tabung es tersebut. Owlye dengan cepat menangkap Joselyn yang sudah mulai tenggelam di genggaman golem.


Golem itu belum hancur tetapi kekuatannya sudah mulai melemah. Tangan raksasa yang mencengkram Hera dan Jose sudah hancur, kini mereka sudah terbebas begitu juga dengan Jose.


"Jose, buatlah air itu menjadi hangat," perintah Hera.


Lalu Jose mengeluarkan sihir apinya ia membuat air dalam tabung tersebut menjadi hangat. Tak berapa lama air itu mendidih, tabung es Hera mencair, dan golem tersebut seketika hancur.


Kehancuran raksasa tanah itu membuat sebuah ledakan pasir, hingga muncul sebuah cahaya coklat.


Hera tersenyum kala cahaya tersebut mendekatinya lalu berubah menjadi sosok wanita berkulit eksotis, sangat manis sekali.


Wanita itu membungkuk. "Hormat saya, My Queen. Hamba adalah Nesoilterry Controller, kekuatan Anda yang ke lima. Kekuatan pengendali tanah seperti kekuatan milik golem, tetapi saya memiliki level lebih tinggi daripada dia."


∆∆∆


Ada yang kangen? Ehehe :)

__ADS_1


Ayolah, jempolnya mana?


__ADS_2