
"Luna, kalian harus membawa penyamar aroma agar darah Anda tidak akan tercium,"
"Ya, aku akan selalu mengingat ucapanmu, Mariana."
"Hati-hati, Luna."
Hera mengangguk. "Lindungi Ayah dan Ibu,"
"Pasti," jawab Mariana.
"Ayah, Ibu. Aku pergi, doakan agar aku dapat melalui semua ini," pamit Hera pada Alpha Zeus dan Luna Meghan.
Luna Meghan menitikkan air matanya. "Ibu percaya padamu, berhati-hati lah dan jaga dirimu baik-baik,"
Hera mengangguk. "Tolong ambil alih kepemimpinan selama aku dan Ares tidak ada, Ayah. Aku percaya kalian,"
"Tentu saja, pulanglah dengan selamat. Kami akan dengan sekuat tenaga menjaga pack ini," jawab Alpha Zeus, ia mengelus surai mate anaknya ini.
"Sampaikan salamku pada Ares, aku pergi."
Luna Meghan mengangguk, ia melamabaikan tangannya pada Hera.
Joselyn dan Manuwella membungkuk hormat. "Hamba pamit, Luna, Alpha."
"Berhati-hatilah, tolong lindungi Hera,"
Mereka mengangguk, lalu tubuh mereka perlahan menghilang ditelan pohon-pohon besar.
∆∆∆
"Jose, bukankah kita harus membuka portal dulu?" tanya Hera ketika mereka sudah berada di kawasan netral.
Jose menggeleng. "Tidak perlu,"
Hera mengernyit bingung. "Bukankah gunung Everest berada di dunia manusia?"
"Tentu, tetapi kita tidak akan melewati dunia manusia. Gunung Everest juga bisa kita lewati dari sini, dan lebih cepat lagi. Tapi," Jose menggantung ucapannya.
"Tapi apa?"
Joselyn memandang Manuwella, lalu beralih menatap Hera. "Tapi banyak rintangan yang harus kita hadapi."
Hera mengangguk mengerti. "Sekarang kita kemana lagi?"
"Ke arah timur," jawab Jose.
"Apakah kalian pernah pergi sebelumnya?" tanya Hera penasaran karena jika tidak pernah pergi siapa yang akan menunjukkan jalan? Lucu saja jika diantara mereka tidak ada yang tau.
"Kau tau, penyihir api akan dikatakan berhasil jika mereka mampu menaklukkan gunung es itu," ucap Jose.
"Artinya, kau sudah sering ke sana?"
Jose memutar bola matanya. "Tentu saja! Maka dari itu kau harus mengikuti, Luna." Kekeh Joselyn.
Hera mencebik. "Jose,"
"Bagaimana denganmu, Wella?"
"Wella?" ulang Jose.
__ADS_1
"Manuwella terasa panjang di lidahku," kata Hera.
"Baiklah aku juga akan memanggilmu Wella,"
Manuwella hanya tersenyum menanggapi. "Saya belum pernah ke sana, Luna." Jawab Manuwella.
Hera mengangguk angguk kan kepalanya.
Baru beberapa jam perjalanan mereka dikejutkan dengan seekor merak putih yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka. Hera rasanya pernah bertemu dengan merak itu, tapi di mana?
Merak itu tiba-tiba berubah menjadi seorang pria yang sangat tampan. Pria itu tersenyum ke arah mereka, atau lebih tepatnya ke arah Hera.
Seketika Hera mengingatnya. Guardian, ya itu adalah guardian pertamanya.
"Salam, My Queen." Hormat pria tersebut.
Hera hanya bisa tersenyum kaku. "Ke-kenapa kau di sini?" tanya Hera. Sedangkan Jose dan Wella hanya bisa menerka-nerka siapa pria di hadapan mereka ini.
Lagi-lagi pria itu tersenyum. "Hamba akan menemani perjalanan Anda,"
"Baiklah, lebih banyak lebih baik."
"Hera, siapa?" bisik Jose.
Hera mengendikkan bahunya. "Aku tidak tau namanya, tapi dia adalah guardianku."
Jose hanya berdecak kagum melihat ketampanan guardian Hera ini.
"Siapa namamu?" tanya Hera.
"Mark, My Queen."
"My Queen, hamba bertugas memberi tahu Anda, bahwa Anda akan mendapatkan dua guardian lagi. Namun sebelumnya Anda harus melewati berbagai tantangan, tetapi tenang saja hamba akan selalu berada di samping Anda, dan saya akan datang jika Anda benar-benar butuh pertolongan," kata Mark menjelaskan.
"Kekuatan Anda juga akan Anda dapatkan jika Anda mampu melewati berbagai rintangan itu," lanjut Mark, sang guardian pertama.
"Baiklah, Mark. Terima kasih,"
Lalu Mark berubah menjadi merak kembali.
'My Queen, cabutlah sakah satu bulu hamba,' kata Mark. Hera pun mencabut bulu merak putih itu, lalu Mark berubah menjadi cahaya kemudian cahaya tersebut masuk ke dalam tubuh Hera.
Bulu yang Hera pegang berubah menjadi sebuah kertas yang menyerupai peta.
"Peta?" gumam Hera, lalu ia membuka peta tersebut.
Di dalam peta tersebut seperti Google maps hanya saja jika Google maps berada dalam gadget kalau ini berada dalam sebuah kertas yang mungkin terbuat dari hewan.
"Hera lihatlah, tak jauh dari kita berdiri terdapat setitik cahaya orange!" tunjuk Jose pada peta itu. Hera mengangguk, lalu ia melihat lagi peta tersebut. Setelah setitik cahaya orange, ada setitik cahaya berwarna biru, setelah itu ada sebuah gambar burung hantu, setelah itu setitik cahaya coklat, setelah itu cahaya berwarna putih mirip seperti pusaran angin, setelah itu setitik cahaya berwarna merah, lalu terdapat gambar seekor burung entahlah sepertinya itu adalah gambar burung Phoenix.
'Mungkinkah itu kekuatanmu Hera?' tanya Berry.
'Ya mungkin saja,'
Jose berdecak kagum melihat apa yang baru ia saksikan ini.
"Sebenarnya ada berapa kekuatanmu?" tanya Jose penasaran, karena Hera kemarin hanya menjelaskan bahwa dia adalah werewolf dan juga penerus Queen of the Earth.
"Ada 8 atau 9, kalau tidak salah."
__ADS_1
Lagi-lagi Jose berdecak kagum. "Sekarang sudah berapa kekuatan?"
"Baru dua,"
"Dua?"
Hera menganggung. "Lihat liontin ku." Jose lalu melihat liontin Hera. "Baru dua terisi kan?"
"Kau benar, tapi di sana ada tujuh permata, artinya kau memiliki tujuh kekuatan?"
"Ya, nantinya akan ditambah dua lagi, tapi dua lainnya kau akan tau nanti. Karna akupun sebenarnya tidak tau kekuatan apa itu,"
∆∆∆
"Kita harus meminta bantuan Traitors, Peeter. Aku yakin mereka akan dengan senang hati membantu kita," kata seorang wanita yang memakai jubah hitam.
"Apa yang harus kita berikan pada mereka, Rexi? Kau tahu mereka sangat serakah," kata Peeter.
Wanita bernama Rexi itu tersenyum devil. "Kekuasaan," bisiknya.
"Kita hanya butuh para Traitor untuk memporak porandakan benteng serigala itu serta mengulur waktu sampai kekuatanku sempurna," kata Rexi lagi. Peeter hanya mengangguk mengikuti ucapan Rexi. Karena selama ini Rexi lah yang selalu berada di sampingnya dalam mengatur strategi penyerangan.
Rexi adalah seorang Black Witch yang berpihak pada Peeter setelah peperangan terjadi antara mereka dahulu. Rexi juga penyihir yang dengan senang hati menawarkan bantuan pada Peeter ketika perang melawan klan serigala. Mungkin jika Rexi tidak ada, Peeter tidak akan bisa bertahan sampai sejauh ini. Maka dari itu Peeter akan mempertimbangkan usulan dari Rexi.
Sekarang mereka sudah berada di mulut goa, di mana para Traitors itu berada.
Peeter dan Rexi masuk ke dalam goa tersebut, di dalamnya terdapat banyak bangkai yang berserakan, bahkan bangkai manusia juga terdapat di sana.
Belum beberapa langkah mereka dihadang oleh beberapa rogue, namun sebelum rogue itu menyerang suara seseorang menghentikan mereka.
"Aku kenal mereka," kata orang itu. Lalu beberapa ekor rogue itupun menghilang. Perawakan orang itu sangat besar dan menyeramkan, wajahnya dipenuhi bekas luka hingga kesan menyeramkan terasa sangat melekat padanya.
"Ada gerangan apakah sehingga sang raja vampir sudi datang ke tempatku ini," kata orang itu.
Peeter dan Rexi membuka jubah yang mereka gunakan. "Aku ingin menawarkan sebuah kerja sama, Rydoch," ucap Peeter dan dibalas dengan senyum meremehkan oleh pria bernama Rydoch itu.
"Berapa besar harga yang kau tawarkan untuk kerja sama ini?" tanya Rydoch remeh, ia duduk di sebuah batu tertinggi di sana.
Peeter menyeringai. "Kekuasaan," katanya. Lalu ia memandangi sekeliling goa, "bukankah tempat ini terlalu kecil untuk ditinggali? Aku rasa harga yang ku berikan cukup menarik?" Peeter mengangkat sebelah alisnya.
"Hanya kekuasaan?" tanya Rydoch lagi. "Aku bisa merampas klan mu jika aku mau," kata Rydoch sombong.
Peeter dibuat kesal oleh Traitor ini, lalu sebuah ide melintas di kepalanya. "Kau yakin tidak menerima tawaran ini? Meskipun aku memiliki sesuatu yang selama ini kau cari?"
"Apa?" tanya Rydoch dengan rasa penasaran yang mulai menghampiri dirinya.
Lagi-lagi Peeter menyeringai. "Queen of the Earth,"
∆∆∆
Traitor : Penghianat.
Jadi gaes Traitor itu manusia serigala yang dulunya memiliki pack tetapi karena dia sering memberontak atau sering disebut penghianat makanya ia dikeluarkan dari pack, lalu ia membentuk sebuah gerombolan yang beranggotakan rogue. Bisa dibilang Traitor ini pemimpin rogue. Nah jika rogue memiliki pemimpin maka dia juga disebut Traitors. Jika tidak, maka mereka masih disebut serigala liar atau rogue. (Rogue udah dijelaskan ya).
Jadi si Traitor ini memiliki sifat serakah, sombong, dan penghianat yang sudah mendarah daging, makanya dia disebut Traitor.
Jadi gaes, Traitor sama rogue itu beda ya hehe
Selamat membaca, semoga terhibur :)
__ADS_1