Queen Of The Earth

Queen Of The Earth
QotE 30 ∆Timmy Controller∆


__ADS_3

"Sebentar lagi kita akan sampai ke perkampungan manusia," kata Manuwella sambil melirik peta yang dipegang Hera. Peta tersebut hanya bisa dilihat ketika yang memegangnya adalah Hera, jika tidak maka peta tersebut hanya menampilkan sebuah kertas peta yang kosong. Memang aneh, tetapi di dunia penuh imajinasi, dunia di luar nalar manusia ini, tidak ada yang tidak mungkin bukan?


Kening Hera berkerut. "Kampung manusia?"


Manuwella mengangguk. "Benar, Luna. Di dunia ini juga terdapat klan manusia, entah apa perbedaan antara Anda dan klan manusia di sini, saya tidak tidak tau karena saya tidak pernah pergi ke dunia manusia." Jelas Manuwella.


"Jose?"


"Siap, Luna. Saya akan menjelaskannya," kelakar Joselyn.


"Jadi, Hera. Dunia manusia yang dulu pernah kita tinggali berbeda dengan klan manusia yang berada di sini. Perbedaannya adalah, jika di dunia manusia tersentuh oleh teknologi yang modern sedangkan klan manusia di sini sama sekali tidak pernah tersentuh oleh teknologi," jelas Jose.


Hera mengangguk, ya selama ia di dunia immortal ini tak pernah sekalipun ia melihat seseorang menggunakan alat komunikasi modern seperti di dunia manusia. Hera pernah melihat alat modern hanya di mansion saja seperti di rumah sakit atau dapur mansion. Sedangkan di rumah penduduk pack mereka masih menggunakan alat tradisional.


Mungkin mereka lebih mudah melakukan mindlink, teleportasi, dan sebagainya dibandingkan menggunakan telepon atau transportasi lainnya.


Tapi, jika mereka berpergian jauh maka mereka akan menggunakan kendaraan seperti kereta kuda. Jika dibandingkan dengan mobil Lamborghini, maka kereta kuda disini akan lebih unggul. Hera pun tidak tau mengapa demikian tapi mengingat dunia ini adalah dunia di luar nalar manusia pada umumnya maka akan kembali lagi, tidak ada yang tidak mungkin bukan?


"Jika mereka tidak tersentuh teknologi artinya mereka sama seperti manusia pada zaman dahulu?" tanya Hera lagi.


Jose mengangguk. "Kurang lebih seperti itu,"


"Sebenarnya mereka disebut klan manusia karena mereka adalah nakhluk yang memiliki darah campuran yang tidak bisa berproses. Seperti, kau memiliki darah malaikat dan serigala, jika kau tidak bisa menjadi malaikat maka kau akan menjadi serigala, jika kau tidak bisa menjdi keduanya maka kau akan hanya menjadi manusia dan akan di asing kan di klan manusia ini. Bisa jadi klan manusia termasuk klan buangan." Jelas Jose lagi.


"Tapi, apakah mereka memiliki kekuatan juga?"


"Mungkin, akupun tidak tau karena tidak pernah bertemu langsung dengan klan manusia di sini," cengir Jose.


"Benar, Luna. Mereka juga memiliki kekuatan karena mereka juga termasuk makhluk immortal, tergantung dari darah dominan apa yang mereka miliki," jawab Manuwella, karena ia pernah di utus menjadi mata-mata di klan manusia ini.


"Mengapa klan manusia tidak ada sewaktu pengangkatan ku?"


"Klan manusia memiliki sifat sombong, serakah, iri dengki, fitnah. Mereka merasa bahwa mereka tidak akan membutuhkan bantuan klan lain, maka dari itu mereka tidak akan pernah datang di acara yang di adakan oleh klan lain," jelas Manuwella lagi. Hera mengangguk mengerti, ternyata sifat klan manusia juga manusiawi.


"Luna, sepertinya kita akan menginap di klan manusia dahulu karena hari sudah mulai gelap, tidak mungkin kita bisa melanjutkan perjalanan ini." 


"Baiklah," setuju Hera. "Tapi, Wella, bisakah kau tidak memanggilku Luna?"


Manuwella menggeleng. "Saya tidak bisa, Luna. Anda adalah ratu dan Luna saya," jawab Manuwella.


"Hanya di klan manusia, dan ku mohon sembunyikan identitas ku dan juga kalian."


"Tidak bisa, Luna. Itu akan tidak sopan jika saya menyembunyikan identitas seorang Luna," keukeuh Manuwella.


"Manuwella, ini perintah!" kata Hera tegas.

__ADS_1


Manuwella menghela nafas pelan. "Baiklah, Luna, hanya di perkampungan manusia saja," putus Manuwella.


∆∆∆


"Permisi, Tuan." Panggil Manuwella pada salah seorang manusia di sini.


"Ya?"


"Bisakah kami menginap barang semalam? Kami hanya seorang pengembara yang kebetulan melintas di perkampungan ini, kami butuh penginapan karena hari sudah mulai gelap," jelas Manuwella.


Laki-laki itu nampak berfikir lalu melakukan scanning pada Hera, Jose, dan Manuwella. "Apa yang bisa kalian jaminkan untuk sebuah penginapan?" tanya orang itu.


"Kami memiliki seratus keping emas," jawab Joselyn.


Laki-laki itu mengangguk. "Itu cukup untuk sebuah penginapan." Lalu Jose memberikan sekantung keping emas tersebut.


"Baiklah, ayo akan kutunjukkan penginapan kalian,"


Lalu mereka sampai pada sebuah rumah yang lumayan untuk dijadikan sebuah tempat istirahat. "Beristirahatlah dengan nyaman," kata orang itu lalu berlalu dengan siulan yang tercipta dari mulutnya.


Mereka masuk kedalam rumah itu, sepertinya akan lebih cocok disebut ruangan daripada rumah karena rumah itu tidak memiliki ruangan sama sekali, hanya terdapat satu kasur yang lumayan besar serta lemari kayu yang berisi beberapa pakaian.


Hera memandang ruangan ini. "Bukankah ini terlalu mahal untuk seratus keping emas?" gumam Hera.


"Yang terpenting kita bisa beristirahat malam ini." Jawab Joselyn.


Lama Hera terjaga akhirnya ia dapat memejamkan mata, namun beberapa saat kemudian ia seperti mendengar suara derap kaki. Namun ia masih menghiraukannya, tetapi lama kelamaan suara derap kaki tersebut makin pelan dan makin terasa mendekat.


'Berry, kau mendengarnya?'


'Kita harus berjaga, Hera.'


Baru saja Hera ingin melangkah namun pergelangan tangannya ditahan oleh seseorang. "Biar saya saja, Luna," kata Manuwella.


Hera mengangguk, lalu Manuwella mengeluarkan samurai yang selalu berada dipinggangnya itu.


"Ada apa, Wella?" tanya Hera ketika Manuwella kembali tidak lama kemudian.


"Tidak ada siapapun, Luna. Sebaiknya kita pergi dari sini, saya merasa kita sedang di awasi."


Hera mengangguk, sedari tadi pun ia merasa memang ada yang sedang mengawasi mereka. "Joselyn,"


Joselyn mengkelih lalu ia terbangun dan menguap. "Apa?" katanya.


"Kita harus pergi dari sini, suasana mulai tidak kondusif."

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya Joselyn pun bangkit dari tidurnya. Mereka langsung pergi meninggalkan penginapan itu dengan mengendap. Namun baru saja mereka keluar, segerombolan manusia langsung menghampiri mereka. Manuwella dan Joselyn langsung maju ke depan guna melindungi Luna mereka.


"Mau kemana, Nona?"


"Melanjutakan perjalanan," jawab Manuwella.


"Ini sudah malam, beristirahatlah dulu." Manuwella menepis tangan kurang ajar yang berani menyentunya itu.


"Wow sangat agresif," kata orang itu mendekat.


Manuwella mulai membuka samurai nya. "Jangan macam-macam kalian," ancam Manuwella.


"Gadis dibelakang kalian sangat harum, bolehkan aku mencicipinya sedikit?" kata orang lain lagi. Dan sialnya itu adalah half vampir.


"Tidak semudah itu," Manuwella berbalik lalu dengan sekali tebasan samurainya kepala seseorang yang sudah berada di dekat Hera sudah berpisah dari tubuhnya.


Hera hanya bisa terdiam tanpa bisa melawan. Ia masih syok dengan kejadian beberapa saat itu.


Perlahan manusia lainnya mengelilingi Manuwella, Hera, dan Joselyn. Sialan! Ini terlalu ramai! Rutuk Joselyn.


"Apa yang kalian inginkan?!" sentak Jose.


Salah satu dari mereka menyeringai. "Kalian," lalu merekapun langsung menyerang ketiga wanita itu.


"Hera tangkap!" Hera menangkap pedang yang di lemparkan Jose. Lalu ia mencoba untuk bertarung dengan apa yang pernah ia lihat di pelatihan warrior.


Jose dan Manuwella yang sudah terlatih pun dengan santai nya menebas beberapa kepala manusia itu.


Namun dengan jumlah yang cukup banyak membuat Jose dan Manuwella kewalahan. Mereka pun mulai berganti shift dengan serigalanya. Lalu kedua serigala itu mulai menyerang, mencabik, menerkam para manusia itu.


Hera masih dengan gerakan asalnya melawan mereka ini. Sungguh Hera tidak habis fikir mengapa klan manusia ini tiba-tiba menyerang mereka? Bukankah mereka sudah ijin dan bayar untuk menyewa penginapan? Lalu apa masalah mereka lagi?


Hera melihat seekor serigala yang sudah terkulai lemah, sedangkan masih banyak klan manusia yang masih menyerang mereka.


Sebuah fikiran terlintas, ya dia harus menggunakan Mina Controller untuk mengelabui mereka. Lalu Hera menyamar menjadi salah satu dari klan manusia hingga cahaya ungupun melingkupi tubuh Hera. Tidak hanya cahaya ungu melainkan terdapat cahaya orange juga yang melingkupi tubuhnya. Waktu pun tiba-tiba bergerak sangat lambat.


Ditengah-tengah kerumunan orang itu muncul seorang wanita cantik dengan sinar orange mendekati Hera lalu membungkukkan tubuhnya. "Salam My Queen, hamba adalah Timmy Controller yang bisa memanipulasi waktu, kekuatan Anda yang ke tiga. Anda bisa menggunakan hamba sekarang, namun hanya bertahan sampai lima menit saja." Lalu wanita itu berubah menjadi cahaya yang melingkari perkampungan manusia.


Hera langsung memanfaatkan kekuatan tersebut hingga ia nampak seperti melesat seperti vampir namun lebih cepat lagi seperti kilasan cahaya. Sebenarnya Hera berlari dalam kecepatan normal, oleh karena ia memanipulasi waktu agar berjalan sangat lambat maka jika dilihat orang dengan waktu normal Hera akan terlihat seperti kilasan cahaya yang melaju.


 


Karena tubuhnya sudah mulai lemah ia berganti shift dengan Berry. Berry lalu membawa serigala Jose dan Manuwella pergi jauh dari pemukiman hingga waktu Timmy Controller habis dan waktu kembali berjalan normal.


∆∆∆

__ADS_1


Oke gaes, jadi Timmy Controller itu kurang lebih seperti kekuatan Ying di BoboiBoy. Kalau kalian pernah nonton pasti ngerti kok dengan maksud memanipulasi waktu itu hehe.


Okay selamat membaca dan semoga terhibur :) 


__ADS_2