Queen Of The Earth

Queen Of The Earth
QotE 37 ∆Owlye Guardian∆


__ADS_3

"Apakah bunga ini yang kalian maksud?" tanya Merliah, diikuti Carlos yang membawa setangkai bunga berwarna putih mirip dengan teratai di tangan kanannya.


Manuwella mengambil bunga itu. "Ya bunga seperti ini,"


"Tapi, apa kau yakin bunga itu bisa membuat kita bernafas di sini? Mengingat bahwa bunga tersebut diberikan oleh kekuatan Hera," ucap Jose. Ia berfikir bisa saja bunga ini tidak memiliki pengaruh apapun meskipun memiliki bentuk yang sama seperti yng diberikan Natthy Controller.


"Kekuatan Luna? Natthy Controller?" tanya Marine.


Jose menggeleng. "Aku tidak ingat namanya, tetapi kekuatan itu memiliki aura kehijauan."


"Benar, itu adalah Natthy Controller, aku memiliki kekuatan yang sama sepertinya."


Marine memejamkan matanya, lalu sebuah cahaya hijau keluar dari tiara nya.


"Salam, Yang Mulia. Apakah gerangan Anda memanggil hamba?" tanya wanita yang terbentuk dari cahaya tersebut. Wanita itu serupa dengan wanita yang menjelma menjadi kekuatan Hera.


"Wanita inilah yang memberikan bunga itu!" seru Jose.


Wanita itu tersenyum. "Bukan saya, Nona. Itu adalah saudari. Wajah kami memang serupa tetapi kami memiliki tuan yang berbeda," jawab wanita itu.


"Bisakah kau memberikan mereka Nelombo Nucifera? Karena aku rasa efek dari bunga yang diberikan Natthy Controller Luna sudah mulai menghilang," jelas Marine.


"Maafkan hamba, Yang Mulia. Bunga tersebut hanya bisa diberikan oleh saudari, Natthy Controller Queen of the Earth,"


"Bagaimana dia bisa memberikan kepada kami? Luna Hera belum sadar, hanya dia yang bisa mengendalikan kekuatannya," berang Manuwella.


"Saya bisa memanggil saudari," tanpa aba-aba Natthy Controller milik Marine menyentuh tubuh Hera yang terkulai lemah.


Tidak berapa lama cahaya dari liontin keluar lalu berubah menjadi wanita yang serupa dengan Natthy Controller milik Marine.


Natthy Controller milik Marine membungkuk hormat kala Natthy Controller milik Hera berdiri di samping Hera.


"Hormat saya, saudari Natthy Controller Queen of the Earth," katanya. "Maafkan saya yang telah memanggil Anda, saya hanya meminta ijin agar Anda membantu Queen of the Earth dan teman-teman nya mendapatkan bunga Nelumbo nucifera,"


Natthy Controller milik Hera tersenyum, lalu menengadahkan telapak tangannya kemudian muncullah setangkai bunga Nelumbo Nucifera tersebut. Ia memberikannya pada Manuwella.


"Apakah kau bisa menyembuhkan Luna? Ku mohon bantulah kami, Luna belum sadar akibat banyak mengeluarkan energi," ucap Manuwella, ia sangat berharap Natthy Controller ini bisa mengobati Luna-nya.


"Tentu, sebenarnya sedari tadi saya ingin membantu My Queen, tetapi karena saya tidak bisa keluar dengan sendirinya. Terima kasih saudari telah membantu saya," ucap Natthy Controller Hera kepada Natthy Controller milik Marine.


Natthy Controller milik Hera menyatukan kedua tangannya lalu ia berubah menjadi cahaya hijau yang sangat pekat, lalu cahaya itu membungkus tubuh Hera. Dalam seperkian detik cahaya hijau itu meledak di ikuti terbukanya mata Hera.


"Salam, My Queen." Kedua Natthy Controller itu membungkuk hormat.


Dahi Hera berkerut melihat dua Natthy Controller di hadapannya. "Dia adalah saudari hamba, My Queen. Natthy Controller milik Marine," jawab Natthy Controller.


Hera mengangguk paham. Lalu kedua Natthy Controller itu kembali ke dalam tempatnya masing-masing.


"Luna, apakah Anda masih merasakan sakit?" tanya Manuwella khawatir.


Hera menggeleng. "Tidak, tetapi aku hanya sedikit merasakan sesak," jawabnya.

__ADS_1


Joselyn menjawab, "kita hampir kehilangan efek bunga yang kita makan, Hera."


Mata Hera membola. "Bagaimana ini?"


"Tenang, kita sudah memilikinya," ucap Joselyn.


Hera mengangguk. "Kita harus cepat memakannya, kita harus melanjutkan perjalanan ini."


"Apakah kalian tidak bisa menunggu sampai upacara pemberkatanku dan Carlos? Ku harap kalian bisa hadir juga," ucap Merliah sendu. Upacara itu diadakan satu minggu lagi.


Hera menatap Merliah, sebenarnya ia juga ingin menghadiri pernikahan tersebut tetapi waktu mereka tidak banyak lagi untuk mencapai gunung Everest itu.


Hera berenang mendekati Merliah. "Maafkan kami Merliah, waktu kami tidak banyak lagi untuk mencapai puncak Everest. Super blue moon sudah semakin dekat," ucap Hera.


Wajah Merliah semakin sendu. Hera semakin merasa bersalah karena itu. "Merliah, aku janji ketika aku sudah menyelesaikan semua ini aku pasti akan berkunjung ke sini lagi, dan pastinya aku akan mengajak mateku," hibur Hera.


Wajah Merliah kembali berseri setidaknya sedikit. "Benarkah?!"


Hera mengangguk, ia tersenyum menatap Merliah.


"Kau harus berjanji padaku!" serunya lagi.


"Aku berjanji,"


∆∆∆


Sekarang Marine, Merliah dan Carlos sedang mengantar Hera dan teman-teman ke tepi pantai. Mereka melambaikan tangannya.


Hera tersenyum. "Sampai ketemu lagi,"


"Kau harus ingat janjimu!!" teriak Merliah.


Hera hanya mengacungkan jempolnya, lalu para mermaid itu masuk ke dalam air.


Hera dan teman-teman naik ke pantai, yang tadinya mereka memiliki ekor kini berubah lagi menjadi sepasang kaki yang dulu mereka miliki.


"Hah! Aku sangat rindu dengan kakiku ini," ucap Jose seraya memeluk kedua kakinya.


"Dan aku merindukan samuraiku," Manuwella juga berucap sambil memeluk samurai yang terbungkus oleh sarungnya itu. Samurai miliknya kembali lagi setelah seminggu ini menghilang.


"Aku merindukan mateku," seseorang berucap sendu.


Jose dan Manuwella menoleh asal suara sendu itu. Mereka melihat Hera memandang ujung laut dengan tatapan rindu yang teramat dalam.


Joselyn mendekati Hera. "Kita harus bergegas menyelesaikan semua ini, yakinlah kami juga memiliki seseorang yang sangat kami rindukan. Benarkan, Wella?" Joselyn mengerling ke Manuwella.


Wella yanh dapat menangkap maksud dari Jose itu hanya tersenyum kecil. "Benar, Luna."


"Maka dari itu kita harus bersabar agar bisa bertemu dengan mereka, buah dari kesabaran itu manis Hera," hibur Jose lagi. Sebenarnya ia tak tahan melihat Hera sendu seperti ini. Jose tau Hera sangat mencintai matenya, apalagi Ares adalah cinta pertama gadis itu. Pasti sangat berat rasanya merindukan orang yang sangat kita cintai, seperti dirinya ini.


Hera menghela nafasnya, benar ia harus cepat menyelesaikan semua ini agar ia bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.

__ADS_1


Hera membuka peta yang ia miliki, dari peta tersebut menunjukkan bahwa mereka akan melalui sebuah hutan lagi, dan di sana terdapat sebuah simbol burung hantu.


"Apa maksud dari simbol ini?" tanya Jose bingung.


"Mungkinkah ini kekuatanku? Tetapi jika kekuatanku kenapa tidak seperti titik-titik berwarna seperti yang lainnya?" bingung Hera.


"Mungkinkah ini musuh?" gumam Wella, ia juga menyerukan pendapatnya. "Tetapi, mengapa di peta ini tidak pernah memperlihatkan simbol musuh seperti Marianta dan klan manusia? Jadi kemungkinan juga ini bukan musuh," gumam Wella lagi. "Atau mungkin ini adalah guardian Anda, Luna?" lanjutnya.


"Mungkin saja, ayo kita lanjutkan perjalanan ini. Semoga dalam hutan nanti kita menemukan makanan," ucap Hera ia langsung berjalan masuk ke dalam hutan.


"Dia benar, aku sudah sangat merindukan buah-buahan segar," ucap Jose, Wella mengangguk membenarkan selama di laut mereka juga ikut makan tumbuhan laut, plankton beserta para hewan-hewan kecil lainnya.


∆∆∆


"Hutan apa ini? Mengapa gersang sekali, seperti daerah netral, menyeramkan." Hera bergidik ngeri semoga saja mereka tidak menemukan hal yang aneh dalam hutan ini.


"Anda benar, Luna. Sepertinya hutan ini tidak memiliki penghuni," jawab Wella karena mereka tidak memiliki tanda-tanda sebuah klan di sini.


"Sepertinya kita harus menahan lapar hari ini," gumam Jose sambil mengelus perutnya yang sudah mulai keroncongan.


Hera mengedarkan pandangannya, benar saja tidak ada pohon pohon hidup di sini, semuanya mati, entahlah apa penyebabnya. Dalam diam Hera mengiyakan ucapan Jose.


Mata Manuwella menyipit kala melihat ada yang aneh di sini. Semua pohon-pohon di sini memiliki lubang, karena matanya yang tajam jadi ia bisa menangkap apa yang berada dalam lubang itu.


"Bukankah itu burung hantu?" tanya Hera ketika melihat seekor burung hantu terbang di atas kepala mereka. "Bukankah mereka aktif di malam hari?" tanyanya lagi.


"Anda benar Luna, itu adalah burung hantu. Dan di sini merupakan perkumpulan burung hantu, lihatlah mereka berada di dalam pohon itu." Wella menunjuk pada salah satu pohon yang terisi burung hantu itu.


"Aku merinding melihat mereka," ucap Jose ia bergidik ngeri.


"Kita harus mencari makanan, Luna, Jose. Jika tidak kita tidak akan mungkin bisa melanjutkan perjalanan ini," ucap Manuwella.


"Pimpinlah perjalanan Wella, aku yakin kau bisa mencari makanan mengingat kau sudah sering berada dalam hutan," ucap Hera.


Manuwella mengangguk, ia lalu memimpin perjalanan namun belum beberapa detik gerombolan burung hantu langsung menghadang jalan mereka. Dengan reflek Manuwella mengacungkan samurainya. "Mundur, Luna!" ucapnya, ia sudah mengamankan Hera di belakangnya.


Para burung hantu itu tidak memiliki pergerakan sama sekali, mereka hanya menghadang setelah itu berpencar menyisakan seseorang berjubah cokelat.


Orang itu membuka tudung nya, lalu nampak lah seorang wanita dengan rambut pendek. Aura kegelapan sangat melekat padanya.


Wanita itu berlutut di hadapan Hera, entah bagaimana wanita itu sudah di belakang Manuwella. Dan hal itu tentu saja membuat Wella dan Jose terkejut bukan main.


"My Queen, selamat datang. Ijinkan hamba memperkalkan diri," ucap wanita itu. Hera merasa shock tetapi ia tidak menghindar karena dirinya merasa wanita ini tidak memiliki niat buruk padanya meskipun aura kegelapan melekat padanya.


Hera menggelengkan kepalanya kala Wella dan Jose ingin menyerang wanita itu.


"Lakukanlah," ucap Hera.


"Hamba adalah guardian Anda yang ke dua, Owlye. Ijinkan hamba untuk menjaga dan melindungi Anda, sebagaimana yang sudah digariskan oleh yang maha kuasa,"


∆∆∆

__ADS_1


Love, jempol, vote, dan komentar jangan lupa yaa :) kalian dapat baca dan saya dapat jempol ehehe


__ADS_2