Queen Of The Earth

Queen Of The Earth
QotE 56 ∆Extra Part 02 (The End)∆


__ADS_3

"Aku mau daging kambing!" ucap Hera, ia mencebik karena bukan daging kambing di dunia immortal yang ia inginkan.


"Ini daging kambing, Sweety mate, aku sendiri yang berburu tadi," jelas Ares sabar.


"Tapi kambing ini menghisap darah, Ares! Aku tidak suka, itu sangat menjijikan!" ucapnya. Kambing di dunia immortal adalah hewan omnivora, mereka menghisap darah dan juga makan dedaunan.


Ares menghela nafasnya, semakin besar usia kandungan Hera semakin besar juga tingkahnya. Untung saja Ares sangat mencintai mate, jika tidak Hera akan ia berikan pada vampir liar saja.


"Aku mendengarnya, Ares!" deliknya, banyak perubahan yang terjadi pada Hera. Ia bisa membaca fikiran seseorang ketika kandungannya berusia dua kali bulan purnama. Sekarang usia kandungannya sudah melewati tiga kali purnama atau berusia tiga bulan, yang artinya sebentar lagi Hera akan melahirkan.


Sama seperti serigala dalam dunia manusia, werewolf juga memiliki fase kehamilan selama kurang lebih 63 hari. Hanya saja bayi yang dilahirkan tidak tuli seperti bayi serigala pada umumnya.


"Aku berkata benar, Sweety mate, jika kau bukan mateku mana mungkin aku sebegitu menuruti keinginanmu ini," ucapnya.


"Akh!"


"Kau kenapa?!" tanya Ares panik. "Aku akan menyuruh Mariana kemari,"


"Jangan! Mereka hanya menendang karena membencimu!" ketus Hera.


"Mengapa aku? Mereka tidak boleh membenciku, karena jika tidak ada aku mereka juga tidak akan ada," ucap Ares santai.


Buk!


Sebuah bantal mendarat pada wajah Ares, jangan tanyakan lagi pelakunya siapa.


"Aku dan anakku membencimu Ares!"


Ares mendekat, ia tertawa betapa lucunya wajah Hera ketika kesal seperti ini.


"Kau sangat lucu, Mommy," ucap Ares, ia menatap lekat matenya itu.


Tiba-tiba wajah Hera memanas, meskipun ia sudah lama bersama Ares, tetap saja dipandang lekat seperti itu Hera akan salah tingkah. Hatinya pun menghangat, seperti ada ribuan kupu-kupu terbang di atas perutnya.


Ares mengecup pipi Hera yang tembam, semenjak hamil nafsu makan Hera meningkat. Tubuhnya yang kurus kini berisi, pipinya yang tirus kini sudah seperti bakpao. Sangat lucu, apalagi dengan rona merah yang selalu menghiasi pipi putihnya.


"Kau adalah mateku, sampai kapanpun akan selalu begitu," ucap Ares. "Kau adalah ibu dari serigala-serigala kecilku, dan aku adalah ayahnya,"


Ares mengusap perut Hera yang membuncit itu.


"Aku tidak sabar melihat mereka lahir," ucapnya lagi.


Hera mengusap tangan Ares yang berada di atas perutnya. "Aku merasakan mereka ada empat," ucap Hera.


"Kau benar, Sweety mate, salah satu dari mereka adalah princess kita," imbuh Ares. Para Alpha maupun Luna bisa memprediksi jumlah kandungan Luna, bahkan jenis kelamin pun ia bisa mengetahui.


"Jika aku menjadi dokter, maka aku pastinya akan menjadi dokter kandungan," Hera tertawa. Tiba-tiba ia mengingat kehidupannya di dunia manusia.


"Ares! Aku melupakan sesuatu!" seru Hera.


"Apa?"


"Bagaimana dengan kuliah ku di sana? Aku belum menyelesaikannya!"


Ya, ia memikirkan hal itu. Seketika itu pula ia ingin pergi ke dunia manusia, melihat kampusnya, menjenguk ibu panti. Oh sungguh! Ia juga merindukan apel hitam yang berada di panti.


Hera memandang Ares dengan mata mengedip lucu. "Ares, ayolah, kau harus membawaku ke dunia manusia."


"No! Aku tidak akan membiarkan mu!" cegah Ares.


Hera mencebikkan bibirnya, ia berbaring memunggungi Ares. Tak lama kemudian terdengar isakan kecil disertai punggung Hera yang bergetar.


Ares menghela nafasnya. Ia berbaring dan memeluk Hera dari belakang, lalu mengendus leher Hera. "Sayang, sebentar lagi kau akan melahirkan. Aku takut kau kenapa-kenapa jika berada di sana," ucap Ares. Ia mengelus-elus perut Hera, ia juga mendapatkan respon tendangan dari anaknya.


"Hiks, tapi aku merindukan dunia manusia," ucapnya. "Aku juga merindukan ibu panti, hiks."


"Aku janji setelah anak kita lahir maka kita akan ke sana, tetapi anak kita harus menjadi manusia dulu," jawab Ares.


Hera membalikkan tubuhnya. "Maksudmu?" kening Hera berkerut, jika anaknya bukan berwujud manusia jadi apakah anaknya akan berwujud serigala?


"Ya Sweety mate, mereka akan berubah menjadi manusia ketika dua bulan purnama sudah terlewati," jelas Ares. Kaum werewolf memang memiliki fase seperti itu, bayi-bayi werewolf akan berubah menjadi manusia pada malam purnama kedua setelah ia lahir.

__ADS_1


Senyum Hera merekah, anak-anaknya pasti akan menjadi bayi-bayi serigala yang sangat lucu. "Aku tidak sabar lagi!" serunya. Ia langsung mendekap kepala Ares, ia tidak bisa mendekap tubuhnya karena terhalang oleh perutnya yang besar.


Ares tertawa, ia menggusalkan kepalanya pada dada Hera. "Kita akan segera bertemu dengan mereka,"


"Ngomong-ngomong, Sweety mate, habiskan sup kambingmu,"


"Tidak mau!"


∆∆∆


"MARIANA! KENDRICK!!"


"Ares jangan berlebihan, aku tidak apak-apa!" kesal Hera, sedari tadi Ares berteriak-teriak tidak jelas. Padahal sakit yang Hera rasakan tidak seberapa, hal yang lumrah bagi seorang ibu yang akan melahirkan.


"Tapi kau akan melahirkan, Sweety mate! Aku sangat takut," ucapnya.


Hera memutar bola matanya.


"Ada apa ini?" tanya Orlando, dari tadi ia mendengar keributan dari arah luar.


"Mateku akan melahirkan!" ucap Ares.


"Benarkah?!" mata Orlando membulat. "Dimana Mariana dan Kendrick?! MARIANA! KENDRICK!" Dan kali ini giliran Orlando yang berteriak.


Hera menepuk keningnya. Yang akan melahirkan adalah dirinya, tetapi yang paling ribut adalah dua pria ini.


Dari kejauhan nampak Mariana tergopoh-gopoh mendatangi Hera.


"Maaf Alpha, Luna,"


"Dari mana saja kau?!" tanya Ares dan Orlando serempak.


"Maafkan saya, ayo Luna. Sepertinya mereka tidak sabar lagi melihat dunia," ucap Mariana.


Hera pun merasakan demikian, karena rasanya ada sesuatu yang mengganjal di jalan lahirnya.


∆∆∆


"Jika ingin mengejan beri tahu saya, Luna," ucap Mariana. Ia menyiapkan beberapa peralatan, salah satunya air hangat.


"Baiklah, sekarang waktunya," Mariana memberi aba-aba. "Tarik nafas Anda, keluarkan, mengejan!"


Hera mencengkeram erat tangan Ares ketika dia mengejan. Tidak berapa lama terdengar suara lolongan kecil di ruangan itu.


Au ...


Au ...


Au ...


Seekor bayi serigala laki-laki lahir ke dunia, serigala dengan bulu hitam dengan mata biru terang.


"Calon Alpha sudah hadir. Selamat, Alpha, Luna, kalian sudah resmi menjadi orang tua," ucap Mariana, ia dapat merasakan aura yang kuat dari bayi ini. Ia yakin kelak calon Alpha akan menjadi Alpha yang disegani seperti ayahnya.


Hera tersenyum, ia menangis harus melihat bayi serigala lucu yang berada di atas dadanya. Rasa sakitnya hilang ketika melihat bayi yang hanya sebesar kepalan tangan laki-laki dewasa itu. Masih ada tiga anaknya lagi yang harus ia keluarkan, dan Hera sudah tidak sabar lagi.


Ares mengeluarkan lolongannya. Lolongan tanda bahwa sang penerus sudah lahir ke dunia.


AUUUUUUUUU


AUUUUUUUUU


AUUUUUUUUU


Suara itu menggema, diikuti suara-suara lolongan para rakyat yang ikut merasakan kebahagiaan sang Alpha.


Kembali Hera merasakan kontraksi, ia mengejan kembali. Kali ini rasanya tidak sesakit yang pertama, namun cukup membuat tenaganya terkuras.


"Ayo sweety mate, aku tau kau kuat, kau pasti bisa!" ucap Ares, ia mengecup kening Hera yang dihiasi bulir-bulir keringat.


Hera kembali mengejan, dan akhirnya anak keduanya pun lahir.

__ADS_1


Au ...


Au ...


Au ...


"Anak kedua perempuan, pasti aakn cantik seperti ibunya," ucap Mariana.


Lagi-lagi Hera menangis haru, dua anaknya sudah lahir dengan selamat tinggal dua lagi. Namun tenaganya sudah terkuras, apakah ia mampu untuk melanjutkan ini?


"Kau pasti bisa, sayang. Aku selalu berada di sampingmu," kembali Ares mengecup kening Hera. Ia juga takut melihat Hera yang kesakitan seperti ini, jika saja rasa itu bisa diganti maka ia saja yang merasakan sakitnya.


"Ya aku pasti bisa," ucap Hera. Meskipun bibirnya sudah pucat tetapi tidak melunturkan senyuman dari bibirnya.


Tidak berselang lama, Hera kembali merasakan kontraksi yang ketiga. Sama seperti kelahiran yang kedua Hera berhasil mengeluarkan anaknya dengan selamat, bayi serigala laki-laki yang memiliki bulu berwarna coklat.


"Ares, aku sudah tidak sanggup lagi," ucap Hera. Tenaganya sudah terkuras habis, melahirkan empat bayi itu tidak semudah yang dibayangkan, perlu tenaga yang besar untuk itu.


"Tidak! Tidak! Kau harus bisa, Sweety mate, kau pasti mampu. Semangat sayang," ujar Ares, dadanya berpacu cepat mendengar kalimat lemah yang dikeluarkan Hera.


"Arghhh!!!" Hera berteriak kala merasakan kontraksi lagi. Namun kali ini rasa sakit kontraksi lebih kuat dibandingkan sebelumnya.


"Ayo sayang, kau pasti bisa!" semangat Ares lagi, ia hanya bisa memberikan semangat dan dukungan karena ia tidak.bisa berbuat banyak.


"Ayo Luna, Anda pasti bisa. Tarik nafas, hembuskan, mengejan!"


Arghhhhh!!!


Au ...


Au ...


Au ...


Anak keempat dari Ares dan Hera terlahir selamat. Bayi serigala dengan bulu keabu-abuan. Hera tersenyum, akhirnya ia bisa melahirkan semua anaknya.


"Ares aku lelah," bersamaan dengan itu Hera langsung menutup kedua matanya.


∆∆∆


Semua keluarga sudah berkumpul dalam ruangan, mereka melihat bayi-bayi serigala lucu itu.


Mengenai Hera, ia sudah sadar berkat bantuan dari Charlotte, ibunya.


"Uh! Mengapa kau begitu menggemaskan, kau seperti boneka serigala!" ujar Jose semangat. "Aku ingin membawanya pergi," ujarnya lagi.


"Dan aku akan membawa nyawamu ke neraka," ucap Ares.


Jose tertawa, ia sangat suka menggoda Ares ini. Bahkan sekarang Ares sudah seperti induk ayam yang sedang mengerami telurnya.


"Kau seperti induk ayam," celetuk Hera. Semua orang tertawa, sungguh kelahiran anak-anak Ares dan Hera membawa kebahagiaan yang besar.


BRAK!


Terdengar suara pintu terbanting. Mereka yang ada di dalam menoleh ke arah pintu.


Di sana, seseorang berdiri dengan mata lurus ke depan. Ia memejamkan matanya menghirup aroma harum yang sangat memabukkan ini. Matanya terbuka, bola mata gelap malam itu memancarkan aura kegelapan yang sangat pekat.


Semua yang ada di sana terkejut bukan main, pasalnya makhluk ini merupakan makhluk yang memiliki kekuatan besar.


Ia berjalan mendekati Jose yang sedang menggendong bayi perempuan Hera.


Ia kembali menghirup aroma itu, matanya tertuju pada bayi serigala yang masih terpejam. Ia menggeram dengan suara beratnya. "Mate!"


Ya, bayi perempuan Hera sudah mendapatkan mate. Mate dari makhluk berdarah dingin penguasa kegelapan, Xavier sang Demon.


∆∆∆


The end.


Tidak adak bab tambahan lagi ya guys hehehe, jikapun ada saya akan membuat lapak baru☺️

__ADS_1


Makasih ya udah dukung cerita ini dari awal, makasih kalian sudah menyukai cerita ini. Sesungguhnya kebahagiaan bagi penulis itu ketika pembacanya menikmati karyanya.


Sekian dari saya, I really love you guys 🖤😘 See you next time!!


__ADS_2