
Rabu, 25 Maret 2020
Happy reading, semoga suka :)
∆∆∆
Di balik tudung yang menutupi hampir sebagian wajahnya itu, ia tersenyum miring. "Untuk memenangkan penduduknya saja sang Gamma tidak bisa," ia membuka tudung yang menutupi kepalanya. Masih dengan senyum miring yang ia perlihatkan, makhluk itu berucap, "apalagi menenangkan big war yang sebentar lagi akan terjadi?"
"Peeter?!"
Peeter tersenyum. "Hai, Eric. Di mana Alpha-mu? Apakah masih sekarat?" tanyanya remeh.
"Jangan sekali-kali kau merendahkan Alpha kami!" desis Eric. "Mau apa kau kemari, pulanglah! Di sini bukan tempat penghisap darah sepertimu!" desisnya lagi.
"Kau mengusirku?!"
"Apakah aku terlihat menjamu mu?" tantang Eric.
Peeter geram, ia langsung mencekik leher Eric. Gerakan vampir sangat cepat, sehingga membuat Eric tak bisa mengelak.
"Sombong sekali kau Gamma rendah, aku ingin melihat, apakah kau bisa berkata seperti ini lagi ketika melihat packmu hancur!" kata Peeter.
"Lepas, sialan!"
Peeter langsung melepaskan cekikan di leher Eric.
'Gamma, bagian timur pack sudah terserang oleh vampir, para warrior sudah kewalahan mengingat banyaknya vampir liat dan juga rogue, harap Anda datang ke sini. Beta Jack sudah mengurus bagian Barat dan selatan yang juga di serang,'
Tiba-tiba salah satu warrior yang berjaga di bagian timur pack me-mindlink Gamma Eric.
Eric memandang Peeter sinis. "Apa yang sudah kau buat, Peeter?! Kau ingin menghancurkan pack Alpha Ares yang notabenenya sahabatmu sendiri?! Sadar vampir sialan! Kau dibutakan oleh dendam!" seru Eric.
"Siapa kau berani menggurui ku?" tanya Peeter. "Oh? Alpha Zeus sudah datang ternyata, hormat saya Alpha," ucap Peeter, ia menyeringai ketika melihat Alpha Zeus.
"Peeter, aku sudah menunggu kedatangan mu," ucap Alpha Zeus.
'Pergilah ke timur, mereka membutuhkan bantuanmu, aku disini bersama Orlando. Pergilah.'
Alpha Zeus me-mindlink Gamma Eric.
Dengan patuh Gamma Eric mengangguk, lalu meninggalkan gerbang.
"Wow aku sangat tersanjung mendengar itu, Alpha. Ternyata kehadiran ku di sini di sambut baik oleh kalian," ucapnya. "Jadi, bisakah kita memulainya sekarang?"
Splash!
Arghhh!
∆∆∆
"Sekarang apa lagi? Kita harus membelah gunung sekarang?" tanya Jose.
"Aku akan melihat peta," Hera mengambil peta dalam saku miliknya.
Peta itu berubah, tidak ada lagi peta yang menunjukkan mereka harus bagaimana. Peta itu hanya berisi sebuah gambar burung Phoenix yang menyala.
"Apa maksud ini?" tanya Hera. "Bukankah ini Photranostios?" katanya lagi.
Hera menyentuh gambar itu lalu sebuah cahaya keluar dari sana, dan benar Photranostios yang keluar dari sana.
__ADS_1
Photranostios tidak berbicara, burung itu membesar layaknya Phoenix raksasa.
"Saya akan membantu Anda, My Queen," ucap Photranostios. "Naiklah ke punggung saya," lanjutnya.
Hera mengernyit, apakah guardiannya ini akan membantunya untuk membelah gunung?
"Lalu bagaimana dengan teman-temanku?" tanya Hera.
Photranostios mengeluarkan suaranya, suara itu sangat melengking hingga membuat Hera dan teman-teman menutup telinganya.
Dua ekor kuda putih bertanduk datang dari arah barat gunung Everest dan berhenti di hadapan Hera. Kuda atau unicorn itu menekukkan kedua kakinya seperti sedang memberi salam kepada Hera.
"Ocheo dan Oxcheo akan membawa teman-teman, Anda. My Queen," ucap Photranostios.
Unicorn bernama Ocheo dan Oxcheo itu mengangkat kedua kakinya lalu bersorak.
Hiiiikkkkk
Hiikkkkk
Tak lama kemudian muncul sayap dari punggung unicorn itu, sayap lebar berwarna putih bersih dan bersinar.
"Wow, aku baru kali ini melihat unicorn," ucap Hera. "Ocheo?" tanya Hera.
Unicorn yang memiliki rambut di keningnya mengangkat kaki depannya.
"Jadi kau bernama Ocheo?" tanya Hera lagi.
Hiiiikkkkk
Hera tertawa. "Baiklah kita harus menyelesaikan semuanya, aku harap kalian berdua bisa membawa teman-temanku dengan baik," ucapnya.
Hiiiiikkkkk
Hiiiiikkkkk
Perlahan Phoenix dan unicorn itu naik terbang menjauh dari gunung Everest.
Dari ketinggian yang tidak bisa Hera hitung ini, Hera bisa melihat keseluruhan dari gunung, bahkan keseluruhan dari kota Nepal dan kota-kota di sekitarnya.
Meskipun berada di ketinggian yang amat sangat tinggi, Hera tidak merasa takut sedikitpun atau bahkan kekurangan oksigen. Hera bahkan sangat menikmati pemandangan di atas ketinggian begini.
"My Queen, saatnya Anda mengucapkan matera itu," ucap Photranostios.
"Mantera?"
"Ya, mantera yang terdapat di dalam peta tersebut," jawabnya.
Hera membuka peta itu lagi, dan benar. Dalam peta itu sekarang muncul sebuah tulisan yang mengambang, tulisan itu berbunyi :
Para tanah menyatu, bebatuan membentuk, pepohonan bersiul, hewan bernyanyi, awan menari. Semua hidup dengan damai dan sempurnalah membentuk tanjakan bumi. Dialiri air dari surgawi, api dari neraka. Queen of the Earth membelah sang tanjakan, menemukan separuh yang telah hilang. Atas ijin-Nya, TERBELAHLAH!
Tanpa menghapal, Hera langsung mengingat mantera itu, entah mengapa dalam fikirannya ia sudah apa yang harus ia lakukan.
Hera memejamkan matanya, ia mulai mengambil liontin pedang miliknya. Perlahan liontin itu berubah menjadi pedang Qufeerth. Mata Hera terbuka, manik hijau itu langsung mengeluarkan sinar hijau yang memancar hingga ke puncak gunung.
Wanita bergelar Queen of the Earth itu menarik nafasnya hingga dadanya membusung.
"Para tanah menyatu, bebatuan membentuk, pepohonan bersiul, hewan bernyanyi, awan menari. Semua hidup dengan damai dan sempurnalah membentuk tanjakan bumi. Dialiri air dari surgawi, api dari neraka. Queen of the Earth membelah sang tanjakan, menemukan separuh yang telah hilang. Atas ijin-Nya--" Hera mulai mengayunkan pedang Qufeerth.
__ADS_1
Tepat di atas kepala, pedang itu bersinar sangat terang, sehingga membuat Joselyn dan Manuwella yang berada sangat jauh dari Hera menyipitkan matanya.
"--TERBELAHLAH!" seru Hera diikuti ayunan pedang yang menebas membelah sang gunung tertinggi.
Splash!
Duar!
Suara dentuman itu memenuhi indera pendengaran Hera. Di saat itu pula Hera sangat khawatir akan kehidupan hewan dan makhluk lainnya hancur akibat terbelahnya gunung.
"Tidak, My Queen. Para penguni gunung sudah berada pada tempat yang aman, berkat Anda membaca mantera tersebut," ucap Photranostios.
Hera menghela nafasnya, gunung itu sudah terbelah. Tak berapa lama kemudian, cahaya hijau langsung keluar dari dasar gunung. Setelah cahaya itu keluar, gunung yang tadinya terbelah sehingga menampakkan isi dari gunung itu sendiri kini sudah menyatu kembali seperti sedia kala.
Cahaya hijau itu, terbang ke puncak gunung lalu menghilang.
"Cahaya apa itu?" tanya Hera.
Photranostios tidak menjawab, ia langsung terbang mengikuti arah cahaya hijau tersebut menghilang.
Tidak berapa lama, mereka sampai pada puncak gunung. Hera turun dari pundak Photranostios. Diikuti Jose dan Wella yang juga turun dari pundak Ocheo dan Oxcheo.
"Mengapa kita di sini? Di mana ibuku?" tanya Hera.
"Temukan batu semedi, maka Anda akan bertemu Queen of the Earth sebelumnya. Saya pamit, My Queen. Rapalkan nama saya dan guardian yang lain jika Anda ingin kami membantu," ucap Photranostios. Lalu ia berubah menjadi cahaya api yang masuk ke dalam liontin Hera.
Sedangkan Ocheo dan Oxcheo juga menghilang menjadi cahaya lalu masuk ke dalam tubuh Jose dan Wella. Ocheo masuk dalam tubuh Jose, sedangkan Oxcheo masuk ke dalam tubuh Wella. Di belakang telinga Jose dan Wella langsung memiliki sebuah tanda seperti tato yang berbentuk seperti simbol unicorn.
"Kenapa teliangku terasa panas?" tanya Jose.
Wella langsung meraba bagian belakang telinganya yang juga terasa panas. Wella langsung menyibak rambut Jose.
"Jose, kau memiliki tanda unicorn!" seru Wella.
Mata Jose membulat, ia memegang permukaan belakang telinganya. "Aku bisa merasakannya!" serunya. "Kau juga memilinya, Wella," ucap Jose.
"Kau benar," gumam Wella.
"Kita harus bergegas sekarang! Sekarang sudah semakin sore," ucap Hera. "Malam ini adalah Super Blue Moon, kita harus cepat menemukan ibuku," katanya.
"Kita harus ke mana lagi? Aku melihat cahaya hijau itu menghilang ke arah sini," ucap Jose.
"Kita harus menemukan batu semedi, dan aku yakin ibuku berada di sana,"
∆∆∆
Bonus gambar unicorn Ocheo dan Oxcheo, serta tato yang dimiliki Joselyn dan Manuwella
Unicorn berponi Ocheo, yang tidak adalah Oxcheo
Anggap aja di belakang telinga hehe
See you next chapter🤗🤗
.
__ADS_1
.
.