Queen Of The Earth

Queen Of The Earth
QotE 39 ∆Lumpur Penghisap∆


__ADS_3

Hera masih berdiri angkuh di hadapan mereka, dadanya membusung seolah mengatakan ia adalah pemimpin yang harus di hormati.


Namun tak lama setelah itu tubuh Hera mengejang dan langsung luruh ke tanah.


"Luna!"


Jose dan Wella langsung menghampiri wanita berambut pirang bermata hijau itu.


"Hera kau tak apa-apa?" tanya Jose khawatir.


Hera menggeleng, ia hanya merasa sedikit pusing saja. "Sedikit pusing, tapi tidak apa-apa," jawabnya.


Sekarang Hera sudah kembali ke jati dirinya yang asli. Sisi gelap Hera hanya nampak jika dalam keadaan tertentu saja. Jika semua sudah berakhir maka jati diri Hera yang asli akan kembali lagi.


"Saya akan pergi mencari sesuatu yang dapat dimakan, Luna. Saya khawatir Anda akan terserang penyakit," ucap Manuwella, wanita berambut pendek itu lalu berdiri untuk mencari makanan.


"Aku ikut, kita akan mencarinya bersama."


"Tidak usah, Luna. Tubuh Anda masih lemah, sebaiknya Anda beristirahat terlebih dahulu," tolak Wella. Karena ia tidak mau membuat keadaan Hera bertambah buruk, jika itu terjadi maka ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.


"Aku ikut, Wella. Kita akan melanjutkan perjalanan seraya mencari makanan," kata Hera.


Jose mengangguk membenarkan. "Hera benar,"


"Baiklah,"


Lalu mereka melanjutkan perjalanannya, baru beberapa langkah perjalanan seekor burung hantu terbang pelan mengiringi mereka.


Burung hantu itu menelengkan kepalanya ke arah Hera.


'My Queen, ini hamba, Owlye.'


Entah bagaimana tiba-tiba suara seseorang masuk ke dalam kepala Hera.


'Berry, kau kah itu?'


'Bukan, itu guardianmu tadi,' jawab suara lainnya lagi.


'My Queen, burung hantu di samping Anda ini adalah saya, Owlye. Saya hanya ingin mengarahkan jalan menuju persediaan makanan,'


'Persediaan makanan?'


'Ya, makanan yang memang sudah disiapkan untuk Anda, My Queen.'


Hera mengangguk paham, akhirnya mereka akan menemukan makanan.


"Jose, Wella, kita akan mengikuti burung hantu itu. Dia adalah Owlye, Owlye akan menunjukkan makanan pada kita," kata Hera.


Jose dan Wella berpandangan lalu mereka mengangguk.

__ADS_1


"Kami akan mengikuti Anda, My Queen," ucap mereka serempak. Jose dan Wella membungkuk di belakang Hera.


Hera menoleh ke belakang, dahinya berkerut melihat kedua temannya ini. "Ada apa dengan kalian? Mengapa kalian memanggilku My Queen?" tanya Hera beruntun. Bukankah hanya kekuatan dan guardiannya saja yang memanggilnya seperti itu?


"Bangunlah, aku tidak suka kalian seperti ini," katanya lagi.


"Hamba hanya mengikuti perintah Anda, My Queen."


Dahi Hera semakin mengerut. "Kapan aku memerintahkan kalian seperti itu?"


Lagi-lagi Jose dan Wella bertatapan.


"Hera?" tanya Joselyn hati-hati, ia sudah siap jika lehernya akan menjadi sasaran lagi.


"Kalian fikir aku siapa?" tanya Hera bingung. Ada apa dengan mereka berdua ini? Apakah Hera nampak lain?


"Kami berfikir kau adalah Hera dari sisi gelapmu,"


Oh Hera mengerti sekarang, mereka berfikir ketika ia menyebut nama Owlye maka Hera akan berubah menjadi gelap juga.


"Ini aku, bukankah kalian melihat perubahanku ketika aku adalah si Gelap?" tanya Hera, ia tidak tau menyebutnya apa jadi ia putuskan untuk menyebutnya si Gelap saja.


"Benar, matamu akan berubah menjadi hitam seperti mata kijang lalu kau akan membusungkan dadamu," jawab Jose. Sedikit aneh memang, tetapi Jose lebih menyukai Hera dari sisi gelapnya. Bukab berarti ia tidak suka dengan jati diri Hera hanya saja Hera yang sekarang adalah Hera yang sangat baik hati sehingga untuk membunuh semut saja ia tidak tega.


Hera mengangguk. "Baiklah ayo kita ke tempat itu,"


Lalu mereka pun mengikuti Owlye terbang. Hingga hampir setengah jam mereka berjalan, mereka sampai disebuah tempat yang indah. Tempat itu terdapat banyak sekali buah-buahan segar dan juga air yang mengalir. Di sana juga terdapat sebuah pohon dengan batang yang sangat besar, pohon itu memiliki bentuk seperti mulut goa di akarnya itu sehingga dapat dijadikan sebuah tempat peristirahatan. Benar-benar indah!


'Kau benar, Berry. Anakan sungai itu, sangat jernih,'


"My Queen, ini adalah tempat Anda dan teman-teman Anda beristirahat, silahkan menikmati. Hamba selalu berada disisi Anda, selamat beristirahat." Owlye langsung berubah menjadi sebuah asap hitam lalu masuk ke dalam tubuh Hera.


"Ayo kita makan buah-buahan ini," ajak Hera.


Mereka pun memakan buah-buahan tersebut. Nafsu makan Hera semakin meningkat, rasanya ia tidak pernah makan selama satu bulan saja. Mungkin ini efek dari mereka menjadi mermaid untuk sementara itu.


"Uh aku sangat kenyang," ucap Hera. Ia mengusap perutnya.


Jose menelan ludah setelah melihat cara makan Hera yang tak biasa itu. "Hera apakah kau benar-benar kelaparan?" tanya Jose.


"Ya aku sangat kelaparan, rasanya aku sudah tidak makan selama sebulan saja," ucap Hera, ia kembali menggigit buah pisang yang baru saja ia kupas itu.


Lagi-lagi Jose menelan ludahnya, bukankah Hera bilang sudah kenyang? Tetapi mengapa masih makan lagi? Sudahlah mungkin wanita itu benar-benar kelaparan.


"Aku ingin membuat unggun, karena sebentar lagi akan mulai gelap," ucap Jose. "Biarkan aku menunjukkan sihir apiku," ucap Jose angkuh.


Hera berdecak. "Terserah kau saja," ucapnya ia kembali memakan buah yang lain dan kali ini ia memilih buah jeruk.


Jose langsung menghidupkan apinya pada kayu yang sudah bertumpuk itu, dengan sekali baca mantra kayu itu langsung terbakar. "Kameni,"

__ADS_1


Lalu Jose sedikit memainkan sirkus dari api, ia membuat bola-bola api lalu memainkannya.


"Jose, kau sangat hebat!" seru Hera. Ia memandang takjub permainan Jose.


"Ya itu aku," jawab Jose. "Sudah, aku ingin istirahat," Jose langsung menghentikan pertunjukan apinya dal itu membuat Her mencebik.


"Padahal aku ingin melihat lagi,"


"Istirahatlah, Luna. Saya akan berjaga di sini," ucap Wella.


Hera menggeleng. Ia menarik Wella untuk masuk ke dalam goa pohon itu. "Kita akan beristirahat bersama-- wow!" ucapan Hera terpotong kala ia melihat pemandangan di dalam goa kecil dari pohon ini.


Tempat ini seperti sarang burung raksasa, sangat empuk dan nyaman. "Mengapa rasanya aku seperti menemukan kasur?" ucap Hera. Ia lalu berbaring di tempat itu meskipun sempit tetapi sangat nyaman untuk mereka bertiga.


"Aku ingin tidur,"


Lalu tak berapa lama langsung terdengar dengkuran halus yng keluar dari bibir Hera.


Jose dan Wella tersenyum simpul melihat kelakuan sang Luna, mereka pun lauu menyusul Hera untuk memejamkan matanya.


∆∆∆


Hera dan teman-teman kembali melanjutkan perjalanan mereka ketika ayam hutan mulai berkokok. Mereka juga mengambil buah-buahan itu untuk bekal diperjalanan mereka, terutama Hera. Wanita itu merasa terus kelaparan entah karena apa. Tadi malan saja ia terbangun karena kelaparan, jika di fikir bukankah Hera sudah makan sebelum ia beristirahat? Entahlah ia juga bingung dengan nafsu makannya. Mungkinkah ini pengaruh dari kekuatannya yang terus bertambah?


Bicara tentang kekuatan, sekarang Hera sudah memiliki empat kekuatan, yaitu: Natthy Controller, Mina Controller, Timmy Controller, dan Watroftaght Controller. Yang artinya batu permata di kalung Hera juga sudah terisi empat, yaitu: Emerald (Hijau), Amethyst (Ungu), Garnet Orange, dan Aquamarine (Biru Air).


Hera membuka petanya, sehabis mereka melewati simbol burung hantu kini mereka akan melewati sebuah titik cahaya berwarna coklat. Hera bisa bertaruh itu adalah kekuatannya yang lain.


"Aa!"


Hera menoleh ke belakang, dan di sana Wella yang berada di belakang mereka terjebak dalam lumpur penghisap. 


Lumpur itu sekarang sudah menghisap tubuh Wella hingga pinggang.


"Wella!" panggil Hera. Ia tidak tau harus berbuat apa karena Wella berada jauh di tengah lumpur itu. Jika ia menghampiri Wella maka ia juga akan terjebak dan ia tidak akan menolong Wella.


"Tenang, Luna. Saya tidak apa-apa,"


"Kau akan tenggelam! Jose bagaimana ini?" tanya Hera, ia khawatir pada Wella karena ia pernah mendengar lumpur ini bisa membunuh seseorang.


"Tenanglah, Hera. Kita hanya bisa terdiam menyaksikan Wella bertahan, tidak ada yang bisa menolong Manuwella selain dirinya sendiri,"


Dan kali ini Hera benar-benar ketakutan.


∆∆∆


Hayoloo, kira-kira apa yang terjadi selanjutnya yaa?🤔


Apakah Wella akan selamat atau gugur di tengah-tengah perjalanan?

__ADS_1


Kira-kira cahaya coklat itu apa ya? Coba tebak ehehehe


Sampai jumpa di chapter berikutnya, see u :)


__ADS_2