
...********...
"Kakak!"
"Ke-Keysa!" Ucap Keyra melihat sesosok wanita berambut sepinggang, mengenakan seragam sekolah SMA, berdiri tak jauh dari hadapannya.
"Keysa tunggu disitu yah, kakak segera kesana!" Sambungnya mencoba untuk mengangkat salah satu kakinya, melangkah menghampiri Keysa.
"Ah, kakiku kenapa?" Keyra berusaha mencoba menggerakkan kedua kakinya, tapi tetap saja tidak bisa. Rasanya seperti, tertancap dan terpaku ditanah. "Sial!"
"Kakak!" Panggil Keysa sekali lagi, Keyra mengembalikan kembali pandangannya kearah adiknya. Betapa terkejutnya, tubuh dan wajah Keysa tidak sama seperti awal Keyra melihat dirinya.
"Ke-Keysa!" Wajah Keysa dilumuri dengan darah, baju seragam yang semula tampak bersih kini terlihat begitu lusuh, bibirnya pucat, lututnya berdarah dan terdapat luka-luka lebam di sekujur tubuhnya.
"Keysa, tunggu disana!. Kakak segera kesana!" Melihat kondisi Keysa membuat Keyra panik. Berkali-kali dirinya memukul-mukul kedua kakinya bahkan sampai terluka, karena sama sekali tidak dapat digerakkan, seperti ada sesuatu yang menahan dirinya untuk tidak dapat menemui adiknya.
"Keysa, jangan tinggalin kakak!" Pinta Keyra mengeluarkan benih air mata.
"Kakak, Keysa takut!" Perlahan-lahan wajah pucat dengan tubuh penuh luka milik Keysa mulai menghilang, membuat Keyra semakin berteriak histeris karenanya.
"Keysa, jangan tinggalin kakak, Keysa!"
"KEYYYSAAAA!!!!"
...********...
//Tiiitttttt// bersamaan dengan bunyi jam alarm, Keyra terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal dan keringat yang bercucuran.
"A-adik, ini cuman mimpi?" Keyra masih berusaha untuk mengatur nafasnya, jantungnya berdegup begitu kencang, tubuh dan kedua kaki Keyra terasa sakit. "Mimpi ini, terasa begitu nyata."
Keyra melirik kearah baju seragam SMA yang tergeletak diatas tempat tidurnya, lengan kanan putih Keyra menggapainya. "Sepertinya, ini penyebab aku bermimpi buruk barusan," Ujar Keyra menatap lekat kearah baju seragam SMA yang sudah lusuh dan kotor itu.
Yah, baju seragam SMA itu milik Keysa, adik perempuan dari Keyra. Keyra selalu tidur dengan didampingi baju seragam SMA milik adiknya itu, tidak peduli walaupun itu sudah kotor ataupun lusuh. Keyra tetap senang, karena dirinya merasa seperti tengah memeluk adiknya yang sudah tiada.
"Aku berjanji, akan membalaskan dendam untuk mu Keysa!" Ujar Keyra mencengkeram erat baju seragam tersebut.
//Tok tok tok// terdengar suara ketukan berasal dari pintu kamar Keyra, membuat wanita itu berdiri dan berjalan untuk membukakan pintu tersebut.
Pintu pun terbuka, nampak seorang pelayan wanita yang terlihat cukup tua dengan kerutan kulit dibawah kantong matanya.
"Ada apa bi?" Tanya Keyra.
__ADS_1
"Nona Keyra, tadi saya mendengar suara teriakan nona cukup keras. Itu sebabnya, saya terburu-buru datang kemari untuk memeriksa keadaan nona," Balas pelayan wanita tua itu yang biasa Keyra panggil Bi Hana, dirinya tengah mengkhawatirkan tentang kondisi majikannya.
"Saya tidak apa-apa kok bi, bi Hana tidak perlu khawatir!" Ujar Keyra, lalu bi Hana melirik kearah tangan kanan Keyra yang tengah memegang baju seragam SMA milik adiknya.
"Nona Keyra, lagi-lagi nona tidur dengan baju seragam milik nona Keysa," Ucap bi Hana selepas sekilas melihat kearah baju seragam SMA yang lusuh itu.
"Iyah bi, saya merasa kurang dan tidur saya tidak akan merasa nyenyak tanpa ditemani baju seragam ini," Balas Keyra, seketika pandangan matanya menjadi sendu menatap baju seragam SMA itu.
"Tapi nona, nona Keysa sudah cukup lama meninggalkan kita semua. Dan baju seragam itu juga, sudah terlihat lusuh dan kotor. Biarkan saya mencucinya nona Keyra!, saya takut nanti anda akan sakit karena hal ini."
"Tidak!" Tepis Keyra menolak.
"Biarkan saja baju seragam ini tetap seperti ini adanya, ini adalah pakaian yang terakhir kali adikku Keysa kenakan sampai dia meninggal."
"Walaupun terlihat lusuh, kotor, dan bahkan masih ada sisa bercak noda darah milik Keysa disana, tidak apa-apa. Semua hal mengejamkan itu, akan semakin membuat diriku berambisi untuk menghabisi mereka semua," Sambung Keyra dengan sorot mata tajam, mendengar suaranya membuat bi Hana bergidik ngeri karenanya.
"Bi Hana!" Panggil Keyra sambil melihat kearah wajah bi Hana.
"Iyah nona?"
"Tolong, bersihkan pisau dan juga pistol yang ku letakkan diatas nakas dekat tempat tidur!, terlalu banyak darah disana," Pinta Keyra.
"Baik nona," Jawab bi Hana.
"Baik nona," Jawab bi Hana melihat punggung majikannya yang mulai menjauh.
"Nona Keyra, padahal dahulu anda sangat amat takut dengan benda-benda tajam dan berbahaya, terutama pisau dan juga pistol. Tetapi, sejak kematian nona Keysa, dua benda itu sudah menjadi layaknya seperti mainan untuk anda," Batin bi Hana merasa sedih.
...********...
"Anda sudah siap untuk berangkat nona?" Tanya bi Hana sambil memberikan kotak bekal makanan kepada Keyra, yang sudah siap untuk berangkat ke sekolah.
"Yah bi, saya sebentar lagi mau berangkat," Balas Keyra, sembari menerima kotak bekal makanan pemberian dari pelayannya itu.
Bi Hana menatap Keyra mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dandanannya terlihat sungguh berbeda, dari awal pertama tadi bi Hana melihat majikannya.
Rambut hitam sedikit bergelombang, alis tebal, bulu mata lentik, parasnya yang cantik nan elegan. Kini terlihat seperti anak cupu yang gemar membaca buku, rambut Keyra dikepang menjadi dua, mengenakan kacamata hitam bulat besar, ditambah lagi tas cukup besar yang menempel dipunggung Keyra.
"Kalau begitu, Keyra pergi berangkat sekolah dulu yah bi!" Ujarnya.
"Baik nona, hati-hati!" Balas bi Hana dibalas senyuman singkat oleh Keyra, lalu segera pergi menuju mobil putih yang terparkir diluar rumah lalu masuk kedalam sana.
Keyra membuka sedikit jendela kaca mobil, memberi sebuah lambaian tangan berpamitan kepada bi Hana, dan mobil itupun berangkat.
__ADS_1
Bi Hana melihat mobil putih milik majikannya itu berlalu pergi, keluar melewati gerbang rumah.
"Semoga anda baik-baik saja nona," Batin bi Hana.
...********...
~Di dalam rumah kediaman Keyra.
Di dapur, Bi Hana tengah sibuk menyiapkan beberapa makanan yang kemudian ditaruh diatas troli makanan. "Haaaahh," Bi Hana menghela nafas panjang, entah mengapa ini adalah salah satu tugas berat bagi dirinya yang Keyra berikan untuknya.
"Ini perintah nona Keyra," Ucap bi Hana mencoba untuk memantapkan hatinya, lalu mendorong troli makanan tersebut menuju kesebuah ruangan. Sebuah tempat, yang hanya Keyra dan beberapa orang terdekat yang dia percaya tahu mengenai ruangan rahasia itu.
Sesampainya disana, disebuah ruangan bawah tanah. Terdapat tikus-tikus milik Keyra yang dirinya tempatkan disebuah kurungan penjara yang cukup besar, dan terbagi menjadi beberapa bagian.
Mereka yang Keyra sebut tikus-tikus itu, mengenakan baju seragam SMA yang sama seperti Keysa, tiap-tiap dari mereka memiliki luka yang berbeda-beda ditubuhnya masing-masing.
Wajah mereka tampak lesu, lemas, menunjukkan bayang-bayang keputusasaan, ada beberapa dari mereka dengan keadaan kedua tangan terikat kebelakang, sebab seringkali memberontak.
Bi Hana bergantian membuka pintu-pintu kurungan penjara itu untuk memberikan sepiring makanan, setelah selesai tak lupa untuk menutupnya kembali.
"Hei kau!, kau pelayan Keyra bukan?. Tolong, tolong bebaskan aku dari sini!" Pinta seorang remaja laki-laki dari dalam kurungan penjara tersebut.
"Yah Bu, tolong lepaskan kami dari sini!. Saya ingin kembali pulang kerumah!" Sahut teman perempuannya.
Bi Hana pura-pura tidak mendengar, dirinya sibuk untuk membereskan troli makanan, untuk segera pergi keluar dari ruangan bawah tanah ini.
"Hei kau!. Apa kau tidak mempunyai telinga?, apa kau tuli!. Cepat lepaskan kami semua dari sini!" Pintanya kesal, sebab bi Hana tidak mempedulikan dirinya.
"Maaf, saya tidak bisa melepaskan kalian semua dari sini," Balas bi Hana dengan nada dingin, menatap kearah wajah remaja lelaki itu dengan posisi kedua tangannya memegang besi kurungan penjara.
"Kenapa?, apa karena nona Keyra mu itu yang tidak mengizinkannya. Dia adalah wanita berhati busuk, dan bermuka tebal!" Cerca remaja lelaki tersebut.
"Dirinya datang ke sekolah dengan dandanan cupu, tetapi ternyata berhati iblis!. Dia tega mengurung semua teman-temannya didalam ruang bawah tanah ini," Sambungnya, setelah mendengar banyak sekali cercaan kepada majikannya Keyra, bi Hana berjalan menghampiri remaja lelaki tersebut.
Bi Hana berdiri tepat dihadapannya dengan wajah datar, membuat kontak mata dengan dirinya. "Nona saya Keyra tidak akan pernah menjadi seperti itu, jika bukan karna perbuatan kalian," Ujar bi Hana.
"Kalian semua lah, yang sudah membangkitkan sisi jahat didalam diri nona saya. Salah, yah!. Memang cara perlakuan nona Keyra itu salah."
"Tapi dia melakukannya hanya untuk menutupi rasa sedihnya selama ini, memuntapkan seluruh kemarahannya, dan tentu saja untuk membalaskan dendamnya. Jika kalian tidak pernah berani melakukan hal itu kepada adiknya, maka nona Keyra juga tidak akan pernah berbuat seperti ini kepada kalian," Sambung bi Hana lalu berjalan pergi beberapa langkah.
"Anggap saja, ini adalah karma yang harus kalian bayar," bi Hana sempat memberhentikan langkahnya, tanpa menoleh kebelakang. Dan kembali berjalan sambil mendorong troli makanan itu.
...********...
__ADS_1