RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS

RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS
RDWP 21


__ADS_3


...--Rahasia dibalik wajah polos--...


...--Masa lalu yang gelap--...


Beberapa tahun yang lalu ....


"Adek, ngapain kamu ngajak kakak kesini?, ini sudah malem loh. Nanti kalau bunda sama ayah nyariin kita gimana?" Khawatir Keyra pada saat itu masih duduk dibangku SMA kelas 11, dengan sang adik Keysa duduk dibangku SMP kelas 8.


"Udahlah kak, biarin aja. Lagian kita berdua cuman main sebentar kok, habis ini juga pulang," Balas Keysa masih menggandeng tangan kakaknya, mengajaknya menuju ke suatu tempat.


Di lapangan yang cukup luas, terletak tak jauh dari kediaman kedua kakak beradik itu tinggal. Sebuah padang rumput hijau, semilir angin malam menusuk kulit, entah apa yang Keysa rencanakan hingga mengajak sang kakak kemari.


"Disini dingin loh dek, kita pulang aja deh," Ujar Keyra memeluk tubuhnya sambil menggosok-gosok kulit putihnya, untuk memberikan rasa hangat.


"Isshh, sebentar lagi kakak. Sabaran dikit kenapa sih. Keysa mau tunjukin sesuatu ke kak Keyra."


"Yaudah mana?" Tanya Keyra sedikit menekan nada bicaranya, ia sudah mulai merasa kedinginan sekarang.


"Sabar kakak, sebentaaarrr lagi," Balas Keysa sesekali melirik kearah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, terlihat seperti sedang menunggu sesuatu.


"Cepetan dong dek, tubuh aku udah beku nih. Kamu mah enak pake jaket, lah aku cuman kaos tipis."


"Emang siapa yang suruh kakak Keyra pakai kaos tipis?, kan tadi waktu dirumah Keysa sudah bilang kalau kita mau keluar, anginnya dingin kak. Lah kak Keyra malah ngotot mau pake itu."


"Kan aku pikir cuman sebentar, kamu mau ngajak aku keluar buat beli makanan, nasi goreng, seblak, mie ayam, es campur, eh tahu-tahunya malah diajak ke lapangan sepi," Ujar Keyra menyesal karena sudah menaruh harapan besar.


"Tapi kak, Keysa bisa jamin kalau kejutan Keysa yang satu ini, lebih berharga daripada semua jenis makanan yang kakak Keyra sebut tadi."


"Tinggal tiga puluh detik lagi kak, kakak Keyra lihat terus ke langit yah. Sebentar lagi yang Keysa maksud mau muncul," Antusias Keysa terus memfokuskan perhatiannya kepada langit diatas sana.


"Oke, memangnya ada apaan sih?" Penasaran Keyra, karena tidak melihat apapun kecuali bulan purnama yang tertutup awan hitam.


Lalu sekelibat, terlihat cahaya putih melewati langit. Terlihat begitu bersinar dan juga cantik. "Lihat kak, kakak Keyra lihat kan?"


"I-iyah, i-itu tadi apa Keysa?" Tanya Keyra merasa takjub dengan fenomena alam tersebut.


"Itu namanya bintang berekor kak, hanya bisa muncul beberapa puluh tahun sekali lamanya. Gimana, bagus kan?"


"Iyah bagus, banget malah," Jawab Keyra dengan masih membuka matanya lebar-lebar, berharap ada satu lagi bintang berekor melintas.


"Sebenarnya, ini tujuan awal Keysa mengajak kakak Keyra kesini. Keysa mau melihat bintang berekor itu bersama kakak, yang kebanyakan tidak semua orang bisa menyaksikannya," Ujar Keysa masih menatap langit malam, kini pandangan gadis itu berubah menjadi sendu.

__ADS_1


"Kakak Keyra, aku boleh tanya sesuatu gak sama kakak?" Tanya Keysa tanpa mengalihkan pengelihatannya sama sekali.


"Iyah, apa?" Balas Keyra.


"Kakak Keyra risih gak sih, punya adik seperti aku?"


"Kakak Keyra itu cantik, baik, anggun, elegan. Sedangkan Keysa, hmmm sebaliknya," Sambung Keysa tersenyum kaku.


"Kakak Keyra sebentar lagi akan menjadi pemain biola terkenal, tapi sampai sekarang anak-anak disekolah Keysa tidak ada yang tahu kalau kakak Keyra itu saudara Keysa."


"Tapi, kenapa?" Tanya Keyra.


"Karena Keysa malu kak," Jawab Keysa membuat Keyra cukup tercengang.


"Malu?, bukannya kamu yang menyuruh kakak buat menjadi violinis dek?, kenapa kamu harus malu. Apa kamu sudah berubah pikiran?, kamu sudah gak suka lagi sama biola?"


"Keysa bangga punya kakak seperti kak Keyra, Keysa senang punya saudara hebat seperti kakak. Tapi Keysa malu, kalau nantinya mereka tahu, kak Keyra mempunyai adik buruk rupa seperti aku."


"Maksud kamu apa Keysa!" Bentak Keyra menggenggam tangan adiknya.


"Yang Keysa katakan itu benar kak, ini memanglah faktanya. Padahal, kita berdua dilahirkan oleh ibu yang sama, dibesarkan di keluarga yang sama pula. Tetapi ... takdir kita jauh berbeda."


"Kita itu sama Keysa, enggak ada yang berbeda dari kita berdua. Kita itu saudara, kamu sama seperti kakak!"


"Ke-Keysa," Batin Keyra tertegun.


"Sekarang jujur sama kakak, kenapa sifat kamu tiba-tiba berubah seperti ini?, apa ada orang yang sudah berbuat buruk sama kamu?, apa teman-teman disekolah kamu bully kamu dek?"


"Cerita sama kakak!"


"Tidak ada kak," Tepis Keysa.


"Tidak ada orang yang berbuat buruk sama Keysa, mereka hanya melakukan tugasnya dengan baik, itu saja."



...---Rahasia dibalik wajah polos---...


//Brak// terdengar suara hantaman keras, berasal dari dalam toilet siswi. Terlihat seorang anak perempuan tengah berada didalam sana sendirian.


Jari jemari anak tersebut terluka mengeluarkan darah, ternyata suara hantaman itu diakibatkan olehnya, sehabis memukul sebuah kaca toilet hingga retak.


Dandanan anak itu terlihat begitu berantakan, rambutnya acak-acakan dengan kaos seragam penuh coretan bolpoin dimana-mana.

__ADS_1


"Aaaahhhhh!!!!" Teriaknya menggema didalam ruangan, dengan cucuran air mata deras mengalir dipipinya.


"Kenapa aku harus terlahir seperti ini, kenapa aku harus hidup dengan wajah seperti ini," Marahnya memukul sekali lagi kaca toilet yang sudah rusak, serpihan-serpihan kecil tak terasa menusuk kedalam kulitnya.


Tetapi, kesakitan itu sama sekali tidak gadis itu rasakan. Perihnya serpihan kaca yang mengoyak kulitnya, tidak sepedih bagaimana perlakuan buruk para siswa-siswi disekolah itu kepada dirinya.


"Haha, sebentar lagi Lo pasti akan mati Keysa. Lo pasti bakal mati dibunuh sama mereka," Ujar Keysa seperti orang tidak waras, menjambak-jambak rambut hitamnya.


"Sebenarnya gua salah apa sama mereka?, aku gak pernah cari gara-gara sama mereka semua. Tapi kenapa, kenapa harus Keysa yang jadi korban?"


"Keysa selalu berusaha buat baik sama mereka, Keysa selalu berikan apapun yang mereka mau," Ujar Keysa lalu kembali menatap kearah kaca toilet, terlihat pantulan wajahnya seperti abstrak akibat kaca yang sudah rusak.


"Apa mungkin, karena wajah ini?" Gumamnya dengan tatapan kosong, perlahan jari jemarinya meraih sebuah serpihan kaca yang berserakan di dekat wastafel.


"Kalau wajah ini hilang, Keysa pasti akan disukai sama mereka, Keysa pasti akan punya banyak teman," Sambung Keysa mengarahkan serpihan kaca itu tepat didepan wajahnya.


Lalu dengan sengaja, layaknya orang yang sudah hilang akal. Keysa melayangkan serpihan kaca tersebut untuk menusuk wajahnya.


//Ting// terdengar nada pesan masuk berasal dari handphone Keysa yang tergeletak didekat wastafel, akibat dari suara tersebut membuat serpihan kaca itu terhenti, kurang sedikit lagi akan merobek kulit gadis itu.


Pesan WhatsApp:


Kakak Keyra //3: "Adik, kamu sudah bawa uang jajan kan?, bekal kamu ketinggalan dirumah nih. Padahal kan sudah kakak bilang, jangan lupa dibawa!"


Kakak Keyra //3: "Dek, kamu bawa uang jajan kan?"


Kakak Keyra //3: "Woy bales dong!!!"


Keysa hanya bisa tersenyum smirk melihat chat beruntun yang muncul dari layar handphonenya, berasal dari sang kakak Keyra.


"Adik Lo mau mati kak."


...********...


Hai, sebelum pergi kasih kata-kata kalian yuk!!!


Satu pesan untuk Keyra?


Satu pesan untuk Keysa?


Satu pesan untuk Samudera?


Satu pesan untuk Lucas?

__ADS_1


Jangan lupa tulis di kolom komentar yah, papayo 👋👋👋


__ADS_2