RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS

RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS
RDWP 3.


__ADS_3


"Eh Lo lama banget sih!" Geram salah satu siswa merasa kesal karena telah menunggu lama, sambil menarik kasar kerah baju anak tersebut hingga terjatuh.


"Lo pikir kantin ini punya nenek moyang Lo apa, kalau memang bisu gak usah sekolah disini!. Nyusahin orang aja!" Sambungnya dengan perkataan kasar, membuat hati anak tersebut merasa sakit mendengarnya.


"Eh, kamu enggak apa-apa?" Tanya Keyra yang langsung bergegas membantu remaja lelaki yang terjatuh tadi.


Anak itu hanya bisa menggeleng pelan, sambil dibantu berdiri oleh Keyra.


"Cih, dua anak beban disini. Kapan majunya ini sekolah, kalau isinya beginian," Sindirnya begitu jelas terdengar dikedua telinga Keyra.


"Aku antar kamu keluar dari sini yuk!" Ajak Keyra tidak menghiraukan cercaan pedas dari murid laki-laki itu, walau tangannya terasa gatal ingin sekali merobek lalu mencabut mulut itu dari wajahnya.


Anak lelaki tersebut mengangguk-angguk, lalu mereka berdua pun keluar dari dalam kantin menuju kesebuah taman sekolah, dan duduk disalah satu kursi disana.


~Di taman sekolah.


"Kamu duduk disini sebentar yah!" Suruh Keyra agar lelaki itu duduk di kursi dekat taman sekolah.


"Aku pergi dulu sebentar, kamu jangan kemana-mana yah!" Pinta Keyra lalu bergegas pergi dari sana menuju ke suatu tempat.


Beberapa saat kemudian, Keyra kembali sembari membawa sebuah bekal makanan dikedua tangannya, dan duduk disamping siswa tersebut.


Keyra membuka bekal makanannya, membagi berdua dengan temannya. "Nih buat kamu!" Ujar Keyra menyodorkan sepotong roti sandwich.


Anak lelaki itu hanya melambai-lambaikan kedua tangannya, menggeleng-gelengkan kepalanya, sebagai jawaban tidak.


"Kenapa?, kamu pasti lapar kan. Udah enggak apa-apa, aku masih punya sepotong roti lagi kok buat aku makan," Ujar Keyra.


Dengan perasaan yang sedikit ragu, siswa lelaki itu pun mengambil sepotong roti sandwich dari tangan Keyra.


"Terimakasih!" Tulisnya disebuah selembar kertas miliknya ditujukan kepada Keyra dengan diakhiri emot tersenyum.


"Iyah, sama-sama," Balas Keyra, lalu mereka berdua pun bersama-sama menikmati sepotong roti sandwich tersebut, dengan semilir angin segar di taman sekolah.


"Oh yah, kalau boleh tahu, nama kamu siapa?" Tanya Keyra kepada siswa lelaki itu.


Seperti biasa, anak itu tidak langsung menjawab pertanyaan Keyra. Dirinya harus menulis terlebih dahulu jawaban apa yang ingin dirinya berikan, di sebuah selembar kertas.


"Laut?, owh nama kamu Laut," Ujar Keyra mengeja tulisan yang siswa lelaki itu tulis, lalu dibalas anggukan olehnya.


"Kalau begitu, perkenalkan nama aku Rara!" Ujar Keyra memberikan sebuah jabatan tangan.


Rara adalah nama samaran bagi Keyra, untuk menutupi nama aslinya.


Laut menerima jabatan pertemanan dari Keyra, sambil tersenyum kepada dirinya.

__ADS_1


"Kamu, kenapa kalau ngomong harus tulis di kertas dulu?" Tanya Keyra, lalu anak bernama Laut itu mulai menulis sesuatu lagi dikertas nya.


"Karena aku memang tidak bisa berbicara, tapi tenang, aku masih bisa mendengar dan mengerti apa yang kamu katakan," Tulis Laut di selembar kertasnya, dan ditunjukkan kepada Keyra.


"Owh, maaf aku sudah tidak sopan, aku tidak bermaksud untuk mengejek dirimu," Balas Keyra merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa," Tulis Laut sekali lagi.


"Mau sampai kapan ini akan terus berlanjut?, aku tidak suka terus-menerus melihat orang lain tertindas seperti ini. Kemana peran para guru, OSIS, bahkan pihak keamanan sekolah lainnya saat melihat kasus pembullyan seperti ini?" Batin Keyra.


"Oh yah, ngomong-ngomong tadi anak yang main kasar sama kamu, namanya siapa yah?" Tanya Keyra kepada Laut.


"Untuk apa?" Tulis Laut diselembar kertasnya.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya merasa penasaran saja," Jawab Keyra.


"Nama dia Raja, sebaiknya kau jangan mencari masalah dengan dirinya," Balas Laut diselembar kertasnya.


"Raja yah," Gumam Keyra tersenyum jahat.


"Baiklah kalau begitu, Laut senang berkenalan denganmu. Sekarang aku harus kembali ke kelas dulu," Pamit Keyra yang hendak pergi.


"Baik Keyra, terimakasih telah mau menolong ku, dan berbagi bekal makanan mu dengan ku," Tulis Laut.


"Iyah sama-sama, oh yah tenang saja. Luka yang tadi kau dapat akan segera terbayar."


"Sudah yah, aku pergi dulu. Sampai jumpa Laut!" Pamit Keyra lalu berjalan pergi dari sana. Melihat kepergian Keyra, Laut tersenyum simpul memandang punggung Keyra yang mulai menjauh.


...********...


Kelas pun dimulai kembali, hingga beberapa jam kemudian //kriiinggg// bel pulang pun berbunyi dengan begitu megahnya, menggema keseluruh bagian-bagian sekolah.


Suara itu bagaikan energi yang begitu dahsyat untuk para murid kaum rebahan, yang semula mereka mengantuk dan malas, kini kembali fit dan ceria.


Begitupun juga dikelas Keyra, bapak guru menutup pembelajarannya untuk hari ini lalu bergegas pergi meninggalkan kelas, dan disusul oleh anak murid lainnya.


"Baiklah Keyra, sekarang sudah waktunya," Batin Keyra meremas jari-jemarinya yang sudah terasa gatal.


...********...


Lebih tepatnya disebuah lorong sekolah, dekat kelas Keyra. Keyra dengan si bendahara kelasnya sudah membuat janji untuk bertemu disana, mengembalikan buku kas yang tadi Keyra bawa.


~Lorong sekolah.


Keyra sudah melihat temannya berdiri seorang diri disana, dengan kedua tangan dilipat didepan dada.


"Hai Mey, maaf sudah buat kamu nunggu lama," Ujar Keyra.

__ADS_1


"Banyak bacot Lo, udah siniin bukunya!" Balas si bendahara itu menyolot, mencoba mengambil buku kas tersebut dari tangan Keyra, tetapi Keyra malah menahannya.


"Eh bentar, tadi kamu bilang tangan kamu capek kan?, mau dipijitin gak?" Tawar Keyra, nada suaranya perlahan mulai berubah.


"Enggak!" Tolak temannya, dirinya merasa sedikit takut dengan sikap Keyra yang mendadak aneh.


"Enggak apa-apa kok, sini biar aku pijitin!" Paksa Keyra perlahan mencengkram tangan temannya.


"Eh lepasin gak!" Dengan senyuman jahat, Keyra memutar 180° tangan kiri milik gadis tersebut, hingga terdengar suara retakan tulang dari sana. "Aaahhhh!!!" Teriaknya kesakitan.


"Kenapa?, kurang enak yah pijitannya?" Tanya Keyra memasang wajah polos, semakin menambah tenaganya sampai membuat tangan kiri anak itu lemas, seperti mati rasa.


Keyra mendorongnya, gadis itupun jatuh sembari memegang tangan kirinya. Sedikit demi sedikit dia mulai menyeret badannya untuk menjauh dari Keyra yang sudah tampak dingin dan juga marah.


"Lo ... Lo mau apa hah?, gua ... gua bakal laporin soal perbuatan Lo ini ke guru dan kepala sekolah!" Kecam anak itu dengan nada gemetar.


//Jlep// Keyra menginjak kaki anak itu bagian betisnya, dengan begitu kuat hingga meninggalkan cap sepatu sneaker Keyra disana.


"Lo nginjak kaki Keysa bagian sini kan!, IYAH KAN!!!" Bentak Keyra.


"Gua sudah baca semua tentang kelakuan keji Lo ke Keysa, gua tahu itu dari buku diary dia. Satu bulan dia harus rela nahan sakit di betisnya hingga dia kesulitan berjalan, cuman gara-gara Lo tahu gak!" Sambung Keyra, menambah lagi pijakannya di kaki anak itu.


"Aaaahhh, hiks hiks, plis Ra, lepasin gua, sakit," Tangis anak itu memohon tak berdaya.


"Apa Lo bilang?, sakit?"


"Terus, apa kabar Keysa yang selama dua tahun terus-terusan kalian bully sampai dia meninggal!" Bentak Keyra menitikkan air mata.


"Gimana rasanya dibully?, gimana rasanya disakitin sama teman sendiri?, pedih kan!"


"Itulah yang adik gua Keysa rasakan selama ini, dia itu cuman mau temenan sama kalian. Dia itu cuman mau main sama kalian."


"Tapi kalian malah bully dia!, kalian hina Keysa soal fisiknya, sifatnya, pakaiannya, dandannya, kelakuannya!"


"Sebenarnya yang pantas mati itu bukan Keysa, tapi kalian," Sambung Keyra mulai mengeluarkan sebuah pistol dari dalam tas ranselnya.


"Ra-Rara, kamu mau apa Ra?" Ujar gadis itu ketakutan ketika pistol itu mulai ditodongkan kearahnya.


"Jangan Ra!"


"Selamat bergabung dengan teman tikus-tikus mu yang lainnya," Ucap Keyra tersenyum smirk, //dor// peluru itu melesat mengenai tubuh gadis tersebut, sehingga membuatnya tidak sadarkan diri.


Keyra mengeluarkan sebuah handphone dari dalam saku roknya. Menelpon seseorang.


"Hallo, samudera cepat segera datang kesini!, ada tubuh seseorang yang harus kau urus!" Suruh Keyra didalam panggilan tersebut.


__ADS_1


__ADS_2