
"Tolong berhenti membunyikan klakson mobil mu yang merusak telinga itu, kami semua merasa terganggu," Pinta Samudera dengan nada malas.
"Kenapa?, ini mobil, mobil gua. Masalah telinga kalian terganggu atau enggak, yah urusan kalian sendiri lah," Ketus anak tersebut.
"Oh yah, itu mobil punya siapa?" Sambungnya dengan nada tidak sopan, seraya menunjuk kearah sebuah mobil berwarna hitam.
"Itu mobil punya saya, memangnya kenapa?" Dingin Samudera.
"Owh punya bapak, pantesan biasa banget. Singkirin gih, mobil Ferrari gua mau parkir disitu. Tempat parkir itu sudah paten punya gua, gak boleh ada yang parkir disana kecuali mobil punya gua!"
"Ini parkiran umum, Kau tidak boleh bersikap egois seperti itu. Dan juga, dimana rasa sopan santun mu, apakah begini caramu berbicara kepada orang yang lebih tua?" Balas Samudera yang mulai merasa geram.
"Memangnya kenapa?, anda tidak tahu siapa saya?" Ujar anak tersebut melipat kedua tangannya didepan dada.
"Tidak, tidak ada yang mau mengenali anak kurang ajar seperti mu."
"Dia, berasal dari SMA Pancasila, sama seperti sekolah Keysa dulu," Batin Samudera yang baru tersadar, selepas melihat logo SMA yang tertempel dibagian dada baju seragamnya.
"Namaku Raja, anak dari pengusaha terkaya di kota Y, siapa yang tidak mengenali ku di kota ini?, semua orang tahu siapa diriku," Jawabnya sambil tergelak tawa.
"Dan kau cuih" Sambung Raja dengan meludah kearah mobil Samudera.
"Lebih baik cepat, pindahkan mobil rongsokan mu itu darisana. Sebelum dirimu mendapatkan masalah besar," Kecamnya.
"Benarkah?" Balas Samudera santai.
"Siapa nama ayahmu, yang kau bilang memiliki perusahaan terkenal itu?"
"Tuan Hans, jangan lupa kau harus memanggilnya dengan sopan," Jawab Raja.
"Jadi kau anak dari Hans," Ujar Samudera tanpa menyertakan kata tuan, membuat Raja marah mendengarnya.
"Hei, dimana sikap sopan santun mu hah!" Alih-alih Samudera meminta maaf kepada dirinya, Raja malah melihat Samudera mengeluarkan sebuah ponsel dari saku celananya.
Terlihat Samudera tengah sibuk untuk menghubungi seseorang.
"Assalamualaikum, hallo tuan Hans, apa kabar?" Sapa Samudera dalam panggilan tersebut.
"Waalaikumussalam tuan Samudera, ada perlu apa anda tiba-tiba menelpon saya?" Tanya tuan Hans didalam panggilan itu.
"A-apa, i-itu suara ayah," Batin Raja merasa terkejut.
...~Di dalam panggilan....
Samudera: "Begini tuan Hans, ada seorang remaja yang mengaku-ngaku dia adalah anak dari seorang pengusaha terkaya di kota Y," Ucap Samudera sambil sesekali melihat kearah Raja.
__ADS_1
Samudera: "Bahkan dia sampai meludah kearah mobil hitam punya saya, dan mengatakan kalau itu rongsokan."
"Ck, siapa sebenarnya orang ini?" Batin Raja, seketika merasa ketakutan.
Tuan Hans: "Kalau saya boleh tahu, siapa nama anak yang kurang ajar itu tuan?"
Samudera: "Raja, dia mengatakan bahwa namanya adalah Raja. Anak dari seorang pengusaha terkaya di kota Y yang bernama tuan Hans."
"A-apa!" Batin tuan Hans dengan kedua bola mata membulat.
"Apa yang sudah anak itu lakukan," Gumamnya.
Samudera: "Apa saya kurang sopan tuan Hans?, dalam mengucapkan nama anda?. Putra anda bilang, kalau saya harus sopan dalam mengatakannya."
Tuan Hans: "Ti-tidak tuan Samudera, mohon maafkan sikap anak saya. Dia masih remaja, terkadang sikapnya mem-"
Samudera: "Apa anda tidak pernah mengajarkan, sikap sopan santun kepada putra anda tuan Hans?" Ujar Samudera memotong perkataan tuan Hans.
Samudera: "Ternyata, anda tidak bisa memanfaatkan hadiah pemberian dari saya dengan baik, mobil Ferrari hitam itu saya tarik kembali. Dan juga, kontrak kerja kita dibatalkan, sampai anda bisa mengajarkan sikap sopan santun kepada putra anda."
Tuan Hans: "Tuan Sa-"
//Tuuuttt tuuuttt// panggilan diakhiri.
"Hei, kenapa wajahmu berubah menjadi cemas seperti itu?. Kemana dirimu yang sombong tadi?" Tanya Samudera kepada Raja, selepas menutup panggilan di ponselnya.
"A-ayah!" Kejut Raja, melihat nama kontak yang tertera di layar ponselnya.
...~Di dalam panggilan....
Raja: "I-iyah yah?"
Tuan Hans: "Apa yang sudah kau lakukan Raja!" Nada marah.
Raja: "Ma-maksut ayah apa?"
Tuan Hans: "Kenapa kau tidak bisa bersikap sopan kepada tuan Samudera!"
Raja: "Tuan Samudera?, sebenarnya dia siapa sih yah?"
Tuan Hans: "Dia atasan ayah Raja, dia yang sudah memberi gratis mobil Ferrari hitam yang kamu pakai, sebagai hadiah atas kerja keras ayah."
"Ti-tidak mungkin," Gumam Raja terkejut, lalu melirik kearah Samudera, yang tengah sibuk mendengar perbincangan yang sangat menghibur kedua telinganya.
Tuan Hans: "Sekarang gara-gara sikap kurang ajar kamu, kontrak kerja ayah dengan tuan Samudera menjadi batal. Hancur semua."
Raja: "Ta-tapi yah-" //Tuuuutttt tuuuutttt// panggilan tertutup.
__ADS_1
"Cih."
"Sekarang, siapa pecundang yang sebenarnya?" Ujar Samudera kepada Raja, tengah melihat dirinya dengan ekspresi wajah kesal.
"Ayahmu mendapatkan mobil itu karena pemberian dariku atas kerja kerasnya selama ini, dan dengan bangganya kau mengakui bahwa itu milikmu," Sambungnya dengan berjalan beberapa langkah untuk lebih dekat dengan Raja.
"Apa kau tidak punya malu?, atau memang sudah putus?"
"Dan sekarang pada akhirnya, mobil Ferrari hitam itu kembali kepadaku, perusahaan ayahmu sebentar lagi akan hancur, dan sekarang dia juga membenci dirimu."
"Karena apa?, karena kau memiliki sopan santun yang buruk!" //Bug// pukulan Samudera langsung dilayangkan kearah wajah Raja, hingga membuat dirinya jatuh pingsan.
"Menjijikkan, anak ini hanya membuang-buang waktu ku saja," Dinginnya, yang sudah melihat Raja tersungkur di tanah.
"Sekretaris Jean, tolong cepat datang kemari ke Cafe yang biasa aku datangi. Aku membutuhkan bantuan mu," Ujar Samudera didalam panggilan, menelfon sekretarisnya.
...********...
~SMA Pancasila.
//Kriiinggg// bel pulang berbunyi, semua murid bergegas bersiap-siap untuk segera pulang, begitupun juga dengan Keyra.
"Aku harus tahu, dirumah sakit mana bapak kepala sekolah itu dirawat," Ujar Keyra sambil berjalan melewati koridor sekolah.
"Tapi aku harus tanya ke siapa?"
Terlihat seorang cleaning servis sekolah tengah menyapu dedaunan kering dihalaman. Keyra memutuskan untuk menghampirinya, menanyakan sesuatu soal bapak kepala sekolah.
"Pak, permisi!" Panggil Keyra sopan.
"Iyah nak?" Toleh bapak tersebut kepada Keyra, sambil menyeka keringat di keningnya.
"Maaf pak kalau saya sudah mengganggu waktu kerja bapak, bapak tahu soal kejadian yang menimpa bapak kepala sekolah tadi pagi?
"Iyah nak saya tahu, kasihan nak beliau kehilangan banyak darah gara-gara ada yang menembak dibagian kepalanya," Balas bapak cleaning servis tersebut.
"Owh, emmm kalau saya boleh tahu pak, beliau dirawat di rumah sakit mana yah?"
"Kalau soal itu, setahu saya yah nak, beliau dirawat di rumah sakit sebelah gedung wali kota, bapak juga kurang tahu nama rumah sakitnya apa."
"Di sebelah gedung wali kota?" Ulang Keyra, mengetes agar pendengarannya tidak salah.
"Iyah nak."
"Baik pak, kalau begitu terimakasih yah pak atas informasinya. Silahkan dilanjut pak kerjanya, semangat!" Ujar Keyra lalu berpamitan pergi, meninggalkan bapak tersebut.
__ADS_1