RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS

RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS
RDWP 9.


__ADS_3


~Gerbang sekolah SMA Pancasila.


Disana sudah terdapat sebuah mobil putih, dengan seorang sekretaris laki-laki yang bernama Albert sedang menunggu kedatangan seseorang.


"Al, kau juga ikut datang kemari?" Ujar Keyra yang sudah berdiri dihadapan sekretarisnya.


"Iyah nona, mari nona kita pulang!" Balas sekretaris Albert sambil membukakan pintu mobil untuk atasannya.


"Baik, terimakasih," Jawab Keyra lalu masuk kedalam mobilnya.


...********...


~Di dalam mobil.


"Al!" Panggil Keyra kepada sekretarisnya, yang posisi duduknya didepan samping pak sopir.


"Iyah nona?" Tanya sekretaris Albert.


"Apa kau tahu dimana rumah sakit dekat gedung wali kota?"


"Iyah nona, saya tahu. Memangnya ada apa nona Keyra?, apa anda ingin pergi kesana?" Balas sekretaris Albert bertanya.


"Iyah, aku ingin pergi kesana, ada sebuah urusan kecil yang ingin diriku selesaikan."


"Baiklah, pak tolong antarkan kami kerumah sakit dekat gedung wali kota!" Suruh sekretaris Albert kepada sang sopir yang duduk disebelahnya.


"Baik tuan," Jawab sopir tersebut.


Sesampainya disana, mobil milik Keyra langsung masuk kedalam rumah sakit tersebut, dan menuju parkiran untuk memarkirkan mobilnya.


"Bapak tunggu disini sebentar yah, saya sama Al mau masuk kedalam," Ujar Keyra kepada pak sopir.


"Baik nona, hati-hati!" Angguk pak sopir.


Akhirnya, Keyra dan sekretaris Albert pun berjalan masuk kedalam rumah sakit tersebut.


"Sebenarnya, urusan apa yang anda maksud nona?" Tanya sekretaris Albert penasaran.


"Nanti kau juga akan tahu sendiri," Jawab Keyra, lalu berjalan menuju lobi rumah sakit.


~Lobi.


"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" Tanya petugas resepsionis rumah sakit.


"Permisi saya mau bertanya, apa disini ada pasien dari SMA Pancasila?" Tanya Keyra.


"Ada, apakah anda salah satu murid darisana?" Balas petugas resepsionis tersebut berbalik bertanya.


"Iyah, saya kemari untuk memeriksa bagaimana keadaan beliau," Jawab Keyra.


"Baiklah, anda bisa menjenguk beliau dikamar pasien nomor 032. Mohon jangan berisik, karena disini banyak pasien lainnya yang juga sedang beristirahat," Tutur penjaga resepsionis tersebut.

__ADS_1


"Baik, terimakasih," Balas Keyra, lalu pergi dengan sekretarisnya, menuju kamar pasien yang sudah diberitahu oleh petugas resepsionis itu.


~Sesampainya disana ....


Baru saja Keyra dan sekretarisnya sampai, kebetulan mereka melihat seorang dokter keluar dari dalam kamar pasien nomor 032, dimana bapak kepala sekolah dirawat didalam sana.


"Permisi dokter!" Panggil Keyra sambil berlari kecil menghampiri sang dokter.


"Iyah, ada apa?" Tanya sang dokter seraya membalikkan badannya.


"Maaf dokter, apa anda baru saja keluar dari dalam kamar pasien nomor 032?" Tanya Keyra sambil menunjuk kearah ruangan tersebut.


"Yah benar."


"Kalau boleh saya tahu, keadaan beliau bagaimana yah dokter?"


"Keadaan pasien sempat mengalami fase kritis tadi, tapi alhamdulilah sekarang kondisi beliau sudah mulai membaik," Mendengar kabar itu membuat Keyra tersenyum smirk.


"Jadi, apa pasien sudah boleh dibawa pulang dokter?"


"Boleh-boleh saja, tapiii anda ini siapa?, apa anda ada hubungan keluarga dengan pasien tersebut?" jawab dokter.


"Sa-saya-" Bingung Keyra, berusaha untuk menyusun kalimat yang tepat dipikirannya.


"Permisi dokter, nona Keyra mari kita bicara sebentar!" Sela sekretaris Albert, lalu membawa Keyra untuk sedikit menjauh dari sana.


"Nona Keyra, sebenarnya apa yang nona inginkan?. Apa nona mengenal pasien itu?. Apa hubungan pasien tersebut dengan nona?" Tanya sekretaris Albert, yang masih tidak mengerti semua jalan cerita ini.


"Orang itu sama sekali tidak memperdulikan adikku, begitu marak kasus pembullyan disekolah tersebut, bahkan Keysa pun menjadi salah satu korbannya. Dan dia juga meninggal karena hal itu."


"Akulah yang menyebabkan dia masuk rumah sakit, sewaktu upacara bendera tadi, aku menembak bagian samping kepalanya. Tapi untungnya dia masih bisa selamat," Terang Keyra menjelaskan semuanya.


"Tapi nona, kenapa anda menembak beliau?"


"Waktu itu aku merasa marah Al," Pandangan Keyra tertunduk, menatap kearah kedua sepatu sneaker nya dengan tatapan sendu.


"Orang itu mengatakan, bahwa dia tidak ingin ada kasus pembullyan disekolah, dia tidak ingin ada seorang murid yang tertindas," Mata pelupuk Keyra mulai memanas.


"Dia seperti serigala berbulu domba Al!. Didepan semua muridnya dirinya berlagak bijaksana. Sedangkan .... kasus tentang adikku saja dia biarkan, dia tidak ingin nama sekolah menjadi buruk karena kematian Keysa, hiks dia adalah orang yang jahat."


"Nona," Sekretaris Albert merasa tak tega melihat Keyra, ia menyodorkan sebuah sapu tangan putih untuk menghapus air matanya.


"Tidak perlu bersedih nona Keyra, sekarang lebih baik nona tenang saja, biar saya yang mengurus semuanya," Ucap sekretaris Albert memegang pundak Keyra.


"Be-beneran Al?, memangnya kamu bisa?" Tanya Keyra memastikan.


"Serahkan saja, semuanya kepada saya nona," Balas sekretaris Albert mengedipkan matanya, sebagai tanda bahwa semuanya akan baik-baik saja. Lalu berjalan, meninggalkan Keyra dan menghampiri sang dokter.


Dari kejauhan, Keyra dapat melihat mereka berdua sedang membincangkan sesuatu.


...********...


Sambil menunggu kabar dari sekretaris Albert dan dokter tersebut, Keyra memutuskan untuk pergi sebentar ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan.

__ADS_1


Setelah selesai mengisi perutnya, Keyra kembali ke tempat awal, untuk menemui sekretarisnya.


"Al!" Panggil Keyra melihat sekretaris Albert sendirian, sudah tidak ada lagi dokter itu disisinya.


"Bagaimana?, apa dokter itu mau?"


"Iyah nona, dokter itu mau untuk membiarkan nona membawa pasien tersebut pulang," Mendengar jawaban dari sekretaris Albert, membuat Keyra tersenyum lega.


"Ta-tapi bagaimana bisa?, apa kau membuat sebuah perjanjian atau hal lain dengan dirinya?"


"Di jaman sekarang, tidak ada yang bisa menolak uang nona," Balas sekretaris Albert, membuat Keyra langsung mengerti.


"Kerja bagus Al," Puji Keyra.


"Terimakasih nona, ini sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu anda."


"Kalau begitu, mari nona kita pulang, biar saya sendiri yang akan mengurus sisanya nanti."


Ketika Keyra dan sekretaris Albert hendak pergi meninggalkan rumah sakit, ditengah perjalanan tiba-tiba ponsel Keyra berbunyi.


*Panggilan masuk*


#•`Samudera`•#


"Samudera telpon?" Batin Keyra melihat kontak samudera, muncul dilayar ponselnya.


"Sebentar yah Al," Ujar Keyra lalu mengangkat panggilan tersebut.


...~Di dalam panggilan....


Keyra: "Assalamualaikum Samudera, ada apa?"


Samudera: "Waalaikumussalam Keyra, apa kau sudah pulang dari sekolah?"


Keyra: "Iyah, aku sudah pulang. Memangnya kenapa?"


Samudera: "Apa kau ada waktu untuk datang sebentar ke kantorku?, ada kejutan kecil yang ingin aku tunjukkan padamu."


Keyra: "Baiklah, aku akan segera kesana. Kalau begitu, aku tutup dulu yah. Assalamualaikum!"


Samudera: "Waalaikumussalam, aku tunggu kedatangan mu."


//Tuuuutttt tuuuutttt// panggilan diakhiri.


"Kejutan apa yang Samudera maksud?" Batin Keyra merasa penasaran.


"Apa yang tuan Samudera katakan nona?, kenapa wajah anda tiba-tiba berubah menjadi seperti itu?" Tanya sekretaris Albert.


"Tidak ada apa-apa Al, oh yah sebelum kita pulang ke rumah. Aku ingin mampir ke kantor Samudera sebentar," Balas Keyra.


"Baiklah nona, mari!" Ujar sekretaris Albert mempersilahkan Keyra untuk jalan terlebih dahulu.


__ADS_1


__ADS_2