RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS

RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS
RDWP 17


__ADS_3


"Huuuhhh," Hembusan nafas keluar dari mulut Keyra, menciptakan angin tipis nampak seperti kepulan asap. Hembusan itu dengan bersamaan menghilangkan beban didalam pikirannya.


"Semuanya sudah selesai," Hela Keyra bisa bernafas lega, dengan masih menatap kearah langit-langit panggung dengan ribuan sinar menyorot kearahnya, bulir-bulir keringat mengalir deras membasahi pelipisnya.


...********...


Setelah memberikan sebuah salam perpisahan, dengan segera Keyra turun dari atas panggung menuju ke area belakang panggung, yang disana sudah terdapat sekretaris Albert, Samudera, dan juga Lucas.


"Selamat kak Keyra, tadi itu adalah konser yang sangat luar biasa," Puji Lucas merasa senang, Keyra terlihat benar-benar seperti seorang diva.


"Hh, terima kasih banyak Lucas," Balas Keyra tersenyum ramah, mengacak-acak pucuk rambut Lucas. Anak lelaki itu sudah Keyra anggap seperti adik kandungnya sendiri.


"Ah maaf Lucas, rambut mu jadi berantakan, Samudera pernah mengatakan kalau rambut lelaki itu bersifat sakral, tidak boleh disentuh atau dirusak oleh siapapun."


"Maaf, kalau sudah merusak penampilan mu," Sambung Keyra sontak langsung menarik tangannya, menjauh dari rambut hitam milik Lucas.


"Tidak apa-apa kok kak Keyra," Balas Lucas mengambil kembali tangan kanan Keyra, dan diletakkan lagi diatas kepalanya.


"Mau kakak Keyra acak-acak rambut Lucas sampai bagaimanapun rupanya, Lucas tetap ikhlas kok. Asalkan itu pakai tangan cantiknya kakak Keyra, bukan tangan kasar, jahat, kejam, dingin, punya orang yang lagi berdiri disana itu," Pungkas Lucas sambil melirik kearah Samudera.


"Cih, makin ngelawan ini anak kencur," Batin Samudera mengeraskan rahangnya.


"Kakak Keyra cubit-cubitin pipi Lucas juga enggak apa-apa kok, pipi aku lumayan chubby loh kak mirip squisy."


"Enggak usah caper jadi anak," Sahut Samudera lalu berjalan mengambil beberapa langkah, berdiri diantara mereka berdua.


"Keyra, ayo ikut aku!" Ujar Samudera hendak menggapai tangan Keyra, tapi seketika langsung ditepis oleh Lucas.


"Enggak!, kak Keyra harus tetap disini temenin Lucas!"


"Keyra, gak usah dengerin dia, ayo ikut aku!" Ajak Samudera sekali lagi, tetapi tetap saja Lucas tidak mau membiarkan Keyra dibawa oleh kakaknya itu pergi.


"Enggak, kakak Keyra harus tetep disini. Iiihhh kakak Samudera kenapa sih, nyebelin banget jadi orang," Ujar Lucas menatap sebal kepada Samudera. Sedangkan Keyra merasa bingung harus menuruti permintaan siapa, dirinya terasa diperebutkan oleh kedua kakak beradik ini.


"Sudah berhenti, kalian gak usah berantem lagi. Lucas, aku pergi dulu sebentar yah sama kakak kamu, mungkin memang ada keperluan penting yang mau dia kasih tahu," Ucap Keyra berusaha untuk menyudahi perdebatan kecil ini.


"Tapi ka-"

__ADS_1


"Udah denger kan?, Keyra bilang dia mau ikut sama gua. Ayo Keyra!" Ujar Samudera yang memotong perkataan adiknya, membuat raut wajah Lucas menjadi sedih seketika.


Pada akhirnya, Lucas hanya bisa melihat sang kakak membawa Keyra sang bidadari kecil didalam hatinya itu pergi. "Awas Lu kak, gua mutilasi tubuh Lo nanti."


...--Keyra Galaxia Putri--...


"Samudera, kamu mau ngajak aku pergi kemana sih?" Tanya Keyra dengan keadaan tangan masih dipegang oleh Samudera, mereka berdua berjalan sedari tadi tanpa tahu kemana arah tujuan yang sebenarnya.


Samudera menghentikan langkahnya, melepas genggaman tangannya dari tangan milik Keyra. Membalikkan badan, dan menatap mata gadis itu lekat-lekat.


"Gua mau bawa Lo menjauh dari Lucas," Terang Samudera.


"Memangnya kenapa sih Samudera, dia adik kamu sendiri loh. Kasihan," Balas Keyra.


"Ngapain juga harus kasihan, gua paham Ra, Lo pasti tadi udah eneg kan denger gombalannya adik gua itu, gua bisa ngerti karna muka Lo kelihatan pucet tadi."


"Ih apaan sih!, kamu sama adik sendiri kok sensi gitu."


"Sekarang jujur, kamu lagi ada masalah apa sama Lucas?, jarang-jarang loh Samudera sikap kamu jadi berubah kayak gitu sama dia. Dan Lucas juga, dia kelihatan kesel banget sama kamu tadi," Tanya Keyra.


"Enggak ada masalah apa-apa, cuman salah paham aja," Balas Samudera mengalihkan pandangannya, nadanya terdengar malas.


"Gua mau Lo cepetan perbaikin hubungan Lo sama Lucas, sebelum masalah kecil ini menjadi tambah besar, walaupun aku gak tahu sebenarnya soal salah paham apa yang kalian maksud."


"Dengerin aku Samudera, aku gak mau kalau sampai hubungan antara kamu sama adik kamu menjadi rusak begitu aja cuman karena hal sepele. Hubungan saudara itu penting."


"Kamu masih beruntung bisa lihat adik kamu di dunia ini, kamu beruntung bisa lihat Lucas masih bernafas dan terus bisa ada disisi kamu saat ini. Pikirkan bagaimana posisi aku Samudera, adikku sudah meninggal dunia, kalaupun aku mau peluk dia, bukan tubuh Keysa yang bisa aku peluk melainkan tanah makamnya," Ujar Keyra dengan mata berkaca-kaca.


"Jadi aku mohon Samudera, jangan sampai nanti nasib kamu malah menjadi sama seperti aku. Apa kau tahu, hati seorang kakak akan hancur ketika melihat adiknya pergi meninggalkan dirinya, terutama pergi selamanya dari dunia ini," Sambung Keyra dengan pandangan tertunduk kebawah, menatap nanar kearah keramik putih dilantai.


"Yah baiklah, aku akan memperbaiki hubungan ku dengan Lucas," Ujar Samudera menaruh tangan kanannya dipipi kiri Keyra, membuat kepala gadis itu kembali terangkat.


"Tapi dengan satu syarat."


"Apa?" Tanya Keyra.


"Aku akan segera memperbaiki hubungan ku dengan Lucas, tapi dengan satu syarat Keyra ku harus kembali tersenyum, aku tidak ingin melihat satu butir pun air mata membasahi pipi mu," Jawab Samudera, membuat Keyra tertawa.


"Haha, ternyata memang benar, bakat gombal yang dimiliki oleh Lucas itu berasal dari kakaknya, aku jadi penasaran apa kau juga memperlakukan semua perempuan diluar sana sama seperti ini."

__ADS_1


"Tidak, aku baru pertama kali memberikan kata-kata romantis seperti ini kepada seorang wanita, jadi bisa disimpulkan bahwa kau adalah wanita pertama itu Keyra," Jawab Samudera, mampu membuat pipi Keyra memerah.


"Apa kau sakit Keyra?, wajahmu memerah?" Tanya Samudera menempelkan punggung tangannya di kening Keyra.


"Ti-tidak," Balas Keyra gugup.


"Astaga Samudera, apa kau tidak tahu?. Bahwa ini adalah ekspresi wanita yang mereka tunjukkan ketika merasa malu," Batin Keyra dengan jantung yang berpacu cepat.


"Permisi!" Terlihat seorang lelaki berbaju rapi dengan membawa sebuah buket bunga mawar di kedua tangannya, berdiri dihadapan Keyra dan Samudera.


"Iyah cari siapa?" Tanya Keyra kepada lelaki tidak dikenal itu.


"Sa-saya sedang mencari anda nona Keyra," Ucapnya terdengar gugup.


"Mencari saya?" Ulang Keyra menunjuk dirinya sendiri.


"Iyah."


"O-oke, mas nya ada perlu apa yah cari saya?" Tanya Keyra.


"No-nona Keyra, saya kesini sebenarnya ingin-, to-tolong terima perasaan saya nona Keyra, saya sudah lama menyukai anda!" Ujar lelaki itu sembari menyodorkan buket bunga yang ia pegang kepada Keyra.


Keyra hanya terdiam dengan kedua mata terbelalak, terkejut dengan perilaku lelaki tersebut yang dengan tiba-tiba mengungkapkan perasaan cintanya kepada Keyra. "Sa-saya-"


"Siapa kau?" Tanya Samudera dengan nada dinginnya, tanpa sadar memotong perkataan dari Keyra.


"Pergilah darisini, Keyra sedang sibuk, dia tidak ada waktu untuk membalas perasaan omong kosong mu itu."


"Apa maksud anda?, saya bertekad kemari untuk mengungkapkan perasaan cinta tulus saya kepada nona Keyra, memangnya anda ini siapa?, berani mengusir saya seperti itu?" Tanya lelaki tersebut merasa jengkel.


"Tapi perasaan kamu masih belum dibalas kan sama dia?" Ujar Samudera dengan muka datar.


"Dengar yah, saya adalah calon pacar nona Keyra, sebentar lagi dia pasti akan memberikan sebuah jawaban yang saya inginkan, lihat saja," Balas lelaki itu.


"Hh calon pacar?" Kekeh Samudera lalu mengulurkan tangan kanannya kepada lelaki itu, seperti mau mengajak bersalaman.


"Perkenalkan, saya Samudera calon suami dari nona Keyra," Sambung Samudera mampu membuat kedua manusia itu terkejut mendengarnya, terutama si Keyra.


"Sa-Samudera, dia ngomong apa?" Batin Keyra yang masih tidak percaya, pasti telinganya salah mendengar.

__ADS_1


__ADS_2