
"Jadi, apa yang ingin anda sampaikan tuan?" Tanya sekretaris Albert.
"Begini pak ... caranya bisa bikin perut kotak-kotak itu gimana sih paakkk?, saya sudah coba gym berkali-kali tapi gak kotak-kotak perut saya, lihat masih rata," Balas Lucas sambil memegang perutnya, tidak terasa lekukan perut sixpack sama sekali disana.
"Kok pak Al malah ketawa sih?" Sebal Lucas melihat sekretaris Albert hanya bisa cengengesan dalam menanggapi pertanyaannya, ini bukanlah sebuah lelucon. Tapi memang, tingkah Lucas terlihat sangat polos.
"Baik tuan, saya minta maaf," Balas sekretaris Albert mengakui kesalahannya.
"Tetapi saya memang tidak tahu bagaimana cara bisa membentuk tubuh yang bagus tuan Lucas, kenapa anda tidak bertanya kepada tuan Samudera saja?. Mungkin kakak anda tahu bagaimana caranya."
"Malas, buat apa aku harus bertanya kepada manusia kutub Utara itu, hanya membuang-buang waktu saja. Ujung-ujungnya nanti, pasti kakak Samudera hanya bisa mengomel," Balas Lucas.
"Dia memang laki-laki, tapi kalau sudah bawel, bacotan nya bisa sampai pagi."
"Bagaimana kalau olahraga yang ringan-ringan saja tuan?, saya biasanya melakukan itu setiap pagi, atau pada saat waktu senggang," Ujar sekretaris Albert memberikan sebuah saran.
"Olahraga ringan?, bukannya kalau mau membentuk tubuh terutama perut itu harus olahraga berat yah, seperti angkat beban?" Tanya Lucas, lalu terasa seperti ada seseorang sedang mengacak-acak rambutnya dari arah belakang.
"Kau masih kecil, tidak usah kebanyakan tingkah," Ujar Samudera.
"Apa sih, sok asik!" Cetus Lucas sambil merapikan kembali rambutnya, "Sisiran berjam-jam biar rapi, malah diacak-acak, dodol emang Lu!"
"Tuan Samudera, anda sudah kembali," Sambut sekretaris Albert.
"Iyah Al, oh yah apa pesanan baju beserta biolanya sudah sampai?"
"Sudah tuan Samudera, sekarang nona Keyra masih berada didalam sedang mengganti pakaian," Jawab sekretaris Albert.
"Tuan Samudera!" Panggil sekretaris Albert.
"Iyah?"
"Tadi adik anda tuan Lucas bertanya kepada saya, bagaimana caranya bisa membentuk tubuh yang bagus dan ideal. Mungkin saja anda punya jawabannya."
"Owh," Respon Samudera sambil melihat sekilas kearah adiknya Lucas, "Bocah prik, gausah di dengerin," Ucapnya membuat Lucas mendengus kesal.
"GUA BUKAN BOCAH PRIK YAH BANG!!!" Bentak Lucas merasa tak terima dengan perkataan kakaknya, "Lucas ganteng kok, bunda sama papa aja akuin."
"Bunda sama papa bilang kayak gitu biar Lu gak nangis, aslinya sih mau bilang jelek, karena tahu Lucas anaknya cengeng, makanya mereka berdua takut jujur," Balas Samudera.
"Dan sekarang Lu harusnya berterimakasih sama gua, karena sudah mewakilkan perasaan yang sebenarnya dari bunda sama papa, biar Lo gak salah paham," Pungkasnya membuat Lucas perlahan memanyunkan bibirnya. "Kakak jahat!" Batinnya.
__ADS_1
"Jangan mewek gitu dong, kakak lagi gak bawa botol susu dek," Ujar Samudera lebih terdengar meledek daripada berniat untuk menghibur adiknya.
"Terserah!, aku marah sama kakak!" Bentak Lucas langsung membalikkan badan, dan berlari menjauh pergi dari sana.
"Sepertinya candaan anda sudah keterlaluan tuan Samudera," Ujar sekretaris Albert.
"Biarkan saja Al, aku bisa mengurus anak itu nanti," Jawab Samudera, lalu berjalan menuju pintu ruangan Keyra dan mengetuknya.
"Keyra, apa kau sudah selesai?" Tanya Samudera diluar ruangan, dengan mengetuk pintu itu beberapa kali.
"Sebentar lagi," Jawab Keyra dari arah dalam ruangan.
Lalu beberapa saat kemudian, pintu itu pun terbuka, nampak seorang gadis cantik bernama Keyra, sudah mengenakan gaun putih dengan rambut hitam panjang bergelombang terurai, dirinya terlihat begitu anggun dan menawan.
"Bagaimana dengan penampilan ku?, kenapa kalian berdua hanya diam saja?, apa pakaian ini tidak cocok untuk ku?" Tanya Keyra merasa takut, sebab kedua pria itu hanya diam berdiri diambang pintu, menghadap kearah dirinya.
"Kau terlihat begitu cantik Keyra," Puji Samudera merasa senang.
"Benar nona, anda terlihat begitu anggun dan menawan," Tambah sekretaris Albert membuat pipi Keyra semakin merona merah.
"Be-benarkah?" Balas Keyra merasa gugup.
"Kenapa aku harus merasa malu, ayolah Keyra mereka berdua bukanlah orang asing jadi bersikaplah seperti biasa saja. Tapi- kenapa Samudera tidak berhenti untuk menatapku?" Batin Keyra merasakan degupan didalam hatinya, pandangan Samudera sama sekali tidak teralihkan dari dirinya.
"Baiklah," Balas Keyra.
"Biarkan saya saja yang membawakan biola anda nona."
"Baik Al terimakasih."
"Kalau begitu, aku harus segera pergi kembali ke kursi penonton, mungkin saja adikku Lucas sudah menunggu diriku disana," Ujar Samudera.
"Keyra, apa tidak apa-apa jika aku tidak bisa menemanimu pergi ke belakang panggung?" Tanya Samudera kepada Keyra.
"Hm, tidak apa-apa Samudera, terimakasih banyak. Biar sekretaris ku Albert saja yang menemani ku kesana, itu sudah cukup," Balas Keyra dengan tersenyum.
"Baiklah," Jawab Samudera lalu berjalan beberapa langkah menghampiri Keyra. Mendekatkan keningnya dengan kening milik Keyra, membuat keduanya saling bersentuhan. "Apa kau merasa gugup?" Bisik Samudera dengan memegang kedua tangan Keyra, ia bisa merasakan kalau telapak tangan gadis itu sedikit berkeringat.
"Iyah," Jawab Keyra.
"Tidak perlu merasa gugup Keyra, anggap saja semua penonton itu tidak ada, mereka hanyalah semut-semut kecil, dan kau adalah ratunya, buat panggung itu menjadi milikmu," Ujar Samudera membuat Keyra sedikit demi sedikit mulai merasa tenang.
"Baik Samudera, terimakasih."
__ADS_1
"Sama-sama," Samudera kembali menjauhkan wajahnya, memberikan sebuah senyuman singkat kepada Keyra. "Aku pergi dulu, Al tolong jaga dia," Pinta Samudera lalu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Mari nona, saya antar anda untuk pergi kesana," Ujar sekretaris Albert dan dibalas anggukan oleh Keyra. "Baik."
...********...
Kini Samudera sudah sampai di tempat tribun penonton, dia sudah menyewa sebuah tempat khusus VIP untuk dirinya dan adiknya Lucas. Agar dapat menikmati konser tersebut dengan lebih leluasa dan juga tenang.
Sesampainya disana, Samudera dapat melihat si adik Lucas yang sudah duduk di kursinya, menikmati konser itu seorang diri.
"Kau sudah berada disini ternyata," Ujar Samudera sembari duduk, disebuah kursi kosong disamping Lucas.
Lucas tidak merespon perkataan kakaknya sama sekali, dia masih merasa kesal dengan sikap sang kakak kepada dirinya.
"Keyra belom naik panggung yah?" Tanya Samudera sambil melihat kearah panggung, disana terlihat seorang wanita sedang bermain piano, dan Samudera tahu itu bukanlah Keyra.
"Lucas, kakak ini lagi ngomong sama kamu," Kesal Samudera karena sedari tadi hanya didiamkan oleh adiknya.
"Oh maaf, bapak lagi bicara sama siapa yah?" Balas Lucas berlagak tidak kenal.
"Sepertinya saya tidak mengenali siapa bapak, maaf lebih baik kita jaga jarak saja yah," Sambungnya.
"Lu kena penyakit apa sih dek?, amnesia?"
"Jangan marah dong dek, gua kan cuman bercanda."
"Bercanda katanya, bercanda sih bercanda, tapi jokes Lo itu terlalu berlebihan yah bang!"
"Dasar abang dodol Lu!" Umpat Lucas kepada Samudera.
...********...
~Visual tokoh Rahasia dibalik wajah polos.
...~Kyler Lucas Alexander....
...~Jax Samudera Alexander....
Untuk segini dulu yah visual tokohnya, kalau mau aku tambahin lagi untuk visual tokoh perempuan (Keyra dan Keysa) setuju gak?:)
__ADS_1
--foto by pinterest--