
...********...
~Kelas 11 MIPA 2.
Keyra kembali ke kelasnya, semua anak-anak masih membahas soal kejadian yang mencengangkan di upacara bendera barusan.
Keyra masuk kedalam kelasnya dengan langkah kaki santai.
"Eh Rara!" Panggil salah satu temannya.
"A-apa?" Tanya Keyra menoleh kearah sumber suara.
"Lo tadi darimana aja?, baru sekarang balik ke kelas."
"A-aku tadi, pergi ke toilet bentar," Balas Keyra masih dengan sikap cupunya.
"Owh, jadi Lo enggak tahu tadi di lapangan upacara ada apaan?"
"Enggak, emang ada apa?" Tanya kembali Keyra.
"Tadi itu, tiba-tiba bapak kepala sekolah ada yang nembak dibagian kepalanya, lalu orangnya jatuh darahnya berceceran kemana-mana," Jawab anak itu menjelaskan kronologi kejadian. Sedangkan Keyra, berusaha untuk menyembunyikan senyum jahatnya.
"Be-beneran?, te-terus, kepala sekolah enggak apa-apa kan?" Tanya Keyra dengan ekspresi wajah khawatir.
"Kalau soal itu mah gua mana tahu. Tapi sebenarnya sih gua berharap, si penembak misterius itu tadi, bidik pistolnya itu kearah Lo!. Haha, bukan malah ke kepala sekolah, Biar kelas kita gak ada beban," Tuding anak tersebut kepada Keyra. Seluruh kelas, menanggapinya dengan tertawa.
"Nanti akan ada saatnya, mulut kalian akan terbungkam dengan mengulum darah kalian sendiri," Batin Keyra.
"Berlagak kuat dihadapan musuh, itu sudah biasa. Tetapi, pura-pura cupu didepan anak sok suhu, itu lebih asik."
~Keyra.
...********...
~Perpustakaan SMA Pancasila.
Karena insiden yang terjadi di upacara bendera tadi, yang mengakibatkan bapak kepala sekolah terluka parah dibagian kepalanya sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Para bapak dan ibu guru pun sedang sibuk mengurusi tentang hal itu, dan mengakibatkan semua jam pembelajaran dikosongkan.
Keyra yang bosan hanya berdiam diri didalam kelasnya, terlebih lagi tidak ada satupun anak yang mau mengajak dia berbicara. Pada akhirnya, Keyra memutuskan untuk mengisi waktu kosongnya dengan membaca buku di perpustakaan.
Keyra duduk disebuah salah satu meja panjang yang terdapat di perpustakaan, menaruh beberapa buku yang sudah ia pilih.
__ADS_1
Ia membaca sebuah buku yang berjudul Rahasia dibalik wajah polos, entah mengapa akhir-akhir ini Keyra menyukai cerita yang bergenre psycho.
"Hmp," Keyra cukup terkejut, tiba-tiba ada sebuah selembar kertas yang bertuliskan kata Hai tepat disampingnya.
"Laut?" Ujar Keyra sambil menoleh kearah sisi kirinya, melihat seorang remaja lelaki yang pernah dirinya temui beberapa hari lalu.
Laut membalas ucapan Keyra dengan senyuman, dan melambaikan tangan kanannya sebagai bentuk sapaan.
"Kamu ngapain disini?" Tanya Keyra.
Laut menggerak-gerakkan kedua tangannya seperti memberikan sebuah bahasa isyarat, layaknya hal yang dilakukan oleh orang yang tidak dapat berbicara. "Aku ingin baca buku bareng sama kamu."
Keyra mengangguk-anggukan kepalanya, walau tidak mengerti apa yang Laut katakan, tapi dia sedikit paham apa yang Laut ingin sampaikan.
"Kamu mau baca buku apa?" Tanya Keyra sekali lagi.
Laut mengambil salah satu buku yang tadi ia bawa, dan ditunjukkan kepada Keyra.
"Owh itu," Jawab Keyra.
Lalu, Laut dan Keyra pun sama-sama membaca buku mereka masing-masing, dan suasana kembali hening.
"Iyah?" Toleh Keyra kearah Laut, karena dia baru saja menepuk-nepuk pelan pundak Keyra.
Sejenak Laut menatap wajah Keyra, lalu menyodorkan jajanan pocky coklat kepada dirinya.
Laut menanggapi jawaban Keyra dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu menunjukkan sekantong kresek penuh berisikan snack makanan, yang baru saja dirinya beli di indoapril.
Keyra hanya bisa melongo melihatnya, dirinya tak percaya bahwa anak sependiam Laut juga bisa bersikap nakal seperti ini.
"GG ini anak." Batin Keyra.
"Tidak apa-apa Keyra, aku sudah biasa membawa makanan di perpustakaan." Tulis Laut diselembar kertas, lalu ditunjukkan kepada Keyra.
"Aku harap kau menyukainya, aku ingin membalas kebaikan mu waktu itu." Tambah Laut sekali lagi diselembar kertas putih.
"Tidak apa-apa Laut, tenang saja. Lagi pula, sesama teman memang seharusnya saling membantu," Balas Keyra dan dibalas anggukan oleh temannya.
"Ge-gelang?" Bingung Keyra menemukan sebuah gelang berwarna hitam didalam kantong kresek tersebut.
"Apa kau menyukainya?" Tulis Laut sekali lagi.
"Yah, gelang ini bagus. Tapi untuk apa?"
"Terimalah, itu hadiah dariku untukmu. Karena kau sudah membantu ku waktu itu, dan mau membagi bekal makanan mu denganku. Baru kali ini, aku diperlakukan baik oleh seseorang," Ujar Laut dengan menggunakan bahasa isyarat.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain, Keyra berusaha untuk menahan rasa itu. Jangan sampai dirinya menaruh rasa empati maupun belas kasih, sehingga nantinya dapat mengganggu rencana balas dendamnya.
Bagaimana pun juga, Laut tetap bagian dari sekolah ini, dimata Keyra semua sama saja.
"Terima saja Keyra, lagipula semakin kau dekat dengan dia, semakin mudah juga untuk menghancurkannya," Batin Keyra tersenyum smirk.
"Terimakasih Laut, kau memang teman yang baik," Balas Keyra tersenyum manis kepada Laut.
"Kau sudah memilih keputusan yang salah, menjadikan binatang buas sebagai teman?. Kita lihat saja nanti, apa dirimu masih bisa bertahan, untuk menjalin hubungan pertemanan dengan diriku," Batin Keyra.
...********...
~Cafe kota Y.
//Tiiiinnn tiiiinnn// terdengar bunyi klakson mobil yang berulang-ulang cukup keras dan sangat nyaring, sehingga mengganggu ketentraman orang-orang yang berada disekitar area tersebut.
"Tuan Samudera, mohon maaf sudah mengganggu waktu bersantai anda," Ujar salah satu pelayan cafe tersebut kepada Samudera, yang tengah bersantai sambil meneguk secangkir kopi hangat.
"Iyah, ada apa?" Tanya Samudera melihat kearah pelayan lelaki tersebut.
"Ada seorang remaja yang tengah mengamuk-amuk diluar sana, dia tidak henti-hentinya membunyikan klakson mobil miliknya. Anak itu tidak akan berhenti, karena mobil tuan telah mengambil tempat parkiran yang biasa dirinya tempati."
"Lalu, apa urusannya dengan diriku?, itu parkiran umum, bukan milik anak itu. Lagipula, buat apa dia sampai berbuat hal konyol seperti itu, hanya demi untuk memperebutkan tempat parkir denganku," Balas Samudera acuh.
"Suruh saja dia untuk mencari tempat parkir yang lain!" Sambung Samudera.
"Ta-tapi tuan, kalaupun bisa saya pasti sudah melakukan itu sedari tadi, saya mohon tuan buat anak itu mengerti. Kami semua merasa terganggu dengan suara klakson mobil miliknya," Pinta pelayan lelaki tersebut memohon.
"Haaahhh, baiklah," Samudera menghela nafas panjang, lalu berdiri sambil mengenakan jas abu-abunya.
Dengan langkah kaki kesal, Samudera berjalan menuju area parkiran.
Sesampainya disana, benar saja. Anak itu masih terus-menerus membunyikan klakson mobilnya.
Samudera beberapa kali mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil anak itu, meminta untuk membukanya.
"Apa kau tidak bisa diam?" Dingin Samudera kepada seorang anak berseragam SMA, mengendarai sebuah mobil Ferrari berwarna hitam.
Melalui kacamata hitamnya, anak itu melihat Samudera mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan senyuman smirk.
Anak lelaki berseragam SMA itu turun dari dalam mobilnya, lalu berdiri tepat dihadapan Samudera dengan gelagat sombong.
"Dasar anak muda jaman sekarang," Batin Samudera merasa sebal, dari perawakannya saja Samudera dapat melihat bahwa anak yang berada dihadapannya saat ini, pasti adalah anak yang nakal dan membangkang disekolah.
Baju seragam tidak dimasukkan kedalam celana, satu kancing atas baju terbuka, tidak memakai kaos kaki. Dandanannya sudah cukup menjelaskan bagaimana sifatnya.
__ADS_1