RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS

RAHASIA DIBALIK WAJAH POLOS
RDWP 10.


__ADS_3


Kini, Keyra telah sampai didepan gedung perusahaan milik Samudera. Bangunan yang bertingkat, dan juga besar. Perusahaan ini menjadi cukup sukses ketika dipegang oleh anak yang bermarga Alexander itu.


"Apa kau mau ikut masuk kedalam juga Al?" Tanya Keyra kepada sekretarisnya, sebelum memutuskan untuk masuk kedalam menemui Samudera.


"Tidak perlu nona, saya takut kalau nanti akan mengganggu waktu nona Keyra dengan tuan Samudera. Sebaiknya saya tunggu disini saja, kalau nona membutuhkan saya anda bisa langsung telepon saja," Balas sekretaris Albert.


"Baiklah Al, kalau begitu aku pergi masuk dulu yah," Pamit Keyra lalu melangkahkan kakinya menuju pintu masuk perusahaan Samudera.


...********...


~Di dalam sana.


"Permisi, apakah anda yang bernama nona Keyra?" Tanya salah satu petugas resepsionis disana.


"Iyah, itu saya. Apakah tuan mu ada?" Balas Keyra berbalik bertanya.


"Ada, beliau sudah menunggu anda di ruangannya, apa perlu saya antar nona?" Tawar petugas resepsionis tersebut.


"Tidak perlu, aku bisa pergi kesana sendiri. Terimakasih!" Balas Keyra, lalu berjalan menuju ruangan Samudera.


Sesampainya didepan pintu ruangan pribadi milik Samudera si temannya itu, tangan Keyra mulai membuka gagang pintu tersebut.


"Samudera!" Panggil Keyra seraya membuka pintu, dan melihat seorang lelaki tengah sibuk berkutik dengan laptop dan beberapa berkas dimeja nya. Lalu melirik kearah Keyra setelah melihat kedatangannya.


Yah, siapa lagi kalau bukan Samudera.


"Masuklah!" Suruh Samudera sambil menutup laptopnya. Keyra menurut apa yang Samudera katakan, berjalan menghampiri dirinya.


"Bagaimana kabar mu hari ini?" Tanya Samudera terdengar basa-basi.


"Aku baik," Jawab Keyra mengerutkan keningnya, apa dia menyuruhnya untuk datang kemari hanya untuk menanyakan hal ini?.


"Apa kau tahu?, kau terlihat sangat imut dengan dandanan seperti ini," Ujar Samudera tersenyum, mengomentari tentang penampilan cupu Keyra.


"Samudera, serius?, kamu nyuruh aku buat dateng kesini cuman buat ngomongin ini?" Ucap Keyra tak percaya, tahu-tahu kalau seperti ini ujungnya. Lebih baik dia pulang kerumah dan beristirahat, bobok cantik dengan boneka pinguin nya.


"Memang apa salahnya sih kalau basa-basi dikit."


"Tapi kan Samudera, aku itu capek habis pulang sekolah," Balas Keyra.


"Emang siapa yang suruh kamu buat sekolah lagi?, kamu kan udah lulus dari dulu, ngapain harus capek-capek," Mendengar jawaban dari Samudera, membuat Keyra mendengus sebal.


"Samuderaaa," Geram Keyra.


Keyra memang sudah lulus dari dulu, bahkan semasa SMA dirinya seangkatan dengan Samudera waktu itu. Tapi akhirnya, dia terpaksa harus kembali bersekolah, karena sebuah tragedi yang berhubungan dengan adiknya.


"Iyah-iyah Keyra, gak usah marah dong, namanya juga bercanda."


"Kejutan apa yang kamu maksud?" Tanya Keyra langsung pada inti pembicaraan.

__ADS_1


"Oke, sebentar!" Jawab Samudera, lalu // prok prok// menepukkan tangannya dua kali, sebagai tanda agar seseorang masuk kedalam ruangannya.


Dan yang benar saja, beberapa saat kemudian. Sekretaris Samudera yang bernama Jean itu, masuk kedalam ruangan atasannya dengan membawa seorang remaja lelaki yang kedua tangannya terikat kebelakang.


Samudera memerintahkan kepada sekretarisnya, untuk menaruh anak itu didepan meja kantornya dekat Keyra berdiri.


"Siapa anak ini?" Batin Keyra merasa bingung, lalu melihat Samudera berdiri dari tempat duduknya, berjalan dan berhenti disamping Keyra.


"Kau kenal siapa dia Keyra?" Tanya Samudera, dan Keyra hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Kau yakin?, coba perhatikan logo SMA nya baik-baik," Sambung Samudera menyuruh.


Keyra mengarahkan pandangannya, kearah baju seragam anak remaja lelaki itu persis seperti perintah Samudera. Ia memperhatikannya dengan seksama.


"Hah, i-itu logo SMA Pancasila," Batin Keyra terkejut.


"Darimana kau menemukan anak ini?" Kini giliran Keyra, bertanya kepada Samudera.


"Maksud mu anak ini?, anak yang tidak tahu sopan santun ini!" Jawab Samudera, meninggikan nada bicaranya tepat pada bagian 'tidak tahu sopan santun'.


"Aku menemukannya, sedang menggila dengan klakson mobilnya di cafe tempat biasa aku bersantai, hanya untuk memperebutkan sebuah tempat parkir denganku," Sambung Samudera, sambil berjongkok dihadapan anak itu.


"Benar bukan?" Lirihnya tajam, membuat Raja semakin ketakutan.


"Sa-saya mohon tuan, lepaskan saya!. Saya berjanji, tidak akan melakukan hal seperti itu lagi," Pinta Raja tak berdaya, yang duduk dilantai dengan kedua tangan terikat dibelakang punggung, dan bekas luka lebam diwajah diciptakan oleh Samudera.


"Siapa nama anak ini?" Tanya Keyra penasaran.


"Ra-Raja," Batin Keyra mengerutkan keningnya, dia seperti pernah mendengar nama ini sebelumnya.


"Nama dia Raja, sebaiknya kau jangan mencari masalah dengan dirinya," Balas Laut diselembar kertasnya.


Memori lampau kembali terekam didalam pikiran Keyra, sekarang dia mulai mengingat semuanya.


"Dia adalah anak yang pernah membully Laut waktu itu," Batinnya.


"Ada apa Keyra?, sepertinya kau mengenalnya. Apa dia salah satu anak yang pernah membully mu disekolah?" Tanya Samudera.


"Bukan aku, tapi temanku."


"Ra-Rara, namamu Rara bukan, tolong ... tolong bantu aku bebas dari orang ini," Mohon Raja kepada Keyra, dari ekspresi wajahnya dapat terlihat bahwa ia sungguh ketakutan.


"Hm sangat menarik," Batin Keyra tersenyum smirk, lalu bergantian berjongkok dihadapan Raja.


"Ka-kau mau selamat dari tangan orang ini?" Ucap Keyra tak lupa dengan mimik polosnya.


"I-iyah Ra, aku mohon, bawa aku keluar dari sini!"


"Baiklah," Angguk Keyra membuat kedua sudut bibir Raja mengembang, dirinya seperti melihat sebuah harapan.


Dengan perlahan Keyra berdiri, "Sekretaris Jean!" Panggil Keyra kepada sekretaris Samudera itu.

__ADS_1


"Iyah nona?" Tanyanya.


"Tolong bawa anak ini turun kebawah, minta kepada sekretaris ku Albert untuk membawanya pulang, biar dia mengantarkan Raja ke peristirahatan terakhirnya," Ujar Keyra, dengan senyuman jahat terlukis di bibirnya.


Sekretaris Jean langsung melaksanakan perintahnya, dengan membawa Raja untuk segera pergi dari sana.


"Ra-Rara, apa maksud Lo hah!" Teriak Raja mencoba untuk memberontak.


"Lepasin gua!"


"Terimakasih Samudera, sekali lagi kau telah membantu ku," Ujar Keyra kepada Samudera, selepas kepergian Raja dan sekretaris Jean dari dalam ruangan tersebut.


"Itu tidak menjadi masalah," Jawabnya, lalu membalikkan badan untuk kembali duduk di kursi kantornya.


"Tunggu dulu," Ujar Samudera mengarahkan pandangannya kearah Keyra, tatapannya terlihat cukup aneh menurut dirinya, seperti mengintimidasi.


"A-ada apa Samudera?, apa ada yang salah?" Heran Keyra dengan tatapan aneh dari temannya itu.


//Grep// tanpa aba-aba, Samudera langsung memegang tangan kanan Keyra, yang posisinya tengah berdiri disampingnya.


"Ini gelang dari siapa?" Tanya Samudera dengan muka datar.


"Da-dari teman aku disekolah, memangnya kenapa?"


"Kamu punya hubungan spesial sama dia?, kamu sudah punya pacar?" Tanya Samudera diluar dugaan Keyra, dengan masih memegang tangan kanan Keyra.


"Enggak!" Tepis Keyra, sambil melepas genggaman tangan dari Samudera.


"Ini cuman hadiah dari dia, karena aku sudah bantu dia pas jatuh disekolah waktu itu."


"Owh," Jawab Samudera singkat.


"Memangnya kenapa sih?" Tanya Keyra penasaran.


"Gelang itu sedang trend saat ini, yang aku dengar gelang itu hanya diberikan atau dikenakan oleh sepasang kekasih," Balas Samudera membuat Keyra mengangguk mengerti. Sepertinya, ia baru tahu soal ini.


"Aku minta, lepaskan gelang itu!. Aku bisa membelikan mu yang lebih mahal dan lebih bagus," Sambungnya masih sibuk berkutik dengan laptopnya.


"Dia, cemburu kah?" Batin Keyra.


"Biarin, lagian gelang ini juga bagus kok," Balas Keyra berniat untuk memanas-manasi.


"Hm," Deham Samudera merasa tak terganggu sama sekali.


"Ish, ayolah Samudera, kau juga harus mengerti dengan keadaanku sekarang. Aku harus tetap mengenakan gelang ini agar bisa semakin dekat dengan mereka," Sebal Keyra karena Samudera hanya mengacuhkannya.


"Baiklah, tapi aku memiliki satu syarat."


"Apa?" Balas Keyra yang sudah tidak sabar.


"Kau harus melepaskan gelang itu jika bertemu dengan ku, aku tidak ingin melihat kau mengenakan segala barang pemberian mereka, terutama dari seorang laki-laki," Jawab Samudera mengeluarkan keinginannya.

__ADS_1


"Haha, baiklah Samudera, jika itu mau mu aku akan melakukannya," Kekeh Keyra, tanpa sadar membuat Samudera tersenyum kecil mendengarnya.


__ADS_2