
Keyra pun telah sampai di sekolahnya, SMA Pancasila. Pak sopir keluar dari dalam mobilnya untuk membukakan pintu mobil majikannya.
"Silahkan keluar nona!" Ujar pak sopir sembari membukakan pintu mobil tersebut, "Terimakasih pak!" Balas Keyra keluar dari dalam mobil itu.
"Kalau begitu, saya pamit pulang dulu yah nona!" Ujar pak sopir pamit.
"Baik pak, hati-hati!" Jawab Keyra lalu melihat sopirnya kembali masuk kedalam mobil, dan berlalu pergi.
Selepas melihat kepergian sang sopir dengan mobil putihnya, Keyra kembali melihat kearah gedung sekolah yang berdiri megah dihadapannya. Berdiri diantara pintu gerbang yang menjulang tinggi keatas.
Pandangan Keyra menatap sendu tapi juga marah, melihat kearah air mancur yang berada ditengah-tengah sekolah. Dirinya masih tidak bisa melupakan, dengan kejadian yang masih sangat membekas di dalam hatinya.
Keyra menggertakkan giginya, mengepal erat kedua tangannya. "Sebentar lagi, semua ini akan berakhir," Gumam Keyra, lalu kembali memasang raut wajah polosnya melangkahkan kakinya masuk kedalam sekolah.
...********...
~Kelas 11 MIPA 2.
"WOOOYYY BAYAR KAASSSS!!!!" Teriak seorang bendahara menagih layaknya seperti seorang rentenir.
"Jangan teriak-teriak bisa enggak!, Lo mau kita semua masuk rumah sakit gara-gara suara Lo yang cempreng itu," Tegur salah satu siswa merasakan sakit di telinganya.
"Enggak, terserah gua lah, suara-suara gua. Ngapain Lu yang sewot!"
"Sini bayar kas, udah nunggak banyak. Hutang wajib dibayar!" Sambungnya sambil membuka lebar-lebar telapak tangan kanannya.
"Besok aja!, lagi gak mood gua," Jawab remaja lelaki tersebut tengah sibuk memainkan ponsel ditangannya.
"Idih, gaya doang elit tapi kalau suruh bayar kas kebanyakan alesan. Handphonenya aja iPhone, suruh keluarin duit seribu aja susah banget," Sindir si bendahara tersebut.
"Nih!" Geram remaja lelaki itu yang langsung mengeluarkan kartu ATM dari dalam dompetnya.
"Ambil sebanyak yang Lo mau!" Sambungnya.
"Heh, Lu pikir gua mesin ATM berjalan bisa Lu bayar pake kartu, pake uang kan bisa kakak!"
__ADS_1
"Banyak omong Lu, kalau gak mau duit tinggal bilang aja, gak usah pake ceramah," Balas remaja lelaki itu mengambil kembali kartu ATM miliknya.
"Untung Lu ganteng yah, kalau enggak udah gua tampol pipi Lo pake sepatu!"
//Kreeekkkk// Bunyi decitan pintu terbuka, seisi kelas seketika menjadi hening tidak ada suara. Setelah melihat siapa yang datang kedalam kelas mereka.
Sejenak Keyra berdiri diambang pintu, melihat seisi kelas yang tengah memperhatikan dirinya. Keyra membenarkan posisi kacamata hitam bulatnya, memegang erat tas besar yang dirinya kenakan. Lalu melangkah masuk ke dalam.
Dalam perjalanan menuju tempat duduk Keyra, yang berada di barisan pertama dekat jendela. Sudah terbiasa bagi dirinya mendengar bisik-bisik anak-anak membicarakan tentang dirinya.
Tetapi Keyra tidak pernah menghiraukan dan merasa terganggu dengan hal itu. Ia malah menganggap itu seperti musik asik didalam telinganya, Keyra hanya tersenyum smirk mendengar itu semua.
"Iihhh si cupu masuk sekolah. Kenapa gak dirumah aja sih cantik, kalau mau makan tinggal disuapin sama mama," Ejek si bendahara berjalan menghampiri Keyra dengan beberapa anak perempuan dibelakangnya.
"Iyah nih, daripada disini malu-maluin kelas kita aja," Tambah temannya.
"Cantik banget sih rambutnya, dikepang dua," Ucapnya sambil memegang salah satu kepangan rambut Keyra, dengan sedikit menjambaknya.
"I-iyah, ma-makasih!" Balas Keyra berlagak seperti anak cupu dan polos. Melihat sikap Keyra seperti ini, pasti semuanya berpikir bahwa ia adalah sasaran empuk untuk bahan pembullyan.
"Iyah sama-sama, eh tapi kok makasih aja sih balasannya. Bantuin gua dong buat tarikin uang kas kesemua anak, sama pijetin tangan gua nih, capek!" Pinta si bendahara itu sambil memberikan buku kas kepada Keyra.
"Gua bilang tarikin duit kas yah lakuin!" Bentak si bendahara tersebut dengan menggebrak meja, "Apa susahnya sih!, terus kalau gua memang bendahara kenapa?, masalah kalau gua minta bantuan?, udah cepet sana!" Sambungnya melempar buku kas itu tepat diwajah Keyra.
"I-iyah," Jawab Keyra lalu berdiri dari tempat duduknya, untuk melakukan apa yang temannya si bendahara itu katakan.
Disaat Keyra tengah sibuk melakukan perintahnya, si bendahara itu tengah asyik bersantai duduk-duduk ditempat duduknya, sambil sesekali tertawa melihat betapa polosnya Keyra.
Hingga tak lama kemudian, bel masuk jam pertama pun berbunyi dengan begitu nyaring.
"Eh Keyra!, kalau sudah, Lo bawa dulu aja bukunya. Nanti kalau waktunya pulang, Lo kasih ke gua!" Ujar si bendahara.
"I-iyah," Balas Keyra menganggukkan kepalanya, "Tidak hanya mengembalikan buku ini, aku juga akan memberimu sebuah kejutan menarik nanti," Batin Keyra tersenyum smirk sembari berjalan menuju tempat duduknya.
... "Dibalik kacamata hitam bulat besar ini, aku dapat melihat segalanya, dan mendapatkan apa yang aku inginkan."...
...********...
__ADS_1
Waktu terus berputar, murid-murid masih berada didalam kelas melakukan pembelajaran, hingga bel pun kembali berbunyi menandakan waktunya istirahat kriiingggg.
"Baiklah anak-anak, bel istirahat sudah berbunyi. Ibu akhiri dulu pembelajaran kita sampai disini, assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh!" Salam ibu guru lalu berjalan pergi keluar kelas.
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh," Balas salam semua murid, satu persatu dari mereka mulai ikut berjalan keluar kelas menuju ke kantin.
Begitupun juga dengan Keyra, dirinya lupa tidak membawa botol minum dari rumah, hingga terpaksa ia harus pergi ke kantin untuk membelinya.
...********...
Sesampainya di kantin, disana sudah dipenuhi oleh siswa-siswi yang sedang mengantri untuk membeli makanan, terlihat begitu ramai dan desak-desakan.
Keyra tidak bisa melihat apa-apa selain lautan manusia yang tengah kelaparan, walau Keyra merasa sebal dan juga malas. Tapi, mau tidak mau dirinya harus tetap pergi kesana untuk membeli sebotol minum.
Keyra berada dibarisan paling belakang, dirinya tidak mau ikut masuk dan rela badannya terhimpit diantara semua murid, toh kalau bisa sabar pasti ada sendiri jalannya, tidak perlu sampai berdesak-desakan.
Sedikit demi sedikit mulai sepi, ada jalan bagi Keyra untuk segera maju kedepan menemui mbak-mbak kantin.
"Mbak, beli air mineralnya satu!" Pinta Keyra kepada salah satu mbak-mbak kantin disana.
"Oh yah, sebentar yah saya ambilkan!" Balas mbak kantin tersebut menghampiri sebuah lemari pendingin, mengambilkan sebotol air mineral dari sana.
"Ini nak, harganya dua ribu lima ratus!"
"Baik mbak, ini uangnya. Terimakasih," Balas Keyra sembari menerima sebotol air mineral itu.
Ketika Keyra hendak kembali setelah membeli sebotol minuman, dirinya melihat tak jauh dari tempatnya berdiri, seorang lelaki yang tengah kesulitan untuk memesan sebuah makanan.
"Iyah nak mau pesan apa?" Tanya Mbak kantin tersebut.
Anak tersebut tidak langsung menjawab, dirinya malah sibuk menuliskan sesuatu di sebuah lembar kertas lalu ditunjukkan kepada mbak kantin itu.
"Saya pesan es teh satu, sama bakso," Tulis remaja lelaki itu di selembar kertas miliknya.
"Dia, ngapain pake nulis dikertas?, kenapa gak langsung ngomong aja?" Batin Keyra merasa bingung.
...********...
__ADS_1