
Dengan tatapan kosong, Keyra mengangkat tubuh adiknya lalu menggendongnya menuju depan pintu gerbang.
Keyra menggerogoh saku celananya, mengambil sebuah ponsel dari dalam sana.
~Dalam panggilan .....
Keyra: "Samudera, kumohon cepatlah datang kemari, ke SMA Keysa!"
Samudera: "Ada apa Keyra?, apa semua baik-baik saja?, kenapa nada bicaramu begitu dingin?"
Keyra: "Cepatlah datang kemari, kau akan mengerti sendiri."
Samudera: "Baiklah, aku akan segera kesana!"
Panggilan pun diakhiri, beberapa menit kemudian nampak kedatangan mobil samudera dari arah kejauhan, lalu menepi tepat dimana Keyra berdiri.
"Ke-Keyra, apa yang sudah terjadi dengan Keysa?" Kejut samudera melihat kondisi Keysa dengan posisi digendong oleh kakaknya.
"Apa dia kecelakaan?"
"Bukan." Dingin Keyra.
"Sepertinya, ini ulah mereka yang berada didalam sana, aku menemukan tubuh Keysa sudah terkapar didekat air mancur sekolah."
"Apa maksudmu ... ini ulah sekolah?" Tanya samudera.
"Nanti saja kau tanyakan itu samudera, sekarang lebih baik kau membantuku untuk membawa Keysa ke rumah sakit."
"Baiklah, bawa dia kedalam," Balas samudera membukakan pintu mobil dan lekas menuju ke rumah sakit.
Selepas peristiwa tersebut, Keyra berusaha mencari kebenaran dan pertanggungjawaban dari sekolah atas kematian adiknya. Tetapi, pihak sekolah sama sekali tidak menghiraukan soal hal itu.
Mereka malah menuduh Keyra ingin menjatuhkan nama baik sekolah, dan mencemarkannya dengan alasan kematian Keysa.
"Jelas-jelas adik saya Keysa terkapar dan sudah tidak bernyawa didekat air mancur sekolah, dan sekarang kalian semua bilang ini hanyalah bualan saya untuk menjatuhkan nama sekolah!" Sentak Keyra dihadapan beberapa guru dan juga kepala sekolah.
"Apakah kalian tidak mempunyai hati nurani sama sekali?, dimana rasa keadilan didalam sekolah ini!"
Keyra semakin geram dan marah, ditambah lagi pihak sekolah menutup kasus tersebut dan tidak pernah membahasnya lagi, seolah-olah seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
"Dasar bajingan!, lihat saja aku akan membuat kalian semua membayarnya, dengan menghadiri pemakaman Keysa!"
"Aku akan menyiksa kalian semua, sebagaimana luka yang kalian beri ditubuh adikku!"
Sejak tragedi itu, Keyra menjadi buas, emosinya sama sekali tidak terkontrol jika sudah melihat siswa-siswi ataupun seseorang yang berasal dari sekolah tersebut. Jiwa membunuh Keyra langsung tersulut, dan membara.
"Jika kalian berada diposisi ku sekarang, kalian pasti mengerti apa yang diriku rasakan."
^^^~Keyra.^^^
...********...
"Terimakasih sudah mengundang ku kerumah mu, teh buatan mu memang tidak pernah mengecewakan," Ujar samudera dengan posisi diluar pintu rumah Keyra.
"Sama-sama, aku juga berterimakasih karena selama ini kau sudah mau membantuku samudera," Balas Keyra.
__ADS_1
"Sudahlah, tenang saja Keyra. Kita teman, sudah menjadi kewajiban ku untuk membantu dirimu," Kata samudera tersenyum simpul kepada Keyra. "Aku pulang dulu!"
"Yah, hati-hati!" Samudera pun masuk kedalam mobilnya, lalu berangkat pergi dari kediaman Keyra.
Keyra kembali masuk kedalam rumahnya, dalam perjalanan menuju ke kamarnya.
"Nona Keyra!" Panggil seseorang membuat langkah kaki Keyra berhenti, dan membalikkan badannya. "Iyah?"
"Hari ini anda ada jadwal pentas musik di gedung kota Y, kita harus segera berangkat ke sana lima belas menit lagi," Ujar sekretaris laki-laki dari Keyra.
"Aku tahu, tidak perlu kau ingatkan. Pergilah, aku akan segera bersiap-siap," Balas Keyra lalu masuk kedalam kamarnya.
Beberapa menit kemudian, Keyra keluar dari dalam kamarnya dengan mengenakan gaun yang indah, serta sebuah tas berisikan biola yang ia tenteng dikedua tangannya.
"Anda terlihat begitu cantik nona Keyra!" Puji bi Hana.
"Terimakasih bi, kalau begitu saya berangkat dulu yah bi!" Pamit Keyra kepada bi Hana, dan dibalas anggukan olehnya. "Yah nona, hati-hati dijalan!"
Akhirnya, Keyra pergi masuk kedalam mobilnya, lalu pergi menuju ke gedung kota Y.
Sesampainya disana, Keyra disambut begitu hangat dan meriah. Dalam gedung tersebut, terpampang beberapa poster yang bergambarkan wajah Keyra dengan pose memegang sebuah biola.
Konser musik pun dimulai, Keyra menaiki atas panggung dengan balutan gaun putih, rambut yang terurai sedikit bergelombang sungguh cantik.
Lantunan musik mulai terdengar, Keyra memainkan biolanya begitu leluasa. Seperti halnya burung yang terbang bebas, Keyra mengungkapkan semua isi hatinya melalui gesekan biola.
Dengan memejamkan mata, semakin menambah rasa duka, hati Keyra tersayat ketika kehilangan adiknya, kenangan indah yang dirinya ukir dengan Keysa musnah begitu saja. Semua Keyra ungkapan melalui sebuah barisan nada, dapat membuat siapapun ikut terbawa suasana.
Terdengar tepuk tangan yang meriah, seusai Keyra memainkan biolanya. Keyra menarik nafas lega, berdiri ditengah-tengah lampu panggung yang menyorot dirinya. Ia bisa merasakan tetesan keringat yang mengalir di pelipisnya.
"Ini untuk mu Keysa," Gumam Keyra menatap langit-langit panggung.
...********...
Terkadang juga, aku bisa menjadi buas, menyakiti seseorang tanpa belas kasih dengan kedua tangan ku sendiri. Amarah tak terkontrol, dan hati yang begitu dingin.
Tetapi, aku bisa menjadi diri sendiri, sisi pendiam dan juga baik, dengan jiwa seorang violinis.
Sebenarnya, siapa diriku yang sesungguhnya?.
...********...
~Di belakang panggung.
"Konser yang luar biasa Keyra sayang!" Bangga sang ibunda kepada Keyra.
"Bunda!. Bunda ada disini!"
"Iyah dong sayang, masa sih bunda enggak datang kesini buat lihatin konser anak bunda yang cantik ini," Balas sang ibunda mengelus rambut anaknya.
"Iyah bunda, terimakasih sudah sempetin waktunya buat datang kesini untuk Keyra," Senang Keyra.
"Oh yah bunda, ayah enggak ikut?" Tanya Keyra karena tidak melihat keberadaan ayahnya disamping ibundanya.
"Ayah kamu datang kok, dia lagi ke toilet ritual sebentar. Lagian udah tua pake gaya-gayaan makan sambel banyak."
"Owh hehehe gitu yah bunda."
__ADS_1
"Kita pulang yuk, bunda sama ayah mau ngajak kamu makan-makan nih. Yah, ikut yuk!" Ajak ibunda.
"Makan-makan bunda?, dimana?" Tanya Keyra.
"Yah ada lah, kamu pasti laper sama capek kan habis konser tadi. Biar pikiran kamu kembali fresh mending kita makan-makan yuk!"
"Em okeh deh bunda, ayo!" Angguk Keyra menerima ajakan ibundanya.
Akhirnya, Keyra, Ibunda, dan sang ayah pergi ke salah satu restoran langganan mereka.
Sesampainya disana, keluarga tersebut langsung pergi masuk kedalam restoran dan mengambil duduk.
"Tempatnya gak pernah berubah yah bunda," Ujar Keyra dengan melihat sekeliling restoran.
"Iyah, masih sama kayak dulu," Balas sang ibunda ikut melihat sekelilingnya sama seperti anaknya.
"Kamu mau pesen apa sayang?" Sambung sang Ibunda bertanya, memberikan buku menu kepada Keyra.
Keyra menerima buku menu tersebut, membolak-balikkan halaman sambil mencari-cari makanan apa yang ingin dirinya pesan.
Hingga dirinya terhenti disalah satu halaman, tertuju pada satu menu disana. "Eh lihat deh bunda!" Antusias Keyra sambil menunjuk gambar menu tersebut.
"Ini itu, makanan yang sering banget aku sama Keysa pesen kalau setiap dateng kesini, rasanya itu enak banget. Iyah kan dek!" Sambung Keyra dengan senyuman lebar, menoleh kesisi kanannya.
Seketika raut wajah Keyra menjadi murung dan sedih, selepas tersadar bahwa adiknya Keysa tidak berada disampingnya.
"Oh yah, Keyra lupa kalau adik sudah pulang," Lirih Keyra, terdengar oleh kedua orang tuanya.
"Keyra," Ucap sang ayah memegang telapak tangan anaknya, lalu mengelusnya berniat untuk menenangkannya.
"Kamu enggak apa-apa sayang?" Tanya sang ayah kasihan, melihat raut wajah sedih anaknya.
Kalian tahu?, kehilangan seorang adik bukanlah sebuah hal yang gampang, untuk seorang kakak dapat menerima kepergiannya.
"Keyra baik-baik aja kok yah, cuman ... cuman keinget Keysa aja, kangen makan bareng sama dia," Balas Keyra.
"Ke-Keyra minta maaf yah, udah buat suasananya jadi gak enak gini," Sambungnya.
"Enggak apa-apa kok sayang, bunda sama ayah juga ngerti kok apa yang kamu rasain. Kita berdua juga kangen makan bareng sama Keysa. Kangen makan sama-sama waktu keluarga kita masih lengkap," Balas sang ibunda.
"Sudah-sudah, kok malah jadi sedih semua sih!. Kalau begini terus kapan dong kita makannya?. Ayah sudah laper banget nih!" Sahut sang ayah sambil memegangi perut buncitnya.
"Hahahaha iyah-iyah, ayah jadi pesen yang ini yah, gak usah pake yang macem-macem, udah tua nanti kolesterol!"
"Hm iyah," Sebal sang ayah, yang hanya bisa pasrah mengikuti ucapan sang istri.
Akhirnya, makanan pun sudah dipesan, dan beberapa menit kemudian pelayan datang dengan membawa makanan dan minuman pesanan mereka.
"Selamat menikmati tuan dan nyonya!" Seusai menaruh makanan dan minuman tersebut diatas meja, pelayan pun pergi setelah melakukan pekerjaannya.
Ayah dan ibunda memakan makanan itu dengan lahap, sedangkan disisi lain Keyra hanya melamun melihat kearah piring makanan tersebut.
Keyra menyiduk sesendok nasi dari piring makannya, tanpa sadar setetes air mata jatuh membasahi pipinya. "Selamat makan, Keysa," Batin Keyra.
*********
"Jika seandainya aku diberi satu kesempatan oleh tuhan, tentang permintaan apa yang aku inginkan?.
__ADS_1
Maka, bawalah diriku ke tempat dimana Keysa berada. Untuk saat ini, aku hanya ingin bersama dengan dia."
^^^~Keyra.^^^