
Keyra melirik kearah seseorang yang tengah berdiri diambang pintu itu, seorang lelaki dengan mengenakan setelan jas hitam.
"Apa yang sudah kau lakukan Keyra?" Tanyanya dengan melihat kearah sesosok wanita yang sudah terkapar didekat Keyra berada, lelaki itu menajamkan sorot matanya, rahang mulutnya mengeras menandakan kalau dia merasa kesal.
"Hal biasa yang diriku lakukan, Samudera," Jawab Keyra dengan posisi duduk dilantai.
"Lalu biola itu?" Balas Samudera sambil melihat kearah sebuah biola yang sudah hancur dan rusak.
"Kau menggunakan biola itu untuk melukai dia?, lalu bagaimana dengan konsermu Keyra," Sambung Samudera dengan nada dinginnya. Lalu berjalan beberapa langkah menghampiri Keyra.
"Aku sudah tidak peduli dengan konser itu lagi, semuanya sudah hancur. Biarkan saja semua penonton pulang dengan membawa rasa kecewa mereka, aku tidak peduli," Balas Keyra membuat Samudera semakin merasa marah.
"Lalu bagaimana dengan impian adikmu Keysa, dia ingin melihat sang kakak berdiri dipanggung besar seperti seorang bintang. Tapi lihat, apa yang kau lakukan, kau sudah mengotori impian sucinya."
"Keyra," Panggil Samudera dengan berjongkok dihadapan Keyra, menempatkan kedua tangannya disamping kepala gadis itu.
"Kumohon, kalau bukan untukku setidaknya lakukan ini untuk adikmu."
"Maaf Samudera, tapi aku sudah tidak bisa. Semuanya sudah hancur, bahkan biola kesayangan ku pun sudah rusak, dan gaun ini juga ... sudah kotor berlumur darah," Jawab Keyra dengan raut wajah sedih.
"Jangan khawatir, serahkan saja semua itu kepadaku," Samudera menepuk pelan pundak Keyra, berusaha memberitahunya kalau semua pasti akan baik-baik saja.
"Sekarang, kembalilah ke ruangan mu segera, sudah ada adikku Lucas dan sekretaris mu Albert disana," Sambungnya dengan melepas jas hitam yang ia kenakan, dan dipakaikan kepada Keyra.
"Tapi- bagaimana dengan-"
"Keyra, untuk saat ini konser mu lebih penting dari segalanya. Jangan pikirkan soal anak itu, biar aku dan Jean yang akan mengurusnya, kau hanya perlu fokus dengan pertunjukan nanti," Balas Samudera lalu menyuruh Keyra untuk segera pergi dari sana.
"Cepatlah kembali, saat ini suasana cukup sepi. Semua orang tengah sibuk, ini kesempatan mu untuk kembali."
"Baik," Angguk Keyra dan segera pergi meninggalkan Samudera.
"Gadis itu, memang tidak pernah bisa mengontrol emosinya," Hela Samudera memijat keningnya.
Samudera kembali berdiri menegakkan badannya, menghampiri seorang gadis yang sudah terkapar didekat tumpukan kardus-kardus. "Dia masih hidup."
__ADS_1
"Halo Jean," Panggil Samudera didalam telepon.
"Tolong segera datang kesini, ketempat penyimpanan barang paling ujung. Dan juga, katakan kepada Lucas untuk memesankan biola baru dengan kualitas terbaik, dan sebuah gaun. Segera, aku ingin barang itu datang sekarang juga."
"Baiklah, terimakasih aku tunggu," Pungkas Samudera dan menutup panggilan tersebut.
...********...
"Hai kak Keyra!" Sapa Lucas dengan raut wajah senang, melihat Keyra datang memasuki ruangannya yang masih mengenakan jas hitam milik Samudera.
"Hai Lucas," Balas Keyra tersenyum kaku, ia merasa takut entah apa yang akan Lucas pikirkan saat ini ketika melihat keadaan dirinya seperti ini.
"Sini kak, duduk berdua sama Lucas," Pinta Lucas sambil menepuk-nepuk tempat duduk kosong disamping dirinya duduk.
"I-iyah."
"Kak Keyra darimana aja?, kok jas nya kak Samudera bisa dipakai sama kakak?" Tanya Lucas.
"I-iyah," Kikuk Keyra, ia tidak tahu lagi harus menjawab apa.
"Eh bentar, dandanan kakak Keyra kok berantakan?, bukannya habis ini kakak Keyra harus konser yah. Dan itu bajunya kok, kok banyak merah-merahnya?"
"Owh, kurang ajar banget sih orangnya. Kalau Lucas tadi ada disana, pasti aku sudah marahin orang itu habis-habisan," Ujar Lucas berlagak seperti orang jagoan.
"Haha, memangnya kamu berani?" Tanya Keyra.
"Yah berani lah kak, apasih yang enggak buat kakak Keyra. Tapi kak, kalau itu sirup baunya kok amis yah?"
"Perasaan kamu aja kali, baunya gak ada yang aneh kok, biasa aja," Balas Keyra dengan jantung semakin berdegup kencang.
"Emmmm."
"Ka-kamu, ngelihatnya kok gitu sih?" Ujar Keyra merasa aneh dengan tatapan terlihat seperti mengintimidasi dari Lucas.
"Enggak apa-apa kok, tenang aja kak. Bentar lagi gaun kakak pasti baru lagi kok, lagi di ambilin sama sekretaris kakak pak Al didepan, sama biolanya juga."
"Gaun?, biola?" Bingung Keyra.
__ADS_1
"Iyah, tadi kakak Samudera telpon aku buat pesenin kakak Keyra gaun sama biola, jadi aku pilihin sesuai seleranya Lucas. Tenang aja kok kak, selera aku pasti cocok buat kakak. Dan barusan juga, pesenannya baru dateng lagi diambil sama pak Al," Balas Lucas menjelaskan.
"Samudera memang benar-benar ingin aku untuk melanjutkan konser ini."
"Lucas, katakan kepada kakak mu kalau aku sangat amat berterimakasih dengan apa yang sudah dia lakukan. Aku berjanji, aku pasti akan mengganti semuanya," Balas Keyra.
"Tidak usah kak Keyra, kak Samudera melakukan ini semua untuk kakak, jadi kak Keyra tidak perlu menggantinya. Kak Samudera peduli dengan kak Keyra, dan ingin agar konser kakak berjalan dengan lancar, hanya itu saja," Ujar Lucas.
"Kak Keyra adalah orang yang beruntung, jarang banget loh kak ada cewe yang sampai diperhatikan sebegitu detailnya sama kakak Samudera. Yang Lucas tahu, kak Samudera itu orangnya dingin sama cuek banget kalau urusan sama cewe."
"Gak mungkin lah, walau secuek-cueknya si Samudera dia pasti pernah suka sama cewe. Jujur, kakak kamu pasti pernah pacaran kan?, di SMA dulu aja dia jadi most-wanted disana, fans nya itu buanyak. Terutama cewe."
"Ini nih yang kak Keyra gak tahu dari kakak Lucas abang Samudera, kak Samudera itu anti banget sama pacaran kak, dia lebih suka langsung nikah daripada pacaran, buang-buang waktu aja katanya."
"Tumben Abang Lu pinter," Balas Keyra lalu melihat sekretarisnya Albert masuk kedalam ruangan, dengan sudah membawa sebuah tas berisikan gaun, dan sebuah biola.
"Nona, saya sudah membawakan sebuah gaun dan biola untuk anda," Ucap sekretaris Albert kepada Keyra.
"Baik, terimakasih Al, kalau begitu aku mau ganti baju dulu."
"Oke kak Keyra, ayo pak Al kita keluar dulu, kak Keyra mau ganti baju."
"Baik tuan Lucas." Sekretaris Albert dan Lucas pun pergi keluar dari dalam ruangan, membiarkan Keyra untuk mengganti pakaiannya sebentar.
"Terimakasih Samudera, kau memang teman yang baik."
...********...
~Di luar ruangan.
"Pak Al," Panggil Lucas kepada lelaki yang tengah berdiri disampingnya itu.
"Iyah tuan Lucas?"
"Saya, mau tanya tentang hal serius sama bapak," Ujar Lucas merubah nada bicaranya.
"Iyah tuan apa?" Balas sekretaris Albert merasa penasaran.
__ADS_1
"Jadi begini pak," Ujar Lucas menjeda perkataannya, membuat sekretaris Albert semakin tidak bisa menahan gejolak didalam hatinya. Ini pasti hal yang sangat penting, kalau bukan tidak mungkin Lucas sampai bersikap seperti ini.